NovelToon NovelToon
"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:516
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

"Di tempat di mana es tidak pernah mencair dan badai salju menjadi kawan setia, hadirlah ia—sebuah binar yang tak sengaja menyapa. Mampukah setitik cahaya kecil menghangatkan hati yang sudah lama membeku di ujung dunia? Karena terkadang, kutub yang paling dingin bukanlah tentang tempat, melainkan tentang jiwa yang kehilangan arah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Satu Bulan Menuju Akad

Langkah yang Tergesa

Kairo seolah berputar lebih cepat dari biasanya,

Membawa kabar yang melampaui samudera raya.

Restu telah turun dari lisan sang Kyai,

Membuka pintu bagi dua hati untuk menyatu abadi.

Namun waktu hanyalah sekejap mata yang dipinjam,

Tiga puluh hari untuk mengakhiri rindu yang terpendam.Satu bulan menuju janji yang paling suci,

Di tanah Jawa, sebuah akad telah menanti.

Dua minggu setelah pertemuan di perpustakaan itu berlalu seperti embusan angin gurun—singkat namun meninggalkan jejak yang kuat. Mas Azam tidak pernah menyangka bahwa keberaniannya menelepon Abah dari Khadijah akan membuahkan hasil secepat ini. Di apartemen kecilnya, Mas Azam duduk terpaku menatap ponselnya yang baru saja ia letakkan setelah percakapan panjang dengan Kyai sepuh di Jawa Tengah itu.

Bungah yang baru saja pulang dari kampus segera menghampiri kakaknya. Ia melihat wajah Mas Azam yang tampak campur aduk antara bahagia, tegang, dan bingung.

"Mas? Bagaimana? Abah-nya Mbak Khadijah bilang apa?" tanya Bungah antusias sambil meletakkan tas kitabnya.

Mas Azam mendongak, matanya berkaca-kaca. "Abah merestui, Dek. Beliau bilang sudah mencari tahu tentang keluarga kita dan beliau rida kalau Khadijah bersanding dengan Mas."

Bungah hampir saja bersorak, namun ia menahan diri saat melihat kerutan di dahi kakaknya. "Lalu kenapa wajah Mas seperti orang yang sedang menghadapi ujian munaqosah (skripsi) lagi?"

"Masalahnya satu, Dek," Azam menghela napas panjang. "Abah memberi syarat. Beliau tidak ingin ada pertunangan lama-lama. Beliau bilang, kalau memang niatnya ibadah, harus disegerakan. Mas diberi waktu paling lambat satu bulan dari sekarang untuk datang ke Jawa dan langsung akad nikah."

Bungah terbelalak. "Satu bulan? Tapi Mas, pengurusan berkas di KBRI, tiket pesawat, belum lagi urusan kampus Mas di sini... apa sempat?"

"Itulah yang sedang Mas pikirkan. Belasan tahun Mas di sini, tidak menyangka kepulangan Mas akan secepat ini dan untuk alasan yang begitu besar," jawab Azam. Ia kemudian menatap Bungah dengan tatapan sendu. "Lalu bagaimana denganmu, Adek? Mas tidak mungkin meninggalkanmu sendirian di Kairo kalau Mas pulang untuk menikah dan menetap di Jawa."

Bungah terdiam. Selama ini Mas Azam adalah pelindungnya. Namun, ia teringat pada cincin "Al-Muntazir" di lacinya. Ia juga teringat pada Gus Zidan.

"Mas... Bungah sudah dewasa," ucap Bungah mantap.

"Satu bulan ini kita urus semuanya. Mas pulanglah, jemput kebahagiaan Mas. Bungah akan tetap di sini menyelesaikan kuliah. Mas Azam kan sudah titip Bungah ke teman-teman senior dan asatidz di sini. Bungah tidak akan apa-apa."

Hari-hari berikutnya menjadi hari paling sibuk dalam hidup Dr. Azam. Ia harus bolak-balik ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo untuk mengurus dokumen pernikahan internasional. Sementara itu, Khadijah juga mulai mengemasi barang-barangnya di asrama. Meskipun mereka akan menikah, mereka tetap menjaga jarak dan hanya berkomunikasi lewat Bungah atau pesan singkat seperlunya.

Bungah menjadi orang paling sibuk kedua. Ia membantu Mas Azam mengepak buku-buku yang akan dikirim lewat kargo ke Indonesia. Beribu-ribu kitab yang dikumpulkan Mas Azam selama sebelas tahun satu per satu masuk ke dalam kotak kayu.

"Buku ini saksi bisu Mas jomblo belasan tahun, Dek," canda Mas Azam saat memasukkan kitab Tafsir Al-Qurthubi.

"Sekarang buku-buku ini akan jadi saksi Mas jadi suami dokter," timpal Bungah sambil tertawa.

Di sela kesibukan itu, Bungah menyempatkan diri mengirim pesan ke Jawa Timur. Bukan ke Gus Zidan, melainkan ke Umi Aisyah. Ia mengabarkan bahwa Mas Azam akan segera pulang untuk meminang putri seorang Kyai besar.

Diam-diam, Bungah merasa dadanya sesak. Ia bahagia untuk kakaknya, namun membayangkan satu bulan lagi ia akan benar-benar sendiri di negeri asing ini tanpa Mas Azam, ada rasa takut yang mulai merayap. Tapi setiap kali rasa itu muncul, ia selalu menguatkan hatinya. Ini adalah ujian kemandirianku sebelum aku pantas bersanding dengan Kak Zidan, batinnya.

Satu bulan. Waktu yang sangat sempit untuk sebuah persiapan besar. Namun bagi Mas Azam dan Khadijah, setiap detik yang berlalu adalah langkah pasti menuju takdir yang sudah dituliskan di Lauhul Mahfudz. Kairo yang tadinya menjadi tempat belajar, kini mulai bersiap menjadi kenangan manis tempat cinta mereka pertama kali tertabrak oleh takdir.

1
Feni sang penulis novel
halo kak aku izin komen ya aku sudah membaca semua novel kakak semuanya aku suka dan kakak juga termasuk novel yang terbaik dan yang pertama aku lihat yang bagus cerita novelnya aku pun suka banget sama cerita novel kakak semuanya dan semua alurnya aku suka banget kak💪💪 dan aku punya novel buatan aku sendiri yang berjudul seorang wanita mafia cantik tolong mampir ya kak siapa tahu kakak suka dengan alur ceritanya itu udah ada bab 13 bab kak kalau kakak suka mampir aja ke novel aku ya kak tetap semangat untuk kakak aku cinta banget sama kakak tetap semangat dan tetap jangan putus asa demi masa depan kita💪💪💪
Feni sang penulis novel
halo kakak aku sudah membaca novelnya semua yang yang aku suka sama alur jidan terdiam seribu bahasa tapi semua novel kakak semuanya bagus kok yang aku suka cuman bidan terdiam 1000 bahasa ceritanya bagus kok dan 100% aku suka sama novel kakak dan kakak semangat terus untuk membuat karya terbaik jangan putus asa ya kak aku pun sama kok pengikut aku masih sedikit tapi aku punya 11 novel yang salah satunya seorang mafia wanita cantik kalau kakak suka mampir dulu ke novel aku dan novel itu sudah ada 13 bab tolong baca kalau nggak pun nggak apa-apa kok kakak tetap semangat untuk membuat karyanya sendiri ya kak jangan putus asa semangat kakak aku cinta kakak banget😍😍😍😍💪💪
Rina Casper: trimakasih sudha mampir kkk😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!