NovelToon NovelToon
Terminal Lucidity

Terminal Lucidity

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Permainan Kematian
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Gerimis Senja

Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas Sore

Dering Japi bergetar dengan keras. Ruangan kamar Eighar terlalu lembab dan dingin, membuatnya menutup seluruh tubuh, dari kaki sampai kepalanya dengan selimut. Kamar kecil dengan AC setengah PK tentu terlalu dingin, meski kamar Eighar di rumah pun memakai AC juga.

Eighar menyipitkan mata dengan muka yang mengernyit karena mengantuk. Ia mengucek matanya lalu melihat Japi di tangannya.

"Hari sudah menunjukkan pukul enam, segera bersiap untuk berangkat sekolah."

"Berisik banget!!" gerutu Eighar sambil beranjak dengan rambutnya yang acak-acakan.

Eighar memesan makanan terlebih dahulu lalu bergegas mandi. Tepat saat ia selesai mandi, pesanan makanannya datang. Sarapan paginya selalu seperti itu, di tutup dengan obat-obatan yang selalu ia minum selepas makan.

Saat keluar dari kamarnya, Eighar terperanjat kala melihat Leon dan Elle sudah menunggu di depan kamarnya. Elle duduk berjongkok sambil terpejam seperti kehilangan nyawanya. Bisa-bisanya dia tidur sambil duduk, pantas saja Leon selalu menyebutnya nenek-nenek.

Sementara Leon, ia berdiri tegap tepat didepan pintu kamar, jadi ketika Eighar membuka pintu, wajahnya langsung berhadapan dengan Leon.

Eighar mengacungkan kepalan tangannya ke arah Leon yang sedang menyengir. "Gue timpuk juga lu!! Doyan banget bediri di depan kamar gue!!" bentaknya, membuat Elle tersentak dan terbangun.

"Aduuh berisik!!" gerutu Elle.

"Elu lagi! Kalau mau tidur tuh di kasur, bukan di dinding! Kayak cicak lu di dinding!" balas Eighar.

"Lagian lu ngapain aja sih? Lama banget?" keluh Elle sambil beranjak.

"Lagian kalian juga, ngapain nunggu gue keluar kamar dulu, bukannya ketuk pintu?" balas Eighar.

Leon langsung mendekat ke wajah Eighar. "Ei, Ngomong-ngomong yang kemarin kenapa lu di panggil?" bisik Leon sambil melirik sekeliling.

"Ai ei ai ei!! Gue di panggil ke ruangan kepsek."

Elle mengerjap. "Udah tau!! Gimana bentukan ruangan kepsek sih? Gue penasaran."

Eighar terkesiap. "Loh, kalian belum pernah masuk ke sana?" Elle dan Leon menggeleng serentak. "Wah! Keren sih dalemnya! Kok kalian belum pernah masuk ke sana?"

Elle mengendikan bahu. "Yang di panggil kan orang tertentu aja, kayak guru, Leader dan..." Elle terhenti sambil menatap Eighar. "Jangan-jangan lu... mau di angkat jadi Leader ya?" terka Elle, membuat Leon tersentak kaget.

"What?! Hampir melayang badan gue!! Seriusan?!" sentak Leon lagi.

"Ya gitu deh. Gak kaget sih kalau cuma orang-orang penting doang yang di undang ke sana, tempatnya aja keren banget, kayak di dimensi lain."

Elle menarik napas panjang dan menghelanya ke atas rambut membuat rambut bagian atasnya melayang. "Iya deh elu hebat dan jagoan, orang penting! Yang gue mau tanyain, beneran lu mau dijadiin Leader gantiin Brian? Kok seinstan itu sih?"

Eighar tertawa mendengarnya. "Gue nolak sih, tapi gak tau juga. Kayaknya gue bakalan di paksa. Gue kan keren dan kuat."

Elle meledek dengan menggerakkan bibirnya dengan cepat. "Iya, lu keren, kuat! Bodo amat tapinya, mending buruan kita ke GOR umum, entar gak dapet tempet!" ucap Elle, membuat Leon mengikutinya.

"Mana ada sejarahnya orang gak dapet alat gym di A.K School! Ngadi-ngadi!!" omel Leon tanpa suara di belakangnya.

Sesampainya di gedung olahraga, untuk kesekian kalinya Eighar merasa takjub dengan apa yang ada di dalamnya. Bahkan GOR itu alat gym-nya lebih lengkap daripada yang ada di tempat gym langganannya.

Eighar menganga di depan pintu, membiarkan dirinya larut dalam takjub. Elle yang berada di belakangnya langsung mendorong Eighar agar segera masuk. "Masuk laler tuh mulut, buruan!!" ujar Elle dan Eighar pun ikut masuk ke dalam.

"Ini.. mana yang harus di pake?" tanyanya bingung.

"Terserah sih, lu mau fokusnya bentuk otot bagian apa? Ya alat itu yang lu pake." sahut Elle.

"Oh, kirain bakal di tentuin kayak kelas fitness kemarin." timpal Eighar, dan Elle menggeleng.

"Gue mau Squat dulu." ujar Elle.

"Halah! Gak gede juga biar squat tiap minggu." sambung Leon, membuat Elle menatap tajam ke arahnya. "Ya gue maksudnya, biar ngegym pun tetep kurus, gak gede." ia mengklarifikasi ucapannya, sebelum mulutnya di kuncir oleh Elle.

Eighar melirik sekeliling, lalu tatapannya tertuju pada barbel tujuh kilo yang masih menganggur. Ia berjalan dan menunduk untuk mengambilnya, ketika tangannya menyentuh barbel tersebut, tiba-tiba tangan seseorang pun meraih barbel yang sama.

Eighar tersentak dan menoleh, dan ia bertatapan dengan seorang lelaki tinggi berbadan atletis. Eighar melepaskan barbel tersebut, membiarkan lelaki tadi mengambil dan mengangkat barbel tersebut.

"Ehem, selamat pagi murid-murid yang sehat!!" serunya dengan semangat. Ternyata dia adalah guru atau coach di tempat gym tersebut. Rambutnya undercut, badannya tegap, ototnya raksasa, dadanya bidang, tapi bagian kaki kebawahnya tak terlalu besar. Badannya mirip seperti segitiga terbalik atau Larry si lobster SpongeBob, tapi semangatnya mirip seperti guru Guy Naruto.

"Pagi pak." sahut muridnya dengan lesu.

"Coach gak ngeliat semangat kalian. Jangan lesu kayak ayam sayur, ayo selamat pagi murid-murid??!" serunya sambil meletakkan tangan di telinganya, dan tangan satunya lagi mengangkat turunkan barbel di tangannya.

"PAGIIIIII!!" sahut muridnya, kalau tidak berteriak dan menjerit, maka coach tersebut tidak akan berhenti menyeru.

"Oke!! Seperti biasa, silakan kalian pakai alat gym yang ada!! Coach rasa kalian gak perlu lagi pengarahan karena sudah pro semua selayaknya coach, atau masih ada yang mau di arahkan? Hah? ADA YANG MAU DI ARAHKAN?!" pekiknya tepat di telinga Eighar yang berada di dekatnya.

Semua orang menggeleng, dan mulai melakukan aktivitas masing-masing. Coach Justin berkeliling untuk memastikan dan membenarkan beberapa murid yang salah memakai alat gym. Selain memberikan arahan, ia juga berbagi ilmu pasal gerakan yang bagus untuk otot-otot tertentu, makanan yang baik di konsumsi untuk kebugaran, kesehatan kulit, dan makanan yang cocok untuk orang yang sedang diet kurus dan juga diet gemuk.

Eighar menyimak dengan seksama, namun tiba-tiba Leon berbisik padanya. "Kalau untuk pertemuan pertama, ilmu dia emang berguna. Tapi lu tau gak? Kata-kata itu dia ulang disetiap pertemuan. Setiap minggu, bulan sampai tahun. Gue juga sampai hafal tiap kalimat dan nada bicaranya." ujarnya, membuat Eighar terbahak mendengarnya.

Kelas pun selesai, namun beberapa orang ada yang tak meninggalkan ruangan, dan masih berada di sana mendengarkan perkataan coach Justin.

"Mau ikut kelas sore?" tawar Eighar, membuat Elle dan Leon mengernyit heran. "Gue bayarin, yuk ikutan. Sekalian nambah ilmu, kan berguna juga buat tanding nantinya. Siapa tau kalian bikin kesalahan di kelas game, kalau tiba-tiba di adili untuk tanding sama orang lain, gimana?" ucap Eighar, membuat Elle dan Leon saling berpandangan.

.........

Pada akhirnya, mereka berdua pun ikut kelas sore bersama Eighar. Mereka benar-benar muak melihat coach Justin, semangatnya itu terlalu berapi-api, sementara muridnya biasa-biasa saja.

Tak banyak orang yang ada di ruangan, hanya beberapa saja. Dan ternyata setiap pertemuan muridnya selalu berganti, karena uang bayarannya di berikan setiap kali pertemuan saja.

"Oke, kali ini rata-rata wajah baru ya yang ikut, apa kalian sudah siap untuk kelas latihan spesial premium ini???" pekiknya, membuat murid-murid lamanya menutup telinga. "Oh, bapak pilih dari yang paling antusias!!" serunya lagi.

Coach Justin memandang wajah mereka satu persatu, hingga akhirnya pandangannya terhenti pada satu titik. Eighar penasaran dengan seseorang yang sedang di panggil coach.

"Nah, kamu!! Yang mukanya polos!!" tunjuknya, membuat seseorang berdiri dan berhadapan dengan coach Justin.

Eighar menilik, dan ternyata seseorang yang maju tersebut adalah Zeambi. Ternyata anak itu pun ikut kelas sore, Eighar mendengus meremeh, mungkin dia belajar kelas sore karena tak tau caranya bertarung.

"Oke, sekarang.. siapa yang mau melawan anak ini?? Sparing?!" tanya Coach Justin, dan seseorang dengan cepat mengangkat tangannya ke atas. Coach Justin menatap ke seseorang yang mengangkat tangannya, dan sedikit terbelalak. "Hah? Kamu? Kamu mau sparing sama anak ini?" tanya Coach Justin, dan seseorang itu mengangguk.

Ia dipersilakan maju, dan berdiri berhadapan dengan Zeam yang menatapnya tak berkedip. Saat mereka saling berhadapan, seseorang itu tersenyum menatap Zeam.

"Kemarin elu ngebekap gue dan lu lukain tangan gue pake air panas. Sekarang, gue mau ngebales apa yang lu lakuin kemarin!" sahut Elle dengan tatapan tajam, sementara Zeam hanya diam sambil tersenyum kepadanya.

Bersambung...

1
Regina Kimmie
jng d gantung lg ia kak ceritanya,kaya cerita yg lain nya🤭
A
masih pengen jitak pala eighar
Nana Colen
sekolah macam apa ini.... gak jelas bangett masa harus ada kekerasan pisik.
sekolah militer juga bukan
A
ga bsa berkata2 sama NPD nya eighar. smoga lekas ilang deh itu j
Tutian Gandi
coba berfikir dewas gar.....bung rasa kebencian mu terhadap zeam,,,siaa tau kalian bIsa jadi teman
A
iya ih curang banget sekolahnya. maunya apa sih
A
ih kok ngeselin😑
A
kepsek nya ga tau zeam prnah disiksa?
Tini Nurhenti
/Grin//Grin//Facepalm/
Nana Colen
aku rasa japi itu menyeramkan, mau orang itu baik atau nggak tetep aja ningkatkan kekuatan pemakainya...
🐈 Kitty Lover 🐈
si japi yg ada adminnya ini jd ingetin pengalaman aku chat sama Meta Al
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.

othor pernah chat sama meta jg ga? 😁
A
semoga kmu baik2 aja deh ghar. aku kan cma readers jdi klo pindah ke lain pihak pun tak ada masalah😅 tapi ttap aja terpesona dengan tingkahnya zeam, sweet banget soalny🥰
Dewi Rantika
gk ada nyesel nya si eighar,msh aja merasa gk bersalah sama Skali,pdhal udh jlas2 sahabat ny terluka krna dy yg ngehajar.
Nana Colen
apakah yg punya penyakit NPD tidak punya rasa penyesalan yaaaa....
A
mau ngebelain lu susah sih ghar klo mikirnya begini. msih pagi tpi lu dah bkin emosi aja ghaar😑
A
lu doang yg msalahin itu gharr. lgian lu yg bertingkah malah nyalahin orang
A
laaaa ngasih clue dan ngelak2 trnyata bner dia. kenapa siiih😅
Dewi Rantika
slah lgi tebakan nya,slalu gtu kamu thor
Menmeidde
luarbiasa
Nana Colen
HAHAHA MUTER muter kan elle, zeam ngasih lho clue tp orang yang sebenarnya ngasih bingkisan dia..... dia dia dia dia dia dia kaya lirik lagu D akademi 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!