Juara 8🏆(Lomba Menulis Horror dan Thiller)
(Sudah terbit)
Assalamu'alaikum teman-teman❤️
Aku Anisa Rizky S kembali lagi ini dengan karya baru.
Semoga kalian suka ya🤗
Di sebuah kampus terkenal di Jakarta yang ternyata menyimpan sejuta misteri dan dapat membuat bulu kuduk orang berdiri, namun itu semua tidak berlaku bagi gadis cantik yang bisa melihat sosok tak terlihat yang ada di sana. Hal hal aneh sudah menjadi makanan sehari hari untuknya.
Dia bertemu dengan dua orang yang kini menjadi sahabatnya bahkan mereka tahu tentang kelebihannya. Lantas keanehan demi keanehan apa saja yang dirasakan oleh gadis itu, dan mampukah dia mengungkap misteri yang ada?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Rizky S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Kembalinya surat misterius
Diperkemahan Kak Justin memberitahu ke senior lain bahwa Aline dan Fauzan menghilang.
"Ayo kumpul-kumpul!" teriak Justin.
"Ada apa jus?" tanya Niken.
"Ada mahasiswa dan mahasiswi yang menghilangkan," ucap Justin.
"Lebih tepat nya sih bukan menghilang tapi kabur dari acara ini," sambung Jennie.
"Gue enggak nyuruh loe ngomong mending loe diem," ucap Justin.
"Siapa,jus?" tanya Petter.
"Aline sama Fauzan jurusan ekonomi," ucap Justin.
"Wah kira-kira mereka kemana ya?" tanya Niken.
"Makanya sekarang kita cari mereka tapi enggak semuanya beberapa ada yang ikut gue beberapa nya lagu stay disini buat koordinasi kegiatan ini," ucap Justin.
"Gue setuju jus,biar kegiatan ini bisa berlanjut," ucap Niken.
"Ok ini gue udah pilih ini yang ikut gue dan ini yang enggak," ucap Justin sambil menyodorkan selembar kertas ke Niken.
"Oh oke jus," ucap Niken.
"Kok nama gue enggak ada berarti gue stay disini?" tanya Jennie.
"Loe disini aja yang ada kalau loe ikut bikin repot," ucap Justin.
Jennie pun tidak terima dia pun menarik Justin ke belakang.
"Gue mau ikut loe," ucap Jennie.
"Loe stay disini," ucap Justin.
"Jus,kamu kepikiran enggak soal kejadian tadi filling aku mereka itu ada dibelakang kampus," ucap Jennie.
Justin pun terdiam mendengar perkataan Jennie.
"Bener juga ya bisa jadi mereka ada di kampus tapi enggak mungkin meraka bisa senekat ini," ucap Justin dalam hati.
"Jus,kamu harus hati-hati sama mereka terutama sama Aline bisa aja selama ini dia baik sama kamu karena dia mau nyelidiki sesuatu," ucap Jennie.
"Dia baik karena dia memang orang yang baik dan soal gue harus hati-hati sama dia gue pasti hati-hati," ucap Justin sambil bergegas pergi.
"Ih kok malah pergi," ucap Jennie.
"Sorry guys tadi ada yang gue omongin sama Jennie,jadi ini fiks ya?" tanya Justin.
"Terus si Jennie gimana?" tanya salah satu senior.
"Dia disini," ucap Justin.
"Nyebelin banget padahal gue pengen banget ikut Justin tapi ya udah lah mending gue nyusun rencana buat ngerjain si Aline," ucap Jennie dalam hati.
"Iya,jus," ucap para senior secara serentak.
"Oke,gue mau ke regunya Aline dan loe Ken ke regunya Fauzan ya," ucap Justin.
"Oke,jus," ucap Niken.
Teman-teman Aline nampak khawatir dan bingung.
"Si Aline sama Fauzan sebenarnya kemana?" tanya Tania.
"Iya ya aneh banget mereka," ucap Sovia.
"Hai, kalian ini aku udah koordinasi sama yang lain dan habis ini kita bakal cari Aline sama Fauzan kalian tetap stay disini ya," ucap Kak Justin.
"Kita ikut ya kak,kita pengen nyariin temen kita ya walaupun temen baru," ucap Raisa.
"Iya kak,boleh ya," pinta Karina.
"Maaf ya kegiatan ini harus terus berlanjut kalian doain aja ya semoga temen kalian itu baik-baik aja," ucap Kak Justin.
"Gue pengen banget ikut tapi gimana ya caranya?" tanya Raisa dalam hati.
Kak Justin pun pergi, sementara teman-teman Aline masih keke untuk ikut.Tiba-tiba..
"Aha," ucap Raisa yang membuat teman-temannya kaget.
"Loe kenapa,sa?" tanya Sovia.
"Gue tau gimana caranya biar gue bisa ikut nyari Fauzan sama Aline," ucap Raisa.
"Jangan aneh-aneh loe ya sa,gue takut kita bakal kena hukum," ucap Tania.
"Udah tenang aja tapi ini gue yang mau ikut kalian tetep stay disini," ucap Raisa.
"Ya ampun gue kira kita semua juga ikut," ucap Tania kesal.
Raisa rupanya berencana menyamar agar bisa ikut mencari Aline dan Fauzan.Sementara itu Aline dan Fauzan sedang dalam perjalanan ke perkemahan.
"Lin gue masih penasaran sama gundukkan tadi," ucap Fauzan.
"Ya sama gue juga penasaran tapi kita enggak boleh nekat inget kita masih maba harus jaga sikap," ucap Aline.
"Iya lin,kita langsung tanya aja sama Kak Justin," ucap Fauzan.
"Sebenarnya gue enggak enak nanya kayak gitu ke Kak Justin," ucap Aline.
"Kenapa harus enggak enak,Lin?" tanya Fauzan.
"Ya gue takut aja kalau itu terkesan kayak nyelidikin sesuatu dan yang bikin gue tambah takut kalau masalah ini bikin heboh satu kampus," ucap Aline.
"Iya juga ya," ucap Fauzan.
Ditengah-tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan dosen yang tadi.
"Kalian ngapain ada disini?" tanya dosen itu.
Dengan ekspresi kaget Fauzan berkata," ngaget-ngagetin aja bu,kita habis dari sana bu," ucap Fauzan.
"Ini ada surat untuk kalian," ucap Dosen itu.
Aline pun menerima surat itu.Dia merasa aneh dengan surat itu
"Ini surat apa ya,bu?" tanya Aline.
"Kok ilang Bu dosen ibu dimana?" tanya Fauzan.
Aline pun membuka surat itu.
"Ya ampun ini kan surat misterius yang loe ilangin," ucap Aline.
"Enggak mungkin lin, surat yang tadi udah gue buang," ucap Fauzan.
"Ini kalau loe enggak percaya," ucap Aline sambil menyodorkan surat yang diterima dari dosen itu.
"Astaga kok surat ini bisa ada di dosen itu terus ini kok kayak ada tambahan kata," ucap Fauzan.
"Iya tulisannya DIA PEMBUNUH J," ucap Aline.
"Maksudnya apa ya?" tanya Fauzan bingung.
"Mungkin J ini seorang pembunuh tapi pembunuh apa?" tanya Aline.
"Enggak jelas banget ni surat buang aja Lin," ucap Fauzan.
"Eh ya jangan zan,ini bisa jadi petunjuk," ucap Aline.
"Kok gue jadi kepikiran Kak Justin sama Kak Jennie ya soalnya huruf mereka kan berawalan J," ucap Fauzan.
"Gue juga sempet mikir gitu soalnya sikap mereka juga mencurigakan tapi gue enggak mau asal nuduh," ucap Aline.
Aline dan Fauzan meneruskan perjalanan ke perkemahan.Aline masih berpikir apakah J yang dimaksud adalah Kak Justin dan Kak Jennie.
"Kak Justin orang baik enggak mungkin dia jahat gimana ya caranya supaya aku bisa tanya soal ini ke Kak Justin?" tanya Aline dalam hati.
Diperkemahan Kak Justin sudah siap mencari Aline dan Fauzan.
"Yuk guys kalian udah siap kan?" tanya Justin.
"Siap zan," ucap teman-temannya secara serentak.
Sementara itu Raisa menyamar menjadi seorang senior dengan menggunakan masker dan kupluk supaya senior tidak ada yang curigai.
"Ini satu-satunya cara supaya gue bisa ikut gue takut terjadi apa-apa sama Aline dan Fauzan," ucap Raisa.
Tania,Sovia,dan Karina hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Raisa.
"Ada-ada aja si Raisa," ucap Sovia.
"Iya enggak kebayang kalau sampai ketahuan," ucap Karina.
"Gyus gue ke tempat senior dulu ya," ucap Raisa.
"Sa, saran gue mending loe batalin rencana loe," ucap Tania.
"Bener kata Tania," ucap Sovia.
Happy Reading semua 🤗.
Jangan lupa like dan vote🙏.
Mohon maaf belum bisa update setiap hari. dan masih banyak kekurangan 🙏.
Terima kasih yang sudah membaca dan setia menunggu update nya❣️.
masuk eliminasi ini,,,
itu musyrik namanya‼️
ini pasti justin & jennie melakukan sesuatu🔞, terus ketauan Bu rossa
Tapi saran saya, tolong perbaiki lagi tanda baca dan beberapa kalimat yang seakan-akan lagi kejar-kejaran itu. Supaya pembaca nyaman membacanya.
Semangat kak 🙏