NovelToon NovelToon
Sistem Kultivasi Otomatis

Sistem Kultivasi Otomatis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:68k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur_Afif

#KARYA ORIGINAL!!#
Update setiap hari.

Fang Tian, seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun. Saat sedang berjalan santai di tepi pantai, sebuah pesawat kecil menukik tajam kearahnya dan membunuhnya.

Tapi hal yang tidak terduga terjadi, dia menyebrang ke dunia kultivasi, di mana kekuatan adalah segalanya. Hidupnya sangat berat selama tiga bulan, hingga akhirnya dia membangkitkan sistem yang ditunggu-tunggunya. Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, menggapai puncak dengan bantuan sistem.

Tidak hanya itu, dia mendapatkan istri yang sangat cantik yang sebenarnya adalah seorang yang sudah bereinkarnasi sebanyak enam kali!!

Tanpa dia sadari, ternyata ada sebuah belenggu yang mengekangnya agar tidak bisa berkembang, memaksimalkan potensi aslinya.

Siapakah yang sebenarnya memasang belenggu pada istri Fang Tian? Apa mereka berdua dapat melepaskan belenggu itu?

Penasaran dengan cerita mereka, silahkan baca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Menembus batas

"Hoam..... kenapa dia belum keluar juga?" ucap seorang pria yang bersembunyi di atas pohon sambil menguap. Tangannya menopang dagunya, matanya setengah tertutup karena saking bosannya.

Tidak jauh didepannya, bangunan kuil kuno berdiri tegak, dipenuhi oleh lumut hijau yang menjalar di semua tempat. Walau terlihat sudah lusuh, jejak keagungan masa lalu masih dapat di rasakan, seakan menyembunyikan rahasia.

"Entahlah, mungkin dia sudah mati," jawab rekannya dengan muka datar, tangannya bermain-main dengan pisau kecil.

"Apa? Sia-sia dong nungguin dari tadi, tau gitu mending masuk sendiri," keluh pria pertama, kepalanya bergeleng pelan.

"..."

Suasana menjadi hening, hanya terdengar suara desiran angin dan hewan-hewan kecil.

Dddddrrrrrrrtttttt......

Tanah bergemuruh, getarannya terasa begitu hebat. Seperti ada sesuatu yang sangat besar bergerak hingga mengguncang dunia.

"Ada apa ini?" ujar salah satu pria, tangannya mencengkram erat batang pohon agar tidak terjatuh.

"Entah, arahnya dari dalam kuil. Pasti ada sesuatu yang terjadi di dalamnya! Untuk sekarang, kita amati saja dulu," jawab rekannya. Matanya menyipit–fokus, penuh kewaspadaan.

Rekannya hanya mengangguk menanggapinya, wajahnya pucat karena khawatir dan sedikit takut, kalau ada sesuatu yang sangat berbahaya.

Tanah bergetar semakin hebat, burung-burung berterbangan ketakutan dan hewan-hewan buas berlari pergi meninggalkan tempat itu. Seperti ada makhluk mengerikan muncul hingga dapat menakuti semuanya.

...

Setelah satu batang dupa, akhirnya mulai mereda untuk sesaat sebelum terjadi getaran yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Rasanya seperti ada sebuah meteor yang menabrak bumi.

Setelah getaran paling dahsyat, semuanya menjadi normal, seperti tidak terjadi apa-apa. Kuil, di mana asal getaran menjadi tenang, bahkan setelah menerima getaran yang begitu besar, tidak ada yang runtuh sedikitpun.

***

Qing Lian istirahat sejenak, mengisi kembali staminanya yang terkuras habis setelah bertarung sengit dengan golem penjaga.

Dia duduk dengan gaya lotus di tengah ruangan, napasnya masih terengah-engah. Tangannya gemetar, saking habisnya tenaga.

Matanya terpejam, mengatur napasnya agar lebih stabil. Staminanya perlahan pulih seiring waktu berlalu.

"Sekarang aku masih sangat lemah!" bisiknya penuh kekecewaan. "Aku harus mengembalikan kekuatanku seperti sebelumnya! Tidak! Aku harus lebih kuat! Kemudian–"

Dia berhenti sejenak, tangannya mengepal erat, kuku-kukunya mencengkram erat telapak tangannya. Giginya menggigit bibirnya, tatapannya tajam layaknya bilah pedang, dipenuhi dendam dan kebencian.

"–Membalas semua perbuatannya!..."

...

sepuluh menit berlalu.

Qing Lian berdiri, di berjalan menuju reruntuhan golem yang dia kalahkan sebelumnya. Matanya tertuju pada bola pejal bersinar keemasan yang tergeletak di antara bebatuan.

Dia mengambilnya, "ini mungkin akan berguna," ucapnya sambil membolak-balikkan bola itu. Kemudian, dia menyimpannya ke dalam cincin penyimpanannya.

Kakinya melangkah, menuju altar di ujung ruangan. Altar terbuat dari batu hitam mengkilap yang memancarkan energi kuno. Ukiran-ukiran kuno memenuhinya, menyala samar.

Qing Lian melihat apa yang ada di atas altar. Disana ada satu buku tebal dengan sampul kusam, dan dipenuhi debu. Di bagian atas buku bertuliskan "Fundamental Array Arts" tergeletak di sana.

Di samping buku, sebuah manik kecil bersinar terang.

"Apa ini? Fundamental Array Arts?" gumamnya sambil mengambil buku. Dia membuka buku itu dengan perlahan dan hati-hati, siapa tahu ini hanyalah jebakan.

Ia membaca dengan seksama, matanya menyapu halaman demi halaman yang berisi diagram, tulisan kuno dan ukiran-ukiran rumit. Secara garis besar, isinya tentang teori dan praktik dasar array formasi.

Qing Lian hanya membuka beberapa lembar dan langsung menutupnya kembali. "Hanya buku formasi dasar," ucapnya dengan muka datar. "Tidak ada yang berguna untuk."

Jika ucapannya di dengar orang diluar, mereka pasti akan langsung muntah darah. Di daratan kecil seperti provinsi Nanfeng, ahli formasi sangatlah langka dan pasti akan sangat di hormati dimanapun.

Karena itu, banyak orang yang ingin menjadi ahli formasi. Namun, menjadi ahli formasi bukanlah perkara yang mudah, apalagi informasi tentangnya sangat sedikit.

Jika berita ditemukannya buku formasi tersebar luar, pasti akan terjadi kekacauan di mana-mana untuk memperebutkannya.

Qing Lian menyimpannya kedalam cincin penyimpanan. Dia menoleh kearah manik kecil di samping buku Fundamental Array Arts.

"Bukankah ini Spirit Light Bead?!" gumam Qing Lian sambil mengamati manik di tangannya. Cahaya terangnya memantul di matanya m

"Ini akan berguna di masa depan," ucapnya sedikit puas, senyum tipis terlukis di bibirnya.

Namun senyumnya itu tidak berlangsung lama, menghilang dalam sekejap saat menoleh ke sekeliling.

"Hanya ini? Terus di mana barang yang diinginkan Fang Tian?" ucapnya tidak berdaya, suaranya tampak lesu.

"Hah.... Ini benar-benar merepotkan," ujarnya sambil menghela napas panjang, tangannya meraih rambutnya yang sedikit berantakan.

Karena tidak menemukan barang yang dicarinya, Qing Lian memutuskan untuk pergi dari sana. Namun, langkahnya terhenti sejenak, seperti melupakan sesuatu.

"Eh... Barang apa yang diinginkan Fang Tian?" gumamnya sambil mengernyitkan dahinya, mencoba mengingat-ingat. "Kalau tidak salah namanya Mirrorheart Keystone!..."

"Keystone!.... Ini pasti berhubungan dengan inti dunia saku ini," gumamnya. Langkahnya pelan, memikirkan kemungkinan-kemungkinan Mirrorheart Keystone berada.

Langkahnya berhenti saat melihat kembali mural sebelumnya. Matanya tertuju pada kubah tidak terlihat yang mengurung dunia.

"Itu dia!...." serunya, suaranya penuh keyakinan.

Qing Lian merenung, dia mencocokkan kubah itu dengan penghalang yang dia temukan saat pertama kali masuk ke dunia saku.

"Ini pasti petunjuk!..."

Dengan langkah cepat, dia segera keluar dari kuil. Setelah keluar, dia berhenti sejenak, banyak hawa keberadaan di sekitarnya.

"Keluarlah! Aku tahu kalian di sana!" teriak keras Qing Lian, suaranya bergema.

Enam orang keluar dari persembunyiannya, ada yang sembunyi di atas pohon, ada pula yang ada di semak-semak belukar.

Jika dihitung dengan tiga orang yang sudah di bunuh Qing Lian sebelum, semua orang yang masuk dunia saku sudah berkumpul di satu tempat dengan satu tujuan yang sama.

"Hahaha... Instingmu tajam juga, aku tidak menyangka dapat ditemukan semudah ini," ucap seorang pria. Di pinggangnya ada pedang yang tergantung, sepertinya dia berasal dari sekte Sword.

"Kamu pasti tahu tujuan kami kan? Tidak perlu basa-basi, serahkan semuanya padaku!..." ujar orang lainnya, tangannya sudah menggenggam erat sebilah pisau tajam.

Lima orang lainnya menatap tajam orang itu, "apa maksudnya serahkan padamu? Aku dulu yang datang, jadi aku yang berhak mendapatkannya."

"Eh, enak aja! Aku yang lebih dulu melihatnya!..."

Semuanya ribut sendiri, mengabaikan keberadaan Qing Lian seperti tidak ada. Mereka berdebat, saling menyalahkan satu sama lain.

Qing Lian menghela napas panjang, "hah!.... Aku tidak peduli itu, kalian pergi sendiri atau aku yang mengirimnya? Tentu saja mengirim ke alam baka!.." ucapnya dengan menyeringai.

Semuanya langsung diam, suasana menjadi hening dalam sekejap. Mereka saling menatap satu sama lain, seolah mengejek ucapan Qing Lian.

Tawa pecah dalam seketika.

"Hahahaha!.... Kamu ingin membunuh kami? Lawak deck deck!..."

"Dia pasti bercanda, kan? Siapa juga yang takut pada gadis kecil seperti dia?!... Hahaha....

Qing Lian tidak peduli dengan ucapan mereka, "jadi itu pilihan kalian, aku akan mengabulkannya!.."

"Gale Fang Technique, gerakan kedua... Phantom Step Slash!"

Qing Lian menghilang dari pandangan mereka, menyisakan bayangan samar yang bergerak cepat. Dalam sekejap mata, dia sudah berdiri di belakang mereka semua sambil menyarungkan pedangnya.

Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi, sampai darah muncrat di sekujur tubuh mereka akibat tebasan. Tidak ada yang sempat menghindar! Tidak ada yang lepas dari tebasan Qing Lian.

"Aaaaarrrggggghhhhh!!!"

"A-apa ini?!..."

"Aaaaa tanganku!...."

"Kakiku sakit!..."

"Kau diam!..."

Semua berteriak kesakitan, darah mengalir deras dari luka tebasan hingga membasahi bajunya. Mereka bertekuk lutut lemas, tidak bisa bergerak seperti semua otot hancur.

"Ini peringatan bagi kalian, jika berani macam-macam lagi..... Kalian tahu akibatnya! Anggap saja kalian beruntung karena aku sedang terburu-buru."

Qing Lian berbalik dan pergi meninggalkan mereka dalam keadaan mengenaskan. Semuanya bersimbah darah dengan luka yang menghiasi sekujur tubuh mereka.

"Sangat mengerikan! Jadi ini perbandingan seorang jenius dan bukan!" bisik salah satu orang, suaranya gemetar penuh ketakutan sekaligus kekaguman.

...***...

Qing Lian berdiri, menatap penghalang yang nyaris tidak terlihat. "Bagaimana membuka ini?"

Matanya penuh tanda tanya, rasa penasaran menghantuinya. Entah bagaimanapun caranya, dia ingin mengetahui kebenarannya.

Qing Lian merenung, berpikir keras, mencari kunci untuk dapat membuka penghalang dan masuk ke dalamnya. Saat inilah, dia teringat dengan kalimat yang berada di bawah mural.

"Bukan hanya kekuatan yang menghancurkan batas, melainkan tekad, kesadaran, dan keteguhan hati. Mereka yang berani melihat dengan hati, akan menemukan jalan keluar dari kubah ilusi."

Dia mencerna setiap kata di kalimat tersebut, berusaha mencari makna dibaliknya. "Melihat dengan hati!... Hati.... Hati!..."

...

Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Qing Lian mendapatkan sedikit pencerahan. "ah... Ternyata itu maksudnya!"

Dia menutup matanya, merasakan sekitarnya dengan tenang. Bukan menggunakan panca indra, melainkan menggunakan hati.

Di dunia ini, tidak semua bisa dilihat dengan mata, tidak semua bunyi bisa di dengar dengan telinga, dan tidak semua kata bisa di ucapkan oleh mulut. Namun semuanya dapat dirasakan dengan hati.

dua menit kemudian.

Qing Lian kembali membuka matanya, ada sedikit perbedaan padanya. Dia menatap ke arah penghalang, dari permukaannya tidak terlihat berbeda tapi rasanya berbeda dari sebelumnya.

Dia mengangkat tangannya, berusaha menjangkaunya. Masih sama seperti sebelumnya, tangannya menembus penghalang. Tidak mau menyerah, dia melangkah maju dan sesuai dugaannya, dia berhasil menembus penghalang.

Di depannya, dunia luas membentang sejauh mata memandang, dari ujung timur hingga ujung barat. Luasnya tidak bisa dibandingkan dengan apa yang di dalam penghalang.

Qing Lian terpesona dengan keindahannya, matanya bersinar terang penuh kekaguman.

1
Arman Langit
Luar biasa
Pororo_Pargoy
an jing sesuai ama namanya
DEWA KUTUKAN ☠️
atu doang kurang ni mah
Putri Rayhannisa
update
London Ponsel
maaf Thor. ttpi jika bisa jgn gunakan bahasa Inggris. cerita ini dah bagus tanpa bahasa Inggris.
Nur_Afif: Maksudku sih biar terlihat keren, hehe/Hey/
total 1 replies
Hr⁰ⁿ
Thor udh gw kasih kopi,smngt updatenya,
selalu nunggu update
Nur_Afif: makasih/Coffee/
total 1 replies
erick hardiansyah
Luar biasa
Putri Rayhannisa
cukup singkat
Halik M
utang dulu dan.....kaburrrrr🤣🤣🤣🤣,u
Putri Rayhannisa
up
Aldo Delpierro
Luar biasa
Djhdhdhhd Bdhdbdb
lanjut sampe punya anak
Djhdhdhhd Bdhdbdb
lanjut
Jasimmarseda
Luar biasa
Raysonic Lans™
unboxing dong...
Tres Bagus
lanjut Thor 👍👍👍👍👍
Kall
hahaha mampuss
Kall
An Jing oh An Jing cuabull🥸🥸
Abdur Rahman
lanjutkan Thor...
Abdur Rahman
lanjutkan Thor... ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!