Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Teman yang Tulus
Setiap hari Aida selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Raisa. Ia selalu membawakan kue kecil untuk Raisa. Ia yang tak pernah mempunyai teman dekat kini sangat bahagia. Awalnya ia tak ada lagi semangat, mengingat cedera kaki yang ia alami. Sejak mengenal Aida yang tak bosan-bosannya menemani dirinya, Aida sangat lah baik kepadanya. Saat datang ia selalu menceritakan hal-hal lucu yang membuat Raisa melupakan sakitnya. Ia juga selalu memberikan nasehat dan semangat agar segera sembuh. Karena sembuh bukan hanya dari fisik tapi juga dengan psikis. Kalau ia bahagia maka sakitnya pun akan segera sembuh. Dan sebaliknya kalau kita terlalu sedih meratapi nasib, maka sakitnya pun tak kan cepat sembuh.
"Makasih Ai. Kamu selalu bikin aku senyum. Kasih semangat aku terus. Aku gak tau tanpamu aku akan seperti apa?",
"Sudahlah Kak jangan mikir aneh-aneh. Fokus kesembuhan kakimu. Bukankah kau sudah rindu bekerja. Lagian kita kan sekarang berteman. Sudah kewajibanku buat suport teman",
"Baru kali ini aku punya teman yang baik kayak kamu. Tau gak dulu saat kuliah di luar negri, aku kan punya teman yang sama-sama dari Jakarta. Saat aku ada masalah justru ia menghindariku. Saat kakiku terkilir ia bahkan seolah-olah tak mengenalku",
"Itu bukan teman. Itu hanya orang yang memanfaatkan kebaikan Kakak. Kakak harus hati-hati dalam mencari teman. Jangan sampai di manfaatin orang lagi Kak",
"Iya Ai. Kamu yang yang dari kampung malah lebih ngerti. Sedangkan aku yang hidup dikota malah kelewat polos",
Obrolan mereka pun di akhiri dengan tertawa bersama. Aida memanglah gadis yang ceria. Ia mudah akrab dengan orang yang baru di kenalnya. Melihat kepribadian Aida membuat Raisa merasa nyaman berada di dekatnya. Ia merasa mendapatkan Adik yang justru sikapnya lebih dewasa darinya.
Aku beruntung mengenalmu Ai.. Kau gadis yang menyenangkan. Kau sibuk mengurus tokomu namun kau selalu menyempatkan diri untuk menemaniku, menghiburku serta menyemangatiku. Aku jadi ingin cepat sembuh Ai... Aku ingin lebih banyak waktu bersenang-senang denganmu lebih banyak lagi. Aku lihat ketulusan dari matamu. Kau teman yang tulus Ai... sangat sulit mendapati orang sepertimu.
Waktu menunjukkan pukul 16.00 Aida pun pamit pulang. Ia mampir dulu ke masjid rumah sakit, Ia tak mau melewatkan kewajibannya sebagai muslim. Kalau ia mengerjakannya di rumah ia takut waktunya tak kan cukup. Terlebih ia memakai angkutan umum untuk pulang. Sudah pasti akan sering berhenti untuk menaikkan ataupun menurunkan penumpang. Sebenarnya ia akan lebih cepat jika menggunakan taxi maupun ojek online. Tapi ia lebih menyukai keadaan angkutan umum. Ia akan melihat berbagai macam orang dengan berbagai wataknya. Dan selalu mendapatkan teman duduk yang berbeda-beda. Itu adalah hal unik yang ia sukai. Karena secara tidak langsung membuatnya mengenal banyak orang.
Aida masih menunggu di depan gerbang Rumah sakit untuk menunggu angkutan. Ia melihat ada pria asing yang mengawasinya. Ia tak lagi memperdulikannya selama tak mengganggu aktifitasnya maupun usaha miliknya. Mungkin ada orang baik yang ingin memastikan keberadaannya dan keselamatannya. Yah semoga yang mempunyai niat baik kepadanya akan mendapat balasan setimpal dari Tuhan. Yang pasti, orang yang mengikutinya berbeda dengan yang kemarin pernah dipukuli kedua karyawannya yang masih labih itu.
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU