NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Hukuman untuk keluarga Fernandez

“Apa yang kalian lakukan padaku? Cepat lepaskan aku!” Veronica terus berteriak dan meronta ketika tiba-tiba beberapa orang pria berjas hitam datang ke rumah dan menangkapnya lalu menyeret dia dan kedua orang tuanya, membawanya keluar dari kediaman keluarga Fernandez.

“Apa yang kalian lakukan padaku? Lepaskan!!” teriakan yang sama terdengar dari mulut Tuan Fernandez. Pria tua itu mendapat perlakuan yang sama dari pria-pria berjas hitam.

“Kalian tidak tahu siapa aku, ha?! Aku calon mertua Armando Mendoza. Kalian akan menyesal berbuat ini!” Nyonya Fernandez berseru dengan percaya diri.

Brukkk

Para pria berjas hitam melemparkan ketiga orang itu hingga jatuh berlutut.

“Armando…!”

“Tuan Mendoza..!”

Veronica, mama, dan papanya berseru bersamaan saat mereka mengangkat wajah dan mendapati Armando duduk di sebuah sofa mewah di hadapan mereka. Di belakang sofa pria itu, berdiri empat orang pria berseragam medis dan memakai masker.

Armando diam menatap jarinya yang tanpa cincin. “Mati terlalu mudah untuk kalian.” Suara Armando datar tanpa menatap ketiga orang itu.

“Maafkan saya, Tuan Mendoza. Selama ini yang menyiksa Virginia adalah mereka.”

Tampaknya Tuan Fernandez sudah tahu apa yang saat ini sedang terjadi pada mereka. Jadi memilih mencari jalan aman. Pria tua itu menunjuk ke arah Veronica dia dan ibunya.

“Saya sama sekali tidak terlibat,” ucap pria tua itu melempar kesalahan pada anak dan wanita yang telah bertahun-tahun menjadi selingkuhannya.

Veronica terkejut mendengar ucapan ayahnya. “Tidak. Itu tidak benar.” Veronica menggelengkan kepala. wajah wanita itu seketika pucat Pasi. “Papa? Kenapa papa bicara seperti itu?

“Jelas-jelas papa yang tidak pernah menyayangi kakak.” Veronica berkata sendu. Jika dibutuhkan, dalam situasi genting tak masalah siapapun dikorbankan. Yang penting harus bisa cari aman untuk diri sendiri. Salah siapa? Papanya yang mulai mengajari lebih dulu. Dia hanya gadis penurut.

Armando berdiri dari duduknya lalu berjongkok di hadapan Tuan Fernandez membelai kepala pria itu. “Aku tidak akan menyakitimu!” ucap Armando. “Tapi aku akan membuatmu hidup sengsara.” Lanjutnya membuat raut lega yang sesaat hadir di wajah tuan Fernandez hilang seketika.

Sorot matanya yang mengintimidasi tajam. “Kamu akan merasakan ingin mati karena keinginan sendiri. Tapi itu pun tak kan bisa.” Armando mendorong tubuh pria itu hingga terjengkang.

“Tuan Mendoza, tolong ampuni aku.” tuan Fernandez berusaha bangun lalu merangkak memohon, berlutut di hadapan Armando dengan telapak tangan menyatu.

Armando tidak peduli, pria itu berdiri dari jongkoknya menatap tajam ke arah pria yang pernah menjadi mertuanya.

“Maafkan aku Tuan Mendoza. Tolong maafkan aku kali ini saja.” Suara Tuan Fernandez yang terdengar putus asa sama sekali tidak berarti.

“Lempar dia ke jalanan! Jual grup Fernandez dan sumbangkan uangnya ke beberapa yayasan! Tapi ingat, jangan ada sedikitpun yang masuk ke yayasan yang dikelola oleh Virginia. Aku tidak mau bau sampah mengotori kenangan istriku!”

“Baik, Tuan.” Beberapa orang pria berjas hitam segera menjalankan perintah Armando, menyeret pria tua itu keluar hadapan Armando.

“Tidak. Tuan Mendoza, tolong ampuni saya. Saya akan kembalikan semua yang sudah saya ambil.” Suaranya bagai tak terdengar. Para bodyguard terus menyeret tuan Fernandez pergi dari hadapan Armando.

Tatapan Armando beralih kepada nyonya Fernandez. “Bawa wanita tua itu juga, jual sebagai budak tanpa bayaran sepeserpun.”

Nyonya Fernandez berteriak dan meronta, tapi tetap kalah tenaga dengan para bodyguard.

Kini tinggallah Veronica yang masih duduk bersimpuh seorang diri. Dia inilah yang oleh Armando dianggap sebagai sumber penderitaan terbesar bagi Virginia.

Armando berjalan mendekat lalu membungkukkan sedikit badannya. “Bangun!” serunya sambil meraih dagu wanita itu.

Veronica berdiri dengan wajah pucat menatap Armando berharap pengampunan.

“Bukankah dulu kamu pura-pura sakit, lalu menipu Virginia untuk mengambil sumsum tulang nya?” Armando menjambak rambut Veronica membuat wajah wanita itu menatap ke atas. “Sekarang aku akan ambil kembali semua yang pernah kau ambil dari Virginia.”

“Jangan!” Veronica menggeleng panik. Ia benar-benar ketakutan. Armando yang ia lihat saat ini benar-benar berubah dari sebelumnya. Bukan lagi Armando yang dulu sangat menyayangi nya. Yang di hadapannya kini tak lebih baik dari seorang psikopat.

“Aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu, Virginia.” Armando bicara seorang diri.

Veronica mengerutkan kening melihat apa yang dilakukan oleh Armando. Pria itu seakan memegang sesuatu padahal ia tak melihat apapun di tangan Armando. Seketika wanita itu bergidik, merinding, tapi tak berani bersuara. Hanya saja ia tengah meyakini satu hal. Kondisi kejiwaan Armando sedang tidak baik-baik saja.

Armando melangkah meninggalkan Veronica lalu kembali duduk di sofa. Mengamati telapak tangannya yang menggenggam pita dan kalung. Para bodyguard dan pria berseragam medis saling pandang. Veronica semakin merinding. Mereka tak melihat apapun di tangan Armando. Namun, diam-diam Veronica bernapas lega. Persetan jika pria itu gila. Yang penting dia selamat. Begitu pikirnya.

“Kalian semua! Aku menyerahkan dia pada kalian. Lakukan apa pun yang kalian suka, lalu sebarkan video nya!" perintah Armando.

Veronica tersentak. Ketenangan sesaat lalu sirna. Seketika tubuhnya bergetar karena takut. Ngeri. “Tidak. Armando jangan lakukan ini padaku. Demi masa lalu kita. Ingatlah aku sangat mencintaimu!” Wanita itu bahkan sudah dalam posisi berlutut, memohon dengan membenturkan kening di lantai.

“Lakukan!” Armando tetap pada perintahnya.

“Armando kamu tidak boleh begini. Armando..” Veronica hendak mendekat ke arah Armando, tapi beberapa pria berjas hitam segera mencegahnya. menyeret wanita itu masuk ke dalam sebuah kamar. Selanjutnya hanya Veronica yang tahu apa yang terjadi pada dirinya.

“Virginia, semua yang pernah menyakitimu sudah mendapatkan balasannya. setelah hari ini tidak ada yang berani menyentuhmu."

1
Isabela Devi
kepala batu memang
Isabela Devi
memang kamu bodoh Armando
Ike Kartika
😄😄😄😄alay apa cemburu..krn dl gk pernah mesrah.yg ada emosi mulu🤭
tuty sri wartuti
sangat bagus
Ike Kartika
berakit rakit kehulu berenang renang ketepian..ber sakit sakit dahulu senang nya skrg..Alhamdulillah dpt suami yg memuja kan dan memanjakan nya...
Ike Kartika
sungguh nya kasian sm armando..tp buat balikan lg sm virginia ak gk setuju..mgk kl alesandro gk ada.trs ada kesemotn k 2 ak bs setuju..krn ada alesandro jd ak lbh berpihak sm alesandro aja..
Ike Kartika
nah gt bikin lah keluarga veronika menerima hukuman atas smua ini..jgn meratapi jepergian viginia.tp bls kan smua kesakitan virginia
Ike Kartika
bikin bangkrut lah keluarga peronika.terutama ayah nya.padhl ank kandg sm viginia tuh.tp milih s veronika yg jd ank emas..bener2 aya durjana..
Ike Kartika
emg bodoh kamu armnado..dasar komodo
Ike Kartika
gk smua ceo tuh cerdas dlm urusan cinta..justru bodoh kl dgn urusan cinta..kl gk ointer sdh bnyk tertipu sm ular betina.bukti skrg gk bs bedakan mn yg tulus dan yg modus..
Ike Kartika
sabar ada batas nya berjuang sendiri itu cpk..kl perempuan sdh lelah lbh baik mengalah dan pergi..
Erlin
Gak tau malu sumpah
jd danex
hadooohh ini ini laki2 bikin geregetan...... bangett
G.Lo
Hebat yach sekarang...penulis novel selalu memakai nama orang asing untuk novel lokal...seolah olah nama orang asing adalah manusia paling berdosa....sedangkan orang lokal paling suci...yang dia nggak tau orang lokal adalah manusia paling munafik dengan topeng setianya...jijik !!!
Mamah Enung
belum kayanya dia membuang identitas dekat mayat yang meninggal tergilas kereta api
ida wati
pake nanya 😏
lenny sukmasari
Luar biasa
Suherni 123
bener bener mirip dracin
Suherni 123
kalo di dracin mantan istrinya bundir masuk ke laut
Suherni 123
hampir sama sama dracin yg pernah ku tonton ya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!