NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Dadakan Gus Dingin

Menjadi Istri Dadakan Gus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Anak Yatim Piatu / Nikahmuda / Cerai / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: elva erviana

Bilqis aulia aulfa gadis yang berusia 17 tahun ia mengalami hal yang
tidak di inginkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elva erviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gus, apa hukumnya poligami

Udara dingin ruangan rumah sakit menyelimuti Rara. Ia menunduk, matanya tertuju pada jari-jari tangannya yang gemetar. Rasa sakit mencengkeram hatinya, mengingat percakapan terakhirnya dengan suaminya, Gus Yusuf.

"Rara, aku tidak ingin kau memaksaku untuk memilih. Aku akan tetap bersama Husna dan Irfan. Kau tahu itu."

Kata-kata Gus Yusuf bergema di telinganya. Rasa pahit menghinggapi Rara. Bagaimana mungkin seorang suami bisa begitu tega? Bagaimana mungkin cinta yang telah mereka rajut selama bertahun-tahun bisa sirna begitu saja?

"Gus, apa hukumnya poligami, kalau suami hanya adil pada istri pertamanya dan anaknya?" tanya Rara lirih, suaranya nyaris tak terdengar. Air matanya mengalir deras di pipi, menggenangi rasa sesak di dadanya.

Gus Alzam, yang duduk di sampingnya, menghela napas. Ia tahu betapa sulitnya bagi Rara untuk menerima kenyataan pahit ini. "Rara, poligami itu diperbolehkan dalam Islam, tetapi dengan syarat... " Gus Alzam menjelaskan tentang keadilan yang harus diterapkan dalam poligami.

"Syaratnya apa Gus?" tanya Rara, suaranya bergetar. Ia ingin mengerti, ia ingin memahami, ia ingin menemukan secercah harapan di tengah keputusasaan yang menjeratnya.

Gus Alzam terdiam sejenak, matanya menatap Rara dengan penuh empati. "Syaratnya adalah keadilan yang sempurna. Suami harus mampu memberikan kasih sayang, nafkah, dan perhatian yang sama kepada semua istrinya, tanpa pilih kasih."

"Tapi Gus, bukankah Gus Yusuf jelas-jelas lebih mencintai Husna? Bukankah Irfan sudah menjadi anak kesayangannya sejak lama?" Rara meneteskan air mata lagi, rasa sakitnya semakin mengiris.

Gus Alzam mengusap air mata Rara dengan lembut. "Rara, aku mengerti perasaanmu. Tapi, kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang. Kita hanya bisa berusaha untuk memahami dan menerima kenyataan."

Rara terdiam, hatinya terasa remuk berkeping-keping. Bagaimana mungkin ia harus menerima kenyataan pahit ini? Bagaimana mungkin ia harus rela kehilangan suami yang dicintainya? Ia masih mencintai Gus Yusuf, ia masih ingin bersama Gus Yusuf.

Namun, kata-kata Gus Yusuf yang terngiang di telinganya, membuatnya semakin yakin bahwa ia tidak akan pernah mendapatkan cinta yang sama dari Gus Yusuf. Husna sudah ada di hati Gus Yusuf. Dan, Rara tidak akan pernah bisa menggantikan posisinya.

Rara menghela napas panjang. Ia tahu bahwa ia harus berjuang untuk dirinya sendiri. Ia harus kuat, ia harus bangkit dari keterpurukan ini. Ia tidak boleh menyerah pada rasa sakit.

Ia menatap Gus Alzam, yang selama ini selalu ada untuknya. "Gus, terima kasih. Aku akan berusaha untuk kuat."

Gus Alzam tersenyum lembut. "Aku tahu kau bisa, Rara. Kau wanita yang kuat. Dan ingat, aku akan selalu ada untukmu."

Rara mengangguk, walaupun hatinya masih terasa perih. Ia mencoba untuk tersenyum, seolah ingin menunjukkan kepada Gus Alzam bahwa ia baik-baik saja. Tapi, di balik senyum itu, tersimpan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.

Rasa sakit, kecewa, dan kesedihan menyelimuti Rara. Ia hanya bisa berharap bahwa ia akan bisa melewati masa sulit ini.

"Gus apa Rara boleh bercerai, tapi pandanglah Islam bagaimana?" tanya Rara, suaranya serak menahan tangis. Matanya menatap Gus Alzam dengan penuh harap, mencari jawaban yang bisa meringankan beban di hatinya.

Gus Alzam terdiam sejenak, memandang Rara dengan penuh empati. Ia tahu bahwa pertanyaan Rara merupakan cerminan dari rasa sakit yang tengah ia rasakan. Di satu sisi, Rara ingin mempertahankan pernikahannya. Namun, di sisi lain, ia juga ingin mencari kebahagiaan yang tak terpenuhi dalam pernikahannya dengan Gus Yusuf.

"Rara, perceraian memang hal yang tidak diinginkan dalam Islam. Namun, Islam juga tidak memaksa seseorang untuk bertahan dalam pernikahan yang tidak bahagia. Allah SWT menetapkan perceraian sebagai jalan keluar terakhir, jika semua upaya untuk mempertahankan pernikahan telah dilakukan dan tidak membuahkan hasil," jelas Gus Alzam dengan lembut.

"Jadi, Rara boleh bercerai, Gus?" Tanya Rara, suaranya masih bergetar.

Gus Alzam mengangguk, "Ya, Rara boleh bercerai jika memang pernikahanmu dengan Gus Yusuf tidak bisa dipertahankan. Islam tidak pernah memaksa seseorang untuk berada dalam hubungan yang menyebabkan kesengsaraan. Namun, sebelum mengambil keputusan, Rara harus mempertimbangkan semua aspek dengan baik. Apakah perceraian benar-benar jalan keluar yang tepat untukmu? Apakah kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah dengan Gus Yusuf?"

Rara terdiam, mencerna kata-kata Gus Alzam. Ia tahu bahwa perceraian bukanlah hal yang mudah. Ia harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusannya. Namun, ia juga harus jujur pada dirinya sendiri. Apakah ia benar-benar ingin tetap dalam pernikahan yang tidak membahagiakan ini?

Rara menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan dirinya. "Gus, terima kasih atas nasehatmu. Aku akan berpikir dengan baik-baik. Aku akan berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk diriku."

Gus Alzam tersenyum, "Aku yakin kamu akan menemukan jalan keluar yang tepat, Rara. Dan ingat, aku akan selalu mendukungmu."

Rara mengangguk, menahan air matanya yang ingin mengalir kembali. Ia tahu bahwa perjalanan ke depan akan sulit. Namun, ia bertekad untuk mencari kebahagiaan yang layak untuknya.

"Gus Alzam, bagaimana kondisinya sekarang?" tanya Rara, suaranya berbisik lembut. Ia masih tertegun dengan kenyataan pahit yang baru saja ia terima.

Gus Alzam tersenyum tipis, "Saya sudah membaik, gadis nakal."

Rara mengerutkan kening, "Ih, Rara gak nakal yah." Ia terkekeh pelan, mencoba untuk melupakan rasa sakit yang masih menghantui hatinya.

"Hahaha, iya, iya. Rara baik. Tapi, kamu tetap anak gadis yang kadang nakal dan lucu," kata Gus Alzam sambil mengusap rambut Rara dengan lembut.

Rara tersipu, "Gus Alzam mah suka ngegoda Rara." Ia merasa sedikit terhibur oleh candaan Gus Alzam, walaupun hati nya masih terasa perih.

"Ya, Rara kan memang lucu. Kapan-kapan kita cerita-cerita lagi ya, tentang kejadian-kejadian lucu kamu dulu," kata Gus Alzam sambil tertawa.

Rara mengangguk, "Iya, Gus. Nanti aku cerita tentang kejadian lucu waktu aku masih kecil." Ia berusaha untuk menenangkan dirinya dan menikmati kehadiran Gus Alzam.

Gus Alzam adalah salah satu orang yang selalu ada untuk Rara. Ia selalu mendengarkan keluh kesah Rara dan memberikan nasehat yang bijaksana. Rara sangat bersyukur memiliki Gus Alzam di hidupnya.

"Tapi Gus, Rara masih sedikit sedih. Bagaimana caranya agar Rara bisa mengatasi perasaan ini?" tanya Rara dengan suara yang sedikit trembelan.

Gus Alzam menatap Rara dengan tatapan yang penuh kehangatan. "Rara, perasaan sedih itu wajar setelah mengalami kecewa dan kehilangan. Tapi, jangan biarkan perasaan itu menguasai dirimu. Usahakan untuk mencari kesibukan yang menyenangkan, berbicara dengan orang-orang terdekat, dan berdoa memohon kekuatan kepada Allah SWT."

Rara menangguk, mencoba untuk menerima nasehat Gus Alzam. Ia tahu bahwa ia harus kuat dan tidak boleh terpuruk dalam kesedihan. Ia ingin bangkit dari kesedihan ini dan menjalani hidupnya dengan bahagia.

"Terima kasih Gus. Aku akan berusaha untuk kuat," kata Rara dengan suara yang sedikit lebih tegas.

"Aku yakin kamu bisa, Rara," jawab Gus Alzam. "Dan ingat, aku akan selalu ada untukmu."

Rara tersenyum sedikit, merasakan kehangatan dari kata-kata Gus Alzam. Ia mengeratkan pegangannya pada tangan Gus Alzam, merasa nyaman dan tenang berada di dekatnya.

"Tapi kan Gus mau nikah yah," ucap Rara sambil tersenyum cantik. Matanya berbinar-binar, namun seolah mencoba menutupi sedikit rasa sedih yang masih menempel di hatinya.

Gus Alzam terkekeh pelan, "Iya, Rara. Dengan perempuan pilihan Ummi. Namanya Naura."

"Oh... Naura..." gumam Rara, matanya menatap ke arah jendela rumah sakit. Ia memikirkan Naura, perempuan yang akan menjadi istri Gus Alzam. Ia tidak mengenal Naura dengan baik, hanya mendengar nama itu beberapa kali dari cerita Gus Alzam.

"Rara kenal Naura?" tanya Gus Alzam, suaranya lembut.

Rara menoleh, "Enggak, Gus. Cuma pernah denger namanya aja."

"Naura orangnya baik, Rara. Dan Ummi sangat menyukai Naura," kata Gus Alzam, seolah ingin menenangkan Rara.

"Oh... ya sudah silahkan. Rara doakan Gus bahagia," kata Rara, senyumnya sedikit terpaksa. Rasa sedih kembali menyeruak di hatinya.

Gus Alzam menatap Rara dengan tatapan yang mendalam. "Rara, aku mengerti perasaanmu. Tapi, aku ingin kau tahu bahwa pernikahan ini tidak akan mengubah perasaanku padamu. Kamu akan selalu berada di hatiku, Rara."

Rara menunduk, menahan air mata yang ingin mengalir kembali. "Terima kasih Gus. Aku harap kau bahagia dengan Naura."

Gus Alzam menegakkan tubuhnya, matanya menatap Rara dengan penuh keseriusan. "Rara, aku tahu kamu juga harus bahagia. Jangan biarkan kesedihan menguasai hidupmu. Aku ingin kau menemukan kebahagiaan yang sebenarnya, Rara. "

Rara terdiam, mencoba untuk mencerna kata-kata Gus Alzam. Ia tahu bahwa Gus Alzam benar. Ia harus mencari kebahagiaannya sendiri. Ia tidak boleh terpuruk dalam kesedihan.

"Aku akan berusaha, Gus," kata Rara dengan suara yang sedikit lebih tegas.

Gus Alzam tersenyum, "Aku yakin kamu bisa, Rara. Dan ingat, aku akan selalu mendukungmu."

Rara mengangguk, matanya menatap Gus Alzam dengan tatapan yang penuh rasa terima kasih. Ia mengeratkan pegangannya pada tangan Gus Alzam, merasa nyaman dan tenang berada di dekatnya.

1
Mami Pihri An Nur
Ko, aku tdk memahami crta nya ya
Raditia Akbar
ceritanya lerlalu berbelat belit
Elva Evoot: kalau gak suka gak usah di baca kak.
total 1 replies
Elva Evoot
bagus
rhani bhelLo💕
ini tuh tokohnya Bilqis apa Yumna si ???????????
Elva Evoot: Bilqis aku lupa di ubah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!