Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
Langit Boston yang biasanya megah kini terasa abu-abu dan menekan. Kabar kehamilan bayi kembar Rose yang seharusnya menjadi mukjizat, dalam sekejap diputarbalikkan oleh tangan-tangan tak terlihat menjadi skandal nasional yang kotor.
Di layar televisi raksasa di Times Square hingga ponsel pintar di tangan setiap warga, narasi itu meledak: "Rose Moore: Peselingkuh Ulung atau Korban Masa Lalu?"
Foto-foto Rose yang keluar dari rumah sakit dengan perut yang mulai dijaga ketat oleh Nikolai Volkov disandingkan dengan foto seorang wanita cantik luar biasa dengan garis wajah bangsawan Italia—Sasha Moretti. Media memberitakan bahwa Sasha adalah tunangan sah Nikolai Volkov, sebuah kesepakatan agung yang sudah ditandatangani empat bulan lalu di Texas.
Dunia maya mendidih. Hujatan mengalir deras seperti air bah di kolom komentar media sosial Rose.
"Jadi benar kata Asher Hudson? Dia berselingkuh setahun lalu? Lihat saja, belum sah cerai sudah hamil anak pria lain!"
"Kasihan Sasha Moretti, wanita terhormat dari Italia dikhianati karna janda mandul yang ternyata hanya berpura-pura suci."
"Gadis yatim piatu yang tidak tahu diri. Sudah merusak pernikahan Hudson, sekarang merusak pertunangan Volkov. Benar-benar sampah!"
Di dalam kamar VVIP rumah sakit yang sunyi, Rose duduk mematung. Di pangkuannya terdapat dua lembar kertas yang sangat kontras. Yang pertama adalah salinan dokumen USG bayi kembarnya—simbol kehidupan dan harapan. Yang kedua adalah dokumen resmi perceraian dari pengadilan yang baru saja diantar oleh kurir, menyatakan bahwa secara agama dan hukum, sumpahnya di altar dua tahun lalu bersama Asher telah berakhir.
Namun, air mata Rose jatuh bukan karena perceraian itu. Ia menatap layar televisi yang menampilkan wajah Sasha Moretti.
"Nik..." suara Rose bergetar, nyaris tidak terdengar.
Pintu kamar terbuka. Nikolai melangkah masuk dengan wajah yang sangat tegang. Ia baru saja selesai membentak asistennya di telepon untuk memblokir semua akses media. Namun, begitu ia melihat mata Rose yang sembab dan ponsel yang menampilkan foto Sasha, langkahnya terhenti.
"Rosemary, aku bisa jelaskan," ucap Nikolai cepat, suaranya parau.
Rose menatap Nikolai dengan pandangan yang hancur. "Jadi, kau sudah bertunangan, Nik? Saat kau menyentuhku di kantor, saat kau membawaku ke sini, saat kau bilang aku adalah satu-satunya... kau sudah memiliki wanita lain yang menunggumu di Italia?"
"Itu hanya kesepakatan bisnis, Rose! Aku tidak pernah mencintainya! Aku bahkan belum bertemu dengannya secara resmi untuk urusan itu!" Nikolai mencoba mendekat, namun Rose mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Nik berhenti.
"Kau tahu apa yang mereka katakan di luar sana?" Rose tertawa getir, air mata mengalir melewati pipinya yang masih memar akibat tamparan Asher. "Mereka bilang aku adalah wanita bekas yang tidak tahu diri. Mereka bilang aku merebut tunangan orang lain. Setelah semua yang kulalui dengan Asher... setelah aku difitnah Berselingkuh... sekarang kau benar-benar menjadikan hal ini kenyataan di mata dunia, Nik."
Meledaknya berita ini tidak terjadi secara alami. Ini adalah skenario tingkat tinggi yang disusun oleh Helen Volkov dari Texas. Ia menggunakan kekuatan keluarga Moretti untuk memojokkan Rose. Media sengaja membongkar kisah cinta masa lalu mereka di Texas—bukan untuk membela, tapi untuk menunjukkan bahwa Rose adalah "cinta monyet" yang terobsesi pada kekayaan Nikolai hingga tega mengejarnya ke Boston.
Publik terbagi dua. Ada kelompok romantis yang membela mereka dengan tagar #TexasFirstLove, menyebut bahwa cinta sejati selalu menemukan jalan pulang-CLBK.
Namun, kelompok itu kalah suara dengan massa yang menghujat Rose karena statusnya yang dianggap "tidak suci" dan perusak hubungan diplomatik bisnis Volkov-Moretti.
"Nik, aku tidak tahu harus merasa apa lagi," bisik Rose. Ia mengelus perutnya yang kini berisi dua nyawa. "Bayi-bayi ini... mereka akan lahir di tengah cacian dunia. Mereka akan disebut anak haram dari seorang wanita yang merusak pertunangan orang kaya."
"Jangan pernah katakan itu!" Nikolai berteriak kecil, ia berlutut di depan tempat tidur Rose, mencengkeram jemari Rose dengan protektif. "Mereka adalah pewaris Volkov! Aku akan menikahi kau, Rose. Persetan dengan Moretti, persetan dengan ibuku!"
"Tapi kau berbohong padaku, Nik! Kau membiarkan aku masuk ke dalam pelukanmu tanpa memberitahuku bahwa ada wanita lain yang memegang janji darimu!" Rose menarik tangannya. "Aku merasa seperti barang yang diperebutkan, bukan manusia. Asher meracuniku, dan kau... kau menyembunyikan kebenaran dariku."
Tiba-tiba, suara keributan terdengar di luar lorong VVIP. Pengawal Nikolai mencoba menahan seseorang, namun sebuah suara wanita yang tajam dan berwibawa menembus pintu.
"Minggir! Aku ingin melihat wanita yang membuat Nikolai Volkov kehilangan akal sehatnya!"
Pintu terbuka dengan sentakan keras. Seorang wanita cantik dengan gaun merah darah dan aura yang sangat intimidasi berdiri di sana. Sasha Moretti. Ia menatap Rose dengan tatapan menilai yang sangat dingin, seolah sedang melihat kotoran di sepatu mahalnya.
Sasha melirik ke arah perut Rose, lalu ke arah Nikolai yang masih berlutut di depan Rose.
"Jadi ini dia?" Sasha berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen Italia yang kental. "Gadis Texas yang legendaris itu? Nikolai, aku tidak menyangka seleramu merosot begitu jauh. Dari seorang bangsawan kepadanya... wanita yang baru saja dibuang oleh suaminya?"
Nikolai berdiri, matanya berkilat penuh kemurkaan. "Sasha, keluar dari sini. Ini bukan tempatmu."
"Ini tempatku, Nikolai! Aku tunanganmu!" Sasha melemparkan sebuah surat kabar ke arah mereka. "Seluruh dunia menertawakanku! Ayahku murka! Kau menghancurkan kesepakatan kita demi rahim wanita ini?"
Sasha melangkah mendekati tempat tidur Rose. Rose tidak mundur, ia menatap Sasha dengan keberanian yang tersisa.
"Nona Moretti," suara Rose tenang namun tajam. "Aku tidak tahu soal pertunangan ini sampai sepuluh menit yang lalu. Jika kau ingin marah, marahlah pada pria di sampingmu. Aku tidak pernah berniat mengambil apa pun yang bukan milikku."
"Oh, manis sekali aktingmu," sindir Sasha. "Tapi dengar baik-baik, Rose Moore. Di dunia kami, cinta tidak ada artinya. Nikolai terikat kontrak denganku. Dan anak-anak itu... mereka hanya akan menjadi aib bagi silsilah Volkov jika kau tidak segera pergi."
Nikolai melangkah di depan Rose, menutupi pandangan Sasha. "Satu kata lagi kau menghina anak-anakku atau Rose, aku akan memastikan keluarga Moretti kehilangan seluruh akses pelabuhan di Amerika Utara, Sasha. Aku tidak main-main. Pergi sekarang atau aku akan memanggil keamanan untuk menyeretmu."
Sasha tertegun. Ia melihat kesungguhan yang mematikan di mata Nikolai. Ia tahu, Nikolai benar-benar sudah gila karena cinta. Dengan satu dengusan menghina, Sasha berbalik. "Kita lihat saja berapa lama cinta ini bertahan saat kau tidak memiliki apa-apa lagi untuk melindunginya, Nikolai."
Setelah Sasha pergi, keheningan yang menyakitkan kembali melanda. Rose menatap ke luar jendela, melihat kilatan lampu kamera wartawan di bawah gedung rumah sakit.
"Nik," panggil Rose pelan.
"Ya, Sayang?"
"Tinggalkan aku sendiri malam ini. Aku butuh waktu untuk mencerna semua ini."
"Rose, kumohon—"
"Tinggalkan aku, Nikolai!" teriak Rose dengan air mata yang kembali pecah. "Aku lelah menjadi pusat skandal! Aku lelah menjadi wanita yang selalu disalahkan! Aku butuh ketenangan untuk bayi-bayiku!"
Nikolai menunduk, ia tahu ia telah melakukan kesalahan besar dengan tidak jujur sejak awal. Dengan langkah berat, ia keluar dari kamar, meninggalkan Rose yang menangis dalam diam di tengah kemewahan rumah sakit yang kini terasa seperti penjara.
Malam itu, Rose Moore menyadari bahwa kebebasannya dari keluarga Hudson hanyalah awal dari perang yang lebih besar. Ia adalah seorang ibu dengan bayi kembar di rahimnya, seorang janda yang baru bercerai, dan seorang "selingkuhan" di mata publik. Ia berada di titik terendah, namun di dalam hatinya, sebuah api baru mulai menyala. Ia tidak akan membiarkan bayi-bayinya menderita karena dosa orang dewasa di sekitar mereka.
Sementara itu, di sebuah hotel mewah di Boston, Helen Volkov tersenyum menatap berita. Semuanya berjalan sesuai rencana. Ia telah membuat Rose menjadi musuh publik nomor satu. Namun, ia lupa satu hal: Rose Moore yang sekarang bukanlah gadis yatim piatu yang lemah lima tahun lalu. Dia adalah seorang wanita yang baru saja kehilangan segalanya, dan wanita yang tidak memiliki apa-apa untuk dipertaruhkan adalah musuh yang paling berbahaya.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰