Takdir hanya membawaku jauh dari tanah kelahiranku, bukan jauh dari hidupmu, sudah sejauh ini kenapa aku masih bertemu dengan mu lagi pria Brengkes! Alea Januartha
aku mencari mu 10 tahun lamanya, kamu datang padaku dengan cara seperti ini, kenapa kamu tidak mengakui, kalau itu kamu wanita kribo, kenapa harus ada kepergian untuk kedua kalinya, Jonathan Will
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 1
"Hanya pernikahan ini yang bisa menolong perusahaan kita mah, tapi mamah tau kan, kalau itu tidak mungkin, karena Alesha masih kuliah mah, mana mungkin dia harus menjadi istri ke dua dari seorang keluarga Will, aku tau dia kaya raya, bahkan terkaya di negara ini, dan sudah pasti putri kita tidak akan kelaparan, tapi masa depan putri-putri ku lebih berharga mah, tapi aku juga tidak mungkin membiarkan perusahan Januarta gulung tikar, karena perusahaan itu peninggalan orang tua papah" keluh seorang pria paruh baya yang baru saja pulang dari kantornya dan menyampaikan keluh kesah pada sang istri.
"Kenapa tidak Alea saja yang menggantikan Alesha pah?" Ide itu melintas begitu saja di otak wanita paruh baya itu, mengingat di rumahnya bukan hanya ada Alesha, tapi juga Alea.
"Mamah jangan asal! meski dia baru 12 tahun memasuk keluarga kita, tapi papah juga menyayangi dia sebagai putri papah! Mana mungkin papah menghancurkan masa depan nya!"
Mamah Jihan yang mendengar itu ber decih ini yang tidak iya sukai dari suaminya, karena memperlakukan Alea sama dengan Alesha putri kandungnya sendiri, yang jelas-jelas mereka berdua bukan dari darah yang sama.
"Kita tidak menghancurkan masa depannya pah, justru kita akan memberikan masa depan yang lebih baik lagi, apa lagi papah sudah mendidiknya selama ini menjadi wanita berwibawa kan, sudah pasti akan sangat cocok bersanding dengan putra pertama keluarga Will.
Tuan Adrian januarta mengusap wajahnya kasar, meski selama ini dia melihat istrinya tidak pernah mengusik Alea, tapi rasa tidak sukanya masih di tunjukkan oleh Istrinya itu, padahal kalau bukan karena Alea mungkin saja mereka berdua tidak akan selamat saat itu.
"Mah apa mamah tidak bisa mem perlakukan dia seperti memperlakukan Alesha, dia wanita baik mah, bahkan dia begitu menyayangi Alesha, Alesha juga menyayangi Alea, lupakan kalau dia bukan anak kita, tapi mari anggap dia seperti putri kandung kita sendiri.
Mamah Jihan yang mendengar itu melengos, bukan karena tidak menyukai Alea, tapi dia hanya tidak suka jika kasih sayang putrinya di bagi dua dengan orang lain oleh suaminya sendiri.
"Papah juga harus mengerti, mau papah merubah namanya, memberi Marga keluarga kita, itu tidak akan pernah merubah asal usulnya dan siapa dia sebenarnya, apa lagi masalalu nya."
"Manusia pasti punya masalalu mah, dan mamah tau sendiri seperti apa dia setiap harinya, mamah lebih tau dia seperti apa, karena kalian setiap hari memasak bersama dan bagaimana dia merawat mamah selama ini," nasehat papah Adrian.
Ya, Adrian mengenal sofia sosok yang begitu luar biasa, bahkan dia bisa merasakan kasih sayang itu dari sofia, yang kini nama itu sudah di Ganti oleh Adrian sendiri sejak awal mereka bertemu.
Dari balik pilar yang menjulang tinggi itu, ada seorang wanita cantik yang mendengar semua perdebatan diantara kedua orang tua angkatnya ini, dia mengusap air matanya kasar, cadar yang menutupi wajahnya mampu menyamarkan air mata itu, "Hah,,," Alea menghembuskan nafasnya kasar, yang di katakan ibu angkatnya adalah fakta, bahwa dia juga harus bisa membalas Budi apa yang dia dapatkan dari keluarga ini, namun dia juga tidak menyangka, kalau selama ini ternyata ibu Jihan tidak menyukai dirinya, dia tertawa sumbang, faktanya darah lebih membuktikan siapa pemilik nya, dan dia sadar kalau dia tetaplah orang luar.
Alea perlahan keluar dari balik pilar itu dan menghampiri kedua orang tuanya yang masih saja berdebat soal perusahaan Januartha gulung tikar, "Biarkan aku menikah dengan putra keluarga Will itu pah, mah."
Papah Adrian dan mamah Jihan menoleh, keduanya terhenyak melihat Alea berdiri di belakang nya, papah Adrian mengusap wajahnya kasar, dia menatap sang istri begitupun Istrinya.
"Tidak Alea! Biarkan saja perusahan Januarta ini, kamu tidak perlu menikah dengan putra pertama keluarga Will, dia sudah memiliki istri, aku tidak ingin kamu hanya akan di jadikan alat oleh keluarga mereka.
"Pah itu tidak mungkin, tuan Will hanya ingin menikahkan putranya kembali demi mendapatkan keturunan, bukan untuk di jadikan pembantu!" Bantah mamah Jihan.
"Tidak apa apa pah, biarkan aku yang menikah dengannya, asal jangan Alesha, dia masih muda dan harus meneruskan kuliahnya dengan baik," ujar Alea dengan senyum yang di paksakan, kalau di tanya terluka tentu saja.
"Iya benar Alea, terimakasih Alea, anggap saja ini semua kamu balas Budi pada keluarga kita," ujar mamah Jihan dengan sadisnya.
Alea yang mendengar itu bergetar hebat gejolak dalam dirinya, balas budi, haha dia ingin tertawa mendengar itu, tangannya terkepal kuat sehingga terasa bergetar, semua harus iya bayar mahal, faktanya Marga memanglah tidak akan dia dapat dengan gratis, nama yang menurut dia indah 10 tahun lalu, kini seperti beban yang terus menempel pada dirinya, karena dia harus membayar mahal semua itu, untuk hari ini, dia membenci hidupnya dan dirinya, dia lebih mencintai hidupnya yang dulu, yang hanya hidup berdua dengan keponakan nya dan sahabat baiknya.
Bicara soal keponakan, hari Sofia semakin sakit, dia rindu gadis kecil yang selalu menemani nya dulu, apa kabar dengan keponakan cantiknya itu, niat hati pergi ke Australia tujuannya untuk bertemu Viona sang keponakan, namun naas kehidupan membawa dia kedalam hidup sekarang ini, namun dia juga bersyukur di pertemukan dengan tuan Adrian Januarta, pria paruh baya yang begitu menyayangi dirinya.
Sedangkan di lain tempat, lebih tepatnya di rumah keluarga Will, nyonya besar Jasmin tengah berdebat dengan putranya sendiri, Jonathan will.
"Aku tidak ingin menikah lagi mah! Titik! Kenapa mamah selalu memintaku menikah kembali hanya karena Jesika tidak memiliki anak!"
"Karena keturunan itu penting Jo! Kamu haru ingat, keluarga Will harus ada keturunan, kamu tidak perlu bercerai dengan Jesika, hanya perlu menikah lagi dengan salah satu putri Januarta dan memiliki anak, setelah itu terserah kamu saja mau melanjutkan pernikahan ini atau bercerai, asal kalian sudah memiliki anak, Jesika tetap akan menjadi nyonya muda di keluarga Will."
Jo mengusap wajahnya kasar, dia tidak tau lagi cara menjelaskan pada mamahnya, tidak mungkin juga dia menceritakan jika rumah tangganya dengan Jesika seperti apa, "pokoknya aku tidak ingin menikah lagi!" Jo berlalu dari sana meninggal mamahnya, sejak 10 tahun kehilangan wanita yang bagi dia menjengkelkan dan kampungan, nyatanya hati itu mati pada seorang Shofia, wanita yang selalu membawa sisa makanan dari apartemen untuk di makan di rumahnya sendiri.
"Jo! Dengarkan mamah dulu, mamah sudah final sama keputusan mamah!" Teriak mamah Jihan, sedangkan Jesika yang mendengar perdebatan suaminya dengan ibu mertuanya merasa geram, dia tidak akan membiarkan rencana ini mulus, bagaimana mungkin dia membiarkan Jonathan menikah lagi, bisa-bisa dia kehilangan kemewahan yang iya rasakan selama ini.
"Aku harus bisa meng gagal semua rencana ini! Meski hati Jo bukan lagi untukku, tapi setidaknya aku masih menjadi istri dia satu-satunya," gumam Jesika, Jesika kembali lagi ke kamarnya dan menghubungi ibunya, dia menceritakan semua yang terjadi hari ini dan menyusun rencana.