Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Dek?,". Mas Hamzah memanggilku dengan lembut.
" Ehh... Iya mas. Ada apa?, ". Jawabku yang kaget karena kedatangan suamiku yang tiba-tiba.
"Dek, bukankah kamu sudah berjanji akan menceritakan tentang adikmu Zaskia?, dan segala yang membuat Mas bingung pada saat calon adik ipar kamu datang?,". Tanya Mas Hamzah yang kemudian duduk di sampingku.
" Haruskah aku menceritakan nya Mas?, bahkan meskipun ini menurutku adalah sebuah aib?,". Jawabku ragu. Karena bagiku semua ini adalah aib keluargaku.
"Dek?, apakah kamu masih menganggap Mas ini orang lain dalam hidupmu?. Padahal Mas sudah resmi menjadi suami untukmu?,". Tanya Mas Hamzah pilu.
Benar, aku bahkan tidak berpikir sampai situ. Mas Hamzah adalah suamiku. Dia bukan orang lain dalam hidupku. Dia adalah bagian dari kehidupanku. Rasanya memang tidak mengapa jika aku berbagi tentang apa yang sedang dan telah terjadi dalam keluarga besarku. Kurasa ini bukanlah aib, karena aku menceritakan nya pada suamiku sendiri, bukan pada saudara atau bahkan tetangga. Dan bila memang ini semua adalah aib, ku yakin Mas Hamzah bisa mengerti dan menjaga semuanya. Maksudku menjaga agar apa yang dia dengar dan ketahui tidak akan tercecer hingga masuk kedalam keluarga besarnya. Yah aku tahu, aku belum mengenal begitu jauh tentang suamiku. Karena memang secepat itu aku tiba-tiba menjadi pasangannya, menjadi istrinya, bahkan menjadi partner separuh agamanya. Tapi yasudahlah, setidak nya dengan bercerita dengan Mas Hamzah segala lara, duka, dan deritaku bisa sedikit tercurahkan dan berkurang. Semoga saja.
"Astaghfirullah...?!. Sungguh Mas, Renita tidak pernah berpikir seburuk itu. Hanya saja, renita takut apa yang akan Renita ceritakan pada Mas membuat Mas tidak menghargai keluargaku lagi,".
"Dek, kamu percayakan pada Suamimu?,". Tanya Mas Hamzah mencoba meyakinkan ku.
" Percaya mas,". Jawabku singkat.
"Lalu?, apalagi yang membuat istri mas tidak mau menceritakan?, ".
" Ba.. Baik Mas. Renita akan ceritakan semuanya pada Mas. Tapi Mas harus janji, jangan pernah berubah meskipun sudah tahu segalanya ya?!,".
"Mas janji sayang. Apapun yang akan mas dengar nanti, mas tidak akan pernah berubah. Seperti cinta mas sama kamu dek, ngga akan berubah, ".
Rupanya suamiku sedang berusaha mengajakku bercanda, atau bahkan mungkin sedang membuatku terharu dengan semua kata-katanya. Jujur, ini kali pertama aku dibuat tersipu malu oleh laki-laki.
"Iiiiihhh...., Mas ini bisa aja deh,". Jawabku tersipu.
" Cieee.... kayaknya ada yang salah tingkah nih, ".
" Yee.... Jadi mau denger cerita nya nggak nih?,". Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Ya jelas mau dek. Mas kan sudah nungguin dari tadi,".
" Hmmm.. oke lah, mulai dari mana ya?,".
"Dari mana aja se ikhlasnya kamu dek. Hehehe..., ".
"Baiklah. Jadi, Mas Hamzah sudah tau bukan. Bahwa aku memiliki tiga adik perempuan. Fokus ke Adikku Zaskia. Jadi pada intinya, Zaskia sudah memiliki hubungan dengan laki-laki yang bernama Andre. Laki-laki yang dua hari lalu mas lihat di rumah Ayah dan Ibu. Saat itu, Zaskia minta restu pada Ayah untuk diberikan ijin menikah muda dengan Andre. Aku yang saat itu di mintai tolong untuk membuka pembicaraan ini dengan Ayah. Karena memang, Zaskia tidak cukup berani untuk bicara langsung dengan Ayah. Akhirnya saat itu aku lah yang ngomong dengan Ayah, bahwa Zaskia ingin menikah dengan laki-laki pilihannya, dan juga aku sangat mendukung bukan?, secara Mas kan tahu sendiri, gimana pergaulan remaja dan anak muda di jaman sekarang. Sangat mengerikan. Jadi, begitu Zaskia meminta bantuan padaku untuk bicara pada Ayah, aku sangat bersemangat Mas. Setidaknya jika menikah, Zaskia aman dan terjaga dari pergaulan yang mengerikan. Jadilah saat itu, aku dan Zaskia bicara dengan Ayah, Ku kira Ayah akan menyambut baik keinginan Zaskia. Tapi ternyata, Ayah marah besar dan sangat murka Mas. Intinya, Zaskia tidak berhasil mendapatkan ijin untuk menikah dari Ayah. Hmm... karena itulah Mas. Zaskia akhirnya Kabur dari Rumah,".
"Lalu dek, kenapa tidak mencoba bicara dengan Andre saja?, ".
"Sudah Mas, Zaskia sudah bicara pada calonnya itu. Tapi yaa, itu tadi lah Mas. Andre ngotot ingin segera menikahi Zaskia. Dia tidak mau menunggu lama lagi,".
" Oohh.., tapi kenapa respon dia jadi begitu yah kemarin?,".
Aku melirik ke arah Mas Hamzah yang menatap kosong kedepan. Mungkin sebagai sesama laki-laki, Mas Hamzah juga merasakan kejanggalan pada calon suami Zaskia pada dua hari yang lalu.
"Entahlah Mas, itu juga yang membuat semua orang dirumah menjadi shock mendengar jawaban nya kemarin,". Jelas ku pada Mas Hamzah.
" Berarti, itu juga yang membuat Zaskia tidak hadir dalam pernikahan kita dek?, karena dia sedang kabur dari rumah karena tidak mendapatkan restu Tapiiii..., yang Mas heran, kenapa Ayah tidak langsung menyetujui permintaan Zaskia untuk menikah?,". Tanya Mas Hamzah yang semakin dibuat bingung dengan cerita yang dia dengar.
"Renita juga tidak tahu Mas,". Jawabku datar.
Ah, aku tidak mungkin menceritakan, bahwa akulah orang yang menjadi penghalang restu Zaskia untuk menikah dengan Andre. Aku malu, aku tidak mau suamiku tahu, bahwa aku dipaksa menikah dengannya secepat itu hanya karena agar Zaskia pulang dan cepat menikah. Aku takut sekali, jika Mas Hamzah tau alasan kenapa Ayah tidak memberikan restu pada Zaskia, Mas Hamzah akan merasa di permainkan dan menjadi batu loncatan dari semua masalah di keluargaku. Apa aku salah ya Allah?, dengan tidak menceritakan seluruhnya pada suamiku?. Hal penting lainnya yang sangat tidak ingin Mas Hamzah tau adalah, bahwa aku kerap kali di siksa oleh Ayah hanya karena aku bukanlah darah daging dari Ayah. Apa jadinya jika suamiku tahu, bahwa aku hanyalah seorang anak tiri di keluargaku?.
"Dek Re..?!,".
Suara Mas Hamzah membuyarkan lamunanku.
" Ohh... ehh.. i-iyaa Mas. Kenapa?,". Aku gugup karena ketahuan melamun.
"Kamu yang kenapa Dek?, apa yang sedang kamu pikirkan sedari tadi?, bahkan sampai beberapa kali Mas panggil pun kamu tidak merespon, ".
" Ohh itu, engga kok Mas. Renita hanya sedang memikirkan mengenai Andre yang sikapnya tidak seharusnya begitu,". Jawabku terpaksa berbohong.
"Hmmm... ya semoga saja lima hari kedepan akan ada kabar baik ya buat Zaskia. Kasian, dia sampai menangis dan pasti sangat kecewa dengan jawaban yang dia dengar dari calon suaminya, ".
" I-iyah Mas. Semoga saja. Aamiin,". Ucapku seadanya.
Seandainya saja kamu tahu Mas, aku lah yang harus di kasihani dari semua masalah ini. Aku lah orang yang kerap mendapatkan kekerasan fisik maupun mental, aku lah Mas orang nya. Orang yang sering mendapatkan ketidak adilan dalam rumah. Bukan Zaskia, dia itu anak kesayangan Ayah. Kekecewaan yang dia dapat dua hari lalu, tidak seberapa dibandingkan kekecewaan ku yang baru mengetahui, bahwa Ayah bukanlah orang tua kandungku. Berpuluh-puluh tahun Mas, Istrimu ini sering mendapatkan perilaku tidak enak dari Ayah, dan berpuluh-puluh tahun lamanya, aku baru tahu. Bahwa Papah kandungku sudah bahagia di Surga.
"Dekk...?!, kenapa kamu menangis sayang?. A-apakah ada yang salah dari ucapan Mas barusan Dek?,". Nada bicara Mas Hamzah seperti orang yang sangat panik.
Air mataku tanpa sadar menetes deras di pipiku. Ternyata semenyedihkan itu hidupku. Sesakit itu rasanya ya Allah.
"Engga Mas, Zaskia hanya sedang terharu saja. Karena Allah berikan suami Sebaik Mas Hamzah,".
Lagi-lagi aku berbohong, untuk menutupi lara hatiku.
Tapi sebenarnya ucapanku tadi tidak sepenuhnya bohong, maksudku Mas Hamzah memang laki-laki yang sangat baik.
" Benar?, tidak ada yang kamu tutupi dari Mas kan?, ".
" Benar dong Mas. Yasudah, Renita masuk kedalam dulu yah. Ada beberapa tugas kuliah yang belum selesai di kerjakan. Oh iya, Mas mau tetap disini atau..., ".
Belum selesai aku berbicara, tiba-tiba Mas Hamzah bangun dari tempat duduk nya, dan secara tiba-tiba mencium pipiku.
"Mas akan membereskan mobil sebentar sayang, ". Ucapnya sembari mengelus ujung kepalaku, tersenyum manis, dan pergi begitu saja meninggalkan ku yang masih bengong dan tersipu malu setelah sebuah ciuman mendarat tepat di pipiku.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat