HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Di rumah sakit Hazel sesekali mengerutkan dahinya, saat seorang perawat perempuan mengolesi cairan antiseptik di atas telapak tangan Hazel yang terluka, di dalam ruangan itu juga ada Clara dan David yang menatap khawatir pada Hazel.
''Kalian tidak usah khawatir begitu, aku enggak apa apa kok'' tukas Hazel menatap Clara dan David yang terus terlihat khawatir padanya.
''Enggak apa apa gimana?, itu telapak tanganmu sampai berdarah begitu'' omel Clara.
Hazel beralih menatap David yang sejak tadi diam saja. ''Kak David, kejadian ini tolong jangan sampai Kak Ronald tahu ya'' pinta Hazel.
David terdiam sejenak lalu membuka mulutnya untuk bicara ''Maaf Zel, aku sudah memberitahu Ronald, mungkin sebentar lagi dia datang'' ucap David.
Hazel langsung menghela nafas cemberut, dia yakin pasti masalahnya dengan Luna akan bertambah panjang.
Dan benar saja selang beberapa menit, Ronald masuk ke dalam ruangan dokter spesialis dengan wajah paniknya dan bergegas menghampiri Hazel yang duduk di kursi, lalu berjongkok di depannya.
''Apa yang terjadi?, kenapa tangan kamu bisa terluka begini?'' tanya Ronald menatap khawatir pada telapak tangan Hazel yang sedang di balut perban oleh perawat.
''Tadi di dorong sama Luna'' sela Clara.
Wajah Ronald langsung muram mendengar Luna yang sudah membuat Hazel terluka, sepertinya Luna memang harus di beri pelajaran.
''Sudah, Nona nanti lukanya jangan kena air dulu ya'' ucap perawat perempuan setelah menyelesaikan pekerjaannya.
''Hem, terimakasih suster'' tukas Hazel.
''Sama sama, Nona'' balas perawat perempuan itu tersenyum, lalu melangkah keluar dari ruang dokter.
Kebetulan ruangan dokter yang mereka tempati saat ini adalah ruangan milik Kakak ipar Kenzo, jadi sudah pasti perawat yang membalut luka Hazel barusan sangat mengenali wajah Ronald dan David sebagai sahabat dari adik ipar dari atasnnya.
Ceklek
''Sudah selesai'' ucap seorang wanita cantik yang memakai jas dokter.
''Sudah Kak'' sahut David.
Alice menganggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah Ronald dan Hazel.
''Hazel, maafin Kak Alice ya, tadi ninggalin kamu, dan malah nyuruh asisten Kakak yang menangani luka kamu'' ucap Alice penuh sesal.
Tadi Alice bukan sengaja meninggalkan Hazel, hanya saja kebetulan tadi saat David membawa Hazel ke ruangannya, bersamaan dengan asistennya yang memberitahunya kalau ada pasien kritis yang butuh penanganannya, sedangkan dokter lain tidak ada lagi, jadi Alice terpaksa meninggalkan Hazel.
''Enggak apa apa dokter, lagian luka saya enggak seberapa di banding dengan pasien dokter yang sedang kritis, dia sedang bertaruh nyawa'' ucap Hazel dengan sopan.
Alice tersenyum sembari mengusap bahu Hazel. ''Enggak usah sopan begitu, panggil saja aku Kak Alice seperti Ronald dan David'' ucap Alice.
''Kak Alice ini kaka ipar Kenzo, jadi sudah kami anggap seperti Kakak kami sendiri sama seperti Kenzo'' sela David.
''Benar apa yang di katakan David'' ucap Alice menimpali dengan tersenyum lembut.
Hazel menganggukkan kepalanya. '' Iya Kak Alice''
Ronald yang sejak tadi hanya diam dan menjadi pendengar, perlahan merangkul pinggang Hazel.
''Kak, kalau begitu aku bawa Hazel pulang dulu'' ucap Ronald.
''Kak Alice, kami pamit dulu'' pamit Hazel.
''Iya, kalian hati hati'' sahut Alice.
Ronald dan Hazel segera melangkah keluar, di susul dengan Clara di belakangnya, sedangkan David masih diam di ruangan Alice.
''Kak, aku bayarnya di mana?'' tanya David.
Alice terkekeh pelan. ''Tidak perlu Vid, lagian Hazel punya kuasa di rumah sakit ini'' ucap Alice membuat David terdiam untuk mencerna kata kata Alice.
''Maksud Kak Alice?''
''Tuan William, oh maksudku Ayahnya Hazel, dia punya saham lima puluh persen di rumah sakit ini''
''Whatt!!!''
Belum sempat hilang dari rasa terkejutnya, dengan apa yang dia dengar dari Alice, David kembali di buat kaget saat Clara tiba tiba kembali dan menarik tangannya.
''Kak David, ayo pulang!''
Alice terkekeh pelan. ''Sudah sana, pulang'' usir Alice.
Malam hari di basecampe Ronald dan kedua sahabatnya sedang berkumpul, sejak tadi Kenzo terus memberi isyarat kedipan mata pada David , saat melihat cara Ronald bermain billiard seperti sedang di penuhi emosi.
Kratak
Prakk
David dan Kenzo yang semulanya bersantai, langsung sigap menegakkan punggungnya, saat melihat Ronald mematahkan stik billiard yang sejak tadi di genggamannya lalu di buang ke lantai.
''Nald, kamu kenapa?'' tanya Kenzo.
''Rasanya aku sangat ingin mematahkan kedua tangan Luna'' ucap Ronald dingin.
David seketika meneguk ludahnya kasar, sedangkan Kenzo yang belum mendengar kejadian yang menimpa Hazel tadi siang, dia di bingung sendiri sembari menyenggol bahu David.
''Apa yang terjadi, kenapa aku tidak tahu?'' tanya Kenzo.
''Tadi siang saat aku antar Hazel dan Clara kembali ke asrama, tiba tiba Luna datang dan dorong Hazel sampai jatuh ke tanah, dan akibatnya sekarang tangan Hazel terluka'' papar David.
Sontak Kenzo yang mendengarnya terkejut. ''Kenapa Luna tiba tiba dorong Hazel?'' tanya Kenzo.
David menghela nafasnya dan berkata. ''Mungkin untuk melampiaskan rasa kecewanya, karna Ronald memindahkannya ke cafe cabang tiga''
Kenzo langsung terdiam mendengarnya, dia tahu kalau Ronald sebenarnya sudah berencana mengeluarkan Luna dari cafenya, ini baru di pindahkan saja Luna sudah tidak terima dan menyerang Hazel, bagaimana jika Ronald benar benar memecat Luna, apa Luna akan melukai Hazel lebih parah.
''Aku tidak jadi memindahkannya ke cafe cabang tiga'' ucap Ronald yang sejak tadi diam.
''Terus?" seru David dan Kenzo bersamaan.
''Tentu memecatnya'' sahut Ronald tegas.
''Nald, apa kamu tidak takut Luna semakin dendam dengan Hazel?'' tanya Kenzo.
''Coba saja kalau dia berani menyentuh wanitaku lagi, aku pastikan dia mendekam di penjara'' sahut Ronald.
David dan Kenzo terdiam mendengarnya, tapi mereka berharap semoga Luna tidak melakukan hal yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.
Keesokan harinya Luna yang sudah sampai di cafe cabang tiga seperti perintah Ronald di buat kaget, saat kedatangannya di tolak oleh manager cafe.
''Kenapa kamu menolakku, aku ke sini atas perintah Ronald'' ucap Luna dengan tegas, Luna sengaja memanggil Ronald tanpa ada embel embel Pak, Kak atau bos seperti pegawai lainnya, karna dia ingin menunjukkan kalau hubungan dirinya dan Ronald sedekat itu.
''Maaf Nona Luna, tapi satu jam yang lalu Pak Ronald sudah berpesan pada saya, agar menolak kedatangan anda'' timpal manager cafe tersebut.
''Kenapa?'' tanya Luna.
''Karna Pak Ronald sudah memecat anda''
''Apa!, di pecat?'' seru Luna kaget.
''Kenapa Ronald memecatku?'' tanya Luna tak terima karna di perlakukan seperti barang, yang di lempar kesana kemari tapi akhirnya tetap di buang.
Manager cafe cabang tiga itu hanya tersenyum. ''Silahkan anda tanya sendiri pada pak Ronald'' ucapnya lalu menutup pintu cafe.
''Hei, buka pintunya!'' teriak Luna sembari memukul mukul pintu kaca cafe, tapi sama sekali tidak di perdulikan oleh manger cafe ataupun para barista yang sedang membersihkan meja cafe.
''Ahh,, sialan, ini semua gara gara Hazel, semenjak Hazel muncul, hidupku berantakan, dia memang pembawa sial'' umpat Luna penuh emosi.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....