Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akira Kencan Tipis
Akira melongo. "Salah minum obat?"
Amina hanya menatap panik. "Eh ... Tapi ... Bukan itu maksud a ...." Mata hazel Amina terbelalak saat melihat tattoo di tangan Akira. "Kamu ... Punya tattoo?"
Akira menoleh ke tangannya dimana lengan bajunya tertarik.
"Iya. Aku punya tattoo. Mau lihat?" goda Akira membuat Amina mendelik.
"Yang benar saja!" hardik gadis itu.
Akira mendekati Amina dan memeluknya. "Aku tinggal lima tahun, ternyata kamu makin cantik deh!"
"My Prince ...."
Akira menatap judes.
"Akira, jangan merayu dong! Ini masih di sekolah. Aku tidak enak dengan guru-guru yang lain. Aku masih baru disini," ucap Amina dengan wajah takut-takut.
"Siapa yang berani mendekat, hah? Ada pengawal banyak diluar!"
Amina semakin mendelik. "Akira! Yang benar saja!"
"Kamu masih lama?" ucap Akira santai.
"Sebentar lagi. Aku harus memasukkan semua hasil belajar tadi dan ...." Amina terkejut saat Akira mencium bibirnya lembut.
"I miss you so much," bisiknya mesra.
Amina tidak bisa berkata apa-apa. Ya Allah ... Mimpi apa aku semalam. Aku kira dalam waktu lima tahun, Akira akan berubah perasaannya tapi ... kenapa masih sama seperti hampir enam tahun lalu?
"A ... Aku bereskan ini dulu ya?" senyum Amina dengan sikap gugup.
"Oke. Bunganya aku bawa lagi."
Amina menatap bingung. "Kok dibawa lagi?"
"Ya ... Masa kamu bawa buku banyak begitu sambil bawa buket bunga? Yang benar saja Mina!" gelak Akira.
Amina tertawa gugup. "Kamu membuat aku tidak bisa berpikir jernih!"
"Benarkah?" senyum Akira senang.
"Kenapa kamu malah senang?" tanya Amina sambil menyipitkan matanya.
"Karena ... Kamu sangat merindukan aku tandanya," senyum Akira.
"Teori ngawur!"
Akira semakin terbahak.
***
Akira menunggu Amina keluar dari sekolah dan dikawal oleh pengawal bayangannya selama ini ke dalam mobil. Akira tersenyum saat Amina masuk ke dalam mobil dan gadis itu tampak tidak nyaman karena tadi para rekan gurunya langsung heboh saat tahu dijemput putra mahkota Belgia.
"Lain kali ... jangan jemput di sekolah, Akira. Jadi heboh, tahu!" protes Amina.
"Aku ke rumah kamu tadi tapi kata Bibi Fatiyah, kamu masih di sekolah. Kamu masih tinggal bersama mereka bukan?"
"Masih Akira. Aku masih membantu Paman dan Bibi ... Aku juga membiayai sekolah Hikmah sebagai timbal balik ke mereka."
"Tapi aku minta kamu juga menabung untuk diri kamu sendiri. Aku tahu kamu baik tapi kamu juga harus ingat dirimu."
"Akira ... jangan khawatir. Paman dan Bibi juga bilang seperti itu. Aku sudah bersiap-siap untuk tinggal sendiri apalagi aku sudah kerja. Paman dan Bibi sudah memberikan ijin aku menyewa apartemen," jawab Amina.
"Kalau kamu bu ...."
"Tidak Akira. Cukup. Aku tidak mau membuat kamu memanjakan aku. Biarkan aku bisa berdikari!" potong Amina. "Sudah ya. Sudah cukup kamu memberikan pengawal untukku. Jake Hamm sampai bilang padaku kalau kamu tidak berubah sikap."
"Memang!" balas Akira tegas.
"Cukup ya. Aku tidak mau dimanja." Amina menatap serius.
"Ya sudah ... Nanti saja aku manjakan kamu." Akira menatap lembut dan Amina merasa merinding karena sudah pasti pria satu ini merencanakan sesuatu!
Amina melihat jalanan dan terkejut mereka akan ke mana.
"Akira ... Kita tidak akan ke istana kan?" tanya Amina.
"Tidak. Kita akan ke coffee shop dekat istana. Aku ingin berduaan bersamamu karena aku akan masuk pangkalan militer Minggu ini. Minggu depan sudah mendapatkan jadwal hendak deploy kemana," jawab Akira.
"Kamu pergi lagi?" tanya Amina bingung.
"Iya sayang. Aku kan masuk militer dan sudah memilih angkatan Laut. Besok baru tahu jadwal aku di kapal mana."
Amina hanya mengangguk.
Mobil Range Rover itu menuju coffee shop dekat istana dan mereka pun turun. Akira tersenyum sopan ke pengunjung yang terkejut melihat pangeran mereka masuk bersama dengan seorang gadis cantik. Bisik-bisik pun terdengar dan sudah pasti media sosial langsung ramai. Akira tidak memperdulikan semua itu karena yang penting dia bersama dengan Amina.
Pangeran muda itu memilih tempat paling sudut dan dua pengawalnya duduk di kursi dekatnya untuk menjaga pangeran dan kekasihnya setelah memesankan kopi untuk mereka semua yang dibayar dengan cash. Hingga sekarang, negara di Eropa masih memakai pembayaran dengan uang kertas dan logam setelah terjadi blackout total hingga beberapa lama. Akibatnya orang tidak bisa melakukan transaksi dengan kartu kredit ataupun barcode karena tidak ada listrik. Guna mengantisipasi kejadian serupa, Arsyanendra memberikan kebijakan untuk menyimpan uang cash di rumah minimal lima ribu untuk berjaga-jaga.
Setelah kopi mereka datang, Akira mulai mengobrol dengan Amina.
Amina Arafat
"Jadi setelah kamu menyelesaikan studi empat tahun langsung melamar pekerjaan sebagai guru Elementary School? Bukannya kamu mau bekerja di Museum?" tanya Akira.
"Tadinya, hanya saja aku mendapatkan tawaran dari dosenku dan aku menerimanya. Ternyata seru mengajar anak-anak," senyum Amina.
"Bahasa Belanda kamu sudah bagus ... Bagaimana dengan bahasa Perancis kamu?" tanya Akira.
Amina langsung menunduk. "Masih berantakan ...."
Akira tertawa kecil. "Kamu harusnya nonton film Asterix dan Obelix yang bahasa Perancis."
"Yang benar?"
Akira mengangguk. "Bagaimana jika kita bicara bahasa Belanda. Biar kamu tidak bahasa Jerman terus."
"Baiklah."
***
Istana Brussels Belgia
"Yang Mulia! Yang Mulia!" panggil Isaak Schubert setengah berlari ke Arsyanendra yang sedang berjalan bersama Violet menuju taman istana.
"Ada apa Isaak?" tanya Arsyanendra ke pengawal setianya.
"Ini ... Prince Akira jadi trending topik!" Isaak memperlihatkan ponselnya ke Arsyanendra dan Violet.
Raja dan Ratu Belgia itu melihat foto-foto yang diambil diam-diam, dan dipublikasikan di media sosial baik Instagram, TikTok, X dan sebagainya.
Prince Akira kencan!
Siapa gadis yang bersamanya?
Aku patah hati!
"Ya ampun ... Bisa bahaya untuk Amina ini Sya." Violet menatap cemas ke suaminya.
"Paparazi Belgia tidak separah Inggris, Vi. Jika ada berita aneh-aneh, biar bagian publikasi yang urus!" jawab Arsyanendra. "Ternyata yang namanya Amina cantik ya? Pantas Akira termehek-mehek!"
Violet mengangguk. "Ya ampun, Amina semakin dewasa ya. Tak heran jika Akira tetap setia."
"Dia benar-benar mirip aku kan?" senyum Arsyanendra.
"Iya deh ... Macam kamu dan Papa Sean."
***
Bandara Internasional Brussels
Seorang gadis melihat berita di ponselnya yang menunjukkan foto-foto Akira dan Amina. Wajah gadis itu tampak geram karena pria yang diincarnya masih saja bersama dengan gadis yang dibencinya.
"Kurang ajar! Aku susah payah masuk Royal Military Academy, tetap tidak bertemu Akira karena dia memilih angkatan Laut. Sekarang aku sudah selesai, eh dia masih saja bersama dengan cewek imigran itu! Menjijikan!"
***
Yuhuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu