NovelToon NovelToon
PESANTREN IN LOVE

PESANTREN IN LOVE

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:139.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐀❣️𝐅

Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.

Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.

Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.

Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.

Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.

Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

🍂🍂🍂🍂

"Kalian ini ya, bisa-bisanya melupakan ummi," gerutu ummi yang pura-pura kesal kepada anak dan menantunya.

"Hehehe, maaf ummi."

Gus Atha pun membukakan pintu belakang agar ummi dan istrinya segera masuk di kursi belakang.

Setelah memastikan keduanya sudah duduk nyaman Gus Atha pun langsung menutup pintu dan berlari kecil mengitari mobilnya.

Dengan perlahan Gus Atha meninggalkan parkiran rumah sakit. Pagi menjelang siang jalanan terlihat ramai lancar.

"Sayang kamu pengen beli sesuatu nggak?" tanya Gus Atha sambil memutar setir mobilnya.

"Hubby jalan aja dulu, nanti kalau pengen Zuyyin bilang sama hubby," jawab Zuyyin.

Tak lama kemudian Zuyyin pun menginginkan soto ayam Bu Mar yang ada di pertigaan jalan raya. Ahirnya Gus Atha pun menjalankan kendaraannya sesuai apa yang di katakan Zuyyin.

Setelah sampai di kedai semuanya pun turun dari kendaraannya langsung berjalan menuju tempat penjual soto ayam tersebut.

Ummi pun berjalan bergandengan dengan Zuyyin untuk mencari tempat duduk, sedangkan Gus Atha lengsung menghampiri penjual soto dan memesan 3 porsi soto ayam dan tak lupa minumnya es teh.

Ketiganya pun duduk saling berhadapan. Tiba-tiba ponsel ummi berbunyi dari Abah. Abah yang tak tau kemana perginya penghuni rumah pun langsung menelpon.

📞''Assalamualaikum ummi"

📞"Waalaikumsalam"

📞"Ummi dimana Abah dari tadi nyari ummi tapi gak ada?" Ucap Abah hawatir.

📞" Maaf bah, kami lupa pamit," ucap ummi yang merasa bersalah.

📞"Memangnya sekarang Ummi dimana?" Tanya abah.

📞"Habis dari rumah sakit terus ini lagi makan soto,"

Hingga panjang lebar tadi Abah yang merasa was-was kini sudah lega.

"Kenapa mi?" tanya Gus Atha.

"Ummi lupa tadi gak bilang sama Abah. Jadi di cari deh, Abah hawatir,'' jawab ummi.

Tak lama kemudian pesanan Gus Atha pun datang. Pelayan tersebut menaruh satu persatu mangkuk sotonya, kemudian ummi pun memesan 1 porsi untuk di bungkus buat Abah nanti.

"Silahkan di nikmati mbak, buk" ucap pelayan yang membawakan pesanan Gus Atha lengkap dengan kerupuk dan sambalnya.

"Terima kasih mbak," ucap ummi kepada pelayan tersebut.

"Mbak pesen satu di bungkus ya"

"Iya Bu" pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan meja makan ummi.

Ketiganya pun langsung menikmati soto ayam hingga tandas tak tersisa. Gus Atha yang melihat Zuyyin sangat lahap, Gus Atha pun menawarkan Zuyyin untuk nambah.

"Kamu mau lagi sayang?" Tanya Gus Atha.

"Enggak bie udah kenyang" jawab Zuyyin sambil mengelap mulut dan dahinya dengan tissue.

Keringat pun bercucuran di kening Zuyyin karena menambahkan sambal di mangkuknya tadi.

Seletah selesai Gus Atha pun beranjak pergi terlebih dahulu untuk membayar pesanan yang tadi dia makan.

Kemudian ummi dan Zuyyin yang hendak berdiri tanpa melihat jika ada orang di belakang Zuyyin, Zuyyin pun tanpa sengaja menyenggol seseorang yang ada di belakangnya.

"Astaga!!!" Teriak seorang gadis yang tadinya berjalan di belakang Zuyyin dengan membawa satu porsi soto dengan es jeruk yang berada di tangannya.

"Maaf, maaf mbak kita nggak sengaja," ucap Zuyyin meminta maaf kepada gadis tersebut.

Zuyyin pun mengambilkan tissue yang ada di meja makan nya untuk membersihkan air jeruk yang ada di wajah gadis tersebut.

"Stop!!!" Cegah sang gadis langsung mundur selangkah kebelakang agar Zuyyin tak menjangkau wajah gadis tersebut.

Mendengar larangan dari gadis tersebut Zuyyin pun diam terpaku, tak bisa melakukan apa-apa, meskipun Zuyyin tanpa sengaja melakukan kesalahannya.

"Sekali lagi saya minta maaf mbak," ucap Zuyyin yang meminta maaf untuk kesekian kalinya atas insiden yang tak mengenakkan yang barusan terjadi.

"Kalau mau ngapa-ngapain tuh lihat-lihat dulu!" ucap gadis tersebut dengan ketusnya.

"Sekali lagi saya minta maaf, saya tidak tahu kalau di belakang saya ada orang" ucap Zuyyin yang sudah minta maaf untuk kesekian kalinya namun gadis tersebut masih tidak terima dan mau memaafkan Zuyyin.

"Enak banget minta maaf, lihat baju dan wajah saya jadi kotor, semuanya basah gara-gara kamu," gertak sang gadis tersebut.

"Maaf ya mbak, putri saya dari tadi sudah minta maaf, kenapa mbak nya masih emosi seperti itu!" Sela ummi yang langsung merangkul pundak Zuyyin yang terdiam.

Zuyyin memang bukan gadis yang lemah, dia juga bisa melawan kalau dia tertindas, tapi kali ini Zuyyin merasa dirinya bersalah, karena itu Zuyyin hanya diam tanpa membalas perkataan gadis tersebut.

"Enak saja ibu bilang minta maaf, ibu tidak melihat keadaan ku seperti ini" cerocos gadis tersebut dengan apa yang sudah terjadi.

"Aku dan putriku tahu kalau keadaan mu tidak baik-baik saja, makanya ibu minta maaf kepadamu," ucap Ummi dengan ekspresi wajah yang tengah menahan amarahnya.

"Semua ini tidak bisa di selesaikan dengan kata maaf, lihat lah baju ku sudah basah gara-gara putrimu yang sangat ceroboh ini," ucap gadis tersebut dengan emosinya yang masih menggebu-gebu.

Ummi pun menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, seolah mengumpulkan rasa sabarnya yang hampir habis.

"Sekarang katakan apa maumu? Kita sudah minta maaf seperti apa yang harus saya katakan, tapi kamu melakukan sesuatu yang tidak baik maka kami tak segan-segan untuk melawannya," ucap ummi yang tak dapat menahan emosinya.

"Ganti rugi!" Kalian harus mengganti bajuku yang basah ini dengan yang baru," ucap gadis tersebut.

Tiba-tiba Gus Atha pun datang karena telah lama menunggu ummi dan istrinya tak kunjung keluar dari kedai tersebut.

"Ada apa ini?'' suara Gus Atha seketika mengejutkan gadis tersebut dan pelanggan yang ada di situ.

"Atha" lirih Ummi yang merasa jika atha datang tepat waktu.

"Atha" ucap gadis tersebut yang sejak tadi berperang mulut dengan ummi dan Zuyyin. Gadis itu seakan tak berkutik saat mendengar suara dari Gus Atha.

"Ada apa? Cepat katakan, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Gus Atha berada di belakang gadis tersebut.

"Aku enggak sengaja menumpahkan es milik mbak ini bie, tapi aku sudah meminta maaf berkali-kali akan tetapi mbak ini tak mau memaafkan Zuyyin. Dan mbak ini meminta ganti rugi untuk membelikan baju yang baru," ucap Zuyyin panjang lebar.

Perlahan tapi pasti gadis itu meyakinkan dirinya bahwa yang ada di belakangnya bukan lah Atha yang ia kenal.

Kemudian gadis tersebut menengok kebelakang.

"Atha!!!" Ucap gadis itu terkejut.

"Amira" sahut Gus Atha dengan ekspresi terkejut karena yang sejak tadi bertengkar dengan istrinya adalah gadis yang dulu pernah terobsesi dengan Gus Atha.

"Kenapa kamu ada di sini tha? Dan kenapa kamu sangat perhatian sekali sama mereka? Tanya Amira dengan penuh rasa penasaran dan ekspresi yang tak bisa di tebak.

Harusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu Amira, apa yang sedang kau lakukan di sini?" bukannya menjawab Gus Atha malah melempar pertanyaan kepada Amira.

"Aku sedang makan soto kesukaan ku Atha," jawab Amira yang sudah terlihat akrab tanpa ada rasa canggung.

"Dan kenapa kamu berbicara teriak dengan mereka?" Gus Atha kembali bertanya dengan tatapan yang menusuk dan melihat dari sorot mata Amira seolah dia mencari kejujuran di dalamnya.

Kamu lihatkan!!! gadis ini menyenggol es teh milik ku dan lihatlah wajah dan bajuku basah oleh karenanya," Amira terlihat mengadu pada Atha.

Zuyyin yang dari tadi terdiam tanpa sepatah katapun kini melihat keakraban yang terjadi di antara suaminya dan Amira, sungguh terlihat begitu akrab seolah keduanya telah berteman lama.

"Apa mereka sudah meminta maaf kepada mu?" Tanya Gus Atha kepada Amira karena Ummi dan Zuyyin adalah prioritas utama bagi dirinya.

"Lihatlah, tapi wajah dan bajuku sudah basah karena kelakuan dia," adu Amira kepada Gus Atha.

Seharusnya kamu tidak usah marah-marah karena baju kamu basah, harusnya kamu harus lebih sopan kepada yang tua Amira," ucap Gus Atha penuh penekanan.

"Terus akua harus bagaimana?" Ucap Amira yang memasang wajah polos dan itu membuat Zuyyin merasa jijik karena tingkah Amira.

"Biasanya Gus Atha akan bersikap dingin kepada orang yang tidak dia kenal, namun kali ini sangat berbeda. Sebenarnya siapa gadis ini" gumam Zuyyin dalam hati.

"Harusnya kamu bisa langsung pulang dan mengganti bajumu dan tak usah berteriak-teriak seperti tadi, tidak ada manfaatnya sama sekali" ucap Gus Atha yang merasa jengkel dengan Amira.

"Seharusnya mereka bertanggung jawab dulu kepadaku, baru aku merasa lega. Enak saja dia sudah melakukan kesalahan tapi tidak mau bertanggung jawab" cerocos Amira lagi.

"Tanggung jawab seperti apa yang kau inginkan Amira! Mereka adalah keluarga ku sedangkan ibu yang kau tunjuk itu adalah ibuku dan itu istriku" jelas Gus Atha panjang lebar.

"Maaf aku tak tau kalau mereka adalah keluargamu" ucap Amira penuh sesal dan menundukkan kepalanya.

"Sudahlah aku memaafkan mu lainkali jangan kau ulangi lagi, meskipun itu dengan orang lain. Apa kamu mengerti Amira!" ucap Gus Atha penuh penekanan

Amira pun hanya menganggukkan kepalanya.

Gus Atha pun mengajak Ummi dan Zuyyin langsung pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju di mobil.

Kini Gus Atha pun kembali membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai lancar tersebut, tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah. Gus Atha pun memarkirkan kendaraan langsung di garasi mobil samping rumah.

Ketiganya pun turun dan langsung masuk lewat pintu samping dan ternyata Abah sudah menunggu di ruang tamu.

"Assalamualaikum Abah," ucap ummi langsung menerima uluran tangan Abah.

Ketiganya pun langsung bergantian menyalami Abah dan langsung duduk di sofa tersebut.

"Waalaikumsalam, emang siapa yang sakit sampai-sampai kalian tidak memberi tahu Abah!"

"Bukan sakit abah, tapi kita akan segera punya cucu," ucap ummi bahagia karena akan segera mempunyai cucu.

"Alhamdulillah,"

Setelah lama mengobrol kini Gus Atha minta izin untuk mengajak Zuyyin istirahat.

1
Cut Risnawati
Luar biasa
Zuny Achmad
mksih kak 2024 kbaca lagi gk bosen pokok nya suka sekali ma karya nya
𝐙⃝🦜𝐀❣️𝐅: makasih 😍😘
total 1 replies
Rofiqoh Fiqoh
gak ada foto gambar nya kak
𝐙⃝🦜𝐀❣️𝐅: pake imajinasi sendiri aja kak😅
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
🔵ᴷᴱ𝐂𝐡𝐮𝐧⁶⁴ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
nah bener tuh biar gak kelayapan kemana2
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Visualnya Unik-unik dan mantap 👍👍
𝕱𝖆𝖓𝖘⁹³
pertemuan nya di pasar
✮⃝🍌 ᷢ ͩ𝐗𝐈𝐖𝐄𝐈⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mkasih bnyak ilmu yg di dpat
⏤͟͟͞Rᶻᵃˡ_⁶⁰
semangat bund
⏤͟͟͞Rᶻᵃˡ_⁵⁹
kereeenn
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁸
waw dah ketemu mertua ajah🤭
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁷
di tunggu selanjutnya Mak🤭☺️☺️
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁶
semangat Mak buat karya nya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁴
semangat berkarya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵³
sangat menarik
𝗔💖𝗙³⁵
syeger tuh minum es cendol ☺️
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵²
keren
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵¹
semangat untuk karya nya
𝙵𝙰𝙽𝚉𝙰⁵⁰
keren buat karya nya
Yaya
jalur langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!