NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Kristal

Pendekar Pedang Kristal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.

Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.

Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.

Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.

Saat semuanya terungkap…

siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kelompok yang Tidak Diinginkan

​Gema pengumuman ranah kultivasi Chen Kai masih menyisakan keheningan mencekam di Aula Naga Biru. Ribuan pasang mata kini mengikuti setiap gerak-gerik pemuda itu, ada yang menatap dengan iri, namun lebih banyak yang menatap dengan rasa takut yang murni. Jiwa Sejati di usia tujuh belas tahun adalah anomali yang belum pernah terjadi dalam satu milenium terakhir.

​Penatua penguji berdeham keras, mencoba mengembalikan kewibawaannya yang sempat goyah. "Ujian potensi telah selesai! Sekarang, dengarkan pembagian kelompok kalian. Di akademi ini, kalian tidak akan bertahan sendirian. Kelompok terdiri dari dua hingga tiga orang berdasarkan kecocokan elemen dan potensi yang saling melengkapi."

​Satu per satu nama dipanggil. Para murid mulai berkumpul dengan rekan setim mereka. Ada yang bersorak gembira karena mendapatkan rekan yang kuat, ada pula yang mengeluh karena harus berbagi beban dengan murid yang lebih lemah.

​"Selanjutnya... Kelompok 44," suara Penatua itu menggema, sedikit tertahan saat membaca daftar di tangannya. "Chen Kai dan... Lin Xia!"

​Dunia seolah berhenti sejenak bagi Lin Xia. Gadis berjubah abu-abu itu mematung, wajahnya yang tadi pucat kini memerah karena panik dan malu. Ia melihat ke arah Chen Kai, yang masih berdiri tegak dengan aura sedingin es.

​"A-aku... satu kelompok dengan... monster itu?" bisik Lin Xia pada dirinya sendiri. Tangannya gemetar hebat saat ia mencoba melangkah mendekati Chen Kai.

​Di sisi lain, gumaman mulai pecah di antara kerumunan.

"Lihat itu! Jenius tingkat gila harus dipasangkan dengan sampah dari desa?"

"Kaisar pasti sedang bercanda. Gadis itu bahkan hampir gagal di tahap Manifestasi Roh!"

"Ini bukan kelompok, ini adalah bencana bagi Chen Kai."

​Lin Xia mendengar semua itu. Kepalanya tertunduk makin dalam, rambutnya yang berantakan menutupi matanya yang mulai berkaca-kaca. Dengan langkah kecil yang ragu, ia berdiri di belakang Chen Kai, tidak berani mendekat lebih dari dua meter.

​"M-maaf..." bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar di tengah kebisingan aula. "Maaf karena aku harus menjadi rekanmu. Aku tahu aku hanya akan menghambatmu."

​Chen Kai tidak menoleh. Ia menatap lurus ke depan, ke arah panggung Penatua dengan pandangan yang tak terbaca. "Berhenti meminta maaf," ucapnya datar. "Permintaan maaf tidak akan menaikkan ranah kultivasimu."

​Kalimat itu tajam seperti belati, membuat Lin Xia tersentak.

​"Ikut aku!" perintah Chen Kai singkat. Ia mulai berjalan menuju paviliun asrama khusus kelompok, tanpa peduli apakah Lin Xia bisa mengikutinya atau tidak.

​Sepanjang perjalanan melintasi taman akademi yang megah, keheningan di antara mereka terasa sangat menyesakkan. Lin Xia berusaha mengejar langkah Chen Kai yang lebar sambil memeluk erat tas kecilnya yang berisi tanaman obat.

​"Namaku Lin Xia," ucap gadis itu tiba-tiba, mencoba memberanikan diri meski suaranya bergetar. "A-aku berasal dari Sekte Pengobatan kecil di perbatasan Barat. Aku tahu aku tidak kuat dalam bertarung, tapi aku bisa meracik obat dan membantu pemulihan Qi..."

​Langkah Chen Kai terhenti mendadak. Ia berbalik, membuat Lin Xia hampir menabrak dadanya. Chen Kai menatap gadis itu dengan mata kristalnya yang tajam, seolah sedang membedah setiap rahasia yang disimpan Lin Xia.

​"Dengar," suara Chen Kai rendah namun sangat menekan. "Aku tidak peduli dari mana asalmu atau apa kemampuanmu. Di kelompok ini, jangan pernah menghalangi jalanku. Jika kau tidak bisa mengikuti kecepatanku, kau akan tertinggal dan mati. Aku tidak punya waktu untuk menjadi pengasuh."

​Lin Xia tertegun. Ia bisa merasakan kebencian dan luka yang sangat dalam memancar dari aura pemuda di depannya. Itu bukan sekadar kesombongan, tapi sebuah tembok yang dibangun dari trauma bertahun-tahun.

​"Aku... aku tidak minta diasuh," jawab Lin Xia, kali ini dengan nada yang sedikit lebih tegas meski matanya masih terlihat ketakutan. "Aku akan berusaha. Aku akan membuktikan bahwa aku berguna."

​Chen Kai mendengus tipis, sebuah ekspresi yang hampir menyerupai seringai dingin. "Kita lihat saja nanti, Gadis Obat."

​Saat mereka sampai di depan paviliun asrama kelompok, seorang murid senior dengan seragam berwarna biru tua menghadang jalan mereka. Di dadanya tersemat lencana Klan Macan Putih, salah satu klan besar yang juga merupakan pilar kekaisaran.

​"Jadi ini dia, 'Sang Jenius' yang menghancurkan Pilar Gema Sukma?" murid senior itu menyeringai, matanya menatap Pedang Kristal Abadi di punggung Chen Kai dengan penuh nafsu. "Aku adalah Wang He. Selamat datang di asrama kelompok, Junior. Tapi sebelum masuk, ada tradisi yang harus kau jalani. Berikan tas penyimpananmu dan pedang aneh itu sebagai 'biaya keamanan' di sini."

​Lin Xia mundur ketakutan, bersembunyi di balik punggung Chen Kai. Namun, ia terkejut saat melihat tangan Chen Kai sudah berada di gagang pedangnya, dan suhu di sekitar mereka mendadak turun hingga salju tipis mulai turun di musim panas tersebut.

​"Kau ingin pedang ini?" Chen Kai bertanya dengan nada bicara yang sangat tenang—ketenangan sebelum badai. "Ambillah jika kau ingin kehilangan tanganmu selamanya."

1
Nanik S
apakah mereka sampai ke Kuil Langit
YANI AHMAD
baru tau ada kultivator pake ketapel 😅😅
YANI AHMAD
good job Thor 😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🦀
Etan Ballideeg Bloodo
Sasuke
Nanik S
Kia... membangkitkan Mayat..
Nanik S
Kai... mereka mau memakan kita
Nanik S
Mengganggu Lin Kia
Nanik S
Kisah yang mengharukan
Nanik S
KXia sudah mulai Normal hatinya
Nanik S
Kai... betapa pusingnya mengajari Xia
Nanik S
Lin Xia... jiwanya sudah orang lain
Nanik S
Pengganggu harus disingkirkan
Nanik S
Cuuuuuus
Nanik S
Apakah Lin Xia akan sadar kembali
Nanik S
Boneka mayat
Nanik S
Semoga Lin Xia sedikit demi sedikit bisa mengingat
Nanik S
Kai... kenapa memaksakan diri membuat Lin Xia bangkit
Nanik S
Kia... kenapa jadi hantu
Nanik S
Apakah Dia akan menjadi Iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!