NovelToon NovelToon
Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova

Status: tamat
Genre:Duda / One Night Stand / Beda Usia / Tamat
Popularitas:9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Spin Off Tawanan Cinta Pria Dewasa.

Dua kali gagal dalam pernikahan, Justin Anderson menganggap semua wanita itu sama. Sebatas mainan dan hanya merepotkan, bahkan tidak ada wanita yang membuat dia betah.

Hingga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis cantik yang terjebak keadaan. Agny Tabina, gadis belia yang dipaksa terjun ke dunia malam akibat keserakahan pamannya.

"500 juta ... tawaran terakhir, berikan gadis itu padaku." - Justin Anderson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Perlu!! (Justin)

Setelah perdebatan panjang perkara jaket yang ingin Justin berikan padanya, kini keduanya sudah berada di perjalanan menuju rumah paman Agny. Tentu saja mereka menyempatkan makan malam lebih dahulu karena Justin khawatir Agny akan terlalu lapar jika menunggu pulang nanti.

Perjalanan yang cukup menyenangkan, Agny menatap kelluar dengan wajah sumringah seraya menikmati angin dari luar jendela. Justin yang mulai merasa terusik dengan hembusan angin malam tersebut segera menutup jendela mobil padahal wajah Agny bahkan sengaja sedikit keluar lantaran dia merasa butuh disapa angin segar itu.

"Ck, kok ditutup?"

"Dingin, nanti kamu masuk angin," ujar Justin sebenarnya dia juga khawatir tentang kesehatannya sendiri, ini adalah kali ketiga Agny membantahnya.

Beberapa saat memang dia menurut, akan tetapi sepuluh menit kemudian jemari Agny kembali berulah pelan dan dia kembali bisa menikmati dinginnya angin malam ini. Akan tetapi, ini adalah kali terakhir dan bagi Justin tidak ada kata ampun hingga dia menarik paksa tubuh Agny agar terbaring di pangkuannya.

Brugh

"Aaww, kenapa harus gini? Aku tidak nyaman."

"Kamu pembangkang, sudah kukatakan jangan buka masih saja ... diam di sini," titah Justin menepuk pelan pundaknya seakan itu bukan sebuah pelampiasan amarah melainkan cara Justin membuatnya tertidur.

Agny dengan segala pikiran buruknya mengira jika Justin tengah berusaha membuatnya melakukan hal gila selama Justin mengemudia. Sontak saja wanita itu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan dan itu Justin sadari tentu saja.

"Kamu kenapa? Mual ya?"

Walau pikiran Agny sudah seburuk itu, Justin masih berpikir jika wanita itu kenapa-kenapa akibat ulahnya. Terlebih lagi ketika Agny mengangguk, sontak dia melepaskan Agny dan membiarkan wanita itu duduk dengan posisi sebenarnya.

"Masih lama?"

"Jalan saja terus, nanti belok diri diperempatan jalan ... jalan terus, belok kanan terus kanan lagi nah diujung baru belok kiri, setelah it_"

"Stop, sekiranya masih sepanjang itu tidak perlu kamu jelaskan sekarang, Sayang."

Justin terkekeh dan menganggap jika wanita ini selain tidak penurut dan sedikit menyebalkan, akan tetapi sedikit menguji kesabaran juga. Jika masih serumit itu seharusnya Agny cukup menjawab satu kalimat saja terkait kebenaran masih jauh atau tidaknya.

"Siapa tahu butuh sekarang, maksudnya biar tidak kerja dua kali," ucapnya sama persis seperti sendok tadi pagi, padahal cara kerja dia sendiri yang dua kali dan dapat dikatakan ribet.

"Nanti," jawab Jusrin masih berusaha menahan sabarnya karena sejak dahulu dia sudah terbiasa.

Sepanjang perjalanan hati Agny sebenarnya tidak tenang sama sekali. Semakin dekat jarak mereka pada tujuan, hati Agny kian gugup dan khawatir jika pria pemabuk itu ada di rumah dan meminta hal macam-macam dari Justin.

Hingga, ketika mereka benar-benar tiba di sebuah rumah yang cukup besar itu hati Agny semakin tidak aman. Apalagi, ketika dia menyaksikan betapa ramai teman-teman pamannya di teras, ini adalah hal biasa hanya saja Agny khawatir jika Justin terkena imbasnya.

"Om kamu kaya, kenapa bisa dia men_"

"Men apa? Menjualku?"

Benar, itu maksud Justin. Bagaimana dia tidak terkejut, rumah paman Agny cukup mewah dan alangkah tidak punya harga dirinya sampai menjadikan Agny oenghasil uang, bahkan berapapun yang Agny dapatkan tetap mereka embat juga.

"Bisa saja, ini rumah Papa dulunya ... tapi, kata mereka sekalipun rumah ini jatuh ke tangan mereka, hutang Papa tidak akan cukup makanya aku yang harus tanggung sisanya," ucap Agny tersenyum getir dan ini adalah kali pertama Justin sampai bungkam mendengar ucapannya.

"Sudah, jangan pikirkan ... aku turun dulu, Om tunggu di sini ya," ujar Agny, namun secepat mungkin Justin mencekal tangannya dan dia meggeleng kemudian, demi Tuhan Justin tidak rela jika orang-orang di depannya itu melihat Agny seenaknya.

"Aku ikut."

Agny hanya mengangguk, dan pria itu turun lebih dulu. Baru saja kakinya turun satu, mata orang-orang itu sudah tertuju padanya. Hanya saja, Justin memilih tidak peduli dan dia segera membukakan pintu untuk Agny.

Agny adalah miliknya, pria tua itu juga sudah mengetahui siapa Justin dari Edward hingga dia hanya memilih menatap seraya bersedekap dada ketika melihat Justin dan Agny kian dekat, ketika mereka hendak menginjak teras barulah dia beranjak.

"Ada apa, Tuan Justin? Apa anak itu mengecewakan sampai dikembalikan?"

"Kau tahu siapa aku? Baguslah," ungkap Justin lebih berani ketika pria itu mengutarakan sebuah pertanyaan tersebut. Jika benar dia tahu siapa Justin, maka itu adalah hal bagus dan Justin tidak perlu menjelaskan panjang lebar seakan hendak melamar seorang gadis pada orang tuanya.

"Ah iya, Edward cerita banyak tentang Anda ... senang mengenalmu, aku masih punya yang baru jika kau merasa bosan dengan mainanmu yang ini," ucap pria itu tanpa rasa bersalah dan sontak saja Agny mengepalkan tangannya.

"Tidak, ini sudah lebih dari cukup ... satu saja tidak habis-habis, oh iya apa kami boleh masuk sebentar? Agny ingin mengambil barang-barangnya." Justin berbicara padanya seakan benar-benar sosok pembeli pada penjual, tanpa pikir panjang pria itu memberikan izin dan tidak banyak protes. Jelas saja demikian, dia mendapat banyak uang dari Edward yang diketahui berawal dari Justin.

.

.

.

To Be Continue -

Yuhu ... aku up langsung dua, karena mau aku atur satu ini di jam 12 tanggung kan ya. Aku ada perjalanan dan kemungkinan sampainya sore, Insya Allah up banyak tapi part tambahan nyusul sore ya. Tapi, asli ramein dulu kolom komennya karena penulisnya merasa kesepian weh.

1
Tama Mbul
selalu suka karya kak desy
ayu cantik
suka
Irham Maulana Ananta Nur
kocak banget... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Irham Maulana Ananta Nur
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
SNN 💠
bagus 🎀
Cipika Cipiki
indah sekali persahabatan yang menjadi saudara 🥰
Cipika Cipiki
woww aku suka caranya menghilangkan jejak 😍 udah kayak mafia nih Justin 😄
Cipika Cipiki
ya Allah kocak banget ceritanya 🤣🤣
Linda Febri
selalu bagusss
Diyah Saja
sayng nya aku baru tau karya mbak Desi di awal tahun 2026 gara2 nopel nya bang faas😁
Diyah Saja
malah besanan bang Entin sama bang Evan 🤣🤣
Diyah Saja
wehh yg katanya wanita itu ribet wkkwwk 😁😁😁
Mei Saroha
fabian anaknya aruni bukan sih ini? aruni bukannya nanti anak nya renaga ya?
Diyah Saja
wkwkwkwkw 🤣🤣🤣🤣
Diyah Saja
hahahahahastaga🤣🤣🤣
Diyah Saja
aman duda tajir itu mah
Diyah Saja
bakalan lucu ini ntar😁
Mei Saroha
serah lu aja dah Justin, yg ada di depan mata samber aja
Ayu Rinjani
candu pokoknya sm novel kk..
ttep semngat ya ka menulis certa2 bru selnjutnyaa ..
Ayu Rinjani
ya Allah ya Allah babang justin.. 😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!