NovelToon NovelToon
Dia Datang Dari Langit

Dia Datang Dari Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Beda Usia / Cinta Beda Dunia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: MZI

Sinopsis "Alien Dari Langit"

Zack adalah makhluk luar angkasa yang telah hidup selama ratusan tahun. Ia telah berkali-kali mengganti identitasnya untuk beradaptasi dengan dunia manusia. Kini, ia menjalani kehidupan sebagai seorang dokter muda berbakat berusia 28 tahun di sebuah rumah sakit ternama.

Namun, kehidupannya yang tenang berubah ketika ia bertemu dengan seorang pasien—seorang gadis kelas 3 SMA yang ceria dan penuh rasa ingin tahu. Gadis itu, yang awalnya hanya pasien biasa, mulai tertarik pada Zack. Dengan caranya sendiri, ia berusaha mendekati dokter misterius itu, tanpa mengetahui rahasia besar yang tersembunyi di balik sosok pria tampan tersebut.

Sementara itu, Zack mulai merasakan sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya—ketertarikan yang berbeda terhadap manusia. Di antara batas identitasnya sebagai makhluk luar angkasa dan kehidupan fana di bumi, Zack dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menjalani perannya sebagai manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MZI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Perjuangan Elly Melawan 'Penyakitnya'

Adegan 1: Taktik Licik di Rumah

Setelah ‘diusir’ dari ruang praktik Zack, Elly pulang dengan tekad kuat. Jika dokter tidak memberinya izin libur, maka dia harus mencari cara lain!

Di rumah, ayahnya sedang membaca koran di ruang tamu ketika Elly masuk dengan langkah lesu dan wajah penuh penderitaan.

“Ayah…” suara Elly dibuat serak, penuh derita.

Ayahnya melirik dari balik koran. “Hmm?”

“Aku…” Elly terhuyung dramatis. “Aku mungkin… tidak akan bertahan lama.”

Ayahnya menurunkan koran dengan alis terangkat. “Lho? Kamu sakit apa?”

Elly menarik napas panjang. “Dokter Zack bilang… aku terkena penyakit bulanan yang berlangsung hampir seminggu!”

Ayahnya menatapnya lama, lalu menghela napas. “Elly… itu namanya menstruasi.”

Elly langsung cemberut. “Ayah, jangan sebut nama penyakit itu! Aku jadi makin lemas…”

Ayahnya memutar bola mata. “Jadi, kamu mau apa?”

Elly menghela napas panjang. “Aku pikir, untuk kebaikan kesehatan dan stabilitas emosionalku, aku harus libur sekolah selama seminggu.”

Ayahnya terdiam. Lalu, dengan wajah polos, ia berkata, “Oh, jadi selama ini semua perempuan libur kerja dan sekolah setiap bulan?”

Elly terkejut. “Eh?”

Ayahnya melanjutkan. “Berarti perawat di rumah sakit pada cuti semua ya tiap bulan?”

Elly mulai merasa ada yang salah. “Err…”

Ayahnya tersenyum penuh kemenangan. “Dan kalau semua perempuan libur pas menstruasi, berarti dokter perempuan juga nggak kerja dong? Wah, rumah sakit bakal kekurangan tenaga!”

Elly panik. “T-tapi ini kasus khusus! Aku lebih parah dari yang lain! Ini kondisi kritis!”

Ayahnya menyilangkan tangan. “Kritis gimana? Bisa jalan?”

Elly mengangguk.

“Bisa makan?”

Elly kembali mengangguk.

“Bisa ngomel?”

Elly mulai curiga. “…Ya.”

Ayahnya terkekeh. “Ya sudah, berarti bisa sekolah.”

Elly langsung terduduk dengan wajah putus asa. “Ayah tidak punya hati…”

Ayahnya menepuk pundaknya sambil tersenyum jahil. “Nak, kalau semua perempuan libur pas datang bulan, dunia bisa kacau.”

Adegan 2: Taktik di Sekolah

Karena gagal di rumah, Elly mengubah strateginya. Dia masuk kelas dengan wajah penuh penderitaan, mencoba menarik simpati teman-temannya.

“Sahabat-sahabatku… mungkin ini adalah hari terakhir kita bersama.”

Teman-temannya langsung terkejut. “Hah?! Kenapa, Elly?!”

Elly menunduk dramatis. “Aku terkena penyakit langka yang membuatku menderita selama seminggu penuh!”

Salah satu temannya, Lisa, mendekat dengan wajah cemas. “Penyakit apa?!”

Elly menarik napas panjang sebelum berbisik, “Datang bulan…”

Lisa langsung menatapnya datar. “Itu bukan penyakit.”

Elly terkejut. “Tapi aku menderita!”

Lisa mengangkat bahu. “Ya, aku juga. Semua perempuan juga.”

Elly menunjuknya dengan wajah penuh harapan. “Jadi, kita bisa mogok sekolah bersama!”

Lisa menatapnya tanpa ekspresi. “Enggak.”

Elly langsung terduduk lemas. “Kejam…”

Adegan 3: Pertemuan Tak Terduga

Saat pulang sekolah, Elly berjalan dengan langkah gontai, masih meratapi kegagalannya mendapatkan izin libur. Namun, di tengah jalan, dia melihat sosok yang sangat familiar.

Dokter Zack.

Elly langsung menyalakan mode ‘protes’. Dia berlari kecil mendekat dan menarik jas lab Zack.

“Dokter! Ini semua salahmu!”

Zack menatapnya malas. “Lagi?”

Elly menunjuk dirinya sendiri. “Aku gagal dapat izin libur! Ayah nggak kasih! Teman-temanku juga nggak mau ikut mogok sekolah! Aku menderita sendirian!”

Zack menatapnya datar. “Aku ingat jelas kalau aku nggak pernah bilang kamu boleh libur.”

Elly memelototinya. “Tapi kalau dokter kasih surat izin, semuanya bakal selesai!”

Zack mengangkat alis. “Lalu kenapa aku harus melakukan itu?”

Elly menyilangkan tangan. “Karena aku pasien setiamu?”

Zack terkekeh. “Kalau semua pasien sepertimu, aku sudah berhenti jadi dokter.”

Elly langsung menggembungkan pipinya kesal. “Jahat! Aku ini sedang sekarat!”

Zack menatapnya lama sebelum menjawab, “Kalau kamu masih bisa teriak-teriak, berarti kamu baik-baik saja.”

Elly langsung terduduk di trotoar dengan wajah dramatis. “Kenapa semua orang jahat padaku…”

Zack menghela napas panjang dan akhirnya berkata, “Oke, denger. Kamu nggak sendirian. Semua perempuan mengalami ini. Kamu hanya perlu istirahat cukup, makan yang benar, dan berhenti mencari alasan buat bolos.”

Elly mengerucutkan bibir. “Tapi…”

Zack menepuk kepalanya pelan. “Nggak ada tapi-tapian. Kamu bisa bertahan.”

Elly akhirnya mendengus, tapi diam-diam tersenyum kecil. “…Baiklah.”

Zack melangkah pergi, tapi sebelum itu, dia menoleh. “Dan jangan coba-coba bikin drama lagi, ya?”

Elly mendelik. “Terserah aku lah!”

Namun, saat Zack sudah berjalan menjauh, Elly tersenyum sendiri.

Mungkin, ‘penyakit’ ini memang bukan yang terburuk. Terutama kalau ada seseorang yang bisa diandalkan untuk mendengarkan keluhannya—meskipun dia selalu menjawab dengan menyebalkan.

Setelah gagal total dalam misinya mendapatkan izin libur, Elly mulai menyusun rencana balas dendam untuk Zack.

"Dokter dingin itu harus merasakan penderitaanku!" pikirnya penuh tekad.

Di rumah, ia menatap layar laptopnya, mengetik di mesin pencari:

"Cara membuat dokter kesal tanpa melanggar hukum."

Hasil pencarian?

Tanyakan pertanyaan aneh tentang medis.

Datang ke rumah sakit tanpa alasan.

Kirim pasien palsu.

Buat mereka kehabisan kopi.

Elly tersenyum licik. “Hehe, yang nomor empat menarik.”

Adegan 1: Operasi Sabotase Kopi Zack

Keesokan harinya, Elly kembali ke rumah sakit dengan rencana besar. Ia berjalan ke kafetaria rumah sakit, mendekati salah satu perawat yang sedang menikmati kopi pagi mereka.

"Hei, Kak Siska," sapa Elly manis.

Perawat itu menatapnya curiga. “Kenapa aku merasa kamu mau minta sesuatu?”

Elly tersenyum polos. "Oh, nggak, cuma mau tanya… Dokter Zack biasanya minum kopi di mana?"

Siska terkekeh. “Oh, gampang. Dia selalu beli kopi di mesin otomatis dekat ruang staf. Nggak bisa kerja tanpa itu.”

Mata Elly berbinar. Target dikunci!

Setelah memastikan Zack sibuk dengan pasien, Elly langsung melangkah ke mesin kopi itu. Dengan hati-hati, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan… selembar kertas bertuliskan "MESIN RUSAK."

Dengan cepat, ia menempelkannya di mesin kopi dan berlari ke sudut untuk mengamati.

Lima menit berlalu…

Sepuluh menit…

Lalu, muncullah Dokter Zack.

Zack berjalan mendekati mesin kopi dengan langkah santai. Namun, begitu melihat tulisan "MESIN RUSAK," ekspresinya berubah.

Ia diam sejenak.

Lalu, dengan ekspresi datar, ia mengetuk mesin itu. Tidak bereaksi.

Zack menarik napas panjang.

“…Hari ini akan berat.”

Elly menahan tawa di sudut ruangan. Rencana tahap satu berhasil!

Adegan 2: Serangan Pertanyaan Aneh

Setelah Zack kehilangan sumber kafeinnya, Elly memutuskan untuk meningkatkan serangan.

Dengan penuh percaya diri, ia mengetuk pintu ruang praktik Zack.

Tok tok tok!

“Masuk.”

Elly menyelipkan kepalanya ke dalam. “Dok, aku mau konsultasi.”

Zack menghela napas. “Kamu lagi?”

Elly duduk dengan santai. “Tapi kali ini serius. Aku punya pertanyaan medis penting.”

Zack menyandarkan diri ke kursi. “Oke, apa?”

Elly mengangkat tangannya dramatis. “Apa yang terjadi kalau seseorang makan es krim dan sup panas bersamaan?”

Zack menatapnya. “…Kamu ngetes aku?”

Elly menggeleng sungguh-sungguh. “Nggak, aku penasaran!”

Zack memijat pelipisnya. “Secara teori, tubuhmu bakal menyesuaikan suhu makanan itu, tapi…”

Elly mengangkat tangan. “Tapi apa? Bisa bikin kepala meledak?”

Zack terdiam sejenak. “Iya, Elly. Bisa bikin kepala meledak.”

Elly menatapnya serius. “Hah? Beneran?!”

Zack menatapnya tanpa berkedip. “Tentu saja tidak.”

Elly mendengus. “Huh! Dokter Zack nggak asik!”

Zack menghela napas panjang. “Elly, aku punya pasien sungguhan yang perlu kutangani.”

Elly tersenyum jahil. “Tapi aku juga pasien langgananmu, kan?”

Zack menatapnya tajam. “Lebih tepatnya, pasien dengan tingkat keanehan di atas normal.”

Elly berdiri dengan bangga. “Yah, setidaknya aku spesial!”

Zack hanya bisa menatap langit-langit dengan ekspresi pasrah. Gadis ini benar-benar tidak ada obatnya.

Adegan 3: Karmanya Datang

Elly merasa puas dengan aksinya hari itu. Namun, begitu ia keluar dari ruangan Zack, seorang perawat memanggilnya.

“Elly, ini dari Direktur.”

Elly menerima surat itu dan membaca isinya.

“Elly, ayah dengar kamu bolos kelas buat ke rumah sakit lagi. Pulang sekarang juga, atau uang jajan dipotong sebulan.”

Elly langsung pucat. KENA BATU!

Dengan langkah berat, ia kembali ke ruang Zack, membuka pintu sedikit, dan mengintip.

Zack, yang sudah kembali bekerja, mendongak. “Kamu masih di sini?”

Elly tersenyum canggung. “Eh… Dok, bisa tulisin surat keterangan ‘butuh perawatan intensif’ buat aku?”

Zack menatapnya lama, lalu tersenyum miring.

“Tidak.”

Elly langsung tertunduk lemas. “Jahat…”

Zack terkekeh. “Kamu yang mulai.”

Dengan langkah gontai, Elly keluar dari rumah sakit sambil memikirkan cara lain untuk mengalahkan Zack di babak selanjutnya.

Namun, jauh di dalam hatinya, ia menikmati pertengkaran kecil mereka lebih dari yang mau ia akui.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!