"Semisal kamu tinggal di desa gimana?"
Ares lelaki pandai hanya diam dan tak bisa berkata-kata.Selama bertahun-tahun ia sudah hidup di kota,ia tak ingin tinggal di desa.Namun keluarganya memaksa agar ia tinggal dan bersekolah di sana.
Sebagai anak kota ia harus menelusuri kota yang bernama Kediri itu,rupa adalah kota yang megah nan indah.Dan itu membuatnya tertarik untuk berangkat ke kota tersebut.
Namun,di sisi lain dari kota itu menyimpan banyak misteri dan masalah-masalah yang di sembunyikan dari publik.
Kota ini akan menjadi apa nantinya? Lebih bagus atau Hancur tak tersisa? Perjalanan ini harus kita takluk kan. Dan sekarang,Ares akan mengalami tragedi apa di sana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Approniar Rizky prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Aku rasa ini akan berakhir sia-sia saja. Aku telah menghadapi kematian berkali-kali,segala yang pernah aku tatap dan temui telah mati di telan waktu dan bumi. Di dalam alam raya yang hanya gelap di sini,aku mulai bisa menerima sedikit demi sedikit rasa yang selama ini diriku bantah dan tolak begitu saja.
"Oh,jadi memang itu tujuanmu tetapi memilih bereinkarnasi berkali-kali,Ares?"
"Ya. Namun,aku tak tahu. Apakah aku akan mengakhiri sekarang atau nanti."
Telinga ini terasa berdenging begitu kencang. Sakit. Aku hanya bisa menutup kedua mata dan telinga ini dengan kedua tanganku,diriku bisa mendengarnya. Iya. Ia ada di sekitar sini,bukan berada di alam yang pernah aku temui saat itu.
Sebuah sengatan merajam ke otak dan sedikit aku mulai bisa berpikir jernih. Aku teringat saat pertama kali aku mengenal sangat kedua orang tuaku dan masa lalu ku.
Mereka,orang tuaku. Djokovic dan Sagnari,yang pada saat itu masih dalam keadaan belum memiliki seorang anak sama sekali. Sagnari kehilangan berbagai buah hatinya dan tak ada satupun anak yang ingin di adopsi oleh mereka. Djokovic yang masih berprofesi sebagai seorang pembunuh bayaran dan Sagnari seorang mata-mata dari organisasi rahasia itu,ingin sekali memiliki seorang anak. Bahkan,saat mereka sudah di ujung tanduk ke syahwatan mereka. Tak ada satupun sebuah tanda-tanda kehamilan dari Sagnari.
Bagaikan sebuah guntur yang menggelegar keras yang menyambar berbagai alam ini,tak ada berita mau pun kabar. Sagnari melahirkan anak secara mendadak dan itu adalah kakak pertamaku,Bayu Ksatria Edgard. Seluruh masyarakat berdatangan menyaksikan keajaiban dunia ini—dan mereka selalu berangan-angan bahwa ini adalah kehendak dewa-dewa yang mereka sembah. Tidak. Mereka sangat salah dan dusta.
Namun,aku rasa itu adalah tanda datangnya malapetaka. Beberapa bulan berlalu,Bayu menjadi sesembahan mereka untuk meminta kesehatan dan kemakmuran di dalam hidup mereka. Entitas yang bersamaku saat itu berkata."Mereka tak akan bertahan lama lagi,dan dalam hitungan-"
DUAR!
Aku hanya menatap kearah mereka dengan dingin dan mataku sesekali memandang anak itu-Bayu. Ia tengah menangis dengan kencang dan atas Wahyu dari yang berkuasa ia selamat dari ledakan tersebut.Entah lah,aku rasa Djokovic dan Sagnari akan membuang anak mereka itu jauh entah kemana. Namun,aku salah. Bayu semakin mereka rawat dan mereka sayangi lebih dari diri mereka sendiri. Entitas di sebelah ku takjub akan pemandangan yang ia lihat, sedang diriku hanya bisa memandang dari jauh dan berharap bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang itu—andai saja ada sebuah secercah cahaya yang akan siap merangkulku dengan erat dan memberikan kehangatannya. Tubuhku tak utuh seperti dulu,bau hanyir dari darah segar yang terus bercucuran deras mengalir bak air terjun ini membasahi seluruh permukaan tubuhku.
"Ares,bagaimana jika engkau mengambil kelahiran mu lagi sekarang? Apakah engkau siap?"
Aku tertegun menatap betapa cintanya kedua orang yang ku tatap dalam sebuah portal fiksi yang ruang hampa ini buat. Diriku memalingkan kepala ke arah entitas tersebut. Secara tiba-tiba aku bisa merasakannya—sebuah rasa sakit amat luar biasa yang membuat aku mengerang kesakitan dan mencoba mencari pasokan udara di sekitar. Aku tubuhku perlahan tercabik-cabik oleh alam ini,mataku memandang entitas tersebut yang tersenyum miring memandangku yang mengerang dan mencoba bertahan dari rasa sakit ini.
Dan saat itu juga,sebuah rantai yang entah datang dari mana saja merantai dan mengikatku erat di sekujur tubuhku. Segala kekuatan yang tersisa ku kerahkan—untuk bertahan dari tarikan yang bisa ku rasakan ini akan melepas kedua lenganku tersebut.
"A-PA YANG E-NG-ENGKAU LAKUKAN— PADAKU,HAH?!!"
Aku gagal untuk membebaskan diriku dari rantai-rantai yang menjerat seluruh bagian tubuhku. Tubuhku di tarik paksa masuk kedalam sebuah portal dengan tubuhku yang di biarkan berdarah-darah ini.
"Engkau akan di lahirkan kembali."
adek suka baca cerita kakak 😘😘😘❤️❤️❤️
Mungkin Akan "Segera" tamat,Karena Cerita sudah di hampir di ujung puncak pertemuan antara Keluarga dan Anak.
jangan mati dulu.Ares belum sempet balikan sama kamu 🥺🥺