Seorang gadis yang diam-diam suka dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijab Art, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Saling Mengerti
"Heh!, nenek lampir!" Teriak Deby tidak terima sahabatnya diperlakukan seperti itu.
"Apa? Siapa yang lo maksud?" Tanya Vivi dengan nada tinggi,
"Merasa yah?, berarti elo dong nenek lampirnya" Ucap Deby,
"Udahlah Bi, jangan diladenin" Ucap Rahma berusaha menenangkan,
"Nggk Rahma, dia sendiri kok yang merasa, bahwa dirinya itu nenek lampir..hhh" Ucap Deby,
"Heh! Elo yah!" Marah Vivi dan melangkah maju mendekati Deby,
"Apa? Hah?" Ucap Deby tak mau kalah,
Vivi mengangkat tangannya dan menjambak kerudung Deby, Deby yang tidak terima lantas membalasnya, dan mereka pun adu menjambak kerudung, sedangkan Rahma berusaha untuk melerai keduanya dengan berada di tengah-tengah mereka.
***
"Hhhh..." Iyan tertawa melihat tingkah mereka setelah berhasil melerai perkelahian antara Vivi dan Deby, tapi malah menertawakan tampilan Rahma dan Deby sekarang yang sudah miring sana sini kerudungnya.
"Huft!..." Ucap Deby menatap sinis Vivi dari kejauhan,
"Cari gara-gara ajah tuh orang" Sambung Deby dengan kesal,
"Kenapa tertawa Iyan?" Tanya Rahma yang dari tadi melihat Iyan tak henti-hentinya tertawa,
"Kerudung kalian unik yah!..hh" Ucap Iyan,
Rahma kemudian memegang kerudungnya dan merasakan lekukan-lekukan yang tak terduga. Walaupun bukan dia yang berkelahi, tapi dia juga yang kena imbasnya.
"Astaghfirullah!" Ucap Rahma,
Rahma lantas berbalik merasa malu dan segera melangkah pergi mencari toilet untuk memperbaiki kerudungnya yang sudah tak teratur itu.
"Eh! Rahma tunggu" Teriak Deby menyusul Rahma.
Sedangkan Iyan tak henti-hentinya tersenyum dan menertawakan kedua sahabat itu.
***
Reyhan tengah duduk di salah satu bebatuan di tempat itu, memandang kedepan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di tempat itu.
"Hey! Rey. Bengong ajah!" Ucap Wawan menepuk pundak Reyhan dan kemudian duduk disebelah Reyhan.
"Nggk kok, cuman lagi nikmatin suasana ajah" Jelas Reyhan tetap memandang kedepan.
"Kata anak-anak Iyan sama Rahma pacaran yah?" Tanya Wawan pada Reyhan.
"Mana aku tau" Jawab Reyhan jutek.
"Kamu kan sahabatnya Rahma, masa kagak tau?" Ucap Wawan heran,
"Nggk tau" Ucap Reyhan datar,
"Lihat deh! Itu mereka, mereka memang keliatan deket" Ucap Wawan seraya menunjuk Iyan, Rahma dan Deby yang berada di bawah.
"Eh! Rey!, mau kemana?" Tanya Wawan melihat Reyhan melangkah pergi.
"Cari makan!" Jawabnya datar.
"Woy! Tunggu!, " Ucap Wawan seraya berdiri dan menyusul Reyhan.
***
"Deby, lihat ke sana!" Teriak Rahma dengan penuh rasa senang karena melihat pemandangan alam yang indah diatas perbukitan penuh Batu.
"Mana?" Tanya Deby bingung karena Deby masih berusaha untuk menanjak ke atas.
"Sini!, makanannya cepetan"
"Bantuin dong!"
"Iya, iya. Sini!" Ucap Rahma sambil mengulurkan tangannya kepada Deby. Padahal ditempat itu tidak terlalu menanjak, hanya saja Deby yang terlalu manja.
"Wow!" Ucap Deby tatkala berbalik dan melihat apa yang Rahma maksud,
"MasyaAllah!, ya kan? Cantik banget" Ucap Rahma,
"Iya bener, masyaAllah!,"
"Duduk sini ajah yah!" Tanya Rahma pada Deby,
"Okey, lagipun aku masih capek, habis nanjak tadi" Jelas Deby,
Mereka berdua pun duduk dan menikmati pemandangan alam yang indah itu,
Keheningan..., masing-masing mereka terhanyut dalam suasana yang damai sambil menikmati pemandangan alam yang tersajikan didepan mereka, beberapa detik selanjutnya Deby membuka suara,
"Pernah nggk sih, kamu suka sama seseorang?," Tanya Deby tiba-tiba,
"Kamu nanya sama aku?" Ucap Rahma malah balik bertanya,
"Ya iyalah Rahma, siapa lagi?, masa aku tanya sama pohon?" Jelas Deby melirik pohon besar didekat mereka,
"Mm...nggk, sih!" Jawab Rahma singkat,
"Beneran?"
"Nggk"
"Maksudnya?" Tanya Deby bingung maksud Rahma,
"Yah, enggk pernah suka sama seseorang" Jelas Rahma,
"Masa sih?", tanya Deby lagi memastikan,
" Mmm..mm" Angguk Rahma
"Kalau aku pernah," Jelas Deby,
"Aku tuh suka sama temen aku waktu di MTS dulu, tapi sayangnya sekarang udah punya pacar." Curhat Deby,
"Hm..kasian!" Respon Rahma,
"Dan yang paling parahnya itu, pacarnya adalah temen deket aku sendiri...mmm" Terang Deby jujur, terlihat rasa sedih di wajahnya, tapi ia berusaha untuk menyembunyikannya,
"Ya udahlah, jangan dipikirin. Kan kamu yang bilang, Jodoh mah nggk akan kemana," Rahma berusaha menghibur.
"Dan, apa sih gunanya pacaran. Ujung-ujungnya juga putus, atau gagal nikah" Sambung Rahma.
"Kalau nggk pacaran, terus gimana mau jalin hubungan sama orang yang kita suka?" Tanya Deby,
"Ya, dengan menikah. Status pacaran itu nggk menjamin hubungan itu serius, ia hanyalah status yang bersifat sementara saja. Banyak orang yang pacaran. tapi, pas menikah bukan dengan pacarnya sendiri, ya kan?" Jelas Rahma,
"Tapi, pacaran itu terlihat menyenangkan loh Rahma. Kita bisa selalu bareng sama orang yang kita suka, bisa saling mencintai, saling gandengan tangan, pokoknya seneng banget bisa pacaran sama orang yang kita suka." Ucap Deby sembari berkhayal dan terlihat senang,
"Aku ceritain satu kisah deh! Sama kamu" Ucap Rahma,
Sedangkan Deby antusias mendengarkan,
"Di sekolah ku dulu, ada temen aku yang pendiam. Dia jarang sekali ngumpul bareng sama temen-temen. Dia juga tidak punya temen akrab, tapi dia punya pacar sih,. Suatu saat, dia ngajak aku pergi ke suatu tempat permandian. Tapi, aku menolak untuk pergi, karena tempat itu terkenal akan banyak pemuda yang suka nongkrong.
Anehnya, dia malah tetep pergi bersama pacarnya, karena pacarnya juga yang maksa dia untuk pergi, dan beberapa minggu setelahnya terdengar kabar bahwa dia itu sudah menikah. Dan yang paling parahnya Bi, dia menikah bukan tanpa alasan, dia menikah itu karena dia hamil!, lantaran diketahui oleh orang tuanya, yah, dia dipaksa menikah dong, untuk menutupi aib itu. Dan gara-gara kejadian itu, dia harus berhenti sekolah" Cerita Rahma pada Deby,
"Yah!, intinya pacaran itu nggk selamanya membuat kita senang, malah banyak pengaruh buruknya sama kita. Terutama perempuan." Sambung Rahma lagi,
"Jadi, kalau misalnya nih!, ada yang nembak kamu. Lalu, kamu nolak?" Tanya Deby penasaran pada Rahma,
"Ya, siapa juga sih yang mau sama aku yang jelek ini bi," Jawab Rahma.
"Ih!, siapa sih yang bilang kamu jelek. Kamu tuh cantik Rahma, perempuan itu pada dasarnya cantik. Jangan rendahin dirimu dong!" Ucap Deby memberikan semangat pada Rahma yang selalu merendahkan dirinya itu.
"Ya, banyak orang yang bilang aku nih jelek, aku tuh sering dibully bi, mereka bilang, aku tuh perempuan yang jelek, dan hitam." Curhat Rahma,
"Ih!, jangan gitu Rahma. Biarlah mereka bilang, yang penting kita tuh jadi diri kita sendiri, bukan orang lain. Fisik itu bukan segalanya, jadi jangan selalu meremehkan dirimu sendiri. Ok!" Jelas Deby memberikan pengertian pada Rahma.
"Mmm..., makasih Bi!" Ucap Rahma seraya tersenyum kepada Deby,
"Sama-sama" Ucap Deby seraya tersenyum pula,
Rahma sangat bersyukur, akhirnya bisa bertemu dengan orang yang bisa mengerti apa yang dirasakannya dan mampu meng supportnya.
Mereka saling perhatian satu sama lain, walaupun baru saja mereka dipertemukan, mereka sudah saling mengerti dan saling support.
***next
Semoga secepatnya bisa update lagi.
Semangat 🌻
Gimana nih Thor?