NovelToon NovelToon
Semua Tentang Rindu

Semua Tentang Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: MamGemoy

Bertemu setelah berpisah selama bertahun-tahun. Sahabat yang pernah mengisi ruang di hatinya. Pertemuan yang tak di sangka akan membuat jalan baru dalam kehidupannya yang kelam.

Sosok pria inilah yang dulunya membuat Rindu Nyaman.

Setelah mereka bertemu lagi, kini Ardian ingin mendapatkan Cinta Rindu secara utuh. Setelah dia terlambat menyadari cinta itu. Ardian berusaha untuk membuat Rindu kembali jatuh cinta padanya.

Status dan masalah yang berat, membuat Rindu ragu untuk membuka hatinya kembali.

Akankah persahabatan mereka berubah menjadi hubungan Asmara yang indah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamGemoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jujur

***

Rindu melihat tatapan Ardian sekilas. Dia mendengus kesal. Dengan malas Rindu berjalan menghampiri dan duduk di sebelah pria itu.

Ardian tampak tersenyum. "Selamat pagi, Nona cantik."

"Emm … pagi. Ada apa pagi-pagi kesini?" tanya Rindu seraya bersedekap.

"Kangen kamu," jawab Ardian sekenanya, tapi jujur.

Rindu mengerutkan alisnya. "Oo … ok, udah lihat aku, kan?" Dia pun berdiri ingin masuk lagi ke dalam.

Baru satu langkah tangan Rindu tiba-tiba dicekal Ardian. "Eehh, tunggu, mau kemana? Baru duduk udah mau pergi?"

Rindu berbalik. "Haus, mau ambil minum," jawabannya malas sambil memutar bola mata.

"Sekalian saja siap-siap yah. Kita jalan," ajak Ardian.

Rindu menatap sejenak. Sebenarnya dia malas berlama-lama dekat Ardian. Setelah ungkapan perasaan tidak langsungnya tadi malam, Rindu belum siap untuk bertemu Ardian. Hanya berdekatan saja tadi ketika duduk, jantungnya sudah berdegup hebat.

"Keluar? Ngapain? Males ah … aku capek," jawabnya menolak.

"Sebentar doang … ada yang mau aku omongin ke kamu."

"Tentang? Di sini aja napa sih?"

"Udahh … nanti kamu juga akan tahu. Siap-siap gih, aku tungguin."

"Yakin?"

"Iya … lama juga nggak apa-apa," jawab Ardian santai.

Rindu pun masuk dan segera bersiap-siap. Setelah selesai mandi Rindu memoleskan make up seadanya. Dia mengenakan celana jins, kaos polos serta Hoodie Zipper. Ini style kesukaannya. Di bagian kaki, Rindu memakai sepatu kets dengan kaos semata kaki. Style yang sama yang di pakai Ardian.

Ardian menyunggingkan senyum manisnya melihat penampilan Rindu. Dia terkesan, gadis itu terlihat lebih dari sekedar cantik kini di matanya. Mendebarkan dan sangat mempesona. Rindu yang mengerutkan alisnya heran dan bertanya-tanya. Tidak biasanya Ardian melihatnya terlalu berlebihan hari ini.

"Ada apa dengan dia? Ah, terserahlah, lagi pula … mungkin ini hari terakhir," batin Rindu.

***

"Rin, bangun." Ardian menyentuh bahu Rindu membangunkannya.

Gadis itu menggeliat, bergumam. "Udah sampe? Ini di mana?" Rindu menguap menutup mulutnya dengan telapak tangan, lalu mengucek mata yang masih terasa mengantuk. Tidak peduli akan malu dengan Ardian yang ada di dekatnya.

"Udah … kamu ngantuk banget ya? Maaf ganggu waktu istirahat kamu." Ardian sedikit merasa bersalah, dia tau Rindu kelelahan karena acara promnite tadi malam. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus memastikan ini sekarang juga. Ardian tidak mau menunda lagi.

"Baguslah, kamu tau kalau salah," ucap Rindu kesal. Lalu mengalihkan pandangan ke arah luar. "Ini … kita di taman hiburan? Jam berapa sih nih, emang udah buka?"

"Bentar lagi buka," jawab Ardian setelah melihat jam tangannya.

"Kenapa kamu bawa aku ke sini?" tanya Rindu kemudian.

"Kencan."

"Hah, kencan apaan?"

"Hehe, anggap aja gitu. Yuk!" Tanpa mempedulikan kekesalan Rindu, Ardian keluar dari mobil. Sementara gadis itu meneriaki namanya.

Ardian dan Rindu pengunjung pertama saat tempat wisata itu dibuka. Mereka sedang bersenang-senang menikmati wahana yang ada. Mulai dari wahana yang biasa, hingga yang bisa memacu Adrenalin. Tangan Rindu tak pernah lepas dari genggaman Ardian. Walau Rindu sudah merasa sikap Ardian kali ini sangat berbeda, tapi tak bisa membalikkan keadaan.

Wajah keduanya tampak sama-sama bahagia. Namun, berbeda jauh dari pikiran mereka masing-masing. Ardian berpikir, ini merupakan awal yang baru bagi hubungan mereka. Tetapi, tidak bagi Rindu. Ini adalah akhir bagi mereka.

"Kamu capek?" tanya Ardian ketika sudah lebih dari dua jam mereka bermain.

"Lumayan, istirahat dulu ya. Makan siang dulu," ujar Rindu.

"Oke, udah jam segini. Kamu mau makan apa?" tanya Ardian.

"Bento-bento aja deh. Kangen banget makan itu."

"Oke, yuk!" Ardian kembali menggenggam tangan Rindu, dengan erat. Seperti enggan untuk melepas terlalu lama.

Seperti pasangan yang sedang memadu kasih. Ardian menunjukan kemesraan lebih dari biasanya. Kali ini terasa jauh berbeda, tatapan mata Ardian begitu lembut. Tak dipungkiri, Rindu hari ini hari terbahagia baginya. Untuk sesaat gadis itu melupakan dilema yang kini sedang dihadapinya.

Mereka bermain seharian penuh, dari pagi hingga malam menjelang. Wahana terakhir pun mereka naiki. Di sanalah Ardian berencana akan jujur tentang perasaannya. Menikmati keindahan kota dari atas bianglala.

"Waahhh … Ardi, ini bagus banget. Naik ini di waktu malam suasananya beda banget!" Rindu tampak antusias melihat pemandangan di bawahnya. Mengingat dulu mereka menaiki wahana itu di waktu siang.

"Kamu senang?" tanya Ardian.

Rindu mengangguk. "Coba tadi kamu bilang mau kesini, aku bakal ajak Dian dan Dimas sekalian." Walau sudah seharian berkeliling, dia masih terlihat bersemangat.

Ardian menggenggam tangan dan memandang gadis itu dengan penuh perasaan. Mengelus lembut dan tersenyum menatap matanya. Seketika Rindu pun menegang.

"Rin … maafkan kebodohanku selama ini. Aku menganggap rasa sukamu selama ini hanya karena persahabatan kita. Begitu pun sebaliknya. Aku begitu bodoh sehingga tidak menyadari bahwa rasa sayangku lebih dari sekedar itu. Aku baru sadar setelah semalam kamu mengungkapkannya secara tidak langsung. Jelas yang kamu maksud aku, kan? Maaf aku nggak peka pada perhatian kamu selama ini," tutur Ardian lembut.

Rindu tersentak, merasa tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ternyata ini arti sikap Ardian hari ini. Sesuai dengan tebakannya. "Apa ini, Ardi. Kenapa tiba-tiba gini? Apa yang harus aku katakan sekarang?" batinnya.

"Rin … aku sayang kamu!"

Rindu mengerutkan alisnya.

"Maksudnya, aku nggak tahu apakah ini cinta seperti yang kamu maksud. Yang aku tau aku selalu ingin dekat dengan kamu, bahkan aku gelisah semalam nggak ketemu kamu. Waktu kamu bersama Teo, aku nggak suka, aku akui aku marah, tapi aku selalu membodohi diriku sendiri. Bodohnya, aku pikir itu hanya rasa takut kehilangan teman semata. Padahal itu sebenarnya adalah rasa cemburuku. Hati nuraniku telah ditutupi logika bodohku selama ini."

Rindu terpaku. Dia diam tak bisa berkata apa-apa.

"Rindu … kamu mau mencoba pacaran?" tanya Ardian setelah beberapa saat.

Hati Rindu mencelos mendengar pernyataan pria di hadapannya. "Mencoba pacaran?"

"Iya," jawab Ardian pasti.

"Itu artinya kamu nggak bener-bener yakin sama perasaan kamu sendiri, Ardi." Rindu tampak kesal, dia tak ingin lagi menjawab jika ini maksud perkataan Ardian.

"Bukan begitu, aku yakin aku benar-benar sayang sama kamu. Hanya saja apakah ini cinta seperti yang kamu bilang sebelumnya?"

Jantung Rindu seperti dipukul benda tak berbentuk. Tentu saja dia merasa keberatan. Seperti apa yang dia pikirkan. Rindu pun melepaskan genggaman tangan Ardian. Artinya, dia akan dijadikan objek untuk menguji cinta pria itu.

"Aku bukan alat Ardi, sekarang saja kamu nggak yakin. Kamu akan menyesalinya," batin Rindu menolak.

"Kamu nggak mau jawab sekarang juga gapapa. Besok aku akan pergi mengunjungi nenek, setelah tiga hari aku minta jawabanmu. Oke?"

Rindu hanya bisa tersenyum kaku. Tetap dalam diamnya. Menyembunyikan kemarahan, kekesalan, dan sakit hatinya. "Tiga hari lagi? Aku mungkin udah pergi. Semula aku pikir akan berterus terang mengenai rencanaku sama kamu, Ardi. Tapi mendengar kata-katamu barusan, maaf, aku berubah pikiran. Biarlah kamu sadar sendiri, apa kamu benar-benar cinta sama aku?"

***

1
Lina Handayani
Semangat, Mamy. Setiap kata dan cara penyampaiannya sangat bagus 😍, pantas diacungkan jempol 👍😅🙂.
Lina Handayani
Untaian kata-katanya rapih, bagus dan sangat mendalam. Mamy, aku suka ceritanya 😅😘.
Lina Handayani
Shownya, bagus, Mam😍😘.
Wiwin Almuid77
tetap semangat dalam menulis Thor .
aku tunggu kelanjutannya....
☺️
Wiwin Almuid77
aku suka alur ceritanya...
Bagus.. mudah di pahami...
juga menyentuh...
. selalu semangat untuk kakak author....
semoga karyamu semakin berjaya,...
💪💪💪💪☺️☺️
Wiwin Almuid77
aku suka alur ceritanya....
..
El_Tien
cerita menarik wajib baca!
Rizki Al-Mubarok
Biasa, cari reverensi 😅
Rizki Al-Mubarok
Aku dapet referensi
rinny aphrystanti
lanjut ...bikin ikutan deg deg an....
El_Tien
kenapa aku jadi ingat Ardian dan rindunya 🤣🤣🤣
MamGemoy: 👀 emm
total 1 replies
rinny aphrystanti
lanjutkan thorrtt...
Ayuk Noy
aku mampir kak🥰
Lina Handayani
Semangat, Mamy.💪💪
Siti Afifah
ikut nderekdek
Lina Handayani
Rindu, wanita yang dirindukan.😅
White Snake
"kau cinta pertama dan terakhirku" Kaya lirik sebuah lagu.
Siti Afifah
ya alloh calon ayah yg sigap
Lina Handayani
Aku datang lagi Mam😉🤗. Semangat yah, aku suka ceritanya. Sampai-sampai, aku bisa merasakan dan membayangkan isi ceritanya 😍
Siti Afifah
rindu takut ancaman mntan suami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!