NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Karena kejujuran Anindia

Seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan, Keanu terbangun dari tidurnya di tengah malam. Ia melirik ponselnya dengan niat untuk melihat jam, tapi matanya justru tertuju pada pesan yang belum terbaca.

Karena penasaran, Keanu pun langsung membuka pesan itu yang ternyata dari Niko dan juga Ariga. Ia membulatkan matanya ketika melihat banyaknya spam chat yang belum ia baca dari kedua teman dekatnya itu.

"P

P

P

Bro, kuy lah nongkrong. Btw ada balapan malam ini," —Ariga.

"Woi, lo kemana dua malam ini? Tumben ngilang lo?

Woi!

P

P

P" —Niko.

"Buset banyak banget chatnya," gumam Keanu ketika membaca pesan dari keduanya.

Keanu tidak mengirimkan balasan apa-apa, tapi ia berniat untuk menemui keduanya malam ini karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Keanu menoleh sejenak ke arah Anindia yang masih tertidur, ia berharap bahwa Anindia tidak menyadari bahwa dirinya ingin keluar dari rumah malam ini.

Tanpa pikir panjang, Keanu pun beranjak ke arah pintu dan mengambil jaketnya. Tapi rencananya tidak berjalan mulus karena saat itu tiba-tiba saja ponselnya terjatuh ke atas lantai, sehingga membangunkan Anindia dari tidurnya.

"Keanu? Mau kemana?" Tanya Anindia sembari mengusap matanya.

"Bukan urusan lo!" Ujar Keanu dengan nada ketusnya.

Anindia hanya menatap Keanu dengan tatapan yang masih sayu, rasa kantuknya belum hilang terlebih tengah malam seperti ini. Ia pun akhirnya duduk di atas tempat tidur, menatap Keanu tanpa kata.

"Daripada lo kepoin gue mendingan lo tidur! Gak usah tanya-tanya gue mau kemana, bukan urusan lo!" Ujar Keanu dengan nada galaknya tapi dengan suara yang pelan, karena ia takut akan membangunkan ayah dan ibunya yang sudah tertidur.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung melangkahkan kakinya ke luar dari kamar dan menutup kembali pintu itu dengan sangat hati-hati. Anindia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk berjalan ke arah jendela untuk menghirup udara sejenak. Berharap bisa menyegarkan matanya dan ia bisa kembali tidur.

Anindia menyibak gorden di hadapannya dan membuka jendela kaca itu sedikit. Ia memejamkan matanya sejenak ketika menghirup udara malam itu.

Saat ia membuka matanya, Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu sedang mendorong motornya di bawah sana dengan sangat hati-hati ke arah gerbang. Anindia mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan tingkah Keanu.

'Rumah ini adalah rumah Keanu, tapi mengapa Keanu keluar dengan mengendap-endap', ya setidaknya begitulah yang dipikirkan oleh Anindia saat ini.

Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu melajukan motornya ketika sudah menjauh dari sekitar rumah. Anindia bisa melihatnya dengan jelas karena kamar Keanu berada di lantai dua dan menghadap langsung ke arah jalan.

Anindia hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh. Tanpa ingin memikirkan apapun lagi, Anindia pun memutuskan untuk kembali tidur karena ia harus pergi ke sekolah besok pagi.

Sementara itu, Keanu melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan kota yang sudah sepi. Ia melewati jalanan lain bukan jalan utama, karena ia takut ditangkap oleh polisi yang sedang berpatroli.

Beberapa menit melaju di jalanan, Keanu pun membelokkan motornya ke arah sebuah apartemen yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul. Ya, apartemen itu adalah milik Ariga.

Setelah memarkirkan motornya di tempat parkir, Keanu pun langsung memasuki apartemen itu. Ia menuju ke arah lift dan menekan tombol ke lantai 15, dimana itu adalah ruang yang menjadi tempat mereka berkumpul.

Setibanya di lantai itu, Keanu bisa melihat jelas Niko dan Ariga di dalam sana. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung menghampiri keduanya.

"Woi bro," ujarnya yang langsung duduk di atas sofa.

"Nah ini dia ketua kita! Dari mana aja lo bro? Tumben slow respon," ujar Ariga yang duduk di sebelahnya.

"Gapapa," ujar Keanu singkat dan dingin.

"Woi Keanu, rugi banget lo gak ikut balapan tadi. Hadiahnya gede banget, gila," ujar Niko sembari meletakkan ponselnya di atas meja.

Keanu terdiam tanpa kata, ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Keputusannya untuk meninggalkan dunia liarnya sudah bulat, tapi ia tidak yakin dengan reaksi teman-temannya nanti.

"Woi! Gue lagi ngomong malah di kacangin," ujar Niko membuyarkan lamunan Keanu.

"Oh, sorry," ujar Keanu singkat. "Gue cuma mau bilang sama lo berdua kalo gue mau berhenti," lanjutnya dengan nada yang lebih serius.

Niko dan Ariga langsung mengernyitkan dahinya, bahkan keduanya saling bertukar pandang untuk sejenak. Mereka pun akhirnya tertawa, merasa aneh dengan perkataan Keanu yang tiba-tiba.

"Tumben, kesambet apaan lo?" Ujar Ariga yang tertawa sambil menepuk-nepuk punggungnya.

"Tor monitor ketua! Yang bener aja ketua kita berhenti? Lo mabuk atau gimana?" Ujar Niko yang menganggap Keanu tidak serius akan perkataannya.

"Gue sadar seratus persen. Dan gue gak lagi bercanda, gue serius pengen berhenti." Ujar Keanu sembari melontarkan tatapan tajam ke arah dua temannya.

Mendengar perkataan Keanu, baik Niko maupun Ariga kembali tertawa bahkan lebih keras saat ini. Mereka seakan tidak percaya dengan penuturan Keanu, pasalnya Keanu tidak pernah berkata seperti itu sebelumnya.

"Apa yang merubah lo, bro?" Ujar Ariga pada akhirnya.

"Bukan apa-apa," jawab Keanu singkat, ia menghentikan sejenak perkataannya sebelum akhirnya ia kembali berujar. "Gue cuma mau berhenti, gue rasa udah terlalu jauh. Gue cuma habisin uang ortu aja."

Mendengar perkataan Keanu yang terdengar begitu serius, Ariga dan Niko menghentikan tawa mereka. Mereka menerima apapun keputusan yang diambil Keanu.

"Ya terserah lo sih, gue terima aja keputusan lo. Tapi entahlah dengan yang lain," ujar Niko.

"Gue setuju sama Niko," ujar Ariga menimpali.

"Cari ketua baru, gitu aja ribet." Ujar Keanu dengan nada cetusnya.

Niko dan Ariga sudah sangat terbiasa dengan sifat Keanu, mereka hanya menanggapinya dengan tawa. Setelah menyampaikan hal itu kepada kedua temannya, mereka pun akhirnya membahas tentang hal lain. Keanu pun memutuskan untuk menginap di apartemen itu untuk malam ini, terlebih waktu pun sudah sangat larut malam.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Anindia terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara azan subuh dari masjid terdekat. Ia meregangkan tubuhnya, merasa pegal setelah bangun dari tidur. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, tapi ia tidak mendapati adanya Keanu di dalam sana.

Anindia tidak menghiraukan, ia pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Setelah selesai mandi dan sholat subuh, seperti biasa Anindia membereskan tempat tidurnya. Bahkan, ia langsung mengambil sapu untuk membersihkan kamar Keanu itu.

Tookk... Tookk... Tokkk...

"Permisi Mas, Mbak, di panggil sama Bapak Ibu ke bawah."

Saat itu, tiba-tiba saja pintu kamar diketuk, diikuti suara seorang asisten yang memanggil dirinya. Anindia yang masih memegang sapu pun langsung beranjak ke arah pintu untuk membukanya.

"Iya bi, sebentar lagi Nindi turun ke bawah," ujarnya dengan seutas senyum setelah membuka pintu.

"Ya ampun Mbak, biar saya aja yang bersih-bersih. Ini kan udah tugas saya," ujar wanita paruh baya itu ketika melihat sapu di tangan Anindia.

"Gapapa bi, udah mau selesai kok." Ujar Anindia kemudian.

Wanita paruh baya itu merasa tidak enak, tapi Anindia menolak dengan sangat lembut ketika ia meminta ingin mengambil alih tugas Anindia. Akhirnya, asistennya itu pun mengangguk dan meninggalkan Anindia di sana karena ia harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya.

Anindia pun kembali menyapu kamar Keanu. Setelah selesai, ia mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah dan merapikan rambutnya, lalu menggendong tas sekolahnya. Dengan ragu-ragu akhirnya ia pun menuruni anak tangga untuk menghampiri kedua mertuanya.

"Selamat pagi Ma, Pa..." Ujar Anindia sangat lembut ketika ia sudah berada di ruang makan itu.

Anindia bisa merasakan jantungnya yang berdegup kencang, karena ini merupakan kali pertamanya ia makan bukan dengan kedua orang tuanya melainkan kedua orang tua Keanu.

"Pagi juga sayang, sini nak kita sarapan bareng," ujar Ibu Keanu sembari menepuk kursi di sebelahnya.

"Silahkan duduk Anindia. Jangan malu-malu, ini juga rumah kamu sekarang," ujar ayah Keanu.

"Iya Ma, Pa," ujar Anindia kemudian.

Anindia pun akhirnya duduk di sebelah ibu mertuanya, ia merasa gugup dan tidak tahu harus mengatakan apa. Ia hanya duduk diam tanpa kata, seakan masih belum terbiasa dengan situasi seperti ini.

"Kamu kok sendirian, Anindia. Dimana Keanu?" Ujar ibu Keanu ketika tidak mendapati Keanu bersama Anindia.

"Dasar Keanu," ujar ayahnya sembari menggeleng singkat. "Kebiasaan sekali dia, biar Papa yang bangunkan." Lanjutnya sambil berdiri.

"Tapi Keanu gak ada di rumah, Pa." Ujar Anindia ragu-ragu.

Ayah dan ibu Keanu langsung mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan penuturan Anindia. Bahkan, ayah Keanu pun langsung kembali duduk di tempat duduknya.

"Gak ada di rumah, maksudnya sayang?" Ujar ibu Keanu yang merasa bingung.

"Ta-tadi malam Keanu keluar Ma, Pa. Keanu keluar mengendap-endap gitu, dia juga dorong motornya ke arah gerbang. Saat di ujung jalan, Keanu baru menghidupkan motornya," ujar Anindia jujur.

"Awas aja Keanu, Papa akan kasih pelajaran buat dia nanti," ujar ayah Keanu yang merasa geram dengan tingkah putranya itu.

"Keanu ini, bisa-bisanya dia meninggalkan istrinya. Mama juga mau kasih pelajaran buat Keanu biar dia bisa perhatian sama istrinya," ujar ibu Keanu kemudian.

Mendengar perkataan ibu mertuanya, pipi Anindia tiba-tiba bersemu merah. Ia tidak tahu mengapa ia bisa merasakan malu ketika mendengar perkataan ibu mertuanya. Anindia hanya bisa menunduk tanpa kata, berusaha untuk menahan rasa malu yang kini tiba-tiba menguasai dirinya.

"Ya sudah sayang, sarapan dulu ya? Nanti pergi ke sekolahnya biar di antar supir aja," ujar ibu Keanu mengalihkan perbincangan.

Anindia yang tadinya menunduk, kini menoleh perlahan ke arah ibu mertuanya. Dengan seutas senyum tipis, Anindia pun langsung menolaknya dengan sopan.

"Enggak papa, Ma. Nindi bisa naik angkot aja," ujar Anindia yang merasa tidak enak.

"Tidak apa Anindia. Berhubung Keanu gak ada di rumah, kamu diantar supir aja ya," Ujar ayah Keanu menimpali.

Ketika ayah mertuanya yang sudah berbicara, Anindia seakan segan untuk menolak. Akhirnya dengan berat hati ia pun menganggukkan kepalanya.

"Baik, Pa," ujarnya singkat.

Ayah dan ibu Keanu menanggapinya dengan seutas senyum. Mereka pun mengambil sarapannya yang sudah disiapkan asistennya itu di atas meja. Anindia juga melakukan hal yang sama, meskipun ia masih merasa canggung saat ini.

Anindia menikmati sarapannya dengan anggun, ia masih merasa malu-malu. Tapi cepat atau lambat, Anindia harus membiasakan diri untuk situasi seperti ini.

"Anindia, kamu satu sekolah kan sama Keanu? Di sekolah Keanu gimana sayang?" Ujar ibu Keanu di sela-sela keheningan mereka.

"Keanu sering masuk ruang BK Ma, dia sering jadi langganannya Pak satpam karena mencoba untuk bolos dari sekolah," ujar Anindia yang lagi-lagi jujur ketika membahas tentang Keanu.

Ayah dan ibu Keanu tidak percaya apa yang mereka dengar. Mereka mengira Keanu sudah berubah, tapi ternyata putra tunggalnya itu masih saja mengulang kesalahan yang sama.

"Bolos sekolah? Selain itu apa lagi, sayang?" Tanya ibu Keanu lembut tapi penuh dengan rasa penasaran.

"Nindi sama Keanu juga gak pernah akur, Ma. Keanu juga gak pernah mau mengakui kesalahannya, Ma," ujar Anindia kemudian.

Anindia merasa lebih leluasa menceritakan tentang Keanu pada ibu mertuanya. Tidak ada yang ditutupi oleh Anindia, ia mengutarakannya dengan jujur.

Mendengar kejujuran Anindia, ayah Keanu kembali merasa geram. Terdengar helaan nafas panjang darinya, sementara ibunya hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar kejujuran dari menantunya itu.

"Ya sudah sayang, soal Keanu nanti biar Papa sama Mama yang urus. Sekarang kamu pergi ke sekolah ya, supir sudah menunggu di depan." Ujar ibu Keanu setelah Anindia menghabiskan sarapannya.

Anindia hanya mengangguk singkat, lalu mencium tangan keduanya seakan meminta doa dan restu, seperti sudah menjadi kebiasaannya bersama kedua orang tuanya.

"Iya Ma, Pa. Nindi pergi dulu ya, Assalamualaikum," ujar Anindia sebelum akhirnya ia pun berbalik pergi.

"Waalaikumsalam," sahut keduanya.

Ayahnya yang sangat geram dengan Keanu, langsung menghubungi putranya itu melalui panggilan telepon. Tak berapa lama, sambungan telepon pun tersambung.

"Ha-halo, Pa," ujar Keanu dengan suara yang terdengar bergetar dari seberang telepon.

"Keanu, dimana kamu?! Pulang sekarang! Papa ingin berbicara dengan kamu!"

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!