Hai semua !!
Ini adalah series ke-II dari menikahi bos dingin ya.. kali ini nggak hanya menceritakan percintaan antara pasangan karena akan ada juga tentang kasih sayang adik-kakak.
Untuk lanjutnya mohon dukungannya ya semua, selalu beri kami perhatiannya ya😄
Happy reading guys ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Listiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Di apartemennya, Letta David serta Orland sedang menikmati makan malamnya bersama dengan sesekali bergurau.
"Lah ,, jadi Arga nggak tau loe keluar tadi ??" tanya David heran.
"Enggak .. " santainya.
"Fiks ,, kalo sampe Arga datang kesini nyusulin loe gue bakal panggil loe kaka ipar .. " celoteh Orland.
"Ehmm .. kalo gitu gue panggilnya adik ipar ,, " ikut David.
"Kok gitu ??" dengan polosnya Letta bertanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
David serta Orland begitu gemas saat memandang wajah Letta yang terlihat lucu. Saking gemasnya, Orland sampai-sampai mencubit kedua sisi pipi Letta hingga membuat sang empunya kesakitan.
"Awwww .. "
"Loe gila Land ??" seru David menepit tangan kotor Orland dikedua pipi Letta.
"Sorry .. sorry Ta ,, habis gue gemes banget sama loe ,, Hhheheh.. "
"Ya nggak nyubit juga kali ,, tuh loe lihat mukanya Letta jadi kotor kan,, " serunya sambil membantu Letta membersihkan wajahnya dengan tisu.
Ditengah mereka bergurau, mereka dikagetkan dengan kehadiran Arga yang langsung bersuara ..
"Lahap .. terus aja makan ,, .." seru Arga berkacak pinggang.
David serta Orland hanya diam memandang Arga dengan herannya. fikir mereka, Arga yang terkenal dengan sikap cuek serta dinginnya tak akan menyusul Letta sampai ke apartemen David .. namun mereka dikejutkan dengan kehadirannya.
"Ngapain kalian lihatin gue gitu .. " berjalan dan duduk tepat disamping Arletta.
"Mas mau makan ??" tanyanya berbasa-basi agar tak dimarahi.
"Mau ngrayu .?? nyogok pakai makanan ??" selidik Arga menatap intens wajah Letta .
"Hmm ..suapin ,, " ucapnya yang tak tega melihat raut wajah Letta yang sedih.
Dengan senang hati Letta menyuapi Arga dengan tangannya langsung. Arga yang sebelumnya selalu menjaga pola makan serta jam tidurnya, kini berubah dengan kehadiran Letta. Setiap kali Arletta ngidam makan, maka ia juga akan ikut makan karena tergiur.
"Kaka ipar.. "
"Adik ipar.. "
Seru David serta Orland bergantian. Arga yang mulanya diam menikmati makanan kini memandang kedua sahabatnya .
"Ngapain loe manggil istri gue gitu ??" tanyanya.
Bukannya menjawab, mereka berdua malah asik melahap kembali makanannya.
****
Ilham serta Flora yang sudah tiba kembali di Solo segera membereskan semua dokumen penting milik keluarga Ferror yang disimpannya.
"Apa semuanya sudah mah ??"
"Sudah pah .. tadi mama juga sudah kirim e-mail sama Runi .. "
"Yaudah kalau gitu ,, papa mau hubungin pak Reno dulu.. "
Dengan sangat hati-hati mereka membahas rencana untuk membangkitkan lagi perusahaan milik keluarga Ferror yang terhenti karena tidak ada yang mengurus.
Ilham begitu bersemangat saat mendapat tawaran ikut bergabung kembali membangun perusahaan milik mendiang dari ayah Arletta tersebut.
"Kita istirahat mah,, besok pagi orang suruhan pak Reno akan menjemput kita.. "
Dilain sisi, Cally tengah berguling guling ditempat tidur dengan bingkai foto Arga dipelukannya. Rasa cinta yang berubah menjadi sebuah obsesi membuat dirinya buta.. memghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan Arga.
"Sebentar lagi ,, begitu dady merebut perusahaan itu maka loe juga bakal jadi milik gue .. " hayalnya.
Cally serta kedua orang tuanya memang memiliki rencana ingin merebut perusahaan dari tangan Arletta. Mereka bahkan sudah menyiapkan beberapa preman untuk menculik Letta.
Keesoakan harinya, Letta terbangun dengan rutinitasnya muntah dipagi hari. Dengan sangat telaten, Arga membantu membasuh sisa-sisa muntahan Letta yang ada diwajahnya.
"Hari ini nggak usah ngantor dulu ya .. " ucap lamebut Arga sambil menyelipkan rambut Arletta.
"Nggak bisa mas ,, aku udah ada janji meeting sama clien. Nggak enak kalo kita batalin gitu aja, toh mualnya kalo siang kan hilang.. "
"Yaudah kalo mau kamu gitu .. " putus Arga.
Siang harinya, Arletta berjalan seorang diri di pinggitan jalan setelah memberli buah didepan sebuah toko. Setelah melakukan meeting, tiba-tiba saja dirinya menginginkan makan sosis bakar dan beruntungnya setelah berjalan sebentar ia menemukannya.
"Itu dia .. " seru seseorang.
"Kalian turun, .. " perintahnya.
Arletta yang sedang menikmati sosisnya tak menyadari saat ada dua orang laki-laki berdiri tepat dibelakangnya hingga . . .
Bhuakk ..
Laki-laki itu memukul bagian belakang kepalanya yang membuatnya kehilangan kesadarannya.
"Bawa dia langsung .."