Wanita yang memiliki beban hidup terus menerus sampai menjadikan dirinya bersifat pendiam dan sering murung.....
padahal pada kenyataannya dia adalah wanita baik namun karena kekerasan yang dirinya dapatkan di sekitar lingkungannya....
membuat dirinya sering merasakan kesedihan dan melamun akibat kerasnya kehidupan.....
Tentang kehidupannya yang penuh ujian membuat dirinya mengerti arti dari sebuah kebahagiaan....
Permasalahan yang dirinya lalui dengan keluarganya membuat dirinya mengerti tentang arti dari sebuah keharmonisan....
Orang-orang yang membencinya membuat dirinya berniat untuk terus bertekad dalam hal kesabaran.....
Tentang seseorang lelaki yang membencinya kemudian mencintai dirinya dengan sepenuh hati.....
Membuat dirinya mengerti tentang arti dari sebuah kasih sayang......
Sampai pada akhirnya dirinya terus berharap untuk selalu bisa merasakan kebahagiaan layaknya seperti manusia pada umumnya.....
Berharap untuk di cintai oleh sosok wanita hebat yang melahirkannya....
Dengan harapan bisa mendapatkan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Sila Saghirah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dear Revania Part 30
Vania baru saja siap menghias kue ulang tahunnya dengan menggunakan coklat batang....
"Gue lupa beliin lilin,ucap Vania sambil menepuk jidatnya .."
Karna belum lengkap tanpa lilin,Vania memilih untuk membelinya.....
Vania melihat jam di dinding nya yang sudah menunjukkan pukul 21:41....
Dirinya segera pergi untuk membeli lilin Alfamart.....
Vania tiba di Alfamart dengan membeli dua pack lilin kecil yang bakalan dirinya letakan di atas kueh ulang tahunnya.....
Vania keluar dari Alfamart setelah dirinya membeli lilin....
Vania menatap ke langit dan melihat bulan sabit yang sangat cantik bentuknya....
Dirinya tersenyum ketika melihat bintang bintang yang berada di sekitaran bulan sabit....
"Sangat cantik,ucap Vania yang sedang menatap langit....."
"Andai besok aku sudah tidak sadar dengan keindahan bulan sabit yang ku lihat malam ini,aku berdoa untuk segera sadar ketika bulan purnama datang_Dear Revania...."
"Bahkan jika aku harus pergi jauh di kemudian hari,aku tetap berharap supaya aku bisa kembali lagi untuk bisa melihat keindahan dunia ini_Dear Revania...."
Renal mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata karna dirinya masih sedikit pusing....
Renal berhenti di samping jalan raya sebentar karna dirinya ingin membeli obat untuk menghilangkan rasa pusingnya itu...
Bukankah itu Vania,batinnya di dalam hati yang melihat kearah wanita yang sedang berada di seberang sana.....
Oh iya itu Vania,batinnya didalam hati....
"Vania,panggil Renal dengan suara yang sangat keras sambil melambaikan tangannya...."
"Vania merasa ada seseorang yang sedang memanggil namanya....."
"Vania melihat ke arah sumber suara...."
"Renal,ucap Vania yang melihat Renal yang melambaikan tangannya...."
"Renal segera menyebrangi jalan raya supaya bisa menghampiri Vania.
"Vania melihat ke arah Renal yang sedang menyebrang jalan.
"Vania terkejut ketika melihat sebuah mobil truk yang ada di belakangnya Renal.
"Vania,gua teringat sama loo terus,jadi gua memilih datang dan menghampiri loo"ucap Renal dengan suara yang sangat keras sambil menyebrangi jalan untuk bisa menghampiri Vania.
"Awas di belakang loo ada mobil"teriak Vania dengan suara yang sangat keras agar bisa di dengar oleh Renal.
"Loo ngomong apa?,gua ga bisa dengar"ucap Renal dengan suara yang sangat keras agar bisa di dengar oleh Vania.
Vania ketakutan ketika melihat mobil truk tersebut yang semakin mendekati Renal.
Akhirnya Vania memilih untuk berlari agar bisa menyelamatkan Renal.
Renal merasa sesuatu yang berbeda saat melihat Vania berlari ke arahnya.
"Awas,"ucap Vania sambil mendorong tubuh Renal ke samping jalan Raya.
Renal melihat ke arah Vania yang baru saja mendorong tubuhnya.
Tubuh Vania melayang ke aspal,darah di kepalanya keluar sangat banyak,Vania terbatuk batuk dan mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya..
"Vania"teriak Renal saat melihat tubuh Vania yang saat ini terdampar di jalan raya yang penuh dengan darah.
Renal berlari menghampiri Vania yang sudah tak sadarkan diri.
Renal menangis sambil memeluk tubuh Vania.
"Vania bangun,loo ga boleh pergi"ucap Renal yang menangis histeris sambil menggoyangkan tubuh Vania yang sudah tak sadarkan diri.
Mobil ambulans datang seketika Renal langsung mengendong tubuh Vania untuk bisa segera di larikan ke rumah sakit.
Renal juga ikut masuk kedalam mobil ambulans karna dirinya ingin menjaga Vania....
Renal tidak peduli dengan darah di bajunya yang sudah penuh akibat darah yang keluar dari mulutnya Vania karna muntah darah...
Di tengah perjalanan saat Vania dilarikan kerumah sakit Renal berharap untuk bisa segera sampai di rumah sakit....
Renal kembali menangis karna dirinya tidak kuat ketika melihat Vania yang sudah tidak berdaya.....
Setibanya di rumah sakit Vania langsung di larikan ke ruang ICU karna kecelakaan yang terjadi kepada Vania sangat parah.....
"Nama Pasien siapa tanya seorang dokter yang baru saja tiba di ruang ICU...."
"Revania Rissa Unaiya Dok,jawab Renal....."
"Ok,jawab dokter itu sambil memasuki ruang ICU...."
Renal ingin masuk kedalam ruang ICU untuk bisa melihat keadaan Vania lebih lanjut....
"Mas gk boleh masuk,ucap seorang perawat kepada Renal...."
Renal pasrah ketika dirinya tidak dibolehkan masuk kedalam ruang ICU...
Renal memegang kepalanya yang terasa berat....
Kenapa dia harus nolongin gua,kenapa gk gua aja yang mati,ucap Renal yang kembali meneteskan air matanya.....
Selama ini gua selalu nyakitin dia,padahal gua benci banget sama dia,tapi kenapa harus dia yang nolongin gua dari kecelakaan tadi,ucap Renal sambil menghantam dinding,karna sangat benci dengan dirinya sendiri....
Di tengah kemarahannya Renal memilih untuk segera menghubungi kedua orang tuanya dan sahabat sahabatnya.....
Orang tua Renal terkejut ketika mendengar kabar tentang kecelakaan,mereka segera pergi ke rumah sakit untuk menghampiri anaknya.....
Andra dan Romi tidak menyangka bahwa Vania mengalami kecelakaan yang sangat parah.....
Sedangkan Ozian segera memesankan tiket penerbangan tercepat untuk dirinya bisa secepatnya tiba di Indonesia karna setelah mendengar kabar bahwa Vania mengalami kecelakaan Ozian merasa sangat menyesal karna meninggalkan Vania.....
Sedangkan pihak rumah sakit langsung mengabari kabar tentang kecelakaan Vania kepada orang tuanya.....
Karna ketika dokter melihat data pasien atas nama Revania Rissa Unaiya mereka langsung mengetahui kalau Vania adalah salah satu anak kembar dari Tianti Rissa Unaiya yang sangat terkenal di negara Amerika yang memiliki perusahaan di mana mana.....
Tianti terkejut ketika mendengar kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan...."
Dirinya langsung pulang ke Indonesia dengan memesankan tiket pesawat tercepat supaya dirinya bisa segera sampai di Indonesia untuk melihat anaknya yang mengalami kecelakaan....