Hai readers aku lagi nyoba nulis nih, kalo ada kesamaan tolong dimaklumi ya🤗
Menceritakan seorang wanita bernama Linlin yang memiliki sifat dingin, kejam dan cerdas. Ia sering membantu berbagai organisasi untuk menyelesaikan masalah mereka. Namun suatu pengkhianatan membuatnya kehilangan nyawanya.
Tapi LinLin tak meninggal malah masuk ke dalam tubuh seseorang yang terkenal lemah bernama Mei Lin, seorang putri kekaisaran Ming. Kehiduapan disana sangat menyebalkan bagi Linlin karena harus bertemu orang-orang yang tamak, sombong dan penuh kelicikan.
Yang semakin membuatnya bingung adalah saat Linlin mendapati kebenaran bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang dewi penguasa.
Namun sebelum kembali ke dunia atas Linlin harus menemukan spirit beast yinyang nya untuk membuka segel ilahinya dan juga ia harus membalaskan dendam Mei Lin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melyns, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Chen pun melihat bahwa tuannya sedang merasakan sesuatu, memberanikan diri untuk bertanya.
"Yang mulia apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda" ucap Chen.
"Ada aura jahat yang sedang mengintai putri pertama dan pangeran pertama" jawab kaisar Huan Zi.
"Lantas apa yang akan kita lakukan yang mulia" tanya Chen.
Kaisar Huan Zi menatap Mei Lin, ia yakin Mei Lin mampu mengalahkan mereka tanpa bantuannya.
"Cukup diam dan lihatlah, aku yakin putri Mei Lin mampu mengatasinya sendiri" ucap kaisar Huan Zi santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Mei Lin.
Chen pun ikut melihat Mei Lin dan mengiyakan ucapan tuannya.
"Aaa anda benar yang mulia, putri Mei Lin pasti mampu menghabisi mereka semua dengan sangat mudah" ucap Chen.
Sadar Chen sedang menatap Mei Lin membuat kaisar Huan Zi merasa tak suka.
"Turunkan pandanganmu darinya Chen !!" ucap kaisar Huan Zi dingin.
"Ma-maaf yang mulia" jawab Chen sembari mengalihkan tatapannya dari Mei Lin.
Ditengah tarian para penari tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arah Xu Lanling, namun Mei Lin sudah menangkapnya sebelum anak panah itu melukai Xu Lanling.
Semua orang terkejut dan tak menyangka akan ada serangan ditengah acara kerajaan Ming. Semua orang mulai panik dan banyak yang telah berlari meninggalkan aula namun juga banyak yang masih tinggal karena penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan mereka juga terkesan dengan gerakan cepat Mei Lin menangkap anak panah yang mengarah kepada Xu Lanling.
Saat semua orang masih terkejut dan terkesan secara bersamaan, tiba-tiba serangan kembali terjadi dan semua serangan hanya mengarah kepada Mei Lin dan Xu Lanling.
"Mereka sudah mulai menyerang gege, tetaplah waspada dan berhati-hatilah" ucap Mei Lin.
Xu Lanling hanya mengangguk sambil menangkis semua anak panah yang mengarah kearah mereka, di bantu Feng dan Yue Lan.
Setelah semua anak panah menghilang, kini semua pembunuh bayaran telah berdiri tepat di hadapan mereka berempat.
"Mereka bukan pembunuh bayaran biasa yang mulia" ucap Feng yang merasakan aura jahat yang berbeda dari para pembunuh bayaran.
"Kalian berdua lindungi gegeku, sepertinya mereka mengincarnya" pinta Mei Lin.
"Baik yang mulia" jawab Feng.
"Baik nona" jawab Yue Lan.
Para pembunuh bayaran mulai menyerang dan pertarunganpun semakin sengit bahkan semua pangeran maupun bangsawan juga turut membatu tapi berakhir kalah, hingga tersisa Mei Lin, Xu Lanling, Feng dan Yue Lan.
Xu Lanling dan Yue Lan sudah mendapat banyak luka, sedangkan Mei Lin dan Feng mampu menghindari serangan mereka. Kini beberapa pembunuh bayaran berusaha menyerang Mei Lin dan melihat itu kaisar Huan Zi maju untuk membantu bersama Chen. Kaisar Huan Zi menarik pedang salah satu pengawal, sedangkan pedang miliknya dilempar ke arah Mei Lin dan langsung ditangkap oleh Mei Lin.
Kini mereka berenam tengah bertarung melawan para pembunuh bayaran yang sebagian telah dikalahkan oleh Mei Lin dan kaisar Huan Zi. Namun saat mereka tengah fokus bertarung, tiba-tiba sebuah anak panah melesat cepat ke arah Xu Lanling dan Mei Lin yang merasakan itu tak mampu menolong kakaknya karena beberapa pembunuh bayaran berusaha menahan langkahnya dengan terus mengayunkan pedang ke arahnya hingga akhirnya anak panah menancap di dada Xu Lanling dan membuatnya tumbang.
"GEGEEEEE!!!!!!" teriak Mei Lin.
Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi tak terkecuali Feng, Yue Lan, kaisar Huan Zi dan Chen.
Namun tidak dengan kaisar Ming yang hanya diam melihat apa yang terjadi karena memang semua ini adalah rencana selir Guan Xi dan kedua anaknya yang disetujui kaisar Ming karena hasutan selirnya itu.
Melihat gegenya terluka membuat Mei Lin sangat marah dan langsung menghabisi para pembunuh bayaran dengan membabi buta bahkan karena amarahnya membuat pedang kaisar Huan Zi yang berada ditangannya mengeluarkan cahaya api, yang seharusnya cahaya itu hanya akan keluar jika pemiliknya yang menggunakannya. Kaisar Huan Zi dan Chen begitu terkejut melihatnya bagaimana bisa Mei Lin mengeluarkan cahaya api pedang milik kaisar Huan Zi.
Dengan gerakan indah dan cepat namun di selimuti aura kegelapan yang pekat Mei Lin menghabisi semua pembunuh bayaran itu dan kemuadian segera berlari ke arah gegenya.