Jadi ini adalah karya kedua ku
pada karya kali ini mengisahkan seorang Cecil yang jatuh cinta pada aham cinta pertamanya, namu karena kesalah pahaman mereka tidak saling bertemu kembali.
Cecil yang sudah berusaha melupakan sang cinta pertama, harus dipertemukan kembali dengan aham karena perjodohan yang di lakukan kedua orangtuanya saat mereka masing sama-sama kecil.
bagaimana kelanjutan hubungan mereka? apakah sikap aham yang dingin mampu dilelehkan oleh Cecil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Anis Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERANGKATT
Keesokan harinya di rumah keluarga Pradana....
Cecil tengah bersiap-siap di dalam kamarnya karena hari ini dia harus berangkat ke Papua untuk KKN nya, dia sudah mempersiapkan barang-barang yang dibawa nya jauh-jauh hari sebelumnya...
Dia membawa tambahan 1 kotak kecil sebagai tempat obat-obatan yang harus rutin ia minum, mengingat kemarin dia baru saja keluar dari rumah sakit...
setelah selesai mempersiapkan dirinya, Cecil akhirnya turun ke bawah untuk sarapan. Dia yakin papa dan mama nya sudah menunggunya karena mereka berdua lah yang akan mengantar Cecil nantinya (Cecil nggak tau kalau Aham yang nganter wkwk)..
Cecil dengan santai menuruni anak tangga sambil menenteng 2 tas besarnya dan di belakangnya sudah ada bibi yang membawakan koper dan tas-tas kecilnya. Dia memang lah cewek yang paling rempong di antara para sahabatnya...
"Selamat pagi papa mama" sapa nya kepada kedua orangtuanya yang tengah duduk di meja makan
"pagi nak" jawab papanya
"semangat banget sih anak mama" ucap mama nya sambil tersenyum
Cecil duduk bergabung bersama kedua orangtuanya
"hehe, Cecil udah bantuin hari ini lama banget ma pa" jawab Cecil sambil tersenyum
"Apalagi nanti Cecil bakal lebih deket sama kak Aham" sambungnya sembari menghela nafas
"semoga saja dengan kamu ada di sisi Aham, hubungan kalian semakin membaik nantinya" ucap mama nada
"tapi ingat, jangan terlalu menunjukkan bahwa kamu cinta dia sebelum dia bilang ke kamu kalau dia cinta kamu"sambung mamanya
mama nada memang tidak tahu bagaimana kisah Aham dan Cecil yang sebenarnya, dia hanya mendengar cerita dari sang keponakan yang tak lain adalah Bima. karena awalnya Bima menentang perjodohan antara Aham dan Cecil, dia takut Aham tidak memperlakukan Cecil dengan baik...
"Siap ma, aku juga belum yakin perasaanku ke kak Aham bisa kayak dulu lagi apa nggak" ucap Cecil sambil menunduk
benar apa yang dikatakan oleh mamanya, dia tidak boleh terlalu mencintai Aham sebelum Aham dulu yang menyatakan cintanya. Cecil tidak mau kisahnya terulang untuk kedua kalinya...
"yaudah yuk makan dulu, biar nanti nggak laper di perjalanan" ucap mama nada
tiba-tiba suara bel berbunyi..
Ting... Tong...
Ting... Tong...
"siapa pagi-pagi kesini pa ma?" tanya Cecil kepada kedua orangtuanya penasaran
"nggak tau, papa ada temen mau kesini?" tanya mama nada pura-pura tidak tahu
"nggak ma" jawab papa dana
"yaudah aku buka dulu ya" ucap Cecil sembari bangkit dari duduknya
dengan cepat mama nada mencegah Cecil
"eh biar bibi aja yang bukain, kamu makan aja" ucap mama nada yang akhirnya di turuti oleh Cecil
"bi, tolong buka in pintu ya" ucap mama nada kepada bi inah
"baik Bu" jawab bi inah kemudian berjalan dari dapur ke pintu utama
Bi inah membuka pintu, dan benar saja dugaan papa dan mama Cecil yang datang adalah Aham...
"Eh aden, silahkan masuk" ucap bi inah
"kok sepi bi?" tanya Aham
"ibu bapak sama si non lagi sarapan den, silahkan " jawab bi inah
disisi lain Cecil sedang memikirkan mengapa Aham belum juga mengirim pesan kepadanya, dia mengira hubungan mereka sudah membaik namun ternyata pikiran Cecil salah. aham tetap saja cuek...
"hmm pengen deh di anter kak Aham, biar sweet gitu" batin Cecil sembari memakan makanannya
"ah tapi mustahil sih, kita aja komunikasi waktu ketemu doang"
"ya Allah turunkan lah keajaiban. Aamiin"
Aham dengan santai berjalan ke arah ruang makan, dia dapat melihat papa mama mertuanya dan Cecil yang sedang menikmati sarapannya...
"Selamat pagi pa ma" ucap Aham
sapaan Aham itu sontak membuat Cecil kaget dan akhirnya terbatuk-batuk..
"Uhuk.. Uhuk.."
"itu kan suara kak Aham" batinnya , belum sempat ia menengok sudah tersedak terlebih dahulu
"eh Cecil pelan-pelan, kenapa sih kamu?" tanya mama nada
"ini minum, habisin" perintah papa dana
sedangkan Aham yang mendengar dan melihat Cecil yang tersedak langsung berlari ke arah Cecil dan menepuk pelan leher Cecil...
Setelah merasa batuknya reda, Cecil menghadap ke arah sampingnya. dan benar saja Aham sedang duduk di sampingnya sembari melihat ke arahnya..
"kok kakak ada disini sih?" tanya Cecil kepada Aham
"he, calon suami ada disini bukannya di sambut malah di tanyain kenapa" ucap papa dana
Cecil hanya bisa tertunduk dan menggaruk-garuk jidatnya yang tidak gatal
"Aham mau anterin kamu cil" jawab mama nada
"Ha?" Cecil yang mendengar kalimat yang keluar dari mulut mamanya langsung melongo
"iya, aku anterin kamu" ucap Aham
"kakak nggak masuk?" tanya Cecil penasaran, pasalnya saat Aham sudah selesai tugas pun tetap saja dia sibuk dengan laporan-laporannya
"nggak" jawabnya singkat
"yaudah ham, makan dulu ya. ini masih jam 7 kok" ucap mama nada
"Aham tadi udah makan ma" jawabnya
"oh yaudah, Cecil buruan selesain makan mu itu" ucap mama nada kepada Cecil yang masih saja diam
"iya ma"
setelah selesai dengan acara makannya, Cecil dan Aham dibantu oleh bibi mulai memasukan barang-barangnya ke mobil Aham...
Cecil melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya...
"udah jam setengah 8" ucap Cecil
"yaudah pa ma, kita berangkat dulu" ucap Aham kemudian menyalami kedua calon mertuanya
"iya hati-hati ya" jawab mama nada
"jaga diri baik-baik Cecil " ucap papa dana
Cecil berpelukan dengan kedua orangtuanya, sebelumnya dia tidak pernah jauh dengan orangtuanya dan baru kali ini mereka akan berpisah...
"kalian kok nggak sedih sih, kan aku mau KKN lama banget" ucap Cecil yang sudah sesenggukan
"la kalau kita kangen kamu kan tinggal terbang ke sana udah beres" ucap papa dana dengan santainya
Cecil hanya mengangguk angguk, ada benarnya juga kata papanya...
"aku pergi dulu ya pa, ma" ucapnya
"bibi jagain dua orang kesayanganku ini ya" sambungnya
"siap non" jawab bi inah
Aham dan Cecil akhirnya berangkat menuju kampus terlebih dahulu karena Cecil harus mengambil buku agenda dan perlengkapan lainnya...
sesampainya di parkiran kampus sudah terlihat Titi bersama pacarnya yang sudah menunggu kedatangan Cecil...
"itu Titi" ucap Cecil kepada Aham, akhirnya aham memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Titi dan pacarnya
Aham keluar dari mobil bersamaan dengan titi yang tidak sengaja menengok ke arahnya. tak lama Cecil keluar dari mobil Aham, hal tersebut sontak membuat titi kaget...
"loh itu kan kak Aham" batinnya
"Eh eh Cecil ?"
"Hai ti, vin" sapa Cecil kepada mereka berdua yang masih saja melamun karena kehadiran Aham dan Cecil yang mengagetkan...
tampak Aham dan Cecil tersenyum ke arah mereka berdua...