NovelToon NovelToon
Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Nikah Kontrak
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Dalam dunia bisnis yang kejam, Alara Davina—seorang desainer berbakat—terjebak dalam pernikahan kontrak dengan Nathan Erlangga, CEO dingin yang menyimpan luka masa lalu. Yang Alara tidak tahu, wanita yang selama ini ia anggap sahabat—Kiara Anjani—adalah cinta pertama Nathan yang kembali untuk merebut segalanya.

Ketika pengkhianatan datang dari orang terdekat, air mata menjadi teman, dan hati yang rapuh harus memilih. Bertahan dalam cinta yang menyakitkan, atau pergi dengan luka yang tak pernah sembuh.

*Cinta sejati bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang bertahan hingga akhir.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti Tersebar

Pagi itu Naura bangun dengan badan pegal semua. Tidurnya cuma tiga jam, semaleman nangis di kamar yang gelap dan dingin.

Nathan tidak pulang semalam, Naura bangkit dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dengan langkah gontai, cermin menunjukkan pantulan dirinya yang mengerikan.

Mata bengkak, pipi tirus, bibir pucat. Dia sentuh perutnya yang mulai membesar, minggu kedua belas kehamilannya.

"Maafin mama sayang." bisiknya pelan sambil usap perut itu lembut. "Mama gak bisa kasih kamu keluarga yang bahagia."

Naura turun ke ruang makan jam delapan pagi, Bi Ijah udah siapin sarapan di meja tapi Naura cuma bisa liat makanan itu tanpa selera.

Perut mual, kepala pusing, hati sakit. Tiga hal yang jadi teman setiap paginya.

Tiba-tiba ponselnya berdering, nomor tidak dikenal. Naura mengakatnya.

...📞...

"Hallo?"

Suara wanita di seberang, suara yang Naura kenal tapi dibuat berbeda.

^^^"Nyonya Erlangga, saya dari kantor berita harian Kota, kami ingin konfirmasi tentang foto yang beredar, apa benar itu anda dengan pria lain?"^^^

Jantung Naura seketika terasa berhenti sedetik.

"Foto apa?"

^^^"Foto anda, yang sedang berpelukan dengan seorang pria di pinggir jalan, foto itu viral di kalangan sosialita sejak tadi malam."^^^

Ponsel Naura jatuh dari tangannya, foto dia dan Layvin kemarin viral. Naura panik mengambil ponselnya lagi dengan tangan yang gemetar.

"I-itu bukan seperti yang kalian lihat, dia menyelamatkan saya dari..."

^^^"Jadi anda mengakuinya, bahwa itu memang anda?"^^^

Wartawan itu langsung memotong ucapan Naura.

"Sa-saya..."

Naura bingung mau menjawab apa, kepalanya terasa pusing.

^^^"Terima kasih atas konfirmasinya, Nyonya Erlangga."^^^

Sambungan terputus, Naura terduduk di kursi makan dengan napas tersengal, tangannya gemetar keras memegang ponsel.

Dia membuka media sosial, scroll timeline, dan dunia serasa runtuh. Foto dia dan Layvin ada di mana mana.

Di akun gosip, di forum sosialita, bahkan di beberapa portal berita online. Judul yang menyakitkan bertebaran.

"Istri CEO Erlangga Kepergok Selingkuh."

"Pernikahan Nathan Erlangga Terancam, Istri Diduga Berselingkuh Dengan Asisten Suaminya."

"Skandal Keluarga Erlangga: Istri Muda Hamil Anak Siapa?"

Setiap kata seperti pisau, yang menusuk dada Naura berkali-kali. Komentar di bawah foto lebih kejam lagi.

"Dasar istri murahan, suami sekaya Nathan Erlangga masih selingkuh."

"Pantes Nathan selingkuh sama Mahira, istrinya sendiri juga ga bener."

"Kasian Nathan, dikasih hati minta jantung."

"Cewek desa gini emang ga tau diri, udah dikasih hidup enak malah selingkuh."

Naura menangis saat membaca semua komentar kejam itu. Tangannya gemetar sampe ponselnya jatuh lagi ke lantai.

"Nyonya," Bi Ijah datang dengan wajah khawatir. "Nyonya tidak apa-apa?"

Naura cuma menggeleng pelan sambil menangis, gak bisa bicara apa-apa.

Bi Ijah ngangkat ponsel Naura, ngeliat foto yang viral itu, mukanya jadi sedih. "Ya Allah Nyonya, ini..."

"Itu bukan seperti yang mereka pikirkan, Bi." Naura berbisik dengan suara serak. "Layvin cuma menyelamatkan saya dari mobil, dia nggak..."

"Saya percaya Nyonya." Bi Ijah potong dengan lembut. "Saya tau Nyonya bukan orang seperti itu."

Tapi kata-kata Bi Ijah, gak cukup untuk mengobati luka hati Naura. Karena yang percaya cuma pembantu rumah tangga.

Sementara seluruh dunia menghakiminya, pintu depan terbuka keras, Nathan masuk dengan wajah merah marah, di tangannya ada ponsel yang layarnya nunjukin foto yang sama.

Foto Naura dan Layvin.

"NAURA!" Nathan berteriak keras.

Naura berdiri dengan kaki yang hampir ga kuat nahan berat tubuh. "Nathan aku bisa jelaskan."

"JELASKAN APA?!" Nathan lempar ponselnya ke sofa. "SEMUA ORANG UDAH TAU! SEMUA ORANG UDAH LIAT FOTO ITU!"

"Itu bukan seperti yang kamu pikirkan, Layvin cuma..."

"CUMA APA?! CUMA MELUK KAMU?! CUMA PEGANG KAMU SEINTIM ITU?!" Nathan jalan mendekat dengan mata menyala. "Kamu pikir aku bodoh Naura?! kamu pikir aku ga tau apa yang terjadi antara kamu dan dia?!"

"GA ADA YANG TERJADI!" Naura juga ikut berteriak walau suaranya gemetar. "Aku hampir ketabrak Nathan! Layvin menyelamatkan aku! itu cuma itu!"

"Bohong!" Nathan tepis penjelasan Naura dengan tangan. "Kamu bohong, semua bukti menunjuk bahwa kamu selingkuh sama dia!"

"Bukti apa?! foto yang diambil dari sudut yang salah?!" Naura nangis keras. "Itu bukan bukti Nathan, itu manipulasi!"

"Manipulasi?!" Nathan ketawa sinis. "Terus foto kamu pegangan tangan, sama dia di taman kemarin itu juga manipulasi? foto kamu senyum senyum sama dia itu juga manipulasi?!"

Naura terdiam, dia gak bisa bantah foto-foto itu memang ada. Tapi konteksnya bukan seperti yang Nathan pikir.

"Nathan, tolong dengarkan aku sekali ini aja." Naura melangkah mendekat dengan tangan terjulur. "Aku ga pernah selingkuh, aku ga pernah khianati kamu, Layvin cuma teman, cuma..."

"JANGAN SENTUH AKU!" Nathan menepis tangan Naura kasar sampe Naura hampir jatuh. "Aku jijik sama kamu, jijik sama sentuhan kamu yang udah kotor!"

Kata-kata Nathan kayak cambuk, yang merobek jiwa Naura. Nathan bilang dia kotor.

"Aku gak kotor," Naura berbisik sambil memeluk tubuhnya sendiri, "Aku gak pernah..."

Tiba-tiba pintu terbuka lagi, kali ini Paman Hendri dan Bibi Sarah masuk tanpa permisi dengan wajah marah.

"Nathan, apa yang terjadi?!" Paman Hendri langsung bentak. "Foto istri kamu dan Layvin ada di mana-mana, kamu tau ini memalukan keluarga kita?!"

"Saya yang memalukan?" Naura berbalik, menatap Paman Hendri dengan mata merah. "Saya yang diselamatkan dari kecelakaan, terus difoto dan disebarkan tanpa konteks, tapi saya yang memalukan?!"

"Kamu selingkuh di depan umum dan kamu masih membela diri?!" Bibi Sarah maju dengan jari menuding Naura. "Dasar wanita tidak tahu malu, Nathan udah kasih kamu hidup enak, rumah mewah, uang banyak, tapi kamu masih selingkuh sama asisten!"

"SAYA GA SELINGKUH!" Naura berteriak sekuat tenaga sampe tenggorokannya sakit. "BERAPA KALI SAYA HARUS BILANG?! SAYA GA SELINGKUH!"

"Terus foto-foto itu apa?!" Paman Hendri nunjukin ponselnya, yang penuh screenshot foto Naura dan Layvin, bahkan dari berbagai sudut. "Apa ini semua rekayasa?!"

Naura menatap foto-foto itu dengan mata terbelalak. Ada foto dia dan Layvin dari sudut yang berbeda beda, kayak ada yang sengaja motret dari berbagai angle, bahkan ada foto close up wajah mereka yang keliatan intim.

Ini bukan foto candid biasa.

Ini disengaja.

Ini direncanakan.

"Aku yakin, ini pasti sengaja diatur." Naura berbisik. "Seseorang sengaja memotret kami dari berbagai sudut, seseorang sengaja bikin ini keliatan..."

"Dengar dirimu!" Bibi Sarah nyinyir. "Sekarang kamu mau bilang ada konspirasi? kamu pikir kamu penting sampe ada orang mau jebak kamu?"

Naura ingin bilang Mahira, ingin bilang semua ini pasti ulah sahabatnya yang ternyata ular, tapi dia ga punya bukti. Gak punya apa-apa selain perasaan.

"A-aku..." Naura ga bisa ngelanjutin kata katanya, air mata terus mengalir.

Nathan berdiri di tengah ruangan dengan rahang mengeras. "Mulai hari ini, Naura ga boleh keluar rumah."

Naura mengangkat kepala. "Apa?"

"Kamu dengar," Nathan menatap Naura dingin. "Kamu dikurung di mansion ini sampai bayi lahir dan tes DNA selesai, kamu ga boleh kemana mana, ga boleh ketemu siapa-siapa, terutama Layvin."

"Kamu ga bisa lakuin ini." Naura berbisik dengan suara bergetar.

"Aku bisa dan aku akan." Nathan berbalik ke Paman Hendri. "Paman tolong bilang ke semua keluarga, Naura sedang sakit dan perlu istirahat total, ga ada yang boleh berkunjung tanpa izin saya."

"Baik Nathan, itu keputusan yang tepat." Paman Hendri ngangguk setuju.

"Dan Bi Ijah." Nathan manggil pembantu rumah tangga yang berdiri di pojok dengan wajah takut. "Awasi Naura dua puluh empat jam, laporan ke saya kalau dia coba keluar atau coba hubungi Layvin."

Bi Ijah cuma bisa mengangguk dengan mata berkaca-kaca, Naura berdiri di tengah ruangan dengan tubuh gemetar, rasanya seperti terdakwa yang divonis penjara tanpa pengadilan.

"Nathan, kamu ga bisa perlakukan aku seperti tahanan." Naura berbisik. "Aku istri kamu."

"Istri yang berkhianat." Nathan memotong dingin. "Dan pengkhianat harus dihukum."

"Tapi aku hamil." Naura megang perutnya. "Bayi kita."

"Bayi yang bahkan aku ga yakin itu darah dagingku." Nathan menatap perut Naura dengan tatapan jijik. "Jadi jangan pake bayi itu buat minta belas kasihan."

Kata kata Nathan merobek hati Naura jadi serpihan kecil yang ga akan bisa disatukan lagi.

Paman Hendri dan Bibi Sarah keluar dari mansion dengan wajah puas, misi mereka berhasil, Naura dikurung.

Nathan juga ikut keluar tanpa ngelihat Naura lagi, ninggalin Naura yang berdiri sendirian di ruang tamu yang luas tapi terasa sempit.

Naura jatuh berlutut di lantai marmer yang dingin, tangannya memeluk perutnya sendiri, nangis sekeras kerasnya sampe ga ada suara yang keluar lagi.

Cuma isakannya yang pecah pecah memenuhi mansion yang sepi.

Bi Ijah mendekat, berlutut di samping Naura, memeluk Nyonya mudanya dengan air mata ikut jatuh. "Nyonya, saya percaya, Nyonya gak bersalah, saya percaya."

Tapi kepercayaan satu orang ga cukup, gak cukup melawan fitnah yang udah tersebar ke seluruh kota.

Gak cukup melawan kebencian suami yang buta. Gak cukup mengembalikan kehormatan yang udah diinjak-injak. Naura terisak di pelukan Bi Ijah, tangannya ga lepas dari perutnya yang mulai membesar.

"Maafkan mama sayang." Dia berbisik di antara isak tangisnya. "Maafkan mama, yang gak bisa kasih kamu papa yang baik, gak bisa kasih kamu keluarga yang utuh, maafkan mama yang lemah."

Bayi di perutnya seolah ngerti, bergerak pelan untuk pertama kalinya, kayak ngasih tau mamanya dia ada, dia hidup, dia butuh mamanya bertahan.

Naura nangis makin keras ngerasain gerakan pertama bayinya. Gerakan yang seharusnya jadi momen paling bahagia.

Tapi jadi momen paling menyakitkan, karena dia sendirian, papa bayinya gak percaya, dan gak peduli.

Sementara di kantor Nathan, Layvin dipanggil ke ruangan bos dengan perasaan gak enak. Dia udah liat foto yang viral, udah tau dia dan Naura jadi bahan gosip.

Nathan duduk di kursi besarnya dengan wajah dingin mematikan. "Layvin."

"Ya, Tuan." Layvin berdiri tegak.

"Kamu dipecat." Nathan bilang tanpa emosi. "Efektif hari ini, kemas barang kamu dan pergi, jangan pernah dekati Naura lagi."

Layvin menegang. "Tuan, saya bisa jelasin."

"GA USAH!" Nathan membanting tangan ke meja sampe laptop nyaris jatuh. "Gak usah jelasin apa-apa, keluar dari kantorku sekarang, sebelum aku panggil security!"

Layvin mengepalkan tangan, rahangnya mengeras, tapi dia tau ga ada gunanya melawan. Dia berbalik dan keluar dari ruangan dengan hati hancur.

Bukan karena dia kehilangan pekerjaan, tapi karena dia gak akan bisa lindungi Naura lagi. Gak akan bisa ada di saat Naura butuh, gak akan bisa pastikan Naura aman.

Dan di apartemen Mahira, dia duduk di sofa sambil minum wine merah dengan senyum kemenangan terlebar yang pernah dia punya.

Rencananya berhasil sempurna, foto-foto yang dia atur, yang dia sebar lewat berbagai akun, yang dia manipulasi sudut pengambilannya, semua berhasil.

Naura dikurung.

Layvin dipecat.

Nathan makin benci Naura, tinggal tunggu waktu sebelum Nathan usir Naura selamanya.

"Selamat tinggal Naura sayang." Mahira mengangkat gelas wine ke arah foto Naura, yang dia tempel di dinding, foto yang udah dia coret dengan spidol merah. "Permainan baru saja dimulai, dan kamu udah kalah dari awal."

Mahira tertawa sendirian di apartemen, yang mewah tapi terasa dingin. Tertawa kemenangan, tertawa monster.

Sementara Naura terkurung di mansion dengan baby bump yang terus membesar, hati yang terus hancur, dan harapan yang terus menipis hingga nyaris habis.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Sumiyatun Martoyo
aassssw
Queen of Mafia: Apaan tuh?🤔
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rsjin2 upnya thor
Queen of Mafia: iya, siap kak🙏🙏
total 1 replies
Alina Bams
ceweknya terlalu lemah thor dan mudah di bodohin
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Isma Nayla
kenapa sih naura gk pergi aja thor
ada laki2 lain yg perhatian dn menjaga,kenapa gk sm laki2 itu
lagian nathan jg selingkuh lbh baik naura pergi menjauh dari nathan.
Queen of Mafia: rintangan dikit kak/Shy/
total 1 replies
Isma Nayla
klu sdh tau suami kayak gtu,mendingan tinggalin sj.
daripd sakit hati tiap hari.
suami yg blm lepas dr masa lalunya gk akn percaya sm omongan istri sah nya.
buat apa tetap cinta dn bertahan.
pergi,cari kebahagiaanmu bersama anakmu sj
Fitri Yani
saraff memang Mahira
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Masitoh Masitoh
kasihan bumil terlalu rapuh masih bertahan
Masitoh Masitoh
semangat authorr💪💪
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
sering sering up
Queen of Mafia: siap kak☺🙏
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rajin up dong author..kelamaan nunggu
Queen of Mafia: hehe maaf ya kak☺
total 1 replies
Masitoh Masitoh
semoga Naura baik2 saja..pergi mulakan hidup baru..buat nathan menyesal
Queen of Mafia: jangan bertahan dengan laki2 seperti Nathan ya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
pergi jauh naura
Esma Sihombing
cerita kehidupan yg sangat menarik
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
pergi aza Naura untuk menjaga kewarasan mu,dan bayi mu, buat Nathan menyesal
falea sezi
minta cerai aja dan pergi jauh biarkan penghianat bersatu nanti jg karma Tuhan yg berjalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!