NovelToon NovelToon
HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / BTS
Popularitas:482
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

"Di balik presisi pisau bedah, ada rahasia yang tidak boleh terucap."
Sheril tidak pernah menyangka bahwa kariernya sebagai ahli forensik akan membawanya ke dalam lingkaran berbahaya antara cinta dan kebenaran. ia mempercayai sekaligus mencurigai kekasihnya Jungkook.
Beberapa rahasia memang lebih baik tetap membisu. Tapi, apakah detak jantung bisa berbohong di bawah tajamnya skalpel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Pisau dan Gula

Aroma rosemary dan bawang putih yang ditumis dengan mentega memenuhi udara apartemen Sheril malam itu. Sangat berbeda dengan aroma formalin dan besi yang seharian Sheril cium di tempat kerjanya.

"Sedikit lagi, Sayang. Jangan mengintip," suara lembut itu berasal dari dapur.

Jungkook berdiri di sana, masih mengenakan apron hitamnya. Tangannya yang dipenuhi tato terlihat sangat terampil mengayunkan pisau dapur di atas talenan. Ia membalikkan badan, memberikan senyum kelinci yang selalu berhasil meluluhkan rasa lelah Sheril setelah seharian membedah mayat di ruang forensik.

Jungkook berjalan mendekat, mengecup dahi Sheril lama sebelum menyelipkan selembar tisu untuk mengusap noda kecil di pipi kekasihnya.

Sheril mengusap pipinya yang baru di bersihkan Jungkook.

Jungkook tersenyum, "aku rasa itu cream malammu sayank"

Sheril mengangguk mengerti.

"Kamu terlihat pucat. Kasus baru lagi?"

Sheril mengangguk lemas, menyandarkan kepalanya di dada bidang Jungkook.

"Dua korban baru. Pelakunya sangat rapi, Kook. Hampir... artistik. Aku dan V sampai pusing"

Tatapan Jungkook meredup sedetik—hanya sedetik—sebelum ia kembali tersenyum ceria.

"Lupakan soal mayat. Malam ini hanya ada kamu, aku, dan steak wagyu spesial buatanku. Aku tidak ingin ada bau kematian di meja makan kita." kata Jungkook mendekat dan mencolek hidung Sheril

Sheril mengangguk, wajahnya mendongak menatap kekasihnya.

"Brak!"

Pintu apartemen terbuka tanpa diketuk. Jin masuk dengan gaya khasnya, membawa tiga kantong plastik besar berisi camilan mahal.

"Adikku tersayang! Kenapa kau terlihat kurus sekali?" Jin langsung menghampiri Sheril, mengabaikan Jungkook yang mendengus kesal karena momen romantisnya diganggu. Jin memegang wajah Sheril, membolak-baliknya seolah memeriksa barang dagangan. "Apa bocah tukang masak ini memberimu makan dengan benar?" tanya Jin melirik Jungkook sesaat

"Kalau tidak, biar Oppa seret dia ke kantor polisi!" lanjut Jin menatap Jungkook dengan tatapan garang.

"Jin Hyung, aku ini koki terbaik, bukan tukang masak sembarangan," protes Jungkook sambil meletakkan piring di meja.

"Tetap saja, adikku harus makan banyak!" Jin mengeluarkan sekotak vitamin dan cokelat impor dari kantongnya.

"Ini, makan ini. Oppa sengaja mampir sebelum balik ke kantor. Kasus psikopat ini membuat seluruh departemen gila, aku tidak mau kau ikut sakit."

Tak mereka sadari dari tadi seseorang juga sudah duduk di ruang tamu apartemen itu. Dia adalah suga, si ahli IT. Ia sibuk dengan ponselnya.

Suga tidak banyak bicara. Ia hanya melirik Sheril sekilas dengan tatapan dingin khasnya.

"Suga oppa" sapa Sheril

"Hmmm"

"Makanlah yang banyak Sheril. Jangan hanya minum kopi, Aku cukup lelah mendengar Oppa mu mengomel" ucap Suga datar tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Namun, tanpa suara, ia meletakkan sebuah flashdisk di meja dekat tas kerja Sheril. "Aku sudah meretas data satelit di sekitar TKP terakhir. Mungkin bisa jadi petunjuk untuk di cocokan dengan para korban. Jangan beritahu RM aku memberikannya padamu."

"Suga-ya, kau selalu saja dingin tapi perhatian," goda Jin sambil merangkul bahu Suga, yang langsung ditepis oleh pria itu.

Sheril tersenyum melihat kekacauan manis di ruang tamunya. Ada abangnya yang protektif, rekan kerja yang jenius, dan kekasih yang sangat mencintainya.

Malam semakin larut. Setelah Jin dan Suga pamit kembali ke markas, Jungkook memeluk Sheril dari belakang saat mereka berdiri di balkon.

"Kamu bahagia, Sheril sayank?" bisik Jungkook di telinganya.

"Sangat bahagia, Kook. Aku memiliki kakak dan kekasih yang menyayangiku dan aku selalu merasa aman bersamamu."

Jungkook membenamkan wajahnya di leher Sheril, menghirup aroma parfum wanita itu yang bercampur dengan aroma sabun rumah sakit. Matanya yang bulat dan jernih menatap ke arah lampu-lampu kota Seoul yang gemerlap, tepat ke arah sebuah gang gelap tempat penemuan mayat tadi pagi.

"Aku juga bahagia sayank. Aku akan melakukan apa pun untuk menjagamu tetap bahagia," gumam Jungkook pelan. Tangannya memeluk Sheril makin kuat, memejamkan matanya. Menghirup aroma sheril yang membuat candu. Dalam hatinya ia selalu berjanji akan melakukan apapun untuk sheril.

"Apa pun."

...****************...

1
Lilyyanaa
ternyata member bts lengkapp🤭
sabana: iyah, semoga suka🙏
total 1 replies
sabana
Ini Fanfic idol lagi ya, minjam nama-nama personil BTS ya, semoga suka
李慧艳
mampir...semangatk kak
李慧艳: tolong AP???
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!