Saling selingkuh, mewarnai kehidupan rumahtangga Dave, dan Alana.
Hingga keduanya menyadari adanya cinta pada diri masing-masing, disaat rumahtangga yang mereka jalani, berada diujung tanduk. Dan cinta itu semakin kuat, dengan kehadiran sikembar Louis, dan Louisa.
Ikuti kisah cinta Alana, dan Dave yang merupakan saudara tiri.
IG. Popy_yanni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan menikah.
Dave terlihat begitu kesal, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Alana, padanya.
"Kau tau, suka atau tidak suka kita akan tetap menikah. Dan karena ini juga, keinginan Papa."
"Papa...?! apa maksudmu, Dave?! aku tidak mengerti? dan kenapa juga, harus membawa Papa dalam masalah ini. Lagi pula, aku sudah senang dengan kehidupanku sekarang, jadi buat apa kita harus menikah!" Suara yang terdengar kesal, saat menjawab pertanyaan Dave.
"Papa tau, tentang apa yang terjadi antara kita, Alana?!" Jawabnya, dengan mengehembuskan napas kasar.
Seketika Alana menatap dengan intens, lelaki tampan itu, dengan mencoba untuk menelusuri kebenarannya, dengan apa yang dikatakannya.
"katakan, ini semua tidak benarkan, Dave? katakan kalau kau, berbohong."
"Terserah kau mau percaya, atau tidak. Karena aku sebenarnya sudah bertahun-tahun mencarimu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku."
Alana hanya menunduk, dan dalam dirinya timbul rasa bersalah yang teramat sangat, karena sudah memutuskan komunikasi dengan Damian, karena sebenarnya dia sangat mertindukan pria itu.
"Kau sangat menyayangi, Papa kan? turuti permintaannya." Seru Dave, tiba-tiba.
"Maaf Dave, tapi aku tidak bisa." Jawabnya, tegas.
"Aku tidak perduli suka, atau tidak suka, kita akan tetap menikah. Karena akupun berat, melakukan pernikahan ini. Tapi aku memikirkan, nasip kedua anakku, dan keinginan papa. Dan aku ingin mengatakan sesuatu padamu, aku menyukai Laura. Ntah itu cinta, atau apa, akupun tidak tau, tapi dia membuatku nyaman, saat bersamanya. Dan ini terjadi, saat aku tidak sengaja, bertemu denganya kembali."
"Tunggu..?! Jadi jika sekalipun kita sudah menikah, kau, dan Laura akan tetap berhubungan?!" Tanya Alana, mencoba untuk menebak, apa yang disampaikan oleh laki-laki itu.
"Iya, karena aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri Aana, jadi aku harap kau mengerti."
Menghembuskan napas yang begitu terasa sesak didadanya, saat mendengar apa yang dikatakan Dave.
"Apa kau sudah gila, Dave? sebenarnya pernikahan seperti apa yang kita jalani, kau menjadi suamiku, tapi kau menjalin hubungan dengan Laura..?"
"Bukankah kau tidak memiliki perasaan apa-apa padaku?! jadi buat apa kau marah. Apa kau cemburu?!"
"Cemburu, buat apa aku cemburu? tapi bagaimana jika Louis, dan Louisa tahu dengan pernikahan ini?!"
"Tentu saja, jangan sampai mereka tahu. Dan kau juga, tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain."
Terkejut, dengan apa yang dikatakan Dave padanya, yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
"Kau sangat egois?! kau bisa menjalin hubungan dengan wanita lain, tapi kenapa aku tidak bisa? bukankah kau menyaukai Nona Laura, dan kau menikahiku hanya karena terpaksa?"
Menghembuskan napas kasar, berusaha meredam amarahnya.
"Karena sampai kapanpun, aku tidak mau kedua anakku mempunyai ayah tiri, Alana?! dan jika kau melakukan itu, aku akan menjauhkan kau dari Louis, dan louisa." Ucapnya, dengan melangkahkan kaki, keluar dari kamar itu.
Meneteskan airmatanya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dave. "Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus menjalani kehidupan seperti ini..? seandainya Louis, dan Louisa tahu pernikahan kami seperti apa, bagaimana?!" Gumamnya, dengan tetesan bening yang sudah membasahi pipinya.
****
Pagi telah menyapa kota Cambrigge, membuka matanya, dan mejumpai hari telah terang, saat sang surya memberikan sedikit cahayanya, pada wajah cantik itu.
"Kau sudah bangun..?!" Sapa seseorang, yang mengejutkan dia dari.
Memaksakan diri untuk bangun, ditenga rasa kantuk yang masih mendera. "Dave..?!" Panggilnya, saat laki-laki tampan itu, tenga membalutkan dasinya pada kemejanya.
"Ada apa?" Jawabnya, acuh.
"Aku tidak bisa menikah, denganmu." Ucapnya, tegas.
"Jadi kau mau, kita tinggal serumah tanpa sebuah status..?!"
"Kalau begitu biarkan, aku, dan anak-anakku, pergi."
"kalau begitu pergilah, Louis, dan Louisa tetap bersamaku."
'Mana bisa seperti itu, Dave?! karena bagaimanapun, aku adalah Ibu mereka. " Ucap Alana, dengan nada memohon.
"Dan aku, adalah Papa mereka. Dan kenapa kau begitu keras, kepala? bisakah kau mengkesampingkan egomu..?!"
"Kita tidak saling mencintai, dan kau menyukai Nona Laura. Terus pernikahan seperti apa yang kita jalani, Dave? ini gila..?!"
"Kita jalani saja, mungkin saja suatu saat hal yang tidak terduga, bisa terjadi antara kau, dan aku. Dan aku pergi dulu, Laura sudah menungguku." Ucapnya, dengan berlalu begitu saja.
"Dave...?... Dave....?!"Panggil Alana, tapi tidak dihiraukan oleh laki-laki tampan itu, yang sudah menuruni tangga menuju lantai bawa.
****
"Dasar brengsek..?! dia pikir aku ini, wanita bodoh, apa?!" Dengan nada yang terdengar, kesal.
"Mama...?!" Teriak Louis, dan Louisa dengan berlari kecil, menghampiri Ibunya.
Berbalik dengan senyuman kecil diwajahnya, seraya merentangkan tangan menyambut tubuh kedua anaknya.
"Wanginya..., apa kalian berdua, baru selesai mandi..?"
"Iya Mama, kami baru saja selesai mandi." Jawab Louis, dengan wajah sumringah.
"Maa? apakah benar, kau, dan Papa akan menikah?" Dengan tatapan, lekat menatap Alana.
"Siapa yang mengatakan padamu, Louisa?" Tanya Alana, dengan tatapan penasaran menatap anak perempuanya.
"Papa yang mengatakan pada kami, dan Papa bilang aku, dan Louis yang akan menjadi pengiring pengantinnya."
Menghembuskan napas kasar, dengan memakskan diri untuk tersenyum.
"Apakah kalian berdua bahagia, jika Papa, dan Mama menikah?"
"Tentu saja, kami bahagia Mama? aku akan menunjukkan pada Willi, kalau orangtuaku juga, punya foto pernikahan, dan aku juga punya Papa." Jawab Louis, dengan senyuman bahagia diwajahnya.
Tersenyum, menatap kedua anaknya dengan penuh kasih Sayang.
"Mama akan menikah dengan Papa, kalau itu bisa membuat kalian bahagia. Dan Mama lakukan ini, demi kalian berdua." Jawabnya, tersenyum.
****
Laura begitu terkejut, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dave, kalau dia dan Alana akan menikah.
"Apa kau serius, Dave?! kau akan menikah dengan wanita itu? terus bagaimana denganku?!" Tanya Laura, dengann raut wajah yang terlihat kesal.
"Aku minta kau mengerti?! aku lakukan ini demi kedua anakku. Dan juga ayahku, aku tidak mau membuat mereka kecewa."
"Terus aku bagaimana, pasti kau akan melupakan aku, setelah kau menikah dengan Alana."
"Aku tidak mungkin melupakanmu, karena aku tidak mencintainya sama sekali."
"Jadi apakah kita berdua, akan tetap berhubungan walaupun kalian berdua, sudah terikat pernikahan?"
"Iya, aku janji. Aku tidak akan mengabaikanmu." Jawabnya, tersenyum.
Laura menghampiri laki-.laki tampan itu, dan memeluknya.
"Aku tau, kau hanya mencintaiku, Dave?! dan aku akan bersabar untuk itu." Jawabnya, tersenyum.
"Terima kasih Laura, karena kau sudah sangat mengerti? itulah yang membuat aku menyukaimu, kau sangat pengertian,"Jawabnya, dengan membalas pelukan wanita itu.
Menyeringai disudut bibirnya, dengan senyuman sinis diwajahnya.
"(Aku akan mencari cara, agar membuatmu berpisah dari Alana, Dave?)" Bathinnya, dengan senyuman sinis diwajahnya.