Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Menemui Nenek
"Hidup adalah perjalanan, bukan tujuan. Nikmati setiap langkah, bahkan di kegelapan"
\_ Ayu Purnama \_
“Nenek apa kabar ?” Tanya Ayu sambil duduk di sebelah Sumitra
Sudah seminggu lebih, Ayu tidak bertemu Sumitra dan tentu saja membuat Ayu sangat merindukannya.
“Kamu baru pisah denganku sebentar, pertanyaan kamu seperti lama tidak berjumpa dengan nenek saja” Jawab Sumitra sambil tersenyum
Sumitra masih mengira, jika Ayu adalah Elina …
“Nenek, aku mau bilang sesuatu tapi nenek tidak boleh terkejut ya” Ucap Ayu
“Karena kamu belum mengatakan sesuatu, jadi nenek belum bisa memprediksinya” Jawab Sumitra sambil mengelus rambut Ayu
“Nenek percaya tidak kalau cucu nenek yang hilang itu, sekarang sudah kembali lagi ?” Tanya Ayu
Sumitra membuka matanya lebar, dia tentu saja terkejut dengan cucunya itu …
“Lina, kamu jangan bercanda keterlaluan” Ujar Sumitra
“Aku serius, nek” Jawab Ayu
“Terus mana buktinya ?” Tanya Sumitra
“Aku buktinya, nek” Seru Elina
“Lina…” Sumitra hampir saja memarahi Ayu jika Elina tidak muncul
“Aku di sini nenek” Jawab Elina sambil menghampiri Sumitra
“Ini tidak mungkin” Ucap Sumitra sambil menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini
“Nek, aku Elara. Cucu nenek yang hilang dulu” Kata Ayu seraya tersenyum kepada sang nenek
“Lara, kamu Lara ?” Tanya Sumitra menatap wajah Ayu yang tidak ada bedanya dengan Elina
“Benar Nenek” Jawab Ayu seraya tersenyum
Sumitra memperhatikan wajah Ayu dengan seksama, kemudian beralih melihat ke arah Elina.
“Bagaimana bisa, kalian sama persis ? Nenek benar-benar sulit membedakan kalian” Ujar Sumitra begitu terharu
“Nanti aku kasih tahu nenek, agar nenek tidak bingung lagi” Jawab Ayu sambil memeluk Sumitra
“Kamu Lara, kamu baru saja kembali bukan ? Tetapi kenapa nada bicaramu seolah sudah akrab dengan nenek ?” Tanya Sumitra curiga
“Lara sudah kembali sejak beberapa minggu lalu nek, tapi dia berpura-pura menjadi aku karena saat itu aku belum bisa pulang” Jawab Elina
“Benarkah ? Sejak kapan ? Kenapa nenek tidak menyadarinya ?” Tanya Sumitra sedikit bingung
“Sejak paman pengawal itu memculikku ke rumah sakit, nek” Sahut Ayu seraya menggenggam tangan Sumitra
“Jadi yang mendonorkan darah itu kamu ?” Tanya Sumitra
“Iya nek” Jawab Ayu menganguk
“Ya tuhan, kenpa aku tidak menyadarinya ? maafkan nenek ya” Ujar Sumitra memeluk Ayu penuh hari
“Sudah nek, tidak perlu bersedij begitu. Sekarang kita telah bersama lagi” Kata Elina tersenyum
“kamu benar Lina, duduk di depan nenek. Nenek ingin melihat perbedaan kalian” Titah Sumitra
“Dengan senang hati, nenek” Jawab Elina seraya duduk di samping Ayu
Sumitra memperhatikan Ayu dan juga Elina seraya bergantian …
“Sekarang nenek sudah tahu, nenek bisa membedakan masing-masing diantara kalian” Ujar Sumitra
“Benarkah bu ? Aku justri masih belum bisa membedakan kedua bidadariku ini” Celetuk Alvin
“Dasar payah, masa tidak bisa membedakan putrimu” Gerutu Sumitra
“Dengan berjalannya waktu, aku pasti tahu nanti” Jawab Alvin
“Yang membedakan itu tau lalatnya saja, kalau Ayu memiliki tahi lalat di dekat alis dan di ujung mata dan kalau aku memiliki tahi lalal di dekat hidung dan dagu” Jelas Elina
“Itu gampang, ayah pasti langsung ingat dengan perbedaan anak kembar ayah ini” Jawab Alvin
“APA ?! Tidak mungkin” Ucap Seseorang terkejut
# Siapa orang yang terkejut kalau anak kembar Alvin sudah kembali ? #