"
Alena, gadis biasa yang penurut dan tidak menuntut, berpenampilan biasa dan tidak menonjol.
Hingga suatu hari, pamannya berjanji akan menikahkannya dengan Alan Pratama Wijaya, pria kejam yang tak segan-segan membunuh lawannya.
Alan seperti psikopat yang menyukai darah dan pembunuhan, namun ia selalu menutupi dirinya saat menghadapi Alena.
Menghadapi Alan dan kegilaannya, Alena bersikap tenang tanpa rasa takut.
Dia bahkan menangani mantan pacar Alan dengan baik.
Siapakah Alena yang tampaknya biasa?
Rahasia apa yang dia miliki?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Alvin terus menerus mengelus wajah gadis tersebut menggunakan pisau.
benar benar tidak waras.pikir Frans dan aurel
ughh.
gadis itu terbangun dari tidur lelapnya.gadis itu seperti mengeluh karena ikatan ditangannya.
"aku ada dimana?"kata gadis itu belum sepenuhnya sadar tentang keadaan dirinya sedang dimana.
setelah beberapa detik,gadis itu baru tersadar bahwa dirinya sedang diculik.
"kak Alvin."kata gadis itu Mel orang yang berdiri di depannya.
"halo adik iparku yang imut."alvin mencubit pipi cuby gadis itu.
"anela kakak culik ceritanya sekarang?"tanya gadis itu yang bernama anela.
'astaga baru kali ini aku melihat orang yang diculik ia bertanya dulu.'pikir Frans.
'seberapa dekat orang ini dengan istriku sampai ia mengetahui semua tentang alena.'itulah yang ada dalam pikiran Alan sekarang.
Alena jangan ditanya lagi sedang ngapain,ya seperti biasa dia tetap diam dan tetap tenang sambil memperhatikan layar handphone tsb.
"hahahaha."tawa anela membuat orang yang ada di dalam mobil tersebut menjadi terkejut mendengar suara tawa dari alena.
satu kata yang ada dalam benak orang yang melihat anela Sekarang yaitu GILA.
ada orang yang tertawa terbahak\-bahak saat dirinya sedang diculik dan akan dibunuh disinilah orangnya 😁😁.
sekitar 5 menit anela baru berhenti tertawa.
"lihatlah ini kakakmu."Alvin memperlihatkan layar handphone nya.
anela terkejut melihat wajah kakaknya dilayar handphone tersebut.
"kakak aku diculik hiks hikss."anela malah berpura pura menangis saat melihat wajah kakaknya dilayar handphone itu.
"dasar kakak adik sama saja."kata alvin melihat anela yang berpura pura menangis.
"kakak tolong aku hiks, aku diculik oleh pria ini."anela masih berpura pura menangis.
"akting yang buruk."kata alena
semua orang terkejut mendengar suara alena yang terkesan merendahkan.baru kali ini mereka mendengar nada suara Alena selain dari datar saja .
"kakak jangan menghinaku aku ini sudah berupaya agar terlihat seperti orang diculik jadi jangan kau hina aku seperti itu." kata anela dengan pipi mengembung.
"lagi pula kakak sendiri tidak pernah mengajarkan aku caranya,jadi jangan kakak hina kerja keras aku ini."gerutu anela karena memang kakaknya yang satu ini memang sangat jarang pulang kerumah jadi tidak ada waktu untuk adiknya.
"bagaimana sayang hadiah yang bagus bukan?"tanya Alvin kepada Alena sambil menaikkan satu alisnya.
Alvin kembali mengelus pipi anela dengan pisau kembali.
srett
Alvin menggores pipi anela sebelah kanan sehingga mengeluarkan darah yang lumayan banyak.
"kakak jangan wajahku ,tanganku saja.lihatlah wajahku jadi tidak cantik lagi."bentak anela kepada Alvin.
"hiks hiks kakak aku tidak cantik lagi lihatlah wajah cantikku ternodai oleh dia."anela mengadu kepada Alena yang masih tersambung telepon Video.
"langsung saja ya sayang aku tidak suka mendengarkan suara rengekan adik sialanmu ini.
Alvin menukar pisaunya dengan sebuah pistol dan meletakkan di dada anela sebelah kiri.
'apakah dia benar benar akan membunuh gadis itu.'pikir frans
'benar benar gila.'pikir alan.
sedangkan Alena hanya setia melihat apapun yang dilakukan oleh yang ada didalam handphone nya itu.
"bagaimana sayang apa sekarang saja aku membunuhnya ?"tanya Alvin kepada Alena.
Alena hanya dia saja tanpa menjawab.
sedangkan orang yang akan dibunuh tenang tenang saja tanpa bergerak tidak ada keringat dingin yang keluar karna ketakutan.
benar benar sama dengan Alena.
" baiklah aku menganggab diam mu sebagai iya."
"kurang hitung sampai tiga, satu...dua ...ti..."
"LAKUKAN."
DORR.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
###
Salam hangat dari author 😘😘
mak nya alan.yg nyuruh nrima alena
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
smngt💪💪💪💪