NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Sisi lain Keanu

Setibanya di rumah, Anindia dan Keanu langsung bergegas masuk menuju ke kamarnya. Rumah itu terlihat sepi, hanya orang-orang yang bekerja di rumah itu saja yang terlihat. Ayah Keanu sedang pergi ke kantornya, sementara ibunya sedang pergi arisan bersama dengan teman sosialitanya.

"Nindi, mandi duluan gih. Ntar kita belajar bareng, boleh kan?" Ujar Keanu setelah ia duduk di tepi tempat tidurnya.

"Boleh," ujar Anindia singkat dengan seutas senyum.

"Ya hitung-hitung gue juga belajar lah. Masa istrinya pinter suaminya bego," ujar Keanu dengan tertawa kecil mendengar perkataan nya sendiri.

"Ssstt, gak boleh ngomong gitu. Nanti kita belajar bareng, kalo ada materi yang kurang kamu ngerti bilang aja, Insya Allah aku jelasin dengan sabar," ujar Anindia kemudian.

"Oke," jawab Keanu singkat.

"Ya udah aku mandi dulu," ujar Anindia sembari mengambil pakaiannya di dalam lemari, sebelum akhirnya berlalu ke kamar mandi.

Keanu hanya menganggukkan kepalanya, membiarkan Anindia untuk menggunakan kamar mandi itu lebih dulu. Keanu membulatkan tekadnya untuk belajar, ia ingin berubah demi Anindia.

Keanu pun memainkan game sejenak, sembari menunggu Anindia selesai mandi. Keanu merasa bahwa komunikasinya dengan Anindia jauh lebih baik dari sebelumnya. Mereka yang awalnya selalu berseteru, kini terlihat mulai akrab satu sama lain. Hal ini juga yang membuat Keanu berpikir, mengapa tidak sedari dulu saja seperti ini.

Drreett... Drreett...

"Sial! Siapa sih yang nelpon, kan jadi kalah gue," umpat Keanu kesal ketika tiba-tiba saja ponselnya berdering menandakan adanya panggilan masuk.

Keanu pun langsung mematikan gamenya, lalu mengangkat panggilan telepon itu yang ternyata dari Niko. Ia merasa kesal karena merasa diganggu oleh Niko di jam seperti ini, tidak seperti biasanya.

"Woi, ada apa lo nelpon gue jam segini? Ganggu gue main game aja," ujar Keanu dingin.

"Haha, sorry-sorry. Gue cuma mau ajak lo kumpul nanti malam, di tempat biasa," ujar Niko dari seberang telepon.

"Mau kumpul gimana? Motor gue lagi di sita, lagipula gue mau habisin waktu dengan-" ujar Keanu yang langsung menghentikan perkataannya, ia tidak mungkin mengatakan bahwa ia ingin menghabiskan waktu bersama Anindia malam ini.

"Dengan apa woi? Lo suka banget ngomong dipotong-potong," ujar Niko yang merasa penasaran dengan penuturan Keanu.

"Dengan belajar lah. Gue udah bilang gue mau berubah," ujar Keanu kemudian.

"Berubah apa berubah? Jangan-jangan berubah karena si dia lagi," tebak Niko asal-asalan, pasalnya ia merasa aneh dengan perubahan tiba-tiba dari Keanu.

Keanu terdiam sejenak, sejujurnya apa yang dikatakan oleh Niko sangat benar adanya. Tapi Keanu juga tidak mungkin mengatakan bahwa ia sudah menikah, ia takut akan menghancurkan masa sekolah Anindia nantinya.

"Apa sih?!" Ujar Keanu dengan nada tersinggung yang dibuat-buat. "Kalo gak ngomongin apa-apa matikan aja telponnya, ganggu aja."

"Wih, galak bener nih ketua kita. Okelah, kalo ada waktu kuy ngumpul, meskipun lo bilang udah tobat minimal ada lah saat temen-temen lo lagi balapan," ujar Niko kemudian.

"Hmm," ujar Keanu singkat.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung mematikan ponselnya. Keanu tidak menyetujui tidak juga membuat janji dengan Niko, ia hanya merasa bimbang seakan berat untuk mengambil keputusan itu.

Ceklekk!

Saat itu pintu kamar mandi terdengar terbuka, Keanu pun refleks menoleh dan mendapati Anindia yang sudah terlihat lebih segar. Ia pun memandangi wajah Anindia tanpa berkedip, seakan ia baru saja melihat seorang bidadari yang turun dari langit.

"Aku udah siap, mandi terus gih," ujar Anindia sembari menggulung rambutnya dengan handuk, tapi tidak mendapat respon apapun dari Keanu.

"Keanu? KEANUUU?!" Panggil Anindia sedikit keras membuat Keanu tersadar dari lamunannya.

"Eh i-iya, ini mau mandi kok," ujar Keanu langsung beranjak dari duduknya.

Keanu langsung berjalan dengan tergesa-gesa, hingga akhirnya ia tersandung dengan kakinya sendiri yang membuatnya langsung terjatuh dengan posisi tengkurap.

"Eh, Keanu! Hati-hati," ujar Anindia yang ingin membantu suaminya itu berdiri.

Namun tanpa diduga, Keanu pun langsung membuat gerakan push-up, seakan tidak ingin kehilangan muka di depan Anindia. Anindia pun langsung menghentikan langkahnya, ia langsung tercengang melihat tingkah Keanu yang diluar prediksinya.

"Pemanasan dulu sebelum mandi," ujar Keanu dengan santainya sambil bangun dari gerakan push-up nya.

Anindia hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah suaminya itu, merasa heran namun juga lucu. Tanpa sadar, Anindia pun menggigit bibirnya karena menahan senyum. Ia merasa bahwa Keanu benar-benar mempunyai sisi lain yang baru diketahuinya selama ini.

"Ya udah mandi terus, bau keringat habis main basket tadi," ujar Anindia dengan berpura-pura menutup hidungnya.

"Yee enak banget ngomong," ujar Keanu dengan nada santainya. "Iya bawel, ini mau mandi," lanjutnya sambil berjalan masuk ke dalam kamar mandi.

Anindia lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia pun langsung beranjak menuju ke arah meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer lalu merapikan rambutnya dengan sisir. Setelahnya, ia pun langsung menuju ke arah meja belajar Keanu. Anindia pun membuka buku dan membacanya, sembari menunggu suaminya itu selesai dengan aktivitas mandinya.

Beberapa menit berlalu, semuanya aman-aman saja, tidak ada gangguan yang membuat Anindia tidak fokus pada bukunya. Namun, ketika Keanu memanggil dirinya, membuat fokusnya buyar sedikit.

"Anindia, Nindi?" Panggil Keanu dari dalam kamar mandi.

"Iya?" Ujar Anindia yang masih sibuk dengan bukunya.

"Nindi, tolong ambilin handuk sama baju ganti dong. Gue lupa bawa," ujar Keanu yang kepalanya menyembul keluar dari balik pintu kamar mandi.

Mendengar perkataan Keanu, Anindia pun langsung menepuk jidatnya. Ia merasa heran dengan Keanu yang bisa-bisanya melupakan handuk dan baju gantinya. Anindia langsung beranjak ke arah lemari, tanpa menyadari bahwa Keanu sudah mengintip di balik pintu kamar mandi.

"Iya, sebentar," ujar Anindia sembari mengambilkan pakaian Keanu di dalam lemari.

Untuk pertama kalinya Anindia merasa ikhlas ketika disuruh Keanu seperti ini. Sejujurnya ia merasa gugup, tapi mau bagaimana lagi Keanu sekarang sudah menjadi suaminya.

Setelah mengambil handuk dan pakaian ganti Keanu, Anindia pun langsung melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Saat ia melihat kepala Keanu di sebalik pintu, Anindia pun refleks menurut matanya dengan satu tangan. Bahkan ketika menghampiri Keanu pun ia berjalan miring di sela-sela dinding.

"Nih baju sama handuknya, aku gak mau liat!" Ujar Anindia sembari memberikan benda di tangan kanannya itu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Keanu.

"Haha, kenapa coba? Kan udah halal," ujar Keanu dengan tawa ketika menerima benda itu dari tangan Anindia.

Anindia tidak menjawab, ia pun langsung berlari ke arah meja belajar. Keanu yang melihatnya hanya bisa tertawa sembari menggelengkan kepalanya.

"Ternyata lo selucu itu, Nindi," gumam Keanu pada dirinya sendiri sebelum akhirnya kembali menutup pintu kamar mandi.

Sementara itu, Anindia mencoba untuk fokus pada buku di hadapannya. Tapi fokusnya langsung hilang seketika ketika melihat Keanu tadi. Apa yang dikatakan oleh Keanu memang sangat benar adanya, mereka sudah menikah dan sudah halal pula. Tapi tetap saja Anindia merasa belum siap jika harus melihat sesuatu yang lain dari suaminya itu.

"Dasar Keanu, bisa-bisanya lupa bawa handuk sama baju ganti," ujar Anindia lirih pada dirinya sendiri sembari menggelengkan kepalanya.

Anindia pun menghela nafas, lalu mencoba mengembalikan fokusnya pada buku yang di pegangnya. Saat itu, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Anindia tahu bahwa Keanu sudah berganti pakaian, tapi ia sama sekali tidak menoleh ke arah suaminya itu.

Disaat Anindia mulai fokus membaca, tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Anindia yang terkejut hanya bisa terpaku di tempat, ia tidak bisa bergerak tidak juga bisa berontak. Tanpa aba-aba, Keanu langsung menjatuhkan kepalanya di pundak Anindia. Anindia bisa merasakan jelas aroma parfum yang bercampur dengan aroma sabun yang begitu kentara di indra penciumannya.

"Gue baru nyadar, ternyata lo itu lucu banget," ujar Keanu yang masih memeluk Anindia erat. "Gue cuma mau minta maaf soal perkataan gue yang udah lalu, mungkin kata-kata gue nyakitin hati lo."

Anindia bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang, seakan ingin melompat keluar dari dalam sana. Ia merasa gugup, namun juga merasa nyaman dengan pelukan itu. Suara permintaan maaf dari Keanu yang terdengar begitu tulus membuat hati Anindia langsung meleleh ketika mendengarnya.

"I-iya, aku udah maafin kamu kok," ujar Anindia yang terdengar gugup.

Keanu pun langsung tersenyum ketika mendengarnya. Cukup lama ia memeluk Anindia, akhirnya ia pun langsung berpindah posisi untuk duduk di sebelah Anindia dengan duduk di sebuah kursi lain.

Anindia menarik nafas sedikit, seakan sedang menetralkan debaran jantungnya karena ulah Keanu. Ia pun langsung membaca buku itu lagi, namun karena tangannya yang bergetar membuatnya sedikit kesulitan ketika membacanya.

Sementara Keanu, ia justru menopang dagunya dengan tangan kiri. Tatapannya begitu intens ketika memperhatikan paras cantik dari istrinya itu. Ia yang selalu tidak percaya dengan cinta, kini mulai merasakannya berkat Anindia.

Merasa dirinya diperhatikan, jelas saja membuat tangan Anindia semakin bergetar hebat. Anindia pun akhirnya meletakkan bukunya, menatap Keanu dengan tatapan pura-pura kesal.

"Ih, Keanu! Katanya mau belajar, tapi kok malah liatin aku?!" Ujar Anindia.

"Lagian sih ngapain coba lo begitu menarik, jadinya kan fokus gue ke lo bukannya ke buku," ujar Keanu yang ternyata bisa menggombal juga.

"Apa sih, gombal!" Ujar Anindia yang sedikit salah tingkah, tapi berusaha untuk tidak menunjukkannya.

"Eh serius lho. Kita nikah baru berapa hari? Tapi serius gue udah jatuh hati sama lo. Begitu kuatnya ya magnet cinta yang lo punya, sampe bisa bikin gue luluh begitu cepatnya," ujar Keanu yang terdengar jujur, membuat pipi Anindia langsung merona karena malu.

"Apa sih, udah ah aku mau belajar," ujar Anindia yang mengalihkan fokusnya kembali ke arah buku.

Anindia pun langsung berpura-pura serius kepada bukunya, meskipun ia sedang merasa salah tingkah saat ini. Keanu yang melihatnya hanya bisa menggeleng singkat, ia juga tidak mengerti mengapa ia bisa begitu cepatnya jatuh hati pada Anindia. Bahkan, saat mengucapkan akad pun ia bisa mengucapkannya dengan satu tarikan nafas, jelas saja membuat Keanu merasa bahwa ini bukanlah suatu kebetulan.

Keanu memang badboy yang tidak pernah percaya cinta sebelumnya, bahkan ia memiliki pertahanan yang kuat terhadap cinta dan perasaan. Namun, cowok badboy juga bisa luluh dengan begitu cepatnya ketika menemukan cewek yang tepat. Dan kini Keanu sudah menemukannya.

Karena tidak ingin mengganggu fokus Anindia lagi, Keanu pun akhirnya membuka bukunya. Mode serius belajarnya pun kini aktif, tanpa mengganggu istrinya itu sedikitpun.

Suasana menjadi hening tanpa kata, keduanya kini fokus pada buku bacaannya masing-masing. Di sela-sela keheningan itu, Anindia melirik sekilas ke arah Keanu. Ia pun merasa takjub dengan perubahan Keanu yang terbilang tiba-tiba ini. Tapi bagaimanapun, Anindia tetap senang karena setidaknya Keanu mulai belajar untuk merubah diri.

"Hmm Nindi, gue sebenernya masih bingung sama materi ini. Bisa tolong jelasin?" Ujar Keanu tiba-tiba sembari menunjuk salah satu materi di bukunya.

"Oh, iya. Bisa kok," ujar Anindia yang sedikit gugup, untung saja Keanu tidak menyadari bahwa ia memperhatikan Keanu sejak tadi.

Anindia pun langsung menjelaskan tentang salah satu materi matematika itu. Sementara Keanu langsung memfokuskan pandangannya ke arah buku, berusaha memahami penjelasan Anindia. Rumus dan angka-angka yang tertera membuatnya sedikit pusing, ternyata memahami materi tidak semudah yang ia bayangkan.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!