NovelToon NovelToon
Ola, Tuan Mafia!

Ola, Tuan Mafia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Pengantin Pengganti Untuk Mafia.

Laura dijebak saat dia berniat bekerja sebagai seorang Nanny di sebuah mansion besar McManaman, Irlandia. Ia justru dijadikan pengantin untuk menggantikan putri berharga sekaligus pewaris McManaman dan menikahkan Laura dengan seorang Killian Marcano demi keuntungan sekaligus menjadi jembatan perdamaian antara dua keluarga mafia Irlandia dan New York.

Tekanan, ancaman, darah dan nyawa menjadi taruhan bagi Laura sehingga dia terjebak dalam lingkaran Sindycat. Dan berniat meracuni Killian Marcano di malam pertama mereka.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OTM — BAB 29

BERCERAI??

Killian berdiri sejajar dengan Nico, pandangannya menembus jauh ke hamparan tanah yang luas di hadapan mereka. Asap rokok melingkar di udara pagi yang makin terang.

"Bagaimana mengenai Vincenzo?" tanyanya tiba-tiba, suaranya rendah namun tegas. "Aku ingin mengetahui sesuatu."

Nico mengangguk pelan, matanya tetap waspada menyapu sekeliling.

"Saya belum dapat menemukan sesuatu yang mencurigakan, Tuan. Sepertinya Tuan Vincenzo menutupnya begitu rapat — seakan tidak ada celah yang boleh diketahui siapa pun."

Killian terdiam, menghisap rokoknya perlahan, membiarkan asap itu keluar perlahan dari bibirnya. Ia menatap ke kejauhan tanpa berkedip. Mengingat ruangan yang juga ditutup rapat di mansion.

"Apakah Tuan tetap akan kembali ke mansion?" tanya Nico kemudian, suaranya berhati-hati. "Bagaimana jika Tuan Vincenzo benar-benar berniat menghabisi Nyonya Laura?"

Killian menghembuskan napas panjang, tatapannya tetap tenang dan dingin.

"Vincenzo tidak akan melakukannya," ucapnya mantap. "Laura bukan ancaman besar baginya."

Langkah kaki terdengar mendekat di atas rumput yang masih lembap. Keduanya menoleh serentak. Laura berjalan mendekat, wajahnya tegang, namun matanya menatap lurus ke arah suaminya. Nico mengangguk hormat, berpamitan masuk ke dalam rumah, meninggalkan mereka berdua sendirian di halaman kecil itu.

Laura berhenti tak jauh darinya, menarik napas panjang sebelum berbicara.

“Apa?” kata Killian, menunggu.

"Jika kau ingin bercerai," ucapnya lantang namun gemetar halus, "Aku siap. Aku akan pergi bersama adikku. Kami akan pindah ke kota lain... atau mungkin ke negara lain. Tidak ada yang perlu mengetahui siapa kami."

Killian diam memandangnya, tak sedikit pun terkejut.

"Kenapa aku ingin bercerai?" tanyanya datar, tatapannya tajam namun tenang. "Aku tidak pernah mengatakan hal itu."

Alis Laura bertaut bingung. "Namun pernikahan ini sejak awal hanyalah penipuan. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh ke dalam kehidupanmu. Apalagi bersama seorang..." ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "...seorang Sindycat."

Pria bernama Killian itu masih diam, menatapnya tanpa berpaling sedikit pun. Ia membiarkan keheningan itu merenggang sejenak, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke hamparan ladang luas di depan mereka.

"Kau yakin setelah bercerai dariku, hidupmu akan aman?"

Laura mengerutkan dahi, melangkah selangkah lebih dekat.

"Kenapa aku tidak aman?" tanyanya tak terima. "Apa maksudmu?"

Killian menyeringai tipis, senyum yang tak menyentuh matanya.

"Karena akan ada orang-orang yang mengincarmu. Mereka akan menjadikanmu jaminan informasi untuk melawan keluarga Marcano."

Laura tersenyum sinis, tak percaya. "Jadi begitukah alasannya? Agar aku tetap menjadi sandera? Dan kalian bisa aman?"

“Ya.” balas Killian yang terlalu jujur membuat Laura menatap tak percaya.

Killian menoleh sejenak ke arah rumah kayu di belakang mereka.

"Biarkan adikmu di sini," ucapnya berubah topik. "Anak buahku akan menjaganya. Aku akan memastikan dia baik-baik saja."

“Apa?” Wajah Laura memerah menahan amarah. "Tidak! Aku tidak mau Lily sendirian di tempat asing ini bersama beberapa pria asing!"

"Aku akan mengirim anak buah yang perempuan juga," jawab Killian tenang.

Laura menggeleng tegas. "Tidak. Biarkan Lily ikut bersamaku, atau aku yang akan tetap tinggal di rumah ini bersamanya."

Tatapan Killian mengeras seketika, menjadi tajam dan tak dapat dibantah.

"Kau harus menuruti perintahku."

Laura tertegun, tak mampu berkata-kata. Ia menatap mata biru itu lekat, ingatannya kembali pada kenyataan yang tak dapat dipungkiri — bagaimanapun kejamnya dunia yang dijalani pria ini, dialah yang membebaskan adiknya.

Dialah yang mengembalikan Lily ke pelukannya. Rasa berterima kasih bercampur amarah memenuhi dadanya, membuatnya terdiam. Ia menatapnya tajam sekali lagi, lalu berbalik melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah yang berat dan kesal.

“Keterlaluan.” kesal Laura pelan.

Killian tetap berdiri di tempatnya, menatap kepergiannya, lalu kembali menghisap rokoknya perlahan, pandangannya kembali melayang jauh ke ladang yang tak berujung.

***

Sementara itu, di kediaman utama, Muchus terbangun dengan kepala yang berdenyut hebat. Ia duduk perlahan di tepi ranjang, menahan rasa sakit yang menjalar di pelipisnya. Dadanya telanjang, memperlihatkan tato yang melingkar di lengan dan menjalar ke pinggangnya.

Di sisi ranjang, Zoey berdiri menatapnya dengan tatapan yang dingin dan tajam.

"Aakkhhh... Sshh, Fuck" gumamnya pelan, meringis. "Apa yang terjadi semalam?"

Zoey tertawa pendek, nada suaranya tak ramah sedikit pun. "Kau hampir saja kehilangan nyawamu. Itulah yang terjadi."

Muchus menatapnya tak percaya. "Apa maksudmu?"

"Kau pergi ke kamar Killian," jawab Zoey tenang, meraih segelas anggur di meja samping ranjang. "Berdiri di depannya, melontarkan kata-kata bodoh yang nyaris mengakhiri hidupmu sebelum sempat kau sadari."

Muchus mengerutkan dahi, menolak menerima kenyataan itu.

"Berhentilah mengatakan aku bodoh, Zoey," suaranya meninggi. "Apa yang kukatakan adalah kenyataan. Dan itu demi keuntungan kita semua."

“Keuntungan?” Zoey duduk di kursi tunggal di sudut kamar, memutar gelas di tangannya perlahan. "Jika kau masih ingin hidup, kau harus belajar menahan diri."

Ia bangkit berdiri, menatapnya lurus.

"Seperti kata Ibu Sandra — jika di antara Vincenzo maupun Killian tak ada yang berpihak pada kita, maka menghancurkan mereka adalah hal yang mustahil."

Muchus menyeringai kecil, menatap istrinya dengan perasaan heran sekaligus bangga. Ia mengulurkan tangan menariknya mendekat.

"Kau benar..." bisiknya. "Datanglah padaku..."

Wanita dengan dress elegan itu menolak, mundur selangkah, tersenyum tipis namun dingin.

"Tidak semudah itu. Semalam aku melihat pemandangan yang sangat jelas — seorang pria bernama Muchus Marcano bercumbu dengan pelayan setia Ibunya."

Wajah Muchus memerah. "Lalu?”

"Bersihkan dirimu dulu," ucap Zoey berbalik pergi. "Itu menjijikkan."

Ia melangkah keluar dari kamar itu, meninggalkan Muchus yang menatap pintu tertutup dengan senyum miring di bibirnya.

Sebagian ingatan semalam perlahan kembali — sebelum pulang ke mansion, ia sempat berada di sebuah pub, mabuk dan membuat keributan, mencoba memaksa seorang penyanyi bar untuk melayaninya.

Disaat beberapa orang sempat melerainya, namun sesosok pria yang tak dikenal justru menyuruh semua orang mundur, lalu memberikan bayaran yang sangat tinggi kepada gadis itu agar ia mau menuruti keinginannya.

“Dasar konyol.” ucapnya pelan, mengingat semua itu.

Muchus sempat merasa harga dirinya runtuh — diperlakukan seakan ia adalah barang yang dibeli. Namun di saat yang sama, ia menyukai sikap licik dan tak terduga dari pria itu.

Ia tersenyum sendiri, menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. “Aku bisa melihat dia cukup kuat.”

1
Mia Camelia
Jolie siapa sih😂 jadi curiga klo dia ada hubungan nya sama Laura 🤭
Four.: gak kok, tapi hubungannya sama.... tu tuhh
total 1 replies
Tiara Bella
mungkin ada sebabnya killian gk makan dirmh itu.....
Four.: masakannya pelayan gak enak 😌
total 1 replies
vnablu
Cemunguut thorrr up nyaa😘
Four.: celalu uyyy/Scream/
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyyy/Determined//Determined/
total 1 replies
vnablu
Okeeee thorr akuu ngikut ajaaa🤭🤭🤭... Semangat terus buatt up nyaa yaa 😄
Four.: wokayyyy/Scream//Determined/
total 1 replies
Tiara Bella
jangan² yg marganya vettel mantannya Laura 🤭
Tiara Bella: waduh....
total 2 replies
Kinara Widya
siap kak...🥰🥰🥰
Four.: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pasti ini ulah nya Muchus nyerang meraka😂
Four.: yakinnn
total 1 replies
Tiara Bella
cepat pergi dr sana Nico drpd nanti kena serangan....
Four.: ho, oh
total 1 replies
Eci Rahmayati
nahhh udah ada yg ngincer sebaiknyaa pindahh
Four.: cuman tukang tani kok
total 1 replies
Kinara Widya
Nico bawa pergi semuanya...tempat Lily sudah tidak aman.
Four.: harusnya yee
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyy
total 1 replies
vnablu
kapann nih romantis nyaa kalian 😌
Four.: bentar lagi 😌
total 1 replies
vnablu
SEMANGAT terus thorrr up nyaaa😄😄
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
Mia Camelia
kiliian dingin banget sih ke laura😔, kapan bisa romantis nya nih😂
Four.: kapan kapan 😁
total 1 replies
Tiara Bella
Laura km bertanya tanya.....aku pun sama😄🤭
Four.: aku pun juga
total 1 replies
Eci Rahmayati
apa mereka pernah bertemu seblm nya dalam keadannnn mabuk atau apalah ya.. 🤔
Four.: mungkin aja sihhh
total 1 replies
Tiara Bella
what happen ya....
Four.: sesuatu yang..... 😮
total 1 replies
Kinara Widya
ada apa dg masalalu Laura atau mungkin masalalu mereka
Four.: gak ada kokkk/Slight/
total 1 replies
Eci Rahmayati
musuhnya kiliannn
Four.: yap, benar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!