NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28: Interogasi di atas roda dan modus saling tatap yang bikin ambyar

Mendengar pujian bernada sindiran halus dari Pangeran Mo Cheng tentang 'bom asap skincare organik' miliknya, Xie Yufei hanya bisa menyengir kuda. Di luar, dia langsung merapikan posisi duduknya, memasang wajah super polos seolah baru saja menyelesaikan tugas merajut benang wol, bukan habis merusak kornea mata puluhan pembunuh bayaran.

"Yang Mulia terlalu memuji hamba," ucap Yufei dengan suara dilembut-lembutkan, lengkap dengan kedipan mata dramatis. "Hamba hanya memanfaatkan apa yang ada demi keselamatan kita bersama. Bukankah wanita yang cerdas adalah tameng terbaik bagi calon... maksud hamba, bagi masa depan kerajaan?"

(Hehehe, rasain lu para pembunuh! Makanya jangan main-main sama cewek lulusan akuntansi yang hobi nonton video eksperimen DIY di internet. Sekali racik, langsung kelar hidup lo pada! Tapi bentar deh... Mas Jenderal kok jalannya makin ngedeket ke arah kereta ya? Mana pintunya langsung ditutup rapat lagi sama dia dari dalam!)

Brak.

Pangeran Mo Cheng melangkah masuk ke dalam kereta kuda, lalu menutup pintu kayu tebal itu dengan rapat. Dia memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar Xiao Mei keluar dan bergabung dengan kereta logistik di belakang. Xiao Mei yang tahu diri langsung melompat turun dengan kecepatan penuh, meninggalkan majikannya terjebak berdua saja dengan sang panglima perang yang auranya mendadak sangat dominan.

Kereta kuda kembali melaju, bergoyang pelan membelah jalur Lembah Tengkorak yang kini sudah bersih dari musuh. Suasana di dalam kereta mendadak terasa menyempit dan dipenuhi hawa hangat yang bikin gerah.

Pangeran Mo Cheng duduk tepat di hadapan Yufei. Jarak mereka sangat dekat, hingga ujung sepatu bot kulit milik sang jenderal hampir bersentuhan dengan ujung gaun sutra Yufei. Mata tajam Mo Cheng menatap lurus ke dalam manik mata Yufei, seolah ingin menguliti seluruh rahasia yang disimpan gadis ajaib ini.

"Nona Xie," panggil Pangeran Mo Cheng, suaranya rendah, berat, dan memancarkan getaran yang membuat bulu kuduk Yufei meremang indah. "Saat di tebing tadi, kau berteriak di dalam... maksudku, kau tampak sangat yakin saat melihat pergelangan tangan pemimpin musuh itu. Bagaimana kau bisa tahu tentang luka berbentuk bulan sabit itu dari jarak sejauh ini?"

Pangeran Mo Cheng sengaja memancingnya. Dia ingin melihat bagaimana cara gadis ini memutar otak untuk menutupi ketajamannya yang luar biasa.

KUK!

Yufei langsung menahan napasnya rapat-rapat. Jantungnya yang tadinya sudah tenang, kini mendadak melakukan aransemen ulang lagu jedag-jedug dengan tempo allegro alias cepat banget. Di dalam hatinya, alarm kepanikan langsung menyala terang benderang:

(MAMAAAKKK!!! Ini namanya interogasi jalur privat tingkat tinggi! Kenapa wajahnya harus sedekat ini sih?! Mana aroma cendananya makin kecium jelas banget lagi, bikin otak gue buffering! Bentar, bentar, gue harus ngeles pakai alasan apa nih? Gak mungkin gue bilang kalau penglihatan mata gue sejelas kamera GoPro generasi terbaru, yakan?)

Pangeran Mo Cheng mati-matian menahan kedutan di sudut bibirnya demi mendengar istilah 'kamera GoPro' yang entah apa artinya itu. Dia tetap mempertahankan ekspresi dingin bin tegas andalannya.

"Hamba... hamba hanya menebaknya berdasarkan ucapan tahanan berwajah arang tadi pagi, Yang Mulia," dusta Yufei dengan suara gemetar yang dibuat-buat agar terlihat rapuh. "Saat pria bertopeng itu menangkis pedang Anda, lengan bajunya tersingkap. Hamba melihat kilatan warna putih di kulitnya, dan ingatan hamba langsung terhubung pada laporan bekas luka bulan sabit. Jadi, hamba refleks berteriak demi memperingatkan Anda!"

(Aman, fiks, alasan gue logis dan sangat mencerminkan tindakan warga negara yang responsif! Semoga Mas Jenderal percaya dan gak mengira gue punya mata batin atau semacamnya.)

Pangeran Mo Cheng mengembuskan napas pendek. Dia memajukan tubuhnya sedikit lagi, membuat Yufei refleks menyandarkan punggungnya ke dinding kereta hingga tidak bisa mundur lagi.

"Kau sungguh jeli untuk ukuran seorang gadis yang mengaku 'lemah' dan 'takut'," bisik Pangeran Mo Cheng, matanya perlahan turun menatap bibir Yufei yang merona tipis, sebelum kembali menatap matanya. "Luka bulan sabit itu... adalah tanda dari organisasi Gerhana Hitam, kelompok pembunuh bayaran tingkat tinggi yang hanya bergerak atas perintah keluarga inti kekaisaran. Ini berarti, musuh yang kita hadapi di ibu kota nanti bukan lagi sekadar tikus kecil."

Mendengar informasi serius itu, Yufei terpaku sesaat. Rasa salah tingkahnya mendadak berganti dengan rasa ngeri yang nyata. Konflik politik ini ternyata jauh lebih pekat dan berbahaya dari dugaan awalnya.

Namun, yang membuat jiwanya benar-benar ambyar adalah tindakan Pangeran Mo Cheng berikutnya. Sang jenderal tiba-tiba mengulurkan tangan kanannya yang besar, lalu dengan sangat lembut menyeka sisa bubuk belerang hitam yang ternyata sempat menempel di pipi kiri Yufei akibat melempar bom asap tadi.

Sentuhan ibu jari Mo Cheng yang hangat dan sedikit kasar karena kapalan bekas pedang itu terasa seperti sengatan listrik bertegangan rendah bagi kulit wajah Yufei.

DEGGG!

(ALLAHU AKBAR! Mas Jenderal... tolong jarinya dikondisikan woy! Ini namanya skinship tanpa izin yang bisa bikin anak orang jantungan massal sendirian di dalam kereta! Muka gue pasti udah merah kek tomat busuk sekarang! Wangi cendananya... ah elah, kenapa dia malah natap gue pakai pandangan selembut itu sih?! Hati gue lemah, bund, jangan diginiin!)

Mendengar batin Yufei yang menjerit heboh bercampur pasrah romantis, Pangeran Mo Cheng tidak bisa lagi menahan senyumannya. Sebuah senyuman tipis, tulus, dan sangat menawan akhirnya merekah di wajah tampannya dari jarak yang sangat dekat. Telinganya sendiri kini sudah berubah merah padam akibat mendengar pengakuan 'hati lemah' dari gadis di depannya.

Pangeran Mo Cheng menarik kembali tangannya, lalu kembali duduk tegap dengan wibawa yang tak tergoyahkan, meski detak jantungnya sendiri sebenarnya ikut berpacu liar di balik zirah besinya.

"Mulai sekarang, tetaplah berada di jangkauan pandanganku, Yufei," ucap Pangeran Mo Cheng, sengaja memanggil nama kecilnya langsung tanpa embel-embel seformal biasanya. "Ibu kota sudah dekat. Dan aku tidak akan membiarkan 'investasi berhargaku' ini disentuh oleh siapapun."

BYARRR!

Otak Yufei resmi meledak. Dia benar-benar dibuat mati kutu dan salah tingkah brutal di pojokan kereta tanpa bisa memikirkan monolog batin kocak lagi untuk beberapa saat ke depan.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!