NovelToon NovelToon
Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Kau Pura-pura Sekarat, Aku Pura-pura Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku melakukan semua ini hanya untuk menguji cintanya. Apa dia dapat bertahan dengan aku yang penderita kanker dan miskin. Kalau tidak dapat bertahan, itu artinya dia tidak tulus. Dan tidak pantas memasuki keluarga Wiguna."

Felicia tertegun mendengar percakapan kekasihnya dengan teman-temannya. Dirinya melakukan dua pekerjaan sekaligus, hanya untuk mengobati kekasihnya yang menderita kanker. Hampir setiap hari memakan mie instan hingga sempat mengalami radang usus.

Tapi dua tahun itu hanya pengujian cinta?

Nona muda yang kabur dari perjodohan hanya untuk kekasihnya ini. Ternyata cintanya dianggap begitu murahan.

Dalam keputusasaan, Felicia mengemasi barang-barangnya. Memalsukan kematiannya agar tuan muda keluarga Wiguna tidak mencarinya lagi.

Dirinya menghubungi keluarganya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun.

"Ayah, aku bersedia menikah dengan Gabriel."

Wanita yang berkemas, akan ada saatnya meninggalkan segalanya.

"A...aku tidak akan mencintainya lagi..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Provokasi

Dua orang yang pada akhirnya pergi setelah diusir oleh pegawai butik. Lebih tepatnya mereka tidak diizinkan untuk masuk atau mengintip orang yang berada di dalam sana.

Tia kembali melangkah menghela nafas kasar."Felicia, aku yakin kebahagiaan akan segera kamu dapatkan. Kamu harus tegar ya sayang?"

Setelah 2 tahun untuk pertama kalinya wanita ini berucap lembut. Tapi bagi Felicia apa gunanya?

Felicia hanya mengangguk pelan."Aku akan berusaha untuk tegar. Aku akan berusaha lebih keras lagi bekerja untuk menyembuhkan Romi."

Dirinya hanya mengantar Tia hingga ke area depan butik. Wanita itu melambaikan tangannya, menatap kepergian Tia menggunakan mobil.

Senyuman di wajahnya perlahan memudar. tiba-tiba saja seorang pegawai butik melangkah keluar.

"Nona, maaf kami tidak tahu anda adalah Felicia Gunawan. Tuan Gabriel sudah menunggu Anda di dalam." Itulah yang diucapkan oleh sang pegawai butik menyusulnya keluar.

Felicia hanya tersenyum anggun, melangkah mengikuti sang pegawai butik memasuki tempat tersebut.

Ketika ruangan VIP dibuka, manajer butik mengerutkan keningnya. Bukankah orang ini yang tadinya dibawa oleh Tia Wiguna?

"A... anda nona besar keluarga Gunawan?" sang manager butik menelan ludahnya tergagap.

"Benar, dia adalah Felicia Gunawan, calon istriku... rahasiakan semua informasi tentangnya." jawaban yang diucapkan penuh senyuman oleh Gabriel Gunawan.

"Nona besar, suatu kehormatan bagi kami Nona mau mengunjungi butik Kami yang kecil ini." Manajer menelan ludahnya gugup.

"Aku sudah memilihkan pakaian yang bagus untukmu, yang ini..." ketika Gabriel berucap, karyawan butik membuka tirai.

Sebuah gaun yang begitu indah, benar-benar gaun bernilai tinggi. Dengan banyak ornamen dan hiasan di sana-sini. Tapi tetap memberikan kesan yang simpel dan elegan. Tentu saja itu karena hanya beberapa bagian yang saja yang memiliki hiasan kristal.

Pakaian ini juga tidak terbuka, benar-benar sesuai seleranya. Felicia menatap ke arah kakaknya, Bagaimana pria ini bahkan lebih pintar memilih pakaian daripada dirinya?

"Kamu suka?" Sang kakak mengangkat sebelah alisnya.

"Lumayan..." jawaban tidak memuaskan dari Felicia.

"Kalau tidak suka kita bisa beli di tempat yang lain. Pernikahan adalah hal yang terjadi sekali seumur hidup. Tentu saja semuanya harus menjadi kenang-kenangannya indah nantinya. Ketika kulit kita keriput, ketika rambut kita memutih, foto pernikahan akan menjadi kenang-kenangan yang membuat tersenyum." Untuk pertama kalinya sang kakak mengatakan kata-kata yang normal.

"Yakin sekali kalau kita akan menikah selamanya, tanpa bercerai." Felicia mengangkat sebelah alisnya.

"Tentu saja aku yakin, memang ada yang lebih mengerti tentang adikku daripada aku? Bahkan tahi lalat di bawah perutmu aku tahu." sang kakak mengedipkan sebelah matanya.

Sedangkan Felicia menghela nafas kasar mengingat masa-masanya tinggal dengan sang kakak. Ayah dan ibu mereka terlalu sibuk dengan urusan bisnis, tentu saja sepulang sekolah sang kakak juga akan membantu ayahnya di perusahaan.

Ketika ayahnya dalam perjalanan bisnis, mereka sering ditinggalkan berdua di rumah. Pernah ada kalanya, Gabriel masuk dengan nada ceria membawakan hadiah berupa sekotak perhiasan kepada adiknya. Lebih tepatnya honornya dari membantu ayahnya memenangkan tender proyek, semuanya dibelikan hadiah untuk adiknya.

Membuka kamar Felicia sembarangan, melihat pemandangan di mana adiknya tidak mengenakan sehelai benang pun. Dua orang yang pada akhirnya sama-sama berteriak, sang kakak kabur, dan sang adik menutupi dirinya menggunakan handuk dan selimut. Felicia berteriak murka kepada Gabriel saat itu.

"Kakak... itu adalah saat-saat saling kelam dalam hidupku. Jangan pernah ingatkan aku lagi." Felicia berusaha keras untuk tersenyum.

Tapi satu hal yang pasti, hasutan untuk membunuh Felicia akan dilakukan Kimi secepatnya.

***

Benar saja, dalam hal uang Kimi bergerak dengan cepat. Wanita itu melangkah menuju tempat Romi biasa berkumpul dengan teman-temannya.

Menggunakan tas branded asli kali ini, melangkah dengan begitu anggun dan percaya diri. Menggunakan kacamata hitam walaupun memasuki klub malam.

Hingga pada akhirnya dirinya memasuki ruangan khusus yang dipesan oleh Romi, Citra dan teman-temannya.

Ketika ruangan dibuka, semuanya terlihat memuakkan kini. Kimi mengetahui bahwa Romi dan Citra berteman dari kecil. Tapi seharusnya Romi mengetahui batasan dalam persahabatan.

Citra dengan bebas bersandar di bahu Romi. Terkadang berpura-pura terlalu mabuk sehingga mencium pipi Romi berkali-kali.

"Kimi, kamu datang?" Rio yang merupakan sepupu jauh Kimi, memberikan tempat duduk di samping Citra.

"Tentu saja aku datang, makanan dan minuman gratis. Siapa yang tidak mau?" itulah yang diucapkan oleh Kimi, menuangkan sedikit minuman keras di gelasnya.

"Oh ya... ngomong-omong Romi, kapan kamu akan melamar pacarmu?" Pertanyaan dari Kimi tepat sasaran.

"Secepatnya, aku sudah membeli cincinnya. Sebuah cincin berlian yang dibelikan oleh ibuku. Nilainya sekitar 300 juta." Pemuda yang menghela nafas, mengingat persiapannya untuk pernikahan.

Citra yang pada awalnya bersandar di bahu Romi, perlahan duduk normal, menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Bagaimanapun caranya dirinya harus memiliki Romi.

Meletakkan obat? itu sudah pernah dilakukan olehnya. Pada akhirnya Tommy, Rio dan Dwika membawa Romi ke rumah sakit. Itu terjadi karena ketiga temannya ini selalu berdampingan dengan Romi.

"Setelah menikah kamu berencana berbulan madu kemana?" Kimi mengangkat sebelah alisnya.

"Dia suka dengan suasana pantai, Maldives bukan tempat yang buruk." lagi-lagi Romi tersenyum-senyum sendiri.

"Wah... wajah Felicia begitu cantik. Bodynya begitu bagus, sebagai wanita aku saja iri. Saat malam pertama kamu pasti merasa sebagai pria yang paling beruntung. Apalagi dengan sifatnya yang polos dan tidak pernah dekat dengan pria lainnya. Sesuatu yang masih tersegel memang menyenangkan bukan?" kata demi kata yang diucapkan oleh Kimi, wanita itu sedikit melirik ke arah Citra.

Citra biasanya banyak bicara kini terdiam. Sudah pasti banyak hal yang dibayangkan oleh otak Citra saat ini.

"Tentu saja, aku akan merasa sebagai pria yang paling beruntung. Bukan hanya cantik, tapi Felicia wanita yang begitu baik. Pertama kali aku bertemu dengannya saat berlibur ke kota lain. Saat itu aku mengalami kecopetan, hidup 2 hari tanpa makanan. Aku tidak bisa menghubungi keluargaku, mereka berada di negara lain, nomor Kalian juga aku tidak hafal. Ketika aku berjalan tanpa tujuan, ada wanita yang terlalu konsentrasi pada handphonenya. Pada akhirnya hampir tertabrak motor yang naik ke trotoar. Kami saling jatuh cinta saat itu... saat itulah aku merasa kalau aku menemukan jodohku." Romi menghela nafas mengingat masa-masa itu.

"Aku harus pergi ke toilet..." Citra mulai bangkit dari tempatnya duduk.

Sementara Kimi tersenyum, wanita yang juga ikut bangkit, mengikuti langkah Citra keluar dari ruangan tersebut.

***

Wanita itu mencuci wajahnya berkali-kali, menatap pantulan wajahnya di cermin. Kenapa Romi lebih tertarik kepada wanita miskin itu?

"Hai Citra..." Kimi melangkah mendekati Citra. wanita yang berpura-pura mencuci tangannya.

"Kamu mencoba memprovokasiku? Kenapa kamu menanyakan hal itu kepada Romi? Padahal kamu tahu dengan jelas aku menyukai Romi!?" Citra menarik kerah pakaian Kimi.

"Aku mengatakan semua itu untuk menyadarkanmu sebelum kamu terlambat. Felicia tidak dapat diremehkan, selama ini kamu terlalu santai menghadapinya." Kimi melepaskan tangan Citra yang menarik kerahnya.

"Citra, Aku begini karena aku peduli padamu. selama ini kamu benar-benar terlalu baik." Kimi mengeluarkan lipstik dan bedaknya, mulai kembali konsentrasi pada cermin merapikan penampilannya.

"Aku punya sebuah cerita referensi untukmu. ada seorang selingkuhan yang pada akhirnya berhasil menempati posisi istri sah. Sudah beberapa tahun dia bertahan sebagai selingkuhan. Berbagai cara sudah dilakukan olehnya untuk merebut posisi istri sah... tapi ternyata hanya satu cara yang berhasil... membunuh istri sah..."

1
Jetva
Keren ga bertele tele..srmoga srlanjutnya juga ga bertele tele...
Indar
Kimi benar2 ketibanan durian runtuh dan dia mengambil keputusan yg tepat utk datang kepestanya Felicia 👍☺️☺️
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
Ufiyyyy
jeng jeng jeeeeeng....
Lina Sofi
boom yg terkuak
mimief
seneng amet Bu
kyk lame turah dapat bahan baru buat konten gosip nya 🤣🤣🫣
Biyan Narendra
eng ing eng
kebenaranpun menemukan jalannya
Dila Dilabeladila
lanjut thorrrrrr👍👍👍👍
yesi yuniar
kimi gercep juga 👍👍👍
Fa'iqoh Siti Elok
dam boom
Biyan Narendra
next thoor
ryuka
wkwkwwk.. kimi jgn ampe serangan jantung 🤣🤣🤣🤣🤣
Biyan Narendra
kimi yg nerima pakwt
saya yg tegang
Nur Halida
mampus beneran kalian ... hahahaha aku tertawa jahat😁
Ufiyyyy
trnyata dwika blm tau ttg kbr trbaru dr felicia.
Ufiyyyy
kimi trkejoooottt🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
yesi yuniar
hanya kimi yang paling bahagia diantara teman2 romi dan citra lainnya 😆
Nur Wahyuni
memang benar dwika dan citra mati aja sekalian 😄😄😄
Lina Sofi
hancur kan citra busuk ganggu orang pacaran aja pdhl dia sendiri penyakitan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!