NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sora meletakkan lima lembar uang seratus ribu rupiah ke atas drum oli di samping cangkir seng Gani.

Gani menatap lembaran uang itu dalam diam. Urat di pelipisnya berdenyut. Kejujuran Sora yang tidak melempar kesalahan pada siapa pun justru meredakan amarahnya, menyisakan kegamangan pahit seorang ayah yang terlilit utang.

“Tapi kalau kamu mundur sekarang, Bang,” kata Sora lagi, nada bicaranya kembali terukur seperti seorang bandar yang sedang membuka kartu penentuan, “ijazah STM-mu bakal selamanya tersimpan di laci meja Jerry. Dan Rusli bakal tetap jadi raja yang bisa menginjak kepalamu kapan pun di pasar pesisir ini.”

Sora melangkah mendekati laptop Maya.

“Maya, buka rekaman CCTV jalanan dari jam satu sampai jam empat pagi tadi.”

Maya mengetikkan serangkaian perintah di keyboard-nya. Tiga jendela video hitam-putih muncul di layar monitor retak, menampilkan sudut pandang kamera toko kelontong di seberang ruko Tiga Naga.

“Perhatikan ini,” tunjuk Sora pada bayangan mobil sedan hitam yang terparkir di gang samping ruko pada pukul 02.30 dini hari. “Mobil ini bukan milik Jerry, tapi milik pengawas keamanan distrik sewaan Konsorsium Puri Naga. Rusli naik ke lantai dua jam dua lewat empat puluh lima setelah menerima amplop instruksi pengamanan dari utusan konsorsium.”

Maya memicingkan mata meneliti plat nomor mobil tersebut. “Mereka menambah orang buat audit tahunan…”

“Tepat,” kata Sora. “Mulai hari ini, kita tidak memakai asumsi masa lalu lagi. Maya, pantau pergerakan sedan itu setiap jam. Susun jadwal patroli baru berdasarkan data lalu lintas riil, bukan ingatanku. Bang Gani, modulmu di kolong meja rolet nomor tiga sudah terpasang sempurna. Lampu indikatornya menyala hijau sebelum aku turun tadi malam. Alatmu bekerja.”

Gani melirik lembaran uang di atas drum oli, lalu menatap tangannya yang kapalan. Bayangan anak-anaknya di kampung dan rasa terhina selama enam bulan mengais rongsokan melintas di benaknya.

Dengan tangan yang masih gemetar pelan, Gani mengambil kunci pas nomor empat belas dari sakunya, lalu mengantongi kembali uang lima ratus ribu itu.

“Satu kali ini saja, Sor,” gumam Gani seraya menghela napas panjang, tusuk gigi di bibirnya digigit rapat. “Malam audit nanti, saya standby di warung kopi seberang jalan buat aktifkan frekuensi pengacau rolet. Tapi kalau rencana ini gagal… jangan harap saya bakal tolong kamu kalau Rusli mengejar.”

Sora mengangguk kecil. “Adil.”

Di sudut mata kiri Sora, proyeksi antarmuka sistem kasino berkedip tenang di bidang pandangnya.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Saldo: 18 Point Chip]...

...[Katalog Terbuka: Pembelian Kemampuan]...

...----------------...

Delapan belas keping cip. Saldo itu sangat tipis setelah terpotong denda keterlambatan tadi malam.

Malam audit tinggal tiga hari lagi. Di meja nomor tiga, Sora tidak boleh bertaruh pada keberuntungan kosong atau refleks fisik biasa yang lambat. Menghadapi putaran bola gading Jerry dan pengawasan ketat Rusli, ia membutuhkan kepastian persepsi di atas meja hijau.

Secara sadar, Sora memusatkan kehendaknya pada tab kemampuan di antarmuka sistem:

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Kemampuan: Refleks Bandar (Persepsi Pembaca Meja)]...

...[Efek: Perlambatan persepsi visual selama 3 detik pada momen kritis]...

...[Biaya: 15 Point Chip]...

...[Konfirmasi: Ya / Batal]...

...----------------...

Lima belas keping cip. Angka itu menguras hampir seluruh modal probabilitasnya. Tetapi tanpa kemampuan ini, peluangnya untuk membaca sudut pantulan bola gading yang telah diacak frekuensi magnetik Gani adalah nol.

‘Konfirmasi Ya.’

Kilatan amber lembut menyinari retina matanya. Teks sistem berkedip saat transaksi diproses.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Transaksi Berhasil]...

...[Kemampuan Aktif: Refleks Bandar (Tingkat 1)]...

...[Saldo Tersisa: 3 Point Chip]...

...[Peringatan: Saldo Kritis - Hindari Penalti Tambahan]...

...----------------...

Tiga keping cip.

Sora menatap angka tiga yang berkedip merah redup di sudut pandangnya. Tiga keping cip berarti mereka tidak memiliki ruang untuk satu kesalahan pun lagi. Satu penalti atau keterlambatan waktu akan langsung membuat saldonya jatuh minus—dan ia tahu konsekuensi fisik sistem tidak akan memberinya ampunan kedua.

“Tiga hari lagi,” bisik Sora ke arah jendela kontainer yang menghadap deburan ombak muara. “Malam audit dimulai.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!