NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:682
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Kartu Nama

Pria itu sempat membeku sepersekian detik. Namun, alih-alih menolak, ia justru membalas ciuman liar wanita di pelukannya. Di lorong remang itu, keduanya berpagutan erat, mengabaikan bising suara musik yang berdentum di luar.

Baru beberapa menit yang lalu ia mual akibat para muda mudi di lorong itu, namun ia juga melakukan hal yang sama.

Gairah yang tersulut tak berhenti di sana. Pria itu memapah Clara masuk ke dalam salah satu kamar VVIP yang terintegrasi di lantai atas kelab.

Dengan jemari yang terampil namun tak sabar, Clara melepas satu per satu kancing kemeja pria itu di antara jeda ciuman mereka yang makin memanas.

Beberapa jam berlalu begitu cepat. Pagi menyapa tanpa peringatan. Tak ada suara alarm maupun berkas cahaya mentari yang sanggup menerobos gorden tebal kamar VVIP tersebut.

Perempuan itu terbangun lebih dulu. Kepalanya terasa berat luar biasa. Tangannya meraba-raba nakas mencari kacamatanya, tetapi tak menemukan apa pun.

Begitu matanya menyesuaikan diri dengan remang ruangan, napasnya mendadak tertahan di tenggorokan.

.....

​"Darrel, dari mana saja kamu?" suara Daffa kakak kandung Darrel menggema di tengah ruangan.

​Langkah kaki Darrel terhenti seketika. Di hadapannya, seluruh keluarga besar Gorge sedang berkumpul di ruang utama. Sialnya, untuk menuju lift ke lantai empat, tempat kamar pribadinya berada, pria itu mau tidak mau harus melewati ruangan tersebut. Dan hari ini, nasib baik tampaknya sedang tak berpihak padanya.

​Penampilan Darrel berantakan. Kemejanya kusut, jas mewahnya dipegang asal bak barang kotor, dan tatanan rambutnya acak-acakan. Raut wajahnya cemas dan kelelahan.

​Robert Gorge, sang kakek sekaligus kepala keluarga, mengambil tongkat kayunya lalu berdiri perlahan menghampiri Darrel.

​Tuk... Tuk... Suara ketukan tongkatnya memecah keheningan.

​"Bagus. Itu baru cucuku," ujar Robert dengan suara serak namun penuh wibawa. "Tak usah berlama-lama, segera bawa wanita itu ke sini."

​Daffa melepaskan genggaman tangan istrinya, lalu ikut berdiri mendekati sang kakek dan adiknya.

​"Benar kata Kakek. Sebentar lagi kan ulang tahun Kakek yang ke-75. Bawa wanita itu ke pesta," timpal Daffa seraya menepuk pelan pundak adiknya.

​Darrel menelan ludah dengan susah payah. Perasaannya campur aduk tak menentu. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Wanita yang ditidurinya semalam sudah menghilang tanpa jejak.

​"I... iya, Kek," jawab Darrel gagap.

​"Adikmu ini harus segera menikah. Umurmu dengan kakakmu kan tidak beda jauh," sahut Sofie, istri Daffa, yang duduk anggun di sofa.

​"Iya, saya pasti akan menikah. Tapi tidak untuk sekarang," tegas Darrel pelan sembari menepis halus tangan kakaknya dari pundaknya.

​Tanpa menunggu balasan lagi, Darrel berbalik melangkah menuju lift, menekan tombol angka 4.

​Sampai di kamar pribadi, pria itu melemparkan jasnya secara kasar ke atas ranjang king-size. Ia menghempaskan tubuh ke sofa dengan wajah frustrasi, menyesali kekhilafan yang terjadi semalam. Jemarinya merogoh saku celana, menarik selembar kertas tipis yang tak sengaja terselip di sana.

​Sebuah kartu nama sederhana.

​Aura Clarissa — Penulis

Nomor HP: 08XXXXXXXXXX

​Darrel menatap kartu nama itu cukup lama. Tangannya mengusap permukaan kertas tipis tersebut sembari melafalkan nama yang tertera di sana nama yang terasa asing, namun entah mengapa mengusik benaknya.

​"Aura Clarissa..." gumam Darrel lirih.

....

​"Aura Clarissa?"

​"Iya, saya..." Aura melangkah cepat mendekati meja administrasi rumah sakit.

​"Mbak Aura, untuk jadwal konsultasi dengan psikiater hari ini sedang tutup. Mbak bisa datang kembali lusa, ya," ujar petugas dengan ramah.

​Aura menghela napas berat. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berbalik dan melangkah keluar.

​

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!