NovelToon NovelToon
Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Listen, My Love You Are My Whole Life (GxG, Lesbian)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Posesif
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰

Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.

Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.

5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu

     Kemudian Cherly dan kedua dokter temannya keluar dari ruang meeting

"Aku cukup terkesan dengan wanita namanya Selly itu dia cukup berani" ucapnya melangkah jalan bersama

"Hemm. iya" jawab satu temannya

"Hey... Cherly tidak kebayang kalau ayah mu ada di sini pasti serangan jantung, Di sentil oleh Selly"

"Iya, iya bener itu".

    Mereka berdua berhenti sejenak melihat Cherly dengan senyum kekeh bercanda. Cherly hanya raut wajah datar tidak berekspresi, Tidak lama muncul Selly melangkah melewati mereka begitu saja.

    Cherly dan kedua dokter temannya memperhatikan Selly dengan raut wajah bingung.

"Hemmm... cukup sombong juga". Ucapnya

    Cherly dan kedua temannya pun memutuskan melangkah jalan bersama.

*****

*****

*****

 *apartemen*

 " gini nih... bikin aku males.. ".

     Dengan riuh berisik suara air mendidih, kompor listrik yang di gunakan Eli untuk masak Mie. Perut sudah lapar keroncongan dari tadi siang belum makan, sejujurnya bisa saja beli makan di luar, hanya saja sangat males, lebih praktis masak Mie untungnya Cherly menyediakan Mie instan begitu banyak di lemari kulkas pendingin. jadi iya sudah Eli melihat Mie langsung ia bikin untuk makan. Eli masukan mie instan kedalam panci setelah ia buka bungkus mie. mengambil sendok makan, kocek-kocek agar terlepas memisahkan. Sambil menunggu mie matang Eli menuangkan bumbunya kedalam mangkok, aroma wangi bumbu sangat kuat membuat siapapun yang mencium aroma mie pasti akan tergiur.

     Sepertinya mie nya sudah matang Eli angkat Mie masukan kedalam mangkok yang sudah ada bumbunya. Meletakkan panci di atas kompor listrik, ambil mangkok berisi mie yang terlihat uap asap panas melangkah ke meja makan, meletakkan di atas meja lalu duduk di kursi. ia pun aduk-aduk dengan rata, tercium aroma wangi mie instan begitu menggiurkan semakin lapar saja. Eli mencicipi kuahnya

"Hemmm!! mantap". Ucapnya tidak lama-lama Eli angkat Mie mengunakan garpuh satu sendok makan ia cicipi

     Sementara itu tampak Cherly melangkah di lorong apartemen dengan suasana sepi, ia membawa bungkus makanan untuk makan bersama.

 Klak

     Suara pintu terdengar oleh Eli namun tetap menikmati makan mie. Cherly yang sedang melepaskan sepatunya tercium aroma Mie instan di ruang tengah. begitu enak dan rasanya jadi ingin makan Mie. Ia melangkah jalan, melihat Eli yang sedang makan mie di meja Cherly mendekat.

"Hemmm,, Cherly". sambil mengunyah di mulutnya.

" Makan mie, padahal aku beli makan untuk mu". Cherly meletakkan di atas meja duduk di samping Eli.

"Hemmm.aku tidak tahu, kalau kamu beli makan untuk ku, tadi aku kelaparan melihat ada mie di kulkas jadi pengen, ya udah aku bikin mie. Mau!? " Eli menawarkan mie di mangkoknya

"Tidak..., aku beli makanan ini. ini sudah cukup". Nolak Cherly sambil tunjukkan makanan yang ia beli

" Hemmm!, ". Cemberut Eli. " kalau gitu". Eli mengambil mie mengunakan garpuh tarik keatas lalu menyodorkan pada Cherly. "Nih.. aaaa, ayo". Minta Eli memberikan pada Cherly

    Dengan perasaan canggung Cherly berlahan membuka mulut dan makan Mie dari Eli, ia seruput dengan lembut. Melihat Bibir Cherly yang lembut yang sedang seruput mienya membuat Eli, terlintas sesuatu bergegas ia ambil Mie mengunakan lidahnya berlahan mendekat dan kini Eli bertatap mata dengan Cherly begitu dekat,

     Cherly dan Eli terdiam sejenak saling menatap mata satu sama lain. Eli berlahan mendekat dan _____

Cup

     Eli mencium bibir Cherly membuka mulut dan memakannya. Cherly pun ikut bergerak rasa mienya berbeda yang ia rasakan berlahan menelan Mie di tenggorokannya, begitu juga dengan Eli.

     Lama bercumbu tangan kanan menyentuh bagian leher Cherly.

"Aduhh". Seketika Eli berhenti mundur langsung kesakitan di mulut lidahnya

" Kenapa?? ". Tanya Cherly bingung

" Kenapa gigit lidahku"

"Maaf.. aku tidak bermaksud. "

    Senyum Eli . "tapi rasanya jauh lebih enak iya dari pada mie". Ledek Eli dengan ekpresi senyum kekeh

" Apaan sih" Cherly langsung buang wajahnya membuka bungkusan makanan dengan wajah merah merona karena malu.

     Melihat tingkah Cherly malu-malu membuat Eli yakin sesuatu. Ia mendekat di telinga Cherly

"Kamu tahu... lidah ku yang lembut ini, bikin merinding seluruh tubuh mu, akan merasakan lidah yang jauh berbeda ketimbang bercumbu". bisik Eli mengodanya

    Cherly terdiam dengan wajah memerah malu dengan perasaan gegep. sesuatu reaksi di tubuh Cherly seakan-akan terbawa suasana yang nikmat dan ingin merasakannya, namun tetap menolak

" Berhenti lah mengatakan itu."

     Eli tersenyum tampaknya Cherly mengerti apa yang di katakan Eli. Satu siku tangan kiri di letakan di atas meja telapak tangan pegang kepalanya melihat wajah Cherly.

"Mau mencoba??". Eli menawarkan dengan senyum manis

" Tidak ingin ". Jawab Cherly tegas sambil satu suap makan.

"oke" dengan ekpresi bete sambil beranjak.

Heningnya malam hanya bersuara detik jam terus berjalan, hawanya membawa keheningan yang sepi setiap saat, Cherly menatap langit terbaring memikirkan sesuatu. jari-jari tangan terus beradu sentuh memiliki kegelisahan tidak menentu. Di sampingnya tampak Eli sudah tertidur dengan tenang, Cherly kepikiran soal tawaran tadi, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan seumur hidupnya. namun tubuh tidak bisa berbohong memiliki reaksi berbeda, tampaknya ia tertarik ingin mencoba, tapi rasanya malu harus memulai lebih dulu. Cherly menoleh kesamping memperhatikan wajah Eli yang tertidur dengan tenang.

Ada sesuatu yang mulai lebih baik dari sebelumnya yaitu Eli sudah kembali tidur lebih awal, biasanya di jam 11 malam begini dia cukup sulit untuk bisa tidur, mungkin masalah benak di pikirannya mulai sudah hilang. tapi yang sekarang adalah dirinya sendiri yang sulit tidur, satu hal yang mengganggu di pikiran Cherly. Tentang ayahnya yang terus menekan dirinya untuk menjadi dokter hebat.

Eli mengeliat dengan kondisi tertidur, sepertinya tidak sepenuhnya tidur hanya penjamkan mata saja. wajahnya mengarah kesamping Cherly membuka mata.

Cherly dan Eli saling menatap terdiam dari heningnya malam suara detak jam terdengar lebih keras.

"Ada apa??? kenapa tidak tidur?? ". Tanya Eli

"Sulit bagiku untuk bisa tidur. lalu masih belum bisa tidur??? "

"Hemmm! sangat menggangu".

" apa yang mengganggu boleh aku tahu?? "

"Hemmm.. kamu pernah peringatkan padaku soal mantan istri bosku. aku bertemu dengannya di club malam waktu itu. Sedikit berbicara, ada satu hal bikin aku cukup cemas"

"Apa itu?? "

"Dia begitu murka pada seorang pura-pura hamil, sepertinya dia serius mengancam ku"

"Jangan terlalu di pikirkan tentangnya, wajar saja bosmu tidak ingin menikah dengannya, karena dia wanita cukup gigih siapa pun menjadi kekasihnya pasti akan sangat repot".

"tapi kemarin dia datang ke kantor ku, ada beberapa orang membicarakan tentangnya katanya dia akan mencari ku minta nuntut. tidak terbayang aku akan di penjara hanya masalah itu. tapi sejujurnya aku sangat menyesal dan merasa bersalah atas semua terjadi, aku tidak ingin merugikan bany orang, tapi sekarang bikin orang rugi".

1
Renjana
awalnya mulai berteman, tapi siapa sangka...
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!