NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Maha Guru Alkimia Taixu

Lelaki tua berambut putih itu masih menatap Qin Xuan dengan wajah sulit dipercaya. Dua kali ia mencoba memasuki kesadaran pemuda tersebut, tetapi kedua usahanya berakhir dengan kegagalan.

Yang lebih mengerikan, kekuatan jiwanya justru terserap oleh sesuatu yang tidak diketahui.

Dalam waktu singkat, hampir tiga puluh persen kekuatan jiwanya telah lenyap.

Kerugian sebesar itu membuatnya nyaris kehilangan kendali atas amarahnya.

“Bocah sialan! Apa sebenarnya yang tersembunyi di dalam tubuhmu?”

Ia ingin kembali memeriksa Qin Xuan, tetapi pengalaman sebelumnya membuatnya ragu. Jika kekuatan jiwanya kembali terserap, kerugiannya akan semakin besar.

Sosok misterius yang berdiri tidak jauh darinya hanya memperhatikan dengan tenang.

“Aku sudah memperingatkanmu. Kau sendiri yang tidak mau mendengar.”

Lelaki tua itu mendengus kesal. “Kalau kau tahu apa yang terjadi, katakan saja!”

“Tidak ada gunanya. Kau belum tentu mampu memahami rahasianya.”

Jawaban tersebut membuat wajah lelaki tua itu semakin muram. Namun, sebelum sempat membalas, Qin Xuan yang terbaring tidak sadarkan diri mulai bergerak.

Pemuda itu perlahan membuka mata.

Begitu kesadarannya pulih, ia langsung teringat bagaimana lelaki tua tersebut menyentuh bahunya hingga membuatnya pingsan.

Qin Xuan segera bangkit dan menjauh.

“Apa yang kau lakukan padaku?”

Lelaki tua itu tidak langsung menjawab. Ia masih berusaha memahami kejadian yang baru saja dialaminya.

Melihat sikap tersebut, Qin Xuan menoleh kepada sosok misterius.

“Senior, apa yang terjadi?”

“Orang tua itu ingin menanamkan Segel Jiwa agar kau menjadi budaknya. Setelah berhasil mengendalikanmu, dia berencana mengambil alih pagoda ini.”

Wajah Qin Xuan langsung mengeras.

Ia semula mengira penghuni lantai kedua hanya ingin memaksanya bekerja sebagai pelayan alkimia. Ternyata, lelaki tua itu memiliki rencana yang jauh lebih berbahaya.

Qin Xuan kembali menatapnya.

“Kau ingin memperbudakku?”

Lelaki tua itu mengangkat dagu. Meskipun baru kehilangan banyak kekuatan jiwa, sikapnya masih angkuh.

“Memangnya kenapa? Dengan kemampuanmu sekarang, kau bahkan belum pantas menjadi muridku.”

Qin Xuan tidak terpancing oleh ejekan tersebut.

Ia mengingat kembali perkataan sosok misterius tentang kedudukannya sebagai pemilik Pagoda Pemakaman Langit.

Jika lelaki tua itu merupakan tahanan di lantai kedua, berarti dirinya memiliki kekuasaan untuk mengendalikannya.

Qin Xuan segera memusatkan pikiran.

Seketika, seluruh lantai kedua bergetar.

Gunung-gunung berapi yang sebelumnya terus memuntahkan lava mendadak berhenti bergemuruh. Aliran lava membeku, sementara retakan-retakan ruang yang tersembunyi di berbagai tempat langsung tertutup.

Kekuatan tak terlihat turun dari segala arah dan mengunci tubuh lelaki tua tersebut.

“Apa yang kau lakukan?” teriaknya.

Ia mencoba mengerahkan kekuatan, tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak.

Bahkan kekuatan jiwa yang selama ini menjadi kebanggaannya tidak dapat membantunya melepaskan diri.

Qin Xuan melangkah mendekat.

“Sekarang kau masih ingin menjadikanku budak?”

Lelaki tua itu menggertakkan gigi.

“Kau hanya mengandalkan kekuatan pagoda! Kalau bertarung di luar, aku bisa membunuhmu dengan satu jari!”

“Sayangnya, kita sedang berada di dalam pagoda.”

Qin Xuan tersenyum tipis. “Dan kau adalah tahanannya.”

Ucapan tersebut membuat lelaki tua itu terdiam.

Selama sepuluh ribu tahun, ia telah mencoba berbagai cara untuk keluar dari tempat ini. Namun, tidak satu pun usahanya berhasil.

Sekarang, seorang pemuda yang bahkan belum mencapai Alam Bintang Langit justru mampu mengendalikan seluruh ruang tempatnya dipenjara.

Perasaan itu membuatnya sangat terhina.

Qin Xuan tidak berniat membuang waktu.

“Aku akan memberimu dua pilihan. Serahkan warisan yang kau miliki, atau tetap berada di sini sampai mati.”

Lelaki tua itu langsung tertawa keras.

“Kau pikir aku takut mati? Aku sudah hidup begitu lama. Ancaman seperti itu tidak ada artinya bagiku!”

Qin Xuan mengangguk pelan.

“Kalau begitu, aku tidak perlu membujukmu lagi.”

Ia mengangkat tangan, bersiap menggunakan kekuasaan pagoda untuk menghukum lelaki tua tersebut.

Namun, sebelum sempat bertindak, sikap orang tua itu mendadak berubah.

“Tunggu! Tunggu dulu!”

Qin Xuan menghentikan gerakannya.

“Ada apa?”

“Kenapa terburu-buru? Kita masih bisa membicarakannya baik-baik!”

Lelaki tua itu berusaha tersenyum, meskipun wajahnya terlihat sangat kaku.

Qin Xuan mengerutkan kening.

“Bukankah kau baru saja mengatakan tidak takut mati?”

“Aku hanya mengatakan itu karena kesal!” jawab lelaki tua tersebut tanpa malu. “Siapa yang mau mati kalau masih bisa hidup?”

Qin Xuan hampir tidak percaya dengan perubahan sikapnya.

Beberapa saat sebelumnya, lelaki tua itu masih berbicara dengan kesombongan luar biasa. Sekarang, ia justru terlihat seperti seseorang yang sedang memohon pengampunan.

“Lalu bagaimana dengan harga dirimu?” tanya Qin Xuan.

“Harga diri?” Lelaki tua itu mendengus.

“Apa gunanya harga diri kalau nyawaku melayang? Aku masih ingin keluar dari sini, menikmati makanan enak, dan bertemu wanita-wanita cantik!”

Qin Xuan terdiam.

Ia tidak menyangka penghuni lantai kedua yang memiliki kekuatan begitu mengerikan ternyata memiliki sifat seperti ini.

Bahkan sosok misterius tampak enggan menanggapi perkataan lelaki tua tersebut.

Setelah memastikan Qin Xuan tidak langsung menghukumnya, lelaki tua itu akhirnya sedikit tenang.

“Baiklah, bocah. Kau menginginkan warisanku, bukan? Setidaknya kau harus tahu siapa yang sedang kau hadapi.”

Lelaki tua itu membusungkan dada dengan wajah penuh kebanggaan.

“Namaku Taixu. Sepuluh ribu tahun lalu, aku dikenal sebagai Maha Guru Alkimia Taixu. Tidak ada seorang pun di Daratan Tai Xuan yang mampu menandingiku dalam meramu pil!”

Qin Xuan mulai memperhatikannya dengan lebih serius. Ia tahu bahwa ahli alkimia tingkat tinggi memiliki kedudukan yang sangat dihormati. Bahkan para pendekar kuat pun bersedia merendahkan diri demi mendapatkan pil yang mereka butuhkan.

Jika lelaki tua di hadapannya benar-benar seorang ahli alkimia dari sepuluh ribu tahun lalu, warisan yang dimilikinya pasti sangat berharga.

Namun, Qin Xuan tidak langsung mempercayainya.

“Kalau kemampuanmu sehebat itu, kenapa kau sampai dipenjara di sini?”

Senyum Taixu langsung menghilang.

“Bocah, tidak bisakah kau menanyakan sesuatu yang lebih menyenangkan?”

Qin Xuan tidak mendesaknya. Ia lebih tertarik mengetahui apakah warisan alkimia lelaki tua tersebut dapat membantunya meningkatkan kekuatan.

“Apa syarat untuk mempelajari alkimia?”

Taixu kembali bersemangat ketika pembicaraan beralih pada bidang keahliannya.

“Seorang ahli alkimia membutuhkan kekuatan jiwa yang baik. Selain itu, dia harus memiliki bakat terhadap unsur tertentu, terutama api dan kayu.”

Ia menjelaskan bahwa api diperlukan untuk mengendalikan proses pemurnian, sedangkan kayu berperan penting dalam memahami dan mengolah sifat tanaman obat.

Namun, untuk mencapai tingkat alkimia yang lebih tinggi, pemahaman terhadap unsur logam, air, dan tanah juga diperlukan.

“Tidak semua orang bisa menjadi ahli alkimia,” lanjut Taixu. “Bakatmu harus diuji terlebih dahulu.”

Qin Xuan mengangguk. “Bagaimana caranya?”

Taixu menggerakkan jarinya.

Sebuah prasasti batu muncul di hadapan mereka. Permukaannya dipenuhi pola kuno yang memancarkan cahaya samar.

“Ini Prasasti Penguji Jiwa. Letakkan tanganmu di atasnya.”

Qin Xuan mendekati prasasti tersebut.

“Alam kekuatan jiwa dibagi menjadi delapan,” jelas Taixu.

“Mulai dari Alam Kuning, Alam Hitam, Alam Bumi, Alam Langit, Alam Tandus, Alam Banjir, Alam Semesta, hingga Alam Kekosongan. Masing-masing memiliki sembilan tahap.”

Ia kemudian menjelaskan bahwa kebanyakan pemuda seusia Qin Xuan hanya memiliki kekuatan jiwa Alam Kuning Tahap Pertama.

Seorang pendekar biasa mungkin mencapai tahap ketiga, sedangkan seseorang yang berbakat dalam alkimia umumnya membutuhkan kekuatan jiwa setidaknya tahap ketujuh.

“Dulu, kekuatan jiwaku sudah mencapai Alam Bumi Tahap Ketujuh,” kata Taixu dengan bangga.

Qin Xuan tidak menyela. Ia hanya meletakkan telapak tangannya pada prasasti tersebut.

Seketika, permukaan prasasti bergetar.

Cahaya yang semula redup mulai menyala terang.

Taixu memperhatikan perubahan itu dengan santai. Namun, beberapa saat kemudian, senyumnya perlahan menghilang.

Cahaya pada prasasti terus meningkat.

Alam Kuning terlewati.

Kemudian Alam Hitam.

Tidak lama setelah itu, cahaya tersebut menembus Alam Bumi.

Mata Taixu membesar.

“Mustahil!”

Namun, perubahan pada prasasti belum berhenti.

Cahayanya kembali meningkat hingga mencapai Alam Langit.

Tahap pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya terlewati dengan cepat.

Ketika cahaya akhirnya berhenti pada tahap kesembilan, seluruh tubuh Taixu menegang.

Ia menatap hasil pengujian itu dengan mulut sedikit terbuka.

Alam Langit Tahap Kesembilan!

Kekuatan jiwa seorang pemuda berusia enam belas tahun ternyata telah melampaui pencapaiannya sendiri ketika berada di puncak kejayaan sebagai ahli alkimia.

Qin Xuan menarik tangannya dari prasasti.

“Bagaimana hasilnya, Senior?”

Taixu tidak langsung menjawab.

Ia menatap Qin Xuan, lalu kembali memandang prasasti tersebut. Wajahnya dipenuhi keterkejutan yang sulit disembunyikan.

Sepuluh ribu tahun hidupnya terasa seperti tidak berarti setelah menyaksikan hasil pengujian itu.

Sementara itu, Qin Xuan justru semakin penasaran melihat reaksi lelaki tua tersebut.

“Senior?”

Taixu akhirnya tersadar.

Ia berdeham, berusaha mengembalikan sikap angkuhnya.

“Tidak buruk. Kekuatan jiwamu... masih bisa digunakan.”

Namun, tatapan matanya sama sekali tidak mampu menyembunyikan keguncangan yang dirasakannya.

......................

Bersambung...

1
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!