NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

happy reading all

 

Pagi pun datang, tak ada sinar matahari yang masuk.

Hanya ada kegelapan dan lampu remang-remang itu, yang menemani sebuah penderitaan devi.

sudah dua hari devi disini, dan harinya tetap sama. detik demi detik berlalu sangat menyakitkan, ia di kasih sebuah roti kecil sekali. tetapi itu setidaknya bisa mengganjal rasa laparnya, rambut devi acak acakan. pakaian nya yang bagian lengan sudah agak sobek, dan jangan lupakan darah bekas cambukan itu mengering dan rasanya sangat perih.

Devi hanya berharap kepada semesta, supaya keluarga nya lebih cepat menemukan keberadaan dirinya.

Devi sudah tidak tahan lagi, ia bahkan hampir pingsan jika ia tak berusaha kuat. ia percaya, pasti keluarganya akan menemukan dirinya.

"Afan...tolongin gue fann..." lirihnya.

 

Di kediaman keluarga baskara, afan menghampiri Clarissa yang tengah duduk santai di balkon dengan secangkir teh hangat.

"clarissa." panggil afan, Clarissa langsung menoleh.

"fan? tumben Lo ke kamar gue? pasti Lo udah mulai suka sama gue yah?" tanya nya pede.

"bukan." jawabnya singkat

"jujur aja Lo sembunyiiin devi dimana?" tanya Afan to the point.

"gue? sembunyiin devi? buat apa? buang buang waktu gue aja" jawab Clarissa

"Lo gausah bohong Clar. kalo Lo yang sembunyiin devi, keluarga Devi gak akan tinggal diam clar. kalo Lo ketahuan yang nyulik devi keluarga devi bakal jebloskan Lo ke penjara." ucap Afan

"gua gak culik devi fann!" suara Clarissa meninggi.

"Lo punya bukti apa kalo gue yang nyulik?" tanya Clarissa

"lihat aja nanti, gue bakal cari buktinya."

Clarissa menegang.

"kenapa? takut ketauan sifat asli Lo?" tanya afan

"sialan lo" umpat Clarissa

 

Voke menatap Clarissa yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang sangat kesal.

Clarissa duduk di samping voke, dengan wajah yang di buat buat cemberut.

"mah, Afan kenapa sih? dia selalu aja nuduh akuu" adu nya.

"memangnya dia nuduh kamu apa sayang?" tanya voke lembut

"Afan nuduh kalo aku udah nyulik devi, padahal enggak mahh"

"Devi? emangnya Devi di culik?" tanya voke

"iya mah, aku denger denger gitu, makanya Afan langsung curiga ke aku. padahal nih ya mahh, aku tiap hari selalu pergi ke perusahaan nya papaa bagas mah." terang Clarissa

voke mengangguk angguk paham.

"nanti biar mamah yang kasih tau Afan, dia udah nikah bisa bisa nya masih cari anak dari sang pembunuh itu."

Clarissa tersenyum kemenangan, untungnya voke percaya kepadanya.

Di balik tembok, Afan menguping pembicaraan mereka.

"kalo ucapan anaknya sendiri gak di dengerin, tapi kalo orang licik itu di dengerin" gumamnya pelan

"mamah kenapa percaya sama Clarissa? dia itu jahat mahh..." batin afan

"hati mamah udah tertutupi yah? semenjak Tante rara udah gaada, mamah berubah. gak kayak dulu." batin afan.

Terkadang Afan berfikir, jika waktu bisa di ulang, Afan tak akan mengajak rara ke taman waktu itu.

Dan mungkin kecelakaan dulu tak akan terjadi.

"benar saran dari papah, mamah harus ke psikiater." batin nya.

Waktu itu, Lian sempat berbicara dengan Afan. di perusahaan nya, tepat pas awal awalan Afan baru memasuki perusahaan itu.

"fan, sebaiknya kita bawa mamah kamu ke psikiater." ucap lian

"psikiater? emangnya mamah sakit pah?" tanyanya tak paham.

"hati mamah kamu sudah terpenuhi oleh dendam dan luka masa lalu fan. papah berfikir jika membawa mamah kamu ke psikiater, mamah kamu pasti akan sembuh. dan keluarga kita bisa saja memulai hidup baru tanpa luka masa lalu."

"Tante rara sebeharga itu di kehidupan mamah, pah." jawab Afan pelan

"kamu benar fan. rara, adalah salah satunya keluarga mamah kamu yang selalu ada di sampingnya."

"emang apa yang terjadi pah? dimana kedua orang tua mamah dulu?" tanya afan.

"panjang ceritanya fan."

"dulu keluarga mamah kamu memang lengkap, tapi mamah kamu selalu gak di anggap dan selalu di kucilkan. dia selalu di bedakan dengan adeknya, Rara. tapi mamah kamu gak benci rara, voke dan Rara sangat menyayangi satu sama lain. voke pernah di pukul ayahnya, pernah di marahin pake kata kata yang menyakit kan oleh ibunya. dan dari kecil sampai dewasa voke gak pernah di anggap ada oleh kedua orang tuanya."

"kamu tau fan? dulu mamah kamu sekolah sambil bekerja, walaupun keluarga mamah kamu kaya. tapi mereka tak memberikan uang sepersen pun ke mamah kamu. mereka memperlakukan voke seperti pembantu di rumah itu, bahkan voke tidur di gudang yang kotor dan penuh oleh tikus atau kecoa terkadang. Rara yang selalu melindungi kakanya dari semua itu, hingga Rara dan voke di usir dari rumah itu oleh kedua orang tuanya."

"mereka berdua mencari tempat tinggal yang sederhana, yang penting cukup untuk bisa menjadi tempat teduh. mamah kamu memutuskan untuk berhenti sekolah, padahal dulu cita cita mamah kamu ingin menjadi seorang pelukis. mamah kamu pandai sekali melukis fan, tapi bakatnya tak di akui oleh kedua orang tuanya."

"mamah kamu kesana kemari mencari pekerjaan, dan Rara, dia tetap sekolah karna di suruh mamah kamu. sedangkan dirinya sendiri tidak, baik sekali bukan mamah kamu?"

"iya pah baik, aku gak nyangka masa lalu mamah kayak gini..."

Lian mengangguk.

"hingga papah bertemu dengan mamah kamu, mamah kamu dulu udah berumur 21th. dia cantik sekali dan juga baik hatinya, pertama kali papah bertemu dengan mamahmu dia sedang melukis di taman. di temani dengan Rara di sampingnya, mereka selalu kemana mana barengan. waktu itu papah memutuskan buat membeli lukisan mamah kamu, kamu tau sebahagia apa raut wajahnya? bahagia sekali fan. dia senang karna lukisan nya di beli dengan harga yang mahal, karna akhrinya mereka bisa membeli kebutuhan makanan dan membayar kontrakan setelah sekian lama menunggak."

"baru senang sebentar, mamah kamu dapat kabar bahwa orang tuanya kecelakaan saat mau pergi ke luar kota. voke dan rara langsung buru buru kembali ke rumah lama mereka, dan mereka melihat kedua orang tuanya sudah siap akan di makam kan."

"papah ikut waktu itu?" tanya Afan

"papah ikut fan. karna papah yang menawarkan akan mengantarkan mereka."

"pasti mamah sedih ya pah waktu itu?" tanya Afan lagi, kali ini suaranya lebih lirih.

"sedih. sedih sekali."

"tapi mereka tak bisa melawan takdir."

"hidup mamah dari dulu udah sakit ya pah?"

"tentu fan. kamu tau kan? kenapa dulu mamah kamu ingin melakukan dendam ini? karna Rara adalah salah satu keluarga nya, dan yang perduli kepadanya."

"pah, lain kali ceritain masa lalu mamah ya pah ke Afan"

"iya fan."

"sekarang kita fokus Bagaimana caranya kamu bisa cerai dengan Clarissa, dan kita coba membujuk mamah kamu supaya mau ke psikiater."

Afan langsung mengangguk setuju.

 

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!