NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Tolong...tolong," Seorang gadis dengan gaun compang-camping tak berbentuk itu berlari dengan sekuat tenaga, berharap ada yang mendengarnya, meskipun ia sendiri tidak yakin ada seseorang disitu selain dirinya,

Ditengah kegelapan malam yang selalu Ia takuti, Gadis itu terus berlari, ada secercah cahaya lampu diujung sana, mungkin itu lampu jalan...

Gadis itu berlari dengan sisa tenaganya, Ya, dia benar, ternyata itu lampu jalan,

Jalan se-sepi ini, apakah akan ada seseorang lewat sini?

Ia hampir menyerah saat Ia melihat ada sorot lampu mobil dari kejauhan.

Gadis itu melambaikan tangannya saat mobil itu mulai mendekat,

"Tolong aku.. aku mohon," Ia berteriak sekali lagi, tenaganya mulai habis,

Sementara itu didalam mobil,

"Orang gila dari mana itu?" Pria itu terheran, melihat wanita dengan penampilan seperti itu pada malam hari dijalan tengah hutan seperti ini,

Namun, Ia tidak peduli dan terus melaju.

Gadis itu akhirnya terjatuh kehilangan kesadarannya, tenaganya sudah benar-benar habis,

Aku tidak kuat lagi... Tolong aku...

Pria didalam mobil itu menatap spion dan melihat gadis itu pingsan, Ia menghentikan laju mobilnya, dan putar balik,

Ia mendekati gadis itu sambil berdecih, Merepotkan saja...

Gadis itu Ia bawa menuju mobil, dan meletakkannya dikursi penumpang, mobil mulai melaju lagi meninggalkan gelapnya hutan malam itu,

"Semoga saja dia bukan orang gila," gumamnya.

Mobil berhenti didepan rumah sederhana disebuah desa tak jauh dari hutan tadi,

"Hey... bangun," namun gadis disampingnya tidak kunjung membuka matanya,

Pria itu melihat pakaian yang dikenakan gadis itu, muncul rasa curiga didalam pikirannya,

"Kalau kau bertemu laki-laki lain tadi, sudah dapat dipastikan, kau akan berakhir seperti apa." ucapnya lirih.

Pria itu mendekatkan tubuhnya, Ia ingin memeriksa apakah gadis itu masih hidup atau tidak, sebelum sebuah sorot lampu itu menyilaukan pandangan matanya.

"Hey.. apa yang kalian lakukan!" teriak salah seorang pria tua, yang membuat gadis itu langsung terbangun dengan eksprei takut,

"Keluar kalian, jangan macam-macam disini!"

Dengan kesal, Pria itu turun dari mobil,

“Apa-apaan ini?” suaranya rendah tapi tajam.

Beberapa warga mulai berdatangan dari arah rumah-rumah sekitar. Senter disorotkan ke arah mobil. Seorang pria tua dengan sarung dan peci melangkah maju,

“Kami lihat dari jauh. Kamu berhenti di pinggir jalan, terlihat mencurigakan, malam-malam begini. Mau ngapain?” tuduhnya.

“Dia pingsan,” jawab pria itu singkat. “Saya cuma menolong.”

“Menolong?” Seorang ibu-ibu menyahut sinis. “Dengan pakaian seperti itu?” Ibu itu menunjuk gadis didalam mobil,

Gadis itu turun dari mobil dengan kaki gemetar. Rambutnya berantakan, gaunnya compang-camping. Wajahnya pucat. Ia memeluk dirinya sendiri.

Dengan sigap pria itu melepas jas nya untuk menutupi tubuh gadis itu yang terbuka,

“Saya... saya hanya minta tolong...” suaranya lemas,

Warga saling berpandangan. Bukannya iba, beberapa justru berbisik-bisik makin keras.

“Lihat pakaiannya…”

“Jangan-jangan mereka habis begituan…”

“Perempuan baik-baik tidak mungkin berduaan dengan seorang pria dengan pakaian seperti itu, apa lagi malam-malam begini dan ditempat sepi”.

Pria itu mengepalkan tangan. “Cukup. Jangan berbicara sembarangan.”

Pria tua tadi melangkah lebih dekat. “Di desa ini ada aturan. Kalau laki-laki dan perempuan tertangkap basah berduaan dalam keadaan mencurigakan, apalagi sampai seperti itu…”

tatapannya tajam pada pakaian gadis itu. “Kami tidak bisa tinggal diam.”

“Kami bahkan tidak melakukan apa-apa!” potong pria itu.

“Tapi orang sudah melihat,” sahut warga lain.

“Nama desa bisa tercoreng.”

Gadis itu menunduk. Tubuhnya masih gemetar, bukan hanya karena lelah, tapi karena ketakutan yang belum hilang sejak ia berlari dari hutan.

“Saya… tidak kenal dia…” ucapnya lirih.

Suasana makin riuh.

“Tidak kenal tapi berduaan dimobil?”

“Justru itu makin aneh!”

Pria itu menatap gadis itu sejenak. Ada kekesalan di wajahnya, tapi juga sesuatu yang sulit ditebak.

“Saya menemukan dia pingsan di jalan,” katanya tegas. “Kalau saya niat buruk, saya tidak mungkin berhenti.”

Pria tua itu menghela napas panjang. “Benar atau tidak, kalian sudah menciptakan fitnah. Orang-orang sudah melihat. Besok pagi cerita ini bisa menyebar.”

Seorang tokoh warga yang lain datang, lebih tua, rambutnya memutih. “Bawa mereka ke balai desa.”

Di balai desa yang sederhana itu, lampu neon menyala terang. Gadis itu duduk di kursi kayu, kedua tangannya menggenggam ujung jas yang ia pakai. Pria itu berdiri bersandar pada tembok, wajahnya dingin.

“Kalian tidak sadar akibatnya?” tanya tokoh desa.

“Akibat apa?” pria itu menjawab datar.

“Perempuan ini dalam keadaan tidak pantas, kamu bersamanya di mobil, tengah malam. Kalau tidak diselesaikan, ini bisa jadi aib. Bagi dia, juga bagi kamu dan bagi desa ini.”

“Aib?” pria itu mendengus. “Saya cuma berhenti menolong.”

“Menolong juga ada caranya,” sahut seorang ibu.

“Kenapa tidak langsung dibawa ke rumah warga?"

Pria itu terdiam. Ia memang sempat menunduk untuk memeriksa napas gadis itu. Dari kejauhan, pasti terlihat mencurigakan.

Gadis itu tiba-tiba berdiri. “Saya tidak ingin merepotkan siapa pun…” suaranya gemetar. “Kalau memang… kalau memang saya dianggap bersalah…”

“Bukan hanya kamu,” potong tokoh desa. “Di kampung ini, kehormatan dijaga bersama.”

Hening beberapa detik.

Lalu kalimat itu keluar.

“Cara paling baik adalah kalian menikah.”

Suasana langsung sunyi.

Gadis itu menatap tak percaya. “Apa?”

Pria itu tertawa pendek, tanpa humor. “Anda bercanda.”

“Kami tidak bercanda,” jawab pria tua tegas. “Kalau

tidak, kami akan laporkan ke pihak berwajib atas dugaan perbuatan tidak senonoh. Dan nama kalian akan tetap rusak.”

Gadis itu pucat. Ia bahkan tidak tahu harus pulang ke mana. Tidak ada tempat. Tidak ada keluarga yang bisa ia datangi.

Pria itu memperhatikan perubahan ekspresinya.

“Kamu punya keluarga?” tanyanya pelan.

Gadis itu menggeleng.

Tatapan pria itu berubah, kali ini lebih serius.

“Kalau saya menolak?” ia kembali menghadap warga.

“Berarti kamu tidak bertanggung jawab,” sahut seseorang. “Dan kami akan mengurusnya sesuai aturan.”

Keheningan kembali turun. Hanya suara kipas angin tua yang berderit.

Gadis itu menunduk dalam. Air mata jatuh tanpa suara.

Pria itu menghela napas panjang, kasar.

“Saya tidak menyentuhnya,” katanya pelan, tapi jelas. “Tapi kalau ini satu-satunya cara agar kalian berhenti menghakimi kita…”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap gadis itu.

“Kamu mau?”

Gadis itu mengangkat wajahnya perlahan. Di matanya ada ketakutan, tapi juga keputusasaan yang dalam.

Jika ia pergi sekarang, ia tidak tahu harus ke mana. Dunia di luar sana, sama gelapnya dengan hutan tadi.

“Aku…” suaranya nyaris tak terdengar. “Aku tidak punya pilihan.”

Ruangan terasa makin sesak.

Tokoh desa mengangguk pelan. “Baik. Besok pagi kita urus akadnya.”

Pria itu menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras.

Semalam ia hanya berniat pulang setelah selesai negosiasi proyek pertambangan didesa itu,

Kini, ia pulang membawa seorang istri yang bahkan tidak ia kenal.

Dan gadis itu…

Ia hanya ingin selamat.

Tapi takdir justru menyeretnya ke kehidupan baru yang lebih tak terduga daripada gelapnya hutan malam tadi.

1
Nur Halida
cieeee nick mulai romantis2an🤭🤭
itsmecancer: hihii... baru permulaan nihh, hati hati looh... nanti nick makin bikin hati meleleh 🤭❤️
total 1 replies
Nur Halida
ada ya anak dan ayah kek gitu kalo ketemu yg di bicaraka saham proyek bisnis dan persaingan .. ngeri2 sedap😁😁
Nur Halida
hufffttt😮‍💨
capek banget keknya jadi tessa
Nur Halida
repot banhet ya jadi horang kaya🤭🤭🤭
kalo aku jadi tessa keknya gak akan sanggup deh soalnya aku gtogian arangnya😁🤭
Nur Halida
semangat tessa😍😍😍
itsmecancer: makasih sudah semangatin tessa 💪❤️
total 1 replies
Nur Halida
tessa kamu harus belajar dan percaya diri berada sejajar dg nick. .dan kamu pasti bisa
Nur Halida
ternyata nick berwatak keras tapi aku suka😁
Nur Halida: pasti entar nick jadi bucin ke tessa dan aku gak sabar nunggu nick yg bucin .. pasti lucu🤭
total 2 replies
Nur Halida
nick baik banget sihh😍😍😍
sweet banget😍😍😍
padahal baru kenal tessa tapi di bertanggung jawab dengan statusnya sebagai suami dg begitu sempurna
itsmecancer: wahh ... nick tuh emang pinter bikin baper pembaca 🤭, ditunggu kelanjutannya ya 👌🏻
total 1 replies
Bunga
tegang
Bunga
rasanya dikit banget thor
Bunga
suka
itsmecancer: wah makasih kak, dukunganmu berharga buat author ☺️
total 1 replies
Bunga
lanjut thor😍
itsmecancer: ditunggu ya ☺️👌🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!