Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perdebatan
Iqram terdiam sejenak, kemudian dia melihat ke arah bos nya. " Pak Haris,saya mau nanya. Siapa wanita yang baru saja saya lihat berjalan bersama pak Danu" tanya Iqram.
Haris mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Iqram," kenapa, kamu kenal sama wanita itu" tanya nya.
" Dia mantan pacar ku" jawab Iqram.
Haris langsung menatap tajam ke arah Iqram," jangan bilang kalau rasa yang lama kembali lagi saat kamu melihat dia tadi" ucap Haris.
Iqram tersenyum sambil menggeleng," tidak,sama sekali tidak. Aku hanya penasaran saja kenapa dia bisa bersama pak Danu" jawab Iqram.
" Dia asisten pribadi nya pak Danu. Yang menggaji nya juga bukan perusahaan,tapi dari uang pribadi pak Danu sendiri. Kamu kan tau kalau perusahaan tidak membiayai gaji asisten pribadi,yang ditanggung oleh perusahaan hanya seorang sekretaris " jawab Haris.
Iqram mengangguk tanda paham. " aku sedikit curiga dengan keberadaan Vania di kantor ini. Karena baru beberapa hari yang lalu mama nya mendatangi ku mengatakan kalau Vania sedang di rawat di rumah sakit karena percobaan bunuh diri. Mama nya meminta aku untuk menikahi Vania,namun langsung aku tolak " ucap Iqram.
Haris mengangguk angguk kan kepala nya. " Kalau begitu kamu harus hati hati. Pak Danu selama ini bekerja sangat baik, pekerjaan nya selalu rapi tanpa ada komplain dari karyawan yang lain. Tapi satu kelemahan beliau, beliau sangat mudah tunduk pada wanita. Istri nya pernah hampir menggugat cerai dia,tapi mereka bisa di damaikan kembali" ucap Haris.
" Ya sudah,aku keluar dulu. Mau makan siang" ucap Iqram sambil berdiri.
Haris ikut berdiri," kita makan siang bersama,ada yang masih perlu kita bahan. Kamu hubungi Ilham,ajak dia sekalian " ucap Haris yang langsung di anggukan oleh Iqram.
Iqram keluar dari ruangan bos nya. Saat dia berada tepat di depan ruangan nya,tiba tiba Vania mencegat nya.
" Iqram, tunggu " ucap nya.
Iqram menghentikan langkah nya dan berbalik melihat ke arah Vania. " Ada apa" tanya Iqram.
Vania langsung tersenyum," sekarang kita bisa sering ketemu karena aku juga bekerja di sini. Aku yakin istri mu tidak akan pernah tau kalau kita kembali menjalin hubungan " ucap Vania sambil tersenyum manis
Iqram langsung menggeleng," maaf nona Vania,saya tidak pernah menginginkan hubungan kita yang sudah berakhir untuk bisa di rajut kembali walau sekarang kita satu kantor. Kesetiaan itu harga mati" ucap Iqram.
" Tolong jaga jarak dengan saya. Walau yang menggaji anda bukan perusahaan ini,tapi saya masih bisa komplain pada bos besar agar memecat anda kalau saya merasa tidak nyaman dengan keberadaan anda" ucap Iqram yang kemudian langsung masuk ke dalam ruangan nya.
Vania terdiam mendengar penolakan Iqram,dia langsung merasa terhina . " Awas kau Iqram,akan aku balas penghinaan ini" ucap Vania.
**
Iqram akhir nya makan siang bareng bos dan sahabat nya. Mereka berencana akan berangkat bersama ke kampung Iqram untuk acara pernikahan Haris dan Aisyah.
Sementara itu di rumah nya Haris,buk Sonya dan pak Dirgantara sedang berdebat dengan pak Handoko,kakak tertua buk Sonya.
" Kenapa kamu bisa dengan semudah itu memberikan restu pada Haris untuk menikahi gadis kampung itu. Ingat Sonya, wanita itu tidak selevel dengan keluarga kita. Dia pasti punya mengincar harta keluarga kita" ucap pak Handoko.
Buk Sonya menggeleng," calon istri Haris itu wanita baik baik bang. Dia juga seorang bidan,sebuah profesi yang terhormat" ucap buk Sonya.
Pak Handoko tersenyum sinis," seorang bidan kampung. Berapa lah penghasilan nya. Pengeluaran ku sehari tidak akan tertutupi oleh gaji nya sebulan" ucap pak Handoko merendahkan calon menantu nya buk Sonya.
Pak Dirgantara langsung tersenyum mendengar ucapan Abang ipar nya itu. " Nggak masalah bang. Toh yang harus menafkahi dia nanti kan harus. Dan saya yakin Haris pasti bisa menafkahi dengan layak istri nya itu tanpa harus meminta pada kami " ucap beliau membela calon menantu nya.
" Yang terpenting saat ini Haris suka dan sayang pada calon istri nya. Tentang dari mana dia berasal itu tak masalah. Toh dulu kita juga berasal dari keluarga miskin yang hidup nya sangat pas pasan " ucap pak Dirgantara yang sengaja menyindir Abang ipar nya itu.