Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guild Permata Ungu
"Apakah itu sungguh mengejutkan? Aku juga bertemu kelompok lain di Bardio."
Leon bingung melihat reaksi semua orang. Selain kelompok pertama yang mencari kematian dari Leon, Leon juga bertemu dengan dua kelompok lain di sana. Meskipun mereka hanya saling mengabaikan.
"Bukan apa-apa. Kami hanya terkejut karena kami hanyalah guild yang lemah."
Jerry tersenyum masam. Meskipun dia adalah seorang pejuang bintang satu, dia baru saja menerobos belum lama ini. Selain dirinya, anggota lain di dalam kelompok merupakan pejuang non bintang.
Guild kecil seperti mereka biasanya hanya berani menjelajahi area yang sudah diklasifikasikan sebagai area dengan kepadatan zombie yang cukup rendah.
"Maaf jika aku menyinggung perasaan kalian."
"Tidak sama sekali. Jangan pikirkan itu."
"Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah makan Leon?"
"Belum. Bagaimana dengan kalian?"
"Kami baru berencana untuk makan malam. Kalau begitu ayo kita makan bersama-sama!"
"Baiklah."
Leon terpaksa menyetujui ajakan Jerry dan yang lain. Karena Leon hanya terlihat membawa ransel, dia tidak bisa memikirkan alasan untuk mengeluarkan banyak makanan. Jika dia satu-satunya yang memakan makanan berbeda dari kelompok, hal itu akan terasa sangat canggung.
Oleh karena itulah dengan mempertahankan poker face, Leon langsung menelan suap demi suap sup garam suplemen gado, tidak membiarkan makanan itu bertahan satu detik pun di dalam mulutnya.
"Panen kita kali ini cukup bagus bukan?"
Ditengah makan, Amy membuka percakapan.
"Benar. Kuharap itu lebih dari 200 gram."
Jarun menjawab pertanyaan Amy. Kelompok mereka telah menjelajah ke luar kota selama tiga hari, dan berhasil memburu lebih dari tiga puluh zombie.
"Aku ingin mencoba restoran baru yang terkenal itu ketika kita kembali besok."
"Oh, restoran permata ungu? Pendapatan kali ini masih belum cukup. Setidaknya kita harus melakukannya dua atau tiga kali."
"Bukankah harga makanannya seratus dollar?"
Amy memiringkan kepala, yang langsung diejek oleh penjelasan Jarun.
"Itulah gunanya kamu harus belajar berhitung! Pendapatan kita kali ini hanya sekitar 300 dollar."
Selain kristal mana, mereka juga akan menjual tubuh zombie ke perkebunan untuk dijadikan pupuk. Namun total uang yang dihasilkan dari penjualan tubuh zombie mungkin hanya mencapai seratus dollar. Hanya setengah dari penjualan kristal mana yang mereka peroleh.
Perbedaan terbesarnya adalah dari segi berat barang bawaan. Untuk membawa tumpukan tubuh zombie, mobil yang mereka bawa harus menanggung beban satu atau dua ton, yang tentu saja menghabiskan lebih banyak energi.
Pemerintah kota Erulean juga tentu tidak memberikan listrik secara gratis kepada warganya. Oleh sebab itulah selain dari guild-guild kecil, guild yang cukup terkemuka biasanya membiarkan tubuh zombie begitu saja setelah mengalahkan mereka.
"Kalau begitu aku punya sebuah usulan."
Leon tiba-tiba menimpali percakapan kedua orang tersebut, sebelum menoleh ke Jerry.
"Sebelumnya aku berencana untuk membentuk sebuah guild. Apakah paman Jerry keberatan jika aku berkata ingin merekrut semua orang disini dan mengakusisi guild tombak hitam?"
Sebelum Jerry membalas, Jarun menjawab terlebih dahulu.
"Dan apa keuntungannya bagi kami? Selama ini, guild kami sudah berjalan dengan baik di bawah kepemimpinan pak Jerry."
"Pertama, aku akan membeli kristal tidak murni dengan harga 1,25 dollar."
Mendengar pernyataan Leon, semua orang membelalakkan mata. Kemudian Jerry dengan gugup bertanya.
"A-apakah itu terbatas?"
"Tidak. Namun aku hanya menerimanya dari anggota guild. Selain itu, meskipun aku merupakan ketua guild, aku tidak berpengalaman dalam mengarahkan pertempuran. Jadi aku akan menyerahkan urusan itu kepada paman Jerry. Setidaknya itu tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya bukan?"
Kelompok itu saling memandang. Kemudian Tom berbisik dan bertanya kepada Jerry.
"Bagaimana?"
"Aku tidak masalah siapapun ketuanya."
Karena tidak ada yang keberatan, semua orang, termasuk Gilang yang dingin, dan Bella yang pendiam, mengangguk setuju.
"Kalau begitu kami setuju untuk bergabung. Apa rencana nama guildnya?"
"Guild permata ungu."
Mendengar nama yang disebutkan Leon, Amy memiringkan kepalanya.
"Bukankah itu nama restoran yang buka baru-baru ini?"
"Itu benar. Karena aku adalah pemilik restoran tersebut."
Melihat Leon tersenyum santai, enam patung manusia di depannya akhirnya sadar bahwa Leon tidak sedang bercanda.
"Ka-kalau begitu, bisakah aku mencoba makanan di restoran itu?"
"Kakak!"
Mendengar permintaan kakaknya yang tidak sopan, Bella langsung menegurnya.
"Tidak masalah. Aku sudah berencana mengajak kalian semua besok ke sana."
"Hore!!!"
Malam itu, setelah Leon mentransfer uang sebesar 75.000 dollar, Jerry mengalihkan kepemimpinan guild tombak hitam kepada Leon. Jumlah uang tersebut merupakan harga bangunan kecil satu lantai yang merupakan markas guild di distrik utara.
Jerry dan yang lain awalnya berkata harga bangunan tersebut adalah 50.000 dollar. Karena sebesar itulah harga yang telah mereka bayar untuk membeli bangunan tersebut. Namun Leon berkata bahwa mereka sudah mengisi bangunan tersebut dengan perlengkapan guild. Selain itu, bukankah harga tanah selalu naik? Jadi Leon menawarkan harga yang lebih tinggi.
Kemudian Leon mengubah nama guild tombak hitam menjadi guild permata ungu. Pengubahan nama selanjutnya dapat dilakukan dalam tiga puluh hari ke depan. Karena dia sudah memiliki nama restoran yang sama, Leon sudah memutuskannya sejak beberapa hari lalu. Jadi tidak perlu berpikir panjang.
"Ngomong-ngomong, aku baru mengatakan satu keuntungan saja, dan kalian sudah menerimanya. Apakah kalian tidak ingin mendengar semuanya?"
Leon tertawa setelah menyelesaikan pengambilalihan guild.
"Masih ada lagi?"
"Tentu saja. Untuk setiap 100 gram kristal merah yang dikumpulkan, selain dari harga yang kusebutkan sebelumnya, aku akan memberikan satu kupon makan di restoran permata ungu."
Leon memberitahu mereka bahwa hal ini membutuhkan beberapa waktu. Karena dia harus menyuruh Viona merekrut seorang staf. Tugas Viona sudah sangat banyak, Leon tidak ingin membebaninya secara berlebihan.
"Aku masih memikirkan yang lain. Tapi setidaknya itu sudah cukup memuaskan untuk saat ini bukan?"
"Tentu saja."
"Itu bahkan lebih dari memuaskan."
"Terimakasih Leon."
Keesokan harinya, Leon mengendarai sepeda motor, diikuti oleh dua mobil dengan bak terbuka yang menampung tubuh zombie.
Setelah memasuki gerbang luar, Leon mengikuti arahan Jerry menuju tempat penjualan tubuh zombie. Mereka keluar dari jalur aspal, memasuki jalanan tanah dan batu yang semakin dalam ke area perkebunan.
Hanya berselang 15 menit dari jalan raya, mereka akhirnya sampai di tempat langganan Jerry dan yang lain.
"Apakah banyak perumahan penduduk di bagian dalam perkebunan?"
Lokasi mereka saat ini merupakan sebuah pabrik produksi pupuk. Namun tidak jauh dari tempat itu, mereka telah melewati sebuah perkampungan tempat tinggal para pekerja.
"Itu benar. Karena lahan perkebunan ini tidak dimiliki oleh satu pihak saja, rumah para penduduk jadi semakin banyak terpencar."
Jarun, yang seusia Leon menjawab pertanyaannya.
Ketika transaksi telah selesai, mereka akhirnya bergegas memasuki kota. Tubuh mereka semua kotor, termasuk Leon. Dengan demikian, Leon berkata kepada semua orang untuk membersihkan diri terlebih dahulu, kemudian berkumpul di markas guild satu jam setelahnya.
Markas guild itu memang cukup kecil. Kira-kira hanya seukuran apartemennya. Tapi untuk tujuh orang termasuk Leon, itu masih merupakan tempat yang nyaman.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke restoran permata ungu!"
Dipimpin oleh Amy yang bersemangat, yang lain mengikuti Amy keluar dari markas.
Di teras lantai dua, Leon merekomendasikan menu mie goreng kepada semua orang. Setelah semua orang setuju, Leon memesan tujuh porsi mie goreng.
"Lalu, tolong panggilkan Viona kesini."
"Baik pak Leon."
Pelayan itu pergi dan bergegas menyampaikan kedatangan Leon kepada Viona.