NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Dansa di Atas Bara

​Kegelapan di puncak Menara Dewangga terasa begitu pekat hingga seolah bisa disentuh. Sistem listrik yang diputus secara manual oleh Kiara menciptakan keheningan yang mencekam, hanya menyisakan suara nafas yang memburu dan detak mekanik jam S-1945 yang kini berpendar biru redup.

​"Jangan bergerak," desis Ryuga di dekat telinga Kiara. Ia mendekap Kiara erat, menggunakan tubuhnya sebagai tameng manusia di balik meja jati yang tebal.

​Kiara menutup matanya. Di bengkel jam tua ayahnya dulu, ia sering belajar memperbaiki jam dalam gelap total untuk melatih sensitivitas pendengarannya terhadap roda gigi yang aus. Sekarang, kemampuan itu menjadi alat bertahan hidup.

​Kring... srak...

​"Dua orang di arah jam dua, Pak Ryuga," bisik Kiara sangat pelan. 

"Langkah mereka berat, mungkin pengawal Seline yang memakai sepatu taktis. Satu orang lagi di arah jam sepuluh, langkahnya halus... itu Seline."

​Ryuga tertegun sesaat. Ia tidak menyangka hobi unik Kiara bisa memberikan keunggulan taktis seperti ini. "Tetap di sini, Kiara. Jangan lepaskan jam itu."

​Dino, yang terjepit di antara sofa, meraba-raba tas kameranya. 

"Cahaya... aku butuh cahaya tapi bukan untuk memotret," gumamnya.

​Dino mengeluarkan laser pointer hijau yang biasa digunakan untuk astro fotografi. Ia tidak menyalakan nya secara konstan, melainkan melakukan strobing acak. Cahaya hijau itu memantul di kaca-kaca gedung, menciptakan ilusi bayangan yang membingungkan para pengawal Seline.

​"Di sana! Tembak!" teriak salah satu pengawal, menembak ke arah bayangan yang sebenarnya hanyalah pantulan laser Dino.

​Di tengah desing peluru, Ryuga menarik Kiara lebih dekat. 

Tangannya meraba wajah Kiara, memastikan wanita itu tidak terluka. Jemari Ryuga yang kasar namun hangat menyentuh bibir Kiara yang gemetar.

​"Kiara," suara Ryuga rendah dan penuh emosi. "Jika kita keluar dari sini hidup-hidup, aku tidak akan membiarkanmu kembali ke bengkel itu sendirian. Kau dengar aku? Tidak akan pernah."

​Kiara membalas genggaman tangan Ryuga. Di antara bau mesiu dan debu, ada percikan perasaan yang lebih kuat dari rasa takut. "Janji adalah hutang, Pak Bos. Dan Anda punya banyak hutang pada saya."

​Tiba-tiba, suara dentingan logam bertemu logam terdengar di tengah ruangan. Satria, ayah Kiara, bergerak seperti hantu. Meskipun separuh wajahnya hancur, kekuatannya belum pudar. Ia menghalau Seline yang mencoba merangkak menuju server mekanik.

​"Kau menghancurkan bengkelku, Seline! Kau mencoba menghancurkan putriku!" suara Satria menggelegar.

​"Ayahmu yang memulai ini, Satria!" teriak Seline dari balik kegelapan. 

"Dia yang menyembunyikan data hasil eksperimen itu di dalam mainan kecil putrimu!"

​Lampu darurat berwarna merah tiba-tiba menyala redup, memberikan pencahayaan yang dramatis. Seline berdiri di depan brankas kaca yang berisi gaun pengantin ibu Ryuga sebuah pajangan yang selalu ada di kantor itu.

​Seline tertawa sinis sambil menunjuk gaun itu. "Ryuga, kau pikir ibumu mati karena kecelakaan? Lihat di balik lipatan kain sutra itu. Ibumu adalah orang yang pertama kali menguji coba frekuensi S-1945 pada dirinya sendiri untuk melindungimu dari ayahmu sendiri!"

​Ryuga mematung. Informasi ini menghantamnya lebih keras daripada peluru manapun.

​"Kiara, sekarang!" teriak Satria. 

"Aktifkan protokol pembersihan! Jangan biarkan Seline mengambil chip-nya!"

​Kiara merayap menuju jam dinding raksasa. Tangannya masuk ke dalam sirkuit panas. Ia harus memilih: mengaktifkan protokol yang akan menghapus semua data termasuk bukti tentang ayahnya atau membiarkan Seline mendekat.

Lampu darurat merah yang berkedip memberikan nuansa horor pada ruang kerja penthouse tersebut. 

Bayangan Seline memanjang di dinding, tampak seperti monster yang siap menerkam. Di hadapannya, brankas kaca berisi gaun pengantin ibu Ryuga berdiri sebagai saksi bisu skandal yang lebih gelap dari yang pernah dibayangkan siapa pun.

​"Aktifkan protokolnya, Kiara! Sekarang!" teriak Satria, suaranya parau saat ia bergulat dengan dua pengawal Seline di dekat pintu masuk.

​Kiara menatap panel sirkuit di depannya. Jari-jarinya sudah menyentuh tuas terakhir. Sebagai pembuat jam, dia tahu bahwa sekali mekanisme ini diputar habis, seluruh data di dalam server mekanik akan hancur menjadi debu logam termasuk bukti asli yang bisa membersihkan nama ayahnya dari tuduhan pengkhianat negara.

​"Jika saya lakukan ini, nama Ayah akan selamanya kotor di mata sejarah," bisik Kiara, air matanya menetes jatuh ke atas roda gigi kuningan.

​"Lakukan, Kiara!" Ryuga muncul dari balik bayangan, berdiri tepat di sampingnya. Ia tidak menatap server, ia hanya menatap Kiara. "Jangan pedulikan namaku, jangan pedulikan Dewangga. Jika data ini jatuh ke tangan Seline, seluruh Jakarta akan berada dalam genggamannya."

​Ryuga meraih tangan Kiara yang sedang memegang tuas. Ia tidak menariknya, ia hanya menggenggamnya, memberikan kekuatan. Di bawah siraman cahaya merah yang dramatis, Ryuga mendekatkan wajahnya ke telinga Kiara.

​"Aku yang akan membersihkan nama ayahmu, dengan atau tanpa data ini," janji Ryuga, suaranya rendah namun penuh otoritas. "Percayalah padaku, sekali ini saja."

​Kiara menatap mata Ryuga. Di sana, ia tidak melihat lagi sosok CEO yang sombong, melainkan seorang pria yang rela kehilangan segalanya demi melakukan hal yang benar. Kiara membalas genggaman itu, lalu dengan satu gerakan pasti, ia memutar tuas tersebut melawan arah jarum jam.

​KRAAAK!

​Suara besi beradu besi terdengar memilukan. Jam dinding raksasa di belakang mereka mulai berputar dengan kecepatan gila, lalu... Hening. Asap putih keluar dari celah-celah mesin. Protokol pembersihan selesai.

​Seline menjerit murka. "TIDAK! KAU MENGHANCURKANNYA!"

​Ia mengangkat pistolnya, mengarahkannya ke kepala Kiara. Namun, sebelum ia sempat menarik pelatuk, sebuah suara shutter kamera berbunyi berkali-kali disertai lampu flash yang menyilaukan.

​"Jangan buru-buru, Dokter!" seru Dino yang tiba-tiba berdiri di atas meja kerja Ryuga. "Kalian mungkin menghancurkan server mekanik, tapi insting fotograferku tidak pernah meleset. Aku sudah memotret seluruh dokumen yang sempat muncul di layar tadi sebelum sistemnya mati! Semuanya ada di kartu memori ini!"

​Dino menggoyangkan kartu memori kecil itu dengan seringai kemenangan. "Dan tebak apa? Aku sudah mengirimkan salinannya ke kantor berita pusat lima detik yang lalu!"

​Seline jatuh terduduk, pistolnya terlepas. Suara helikopter polisi yang asli bukan milik Konsorsium mulai terdengar mendekat ke arah jendela penthouse. Kali ini, Maya dan tim keamanan internal Dewangga yang setia telah berhasil mengambil alih kendali gedung.

​Satria melangkah mendekati putrinya. Ia tidak memeluknya dengan hangat, karena tangannya masih bergetar, namun ia meletakkan tangannya di bahu Kiara. 

"Kau melakukannya dengan baik, Nak. Kau menyelamatkan mereka semua."

​Kiara memeluk ayahnya erat, merasakan aroma bengkel jam yang sudah lama ia rindukan campuran bau logam dan kasih sayang.

​Ryuga berdiri beberapa langkah dari mereka, memperhatikan reuni itu dengan senyum tipis yang jarang terlihat. Namun, luka tembak di tangannya mulai terasa panas. Ia terhuyung sedikit, dan Kiara langsung berlari ke arahnya.

​"Pak Ryuga!" Kiara menahan tubuh Ryuga. Gaun Biru Safir-nya yang robek kini bersentuhan dengan kemeja Ryuga yang berdarah.

​Ryuga menyandarkan kepalanya di bahu Kiara, menghirup aroma rambut wanita itu di tengah kekacauan ruangan tersebut. "Kiara... sepertinya kita benar-benar butuh dokter sekarang. Tapi bukan Seline."

​"Diamlah, Pak Bos," bisik Kiara sambil tersenyum melalui air matanya. "Anda masih berhutang satu dansa pada saya."

​"Aku ingat," jawab Ryuga lemah. "Dan aku akan membayarnya... selamanya."

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!