NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

happy reading all

 

Malam itu kamar rumah sakit terasa

sunyi dari biasanya.

Lampu diredupkan. mesin infus berbunyi

pelan.

Devi tertidur, tapi tidurnya tidak tenang.

Alisnya berkerut. Napasnya mulai tidak

teratur.

Dalam mimpinya, ia kembali berada di

ruangan gelap itu. dingin. sepi. suara

langkah kaki bergema. pintu tertutup

keras.

"jangan...." bisiknya dalam tidur.

Tiba tiba tubuhnya menegang.

"Jangan!"

Devi terbangun dengan napas

terengah-engah. keringat dingin

membasahi pelipisnya.

Salma yang tertidur d kursi langsung

terbangun.

"dev? sayang ada apa?" tanya Salma

khawatir.

Devi memandang sekitar dengan mata

panik, seolah memastikan ia tidak lagi

berada di tempat itu.

Tangan nya gemetar.

"bun...." lirihnya.

"iya dev..bunda disini.." jawabnya

lembut, Salma langsung berhambur

memeluk putrinya.

Devi menunduk, bahunya bergetar.

"aku masih terbayang-bayang kejadian itu

bun.. tiap aku tutup mata..."

salma mengusap punggungnya perlahan.

"itu cuman mimpi, dev."

"Tapi rasanya nyata..."

Tak lama, Fathir yang berjaga di luar ikut

masuk karena mendengar suara Devi.

Melihat putrinya menangis, hatinya

terasa ikut diremas.

Dokter yang datang memeriksa kondisi

Devi berkata pelan,

"Ini reaksi trauma. wajar setelah kejadian

seperti itu. Dia butuh pendampingan

dan mungkin tetapi supaya tidak terus

dihantui bayang bayang itu."

Devi menatap kosong kedepan.

"aku takut sendirian..." ucapnya lirih.

Afan yang baru datang membeku di

ambang pintu mendengar itu.

ia melangkah masuk pelan.

"dev Lo gak sendirian...Lo ada kita"

katanya tenang.

Devi menoleh. untuk beberapa detik,

tatapannya masih penuh ketakutan.

Namun kalo ini, ruangan itu terang. ada

ayahnya. bundanya. Afan.

bukan ruang gelap itu lagi.

perlahan, nafasnya mulai stabil.

Salma tetap menggenggam tangannya.

"Trauma itu gak bilang dalam semalam"

ujar dokter. "tapi dengan dukungan dan

waktu, dia bisa pulih."

Devi memejanjkan matanya lagi. bukan

untuk tidur.

Hanya untuk mencoba percaya.

Bahwa mimpi buruk itu tak lagi nyata.

 

Palu hakim di ketuk untuk terakhir

kalinya.

"Menjatuhkan hukuman penjara sesuai

pada yang berlaku."

Suara itu menggema di ruang sidang.

Clarissa berdiri kaku. wajahnya kosong,

seperti belum sepenuhnya menerima

kenyataaan ini. tangan nya kembali di

borgol oleh petugas.

Di kursi pengunjung, orang tuanya

mengepalkan tangan nya perlahan. Shara

menatap kepergian Clarissa.

Saat digiring keluar ruang sidang,

langkahnya terasa berat.

Untuk pertama kalinya, tak ada lagi

pembelaan. Tak ada lagi alasan.

Di luar gedung pengadilan, mobil tahanan

sudah menunggu.

Pintu besi dibuka.

Clarissa berhenti sesaat sebelum masuk.

matanya mencari sesuatu di kerumunan.

Dan ia menemukan nya.

Afan.

Namun Afan menatap Clarissa dengan

tatapan yang tajam.

Clarissa menunduk.

Pintu mobil tahanan ditutup.

Suara dentingan besi itu terdengar seperti

akhir dari segalanya.

Mobil perlahan bergerak meninggalkan

halaman pengadilan.

Di sisi lain.

Fathir berdiri memandang ke arah jalan

yang semakin kosong.

"sudah selesai" ucap Lian pelan.

"belum" jawab Fathir. "selesai kalau

devi sudah benar benar pulih dari masa

trauma nya."

Di rumah sakit, Devi duduk di ranjang

dengan selimut menutupi tubuhnya.

Salma bagi saja memberitahunya bahwa

sidang telah usai.

"Clarissa masuk penjara?" tanya devi

pelan.

Salma mengangguk.

Devi terdiam cukup lama.

Tak ada rasa puas. dan tak ada rasa

senang.

Hanya lega dan lelah.

"Walaupun dia jahat ke aku, tapi aku gak

bakal benci dia." gumamnya pelan.

Salma menggenggam tangannya.

"itu bagus sayang. jangan biarkan benci

menguasai diri kamu."

Devi menunduk

Di luar kamar, Afan berdiri menatap

langit sore.

Satu bab sudah berakhir.

Clarissa kini menghadapi konsekuensi

nya.

Rencana Afan setelah ini akan

menceraikan Clarissa.

Dan soal voke?

Lian sudah mengurusnya.

 

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!