NovelToon NovelToon
Rahasia Di Saung Langit

Rahasia Di Saung Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / CEO / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arroels

Aroel Mahardika kembali ke desa setelah lima tahun pergi, diam-diam tanpa memberi tahu siapa pun. Tujuannya hanya satu: menenangkan hati yang selalu gelisah. Tapi desa itu menyimpan lebih dari sekadar ketenangan.
Di Saung Langit, tempat yang pernah menjadi saksi masa lalunya, Aroel dipukul secara misterius. Tidak ada saksi, tidak ada jejak, hanya rasa sakit yang nyata. Di tengah sawah, seorang bocah kecil muncul dan menghilang dengan tatapan yang penuh teka-teki. Warga desa terlalu tenang, terlalu diam, seolah menyimpan sesuatu yang tidak ingin mereka ungkapkan.
Siapa yang memukulnya?
Apa maksud bocah itu selalu muncul di tempat yang salah?
Dan rahasia apa yang selama ini disembunyikan oleh desa dan Saung Langit?
Setiap langkah Aroel menimbulkan pertanyaan baru, dan setiap jawaban yang ia dapat justru menimbulkan lebih banyak ketegangan. Dalam atmosfer yang menekan, emosinya meledak antara marah, takut, salah tingkah, dan penasaran. Masa lalu yang kelam, rahasia yang tersembunyi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arroels, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bocah Penuh Misteri

Pagi itu, kabut tipis menyelimuti desa. Sawah yang semalam tampak hangat kini berkilau lembap, tapi bagi Aroel Mahardika, suasana tetap terasa berat. Tubuhnya masih nyeri akibat hantaman yang di rasakanya, tapi rasa penasaran dan ketegangan jauh lebih kuat daripada rasa sakit. Ia melangkah perlahan menuju Saung Langit.Di pematang sawah, bocah itu muncul lagi. Berdiri diam, menatapnya dengan mata gelap yang membuat jantungnya berdegup cepat. Ia tidak bergerak, hanya menatap, tanpa berkata apa pun.

“Kenapa kamu selalu muncul…?” gumam Aroel pada diri sendiri, suara tercekat. Tidak ada jawaban. Bocah itu hanya menatap dan kemudian menoleh sebentar ke sawah sebelum kembali diam, seperti bagian dari bayangan pagi itu sendiri.

Aroel menghela napas panjang. Ia merasakan campuran emosi, marah, penasaran, takut, dan anehnya… salah tingkah. Ia merasa kehadiran bocah itu bukan sekadar kebetulan, tapi tidak ada cara baginya untuk memaksa jawaban.Putri muncul dari arah rumah, langkahnya ringan tapi tegas. Wajahnya penuh kekhawatiran, mata menatap Aroel. “Kamu… jangan terlalu memaksakan diri,” katanya lembut, seolah tahu apa yang bergolak di dalam hatinya.Aroel menatapnya, bibirnya mengeras. “Aku harus tahu… setidaknya mengerti kenapa semua ini terjadi!” Putri menunduk, diam sejenak, lalu hanya menghela napas panjang. Ia tidak memberi jawaban, hanya duduk di samping Aroel, menatap ke sawah. Tidak ada petunjuk, tidak ada arahan. Hanya keheningan yang menekan dan membuat Aroel semakin bingung.

Aroel menoleh lagi ke arah bocah itu. Kali ini anak itu menghilang begitu saja, seperti kabut yang tersapu angin pagi. Jantung Aroel berdetak lebih cepat, campuran penasaran dan frustrasi. Ia menatap ke arah sawah yang kosong,bertanya-tanya sendiri apakah semua ini nyata atau hanya bayangan dari rasa bersalahnya.Hari-hari berikutnya, bocah itu terus muncul di sekitar saung dan pematang sawah. Tidak ada kata, tidak ada gerakan yang memberi jawaban. Hanya tatapan. Aroel mencoba mendekat, mencoba memanggil, tapi anak itu selalu mundur atau menghilang begitu saja.

Rasa penasaran Aroel semakin memuncak. Ia merasa sedang mengejar sesuatu yang tidak terlihat, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Setiap gerakan bocah itu, setiap langkah di sawah, membuat Aroel salah tingkah, marah, dan frustrasi sekaligus.

Malam itu,Kabut tebal menyelimuti sawah, dan bayangan saung bergerak di bawah cahaya bulan. Ia duduk di tepi papan kayu, merasakan udara dingin yang menembus tulang. Ia menatap ke arah pematang sawah, berharap melihat bocah itu, tapi hanya kegelapan yang menatap balik.Rasa tegang menumpuk. Angin meniup padi basah, bayangan panjang Saung Langit menari seperti hidup.Terasa seperti tatapan kosong yang menggerogoti pikiran Aroel,Entah apa yang ada dalam benaknya,Sesekali ia berdiri perlahan,ia bejalan mondar mandir,terlihat tidak santai.Tak terasa waktu hampir menjelang subuh,Suara Azhan Mulai menggema,Aroel masuk kedalam dan terbaring di kasur,lamunanya tak dapat mengalahkan ngantuknya,Tak lama Kembali terlintas wajah bocah itu dalam pandanganya,Ia kaget dan tersentak terbangun.

Ia kembali duduk,penuh keringat dingin,Perlahan ia berdiri dan dengan penuh kehati-hatian ia melangkah mendekati pintu,Sejenak.ia terdiam,dalam pikiranya ia takut ada pemukulan kembali padanya secara tiba-tiba,Kali ini ia lebih waspada.Dengan penuh percaya diri ia membuka pintu,dan terlihat nampak sinar mentari pagi yang cerah.Aroel merasa lega,tetapi ia lelah,semalaman tidak Istirahat.

Bersambung.....

1
anggita
like👍iklan👍, moga novelnya lancar.
Axelari
Alur cerita nya keren
Arroels: Thanks
total 1 replies
Axelari
Wow🔥🔥
Axelari
Yoww novel yang kerenn, btw mampir
Arroels: ok,bentar aku mampir,baru selesai bab 8
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!