NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Gadis Polos

Transmigrasi Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lyly little

Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.

Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 **Mogok dan berangkat bareng**

​"Coba Bunda obati dulu agar tidak keluar terus darahnya," ucap Zeline yang sudah kembali dengan kotak P3K di tangan dan langsung mendekati Ila.

Alzian dan Elzion ikut merangsek maju, mencoba melihat seberapa parah luka yang diderita adik bungsu mereka. Namun, setelah melihat dengan jelas garis merah tipis di pergelangan tangan Ila, Elzion seketika memutar bola matanya malas. Sementara Alzian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat drama pagi ini.

​Zeline yang sudah siap dengan peralatan medisnya pun hanya bisa terkekeh geli. Suaminya, Bryan, benar-benar terlalu menyayangi Ila sampai-sampai kehilangan logika dan panik luar biasa sebelum melihat bentuk lukanya. Dengan telaten, Zeline membersihkan sisa darah yang sedikit keluar, mengoleskan cairan antiseptik, lalu menutup luka cakaran itu dengan plester bergambar lucu.

​Bryan mengembuskan napas lega yang sangat panjang, seolah-olah baru saja melewati operasi besar.

​"Sudah, jangan menangis lagi ya," kekeh Zeline sambil mengusap air mata di pipi Ila.

​"Luka gitu doang nangis, elah..." cibir Elzion yang merasa drama ini terlalu berlebihan untuk luka sekecil itu.

​Ila mencebikkan bibirnya, menatap Elzion dengan kesal. "Sakit tauuu..." bela Ila pada dirinya sendiri.

​"Masih sakit, hm?" tanya Bryan dengan nada yang sangat lembut, seakan luka itu bisa berakibat fatal jika tidak diperhatikan.

​"Masih nyut-nyut..." sahut Ila lucu sambil menunjukkan pergelangan tangannya.

​Cup.

​Bryan mencium pergelangan tangan Ila yang tertutup plester itu dengan penuh kasih. "Sudah tidak apa-apa, nyut-nyutnya cuma sebentar kok," ucapnya sambil mengelus rambut panjang putrinya untuk menenangkan.

​"Sekarang sarapan ya Sayang, nanti telat sekolahnya," ucap Zeline sambil menyodorkan sepiring nasi goreng hangat ke hadapan Ila.

​"Hu'um," jawab Ila patuh. Ia duduk dengan tenang di kursinya dan mulai menyuap nasi gorengnya perlahan.

​"Ila sekolah Ayah yang antar. Kalian duluan saja," ucap Bryan tegas kepada kedua putra kembarnya.

​"Gue naik motor," sahut Elzion singkat. Ia segera menyalami Bryan dan Zeline, lalu sebelum pergi, ia menyempatkan diri mengecup kening Ila yang masih asyik mengunyah. "Gue duluan, bye!" pamit Elzion dan langsung melesat keluar lebih dulu.

​"Kamu naik motor juga?" tanya Bryan pada Alzian.

​"Ayah jemput Ila nanti?" tanya Alzian balik. Di dalam pikirannya, jika Ayahnya menjemput Ila, maka ia akan membawa motor. Namun jika Ayahnya tidak bisa menjemput, Alzian akan membawa mobil agar adiknya tidak perlu kepanasan atau terkena debu saat pulang sekolah nanti.

​"Ayah yang akan jemput Ila," tegas Bryan.

​"Kalau begitu Alzian menggunakan motor juga," ucap Alzian. Ia kemudian menyalami kedua orang tuanya dengan sopan.

​Cup.

​"Abang tunggu di sekolah, Dek," ujar Alzian setelah mengecup singkat pipi chubby Ila yang menggemaskan.

​Ila mengangguk lucu dengan mulut yang masih sedikit penuh. "Hu'um, papayy Abanggg..." Ila melambaikan tangan mungilnya ke arah punggung Alzian yang berjalan keluar rumah.

​Setelah menghabiskan sarapannya, Ila berpamitan kepada Bundanya dengan mencium tangan Zeline, lalu ia segera masuk ke dalam mobil mewah milik Ayahnya untuk berangkat ke sekolah.

...****************...

​Di tengah perjalanan menuju sekolah DHS, suasana yang tadinya tenang mendadak berubah. Mesin mobil yang dikendarai Bryan tiba-tiba mengeluarkan suara aneh dan berhenti beroperasi secara mendadak.

​"Ayah, why?" tanya Ila saat menyadari mobil ayahnya berhenti di pinggir jalan secara tiba-tiba.

​"Sepertinya mobilnya mogok," sahut Bryan sambil mencoba memutar kunci kontak berkali-kali, namun mesin tetap tidak mau menyala.

​"Mogok?" tanya Ila dengan wajah bingung.

​"Mobilnya gak bisa hidup, Sayang," jelas Bryan dengan nada frustrasi. Ia melirik jam tangannya, waktu hampir menunjukkan jam masuk sekolah.

​"Terus Ila gimana sekolahnya?" tanya Ila mulai cemas.

​Bryan menghela napas panjang, mencoba tetap tenang di depan putrinya. Ia kemudian tersenyum kecil. "Kamu sekolah menggunakan taksi saja ya? Ayah akan pesankan sekarang," tawar Bryan.

​Ila seketika menggelengkan kepalanya dengan kuat, wajahnya tampak ketakutan. "Ila takut, nanti Ila diculik!" ucapnya dengan kepolosan yang luar biasa.

​Bryan terdiam seketika. Perkataan putrinya menghantam logikanya. Benar juga, Ila terlalu polos dan lugu. Dengan parasnya yang cantik dan sifatnya yang mudah percaya, akan sangat berbahaya jika ia membiarkan Ila menaiki kendaraan umum sendirian tanpa pengawasan.

"Ayah yang akan temani kamu naik taksi sampai ke sekolah," ucap Bryan memberikan solusi paling aman. Ia tidak akan membiarkan putri kecilnya berada di kendaraan umum sendirian tanpa pengawasan.

"Oke!" sahut Ila dengan riang. Mereka berdua segera keluar dari mobil mewah yang kini tak berdaya itu. Bryan menggenggam erat tangan mungil putrinya, matanya menyisir jalanan yang cukup ramai untuk mencari taksi yang kosong.

Saat Bryan baru saja hendak mengangkat tangan untuk menghentikan sebuah taksi di kejauhan, tiba-tiba sebuah mobil sport mewah melambat dan berhenti tepat di depan mereka.

Bryan mengernyit bingung, bertanya-tanya siapa pemilik mobil sport tersebut. Namun, reaksi berbeda ditunjukkan oleh Ila. Mata gadis itu berbinar senang. Begitu sang pengemudi keluar dari mobil, sebuah senyum lebar terbit di wajah Ila.

"Abanggg!" sapa Ila dengan suara lucunya. Ia tampak sangat mengenali pria tampan tersebut. Pria itu menoleh dan memberikan senyum manis yang sangat hangat ke arah Ila.

"Pagi Om. Kenapa mobilnya, Om?" tanya pria tampan tersebut setelah mendekat. Ia tampak sopan saat menyapa Bryan.

Ila seketika cemberut. Bibirnya mengerucut karena sapaan antusiasnya tadi seolah tidak langsung dibalas oleh sang "Abang" karena pria itu lebih mendahului menyapa ayahnya.

Bryan membalas senyuman itu dengan ramah. "Pagi. Mobil Om mogok mendadak, dan Om baru saja mau mencari taksi untuk mengantarkan Ila ke sekolah agar tidak terlambat," jelas Bryan.

"Biar Ila berangkat bersama aku saja, Om. Searah juga," ujar pria itu menawarkan bantuan dengan tulus.

Bryan tampak menimbang sejenak. "Apakah tidak merepotkan?" tanyanya sungkan.

Pria tersebut terkekeh pelan, nada suaranya terdengar menyenangkan. "Tentu tidak, Om. Lagipula kami menuju sekolah yang sama," sahutnya mengingatkan.

Bryan menepuk jidatnya sendiri, baru menyadari kebodohannya. "Oh iya ya, Om sampai lupa kalau kalian satu sekolah. Ya sudah, Om titip Ila ya," pintanya penuh harap.

"Baik, Om. Ayo Ila, kita berangkat sekarang supaya tidak terjebak gerbang tertutup," ajak pria itu sambil membukakan pintu untuk Ila.

"Hu'um!" Ila mengangguk lucu, kekesalannya menguap begitu saja. "Ayah, Ila tinggal ya. Ila mau sekolah biar Ila pinter!" pamit Ila dengan gaya bicara yang menggemaskan.

Cup.

Bryan terkekeh melihat semangat putrinya, lalu mengecup singkat pipi chubby Ila. "Hati-hati, dan belajar yang rajin ya, Sayang."

"Om, kami berangkat dulu," pamit pria itu dengan sopan, yang dibalas anggukan mantap oleh Bryan. Pria itu membukakan pintu mobil untuk Ila dengan sangat gentleman, lalu setelah memastikan Ila duduk dengan nyaman, ia berlari kecil menuju pintu kemudi.

"Papayy Ayahhh!" Ila melambaikan tangan mungilnya dengan semangat dari balik kaca mobil. Bryan pun membalas lambaian tangan itu sampai mobil sport tersebut menghilang di tikungan.

Di dalam mobil, suasana tidak henti-hentinya diramaikan oleh celotehan Ila. Gadis itu tampak sangat nyaman memberikan berbagai informasi kepada pria di sampingnya.

"Abang, Ila beli HP kemarin!" seru Ila sambil merogoh tasnya dan memperlihatkan ponsel barunya dengan bangga.

Pria tersebut melirik sekilas ke arah ponsel yang dipamerkan Ila. Namun, matanya justru tertuju pada hal lain. Perhatiannya teralihkan oleh pergelangan tangan Ila yang kini ditempeli plester luka.

"Ini kenapa?" tanya pria itu sambil menunjuk pergelangan tangan Ila dengan raut khawatir.

"Luka," sahut Ila singkat.

"Luka kenapa? Kok bisa?" kejar pria itu lagi.

Ila kembali mencebikkan bibirnya saat memori tentang perlakuan Awan, kucingnya, melintas di kepala. "Awan cakar Ila, huhu..." ucapnya dengan nada sedih yang dibuat-buat, sangat lucu di telinga siapa pun yang mendengar.

Pria itu menahan tawa, merasa sangat gemas dengan ekspresi gadis di sampingnya ini. "Kamu gangguin Awannya ya, makanya sampai dicakar begitu?" tanyanya menggoda.

"Gak! Ila cuma bangunin aja kok..." bela Ila.

"Gimana cara Ila banguninnya?"

Ila memiringkan kepalanya dengan polos. "Ila tarik ekornya..." sahutnya tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar kejujuran Ila yang luar biasa polos itu. "Lain kali jangan begitu ya cara banguninnya. Nanti dicakar lagi loh, dan rasanya pasti lebih sakit," nasihatnya lembut.

"Hu'um!" Ila mengangguk patuh.

Melihat kepatuhan itu, pria tersebut tidak tahan untuk tidak mengacak rambut Ila dengan gemas.

...****************...

Ayo ada yang bisa tebak siapa pria itu??

Menurut kalian siapa nih????

1
Little Girl ୭ৎ 。⁠*⁠♡.
maaf KA aku salah nulis tokoh harusnya Zeline bukan Radella.
Dewiendahsetiowati
Radella ini siapa Thor?
Dewiendahsetiowati
dapat ganti keluarga yang menyayangi
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!