"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29. menemani anak CEO bermain.
Hari ini, peletakan batu pertama pembangunan rumah Amelia.
Kasim dan Aisyah mengikuti keinginan putrinya membangun rumah minimalis sesuai dengan keinginan Amelia..
Amelia hari ini izin tidak ngantor. Ia ingin membantu Ibunya dan Bude Gendis memasak.
Tetapi Aisyah melarangnya. Ia meminta Amelia tetap kerja karena semua bisa di handle oleh Aisyah dan Gendis dibantu mahmudah ibunya kasih.
"Pergi kerja sana. Jangan sampai libur nanti kerjaanmu di kantor menumpuk."ucap Aisyah.
Lia mengangguk ia memang harus berangkat kerja hari ini. Lia membaca pesan yang dikirim oleh Astina. Jika Laiba Ingin bertemu dengannya dari semalam gadis kecil itu merengek ingin bertemu dengan tante baik.
"Mungkin aku pulang agak telat ya Bu. Ada tugas khusus dari bosku. Berkemungkinan Jumat aku mengambil cuti jadi Hari ini aku mungkin pulang malam."Amelia bukan tanpa sebab besok cuti. Jumat pagi kedua adiknya tiba di stasiun.
Ia ingin menyambut kedua adiknya yang sudah 1 tahun lebih tidak bertemu.
Tepat pukul 06.30 Amelia dan kasih sudah sampai di kantor. Kedua Gadis itu berpisah di lantai 2. Amelia meneruskan ke satu lantai lagi menuju ruangannya.
Suasana udah mulai ramai beberapa staf sudah pada berdatangan. Mereka yang menggunakan transportasi kereta api memang lebih pagi tiba di kantor.
"Selamat pagi Lia."sapa Yudi sepupu Reza.
"Selamat pagi Pak Yudi. Tumben Bapak sudah datang?"tanya Amelia basa-basi.
"Aku itu berangkatnya pagi terus Lia. Kamu saja yang tidak perhatian denganku."kelakar Yudi. Lelaki yang memiliki jambang itu memiliki nilai humoris yang tinggi.
Sehingga memudahkan ia bergaul. Dan sangat cepat akrab dengan siapa saja.
"Saya permisi masuk ruangan dulu pak." Amelia pamit pada Yudi.ia melihat kasih sudah membawa peralatan kebersihan masuk ke dalam ruangannya.
Ruangan CEO itu,yang bisa membukanya kepala office boy. Dan Amelia sendiri sebagai asisten pribadi Sang CEO.
"Lia besok kamu jadi cuti?"tanya kasih sambil membersihkan meja Reza.
"Insya Allah jadi. Besok adikku datang dari Jawa, aku menjemput mereka di stasiun sekalian mengantarmu. Besok banyak sekali kegiatan ku Kas. Aku mau mencari sekolahan untuk Anita dan Andita."kasih mengangguk tanda mengerti. Tekad Amelia sudah bulat untuk memboyong keluarga besarnya tinggal di pinggiran ibukota.
Selain berdekatan dengan budenya, Amelia ingin membebaskan ibu dan bapaknya dari hutang piutang. Tidak kelar-kelar urusan hutang jika mereka tidak hijrah.
Setiap mau panen habis untuk membayar rentenir. Amelia bingung dengan ibunya cara mengatur keuangan.
Memang tradisi di kampung Amelia jika ingin menanam padi. Bibit dan pupuk mereka mengutang terlebih dahulu, bayarnya setelah panen. Selalu seperti itu warga kampung Amelia termasuk ibunya.
"Adikmu jadi pindah sekolah di sini? Menurutku lebih baik seperti itu jadi semuanya bisa kamu kontrol."kasih sangat percaya dengan sahabatnya itu. Ia tidak akan salah mengambil keputusan..
Tepat pukul 10.00 pagi Reza datang bersama Laiba.ia sudah mengirim pesan pada Amelia jika dia datang siang.
"Assalamualaikum Tante baik."ucap gadis kecil pemilik bola mata indah dan suara nyaring itu.
Amelia merentangkan tangannya memeluk sang gadis kecil.
"Waalaikumsalam bidadari kecil. Sudah pulang sekolah? Belajar apa hari ini di sekolah?" Laiba tersenyum dan mengangguk. Amelia terkesima dengan penampilan laiba yang mengenakan hijab.
Gadis kecil itu yang meminta ia ingin menggunakan hijab seperti tante baik..
"Hari ini pelajarannya sangat sulit tante. Pusing sekali Aku mengerjakan soal dari ibu guru galak itu." Reza sudah angkat tangan jika laiba sudah bertemu dengan Amelia. Otomatis pekerjaan Amelia akan terbengkalai.
Amelia baru menyadari kehadiran Seruni ia langsung mengangguk hormat pada Seruni.
"Selamat datang Nyonya silakan masuk." Ucap Amelia dengan sangat sopan.
"Terima kasih Amelia.. silakan dilanjut bermain dengan Laiba. Dari semalam cucu saya ingin bertemu dengan tante baik. Saya ucapkan terima kasih ya Lia, kamu telah menyelamatkan cucu saya. Saya baru diceritakan oleh Astina semalam insiden itu." Amelia sangat grogi ia hanya bisa mengangguk saja .
Lalu ia izin untuk menemani Laiba bermain. Amelia dan Laiba asik mewarnai taman buang. Yang isinya gua sedang bermekaran.
Seruni memperhatikan cara Amelia memperlakukan Laiba yang sangat Natural. Sehingga membuat gadis kecil itu betah dan nyaman bersama Amelia..
"Mama suka dengan gadis itu. Ia sangat lembut dan penyayang. Status Amelia apa? Istri orang apa single?" Tanya Seruni. Reza tersenyum menatap mamahnya. hatinya sangat bahagia mendengar ucapan Mamanya.
"Janda tanpa anak. Ia menikah dengan suaminya karena yang jodohan. Lalu ditalak oleh suaminya, karena suaminya telah menemukan wanita yang cocok untuknya."Seruni menggangguk.
"Amelia bukan dari kalangan atas mah.Ia berasal dari kampung Lia bisa sampai di kota ini karena ikut dengan suaminya, dan kebetulan Ia memiliki Bude Kakak dari bapaknya, yang tinggal satu kampung dengan mantan suami Lia. Ekspektasi Mamah jangan terlalu tinggi terhadap Lia. Lia perempuan yang sangat baik, cerdas dan juga cantik. Kelemahannya Lia bukan anak pengusaha atau anak sultan." Reza sengaja menjelaskan semuanya tentang Amelia terutama kelemahan dia pada mamanya. Ia bukan anak kecil yang tidak mengerti maksud pertanyaan mamahnya.
"No problem! Yang terpenting ia wanita yang baik, bisa menjadi Ibu sambung yang baik untuk Laiba. Cucuku sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Jika laiba sudah nyaman itu artinya Amelia masuk kriteria Ibu sambung untuk Laiba."naluri seruni menyatakan jika Amelia perempuan yang cocok untuk mendampingi Reza dan menjadi Ibu sambung Laiba.
"Papa Oma lihat gambar aku. Bagus tidak? Ini Papa dan dan tante baik tengahnya Adek."Laiba menunjukkan sebuah gambar keluarga bahagia pada Papahnya dan Oma.
Reza menatap gambar tersebut lalu ia menatap putrinya Dan tersenyum.
"Anak Papa memang pintar menggambar. Sepertinya berbakat untuk menjadi seorang desainer." Jawab Reza, ia bingung mau komentar apa. Jujur Saja hatinya deg-degan saat melihat gambar yang disodorkan oleh putrinya.
Amelia menunduk malu Entah mengapa perasaannya menjadi gelisah tidak menentu.
Perubahan wajah Amelia tidak luput dari perhatian Astina sahabatnya.
"Tidak usah tegang seperti itu, Jika sesuatu yang memang sudah ditakdirkan oleh Allah. Akan menjadi milikmu apapun itu jalannya. Kamu harus bersyukur ditolak oleh Rudi.. Jika kamu tidak menikah dengan Rudi, dan tidak dicampakkannya mungkin kamu tidak akan pernah menginjakkan kaki diibukota dan menjual naskahmu pada pada tuan Reza. Allah telah memiliki rencana, semuanya Allah atur sedemikian rupa untukmu."Amelia mencubit Astina.
"Kamu bicara apa sih? Aku tidak paham..!"Astina tertawa melihat Amelia sewot.
Akhirnya Amelia memutuskan membawa pekerjaannya pulang ke rumah.ia akan menyelesaikannya malam ini dan mengirimkan pekerjaannya via email pada Reza.
Selepas magrib setelah makan sore menjelang malam. Laiba baru bisa lepas dari Amelia. Gadis kecil itu merengek meminta Amelia untuk tidur di rumahnya.
Dengan segala juru Astina merayu anak majikan supaya melepaskan Amelia.
"Dada tante baik.. Sampai bertemu lagi."ucap gadis kecil itu sambil mencium pipi Amelia. Pemandangan itu sangat mengiris hati seorang Reza. Betapa Putri kecilnya sangat merindukan kasih sayang seorang ibu.
"Terima kasih Sudah menemani Laiba bermain seharian Lia. Kapan-kapan datanglah ke rumah tante main. "Ucap Seruni Amelia menggangguk hormat.
"Sama-sama Tante. insya Allah jika ada waktu saya akan berkunjung ke rumah tante."jawab Amelia sopan. Seruni tersenyum dan mengangguk.
"Kamu besok jadi cuti Lia?"tanya Reza.
"Jadi Pak saya cuti. Saya janji malam ini semua pekerjaan saya akan saya selesaikan. Dan semuanya akan saya kirim via email."jawab Amelia.
"Jika kamu capek tidak usah dikerjakan tugasmu. Saya akan minta Mita yang menghandle pekerjaanmu."Reza pun mengerti Amelia tidak mengerjakan tugasnya. Karena menemani putrinya bermain seharian.