Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekonyolan Gara
Didalam mobil dominic merasa gelisah,dia melihat kearah jalanan dengan ekspresi khawatir,dia takut sesuatu terjadi pada kekasihnya.
" apa kamu tidak bisa menyetir lebih cepat lagi !!!!! " ucap nya setengah berteriak pada asistennya.
Haikal hanya terdiam dan menambah kecepatan tinggi,dia tau saat ini tuannya merasa khawatir dengan Dinda.
" semoga nona baik-baik saja dan semoga saja masalah ini tidak seserius yang aku fikirkan"gumamnya dalam hati.
saat kedua orang tuanya mengetahui calon menantu mereka dalam masalah,mereka tadinya ingin ikut ke mansion erlangga.
tapi dominic melarangnya.
************
di mansion erlangga .mereka semua duduk diruang tamu dengan wajah tegang,sedangkan dinda dia malah duduk dengan santai dan angkat kaki. seolah dia tidak perduli dengan kedatangan mereka.
wanita paruh baya yang duduk menatap mereka satu-persatu,hingga tatapannya berhenti pada seorang wanita cantik yang duduk dengan gaya urakan.
" dia memang wanita yang sombong,lihat saja aku akan mematahkan kesombongan mu itu dan aku juga akan membunuh mu secepatnya menyusul suami dan putriku " tangannya mengepal mengingat kepergian suami dan putrinya.
ternyata wanita itu adalah ibu kandung Karina,kalian masih ingatkan Karina ?? orang yang dibunuh dinda saat mereka ingin mencelakai kekasihnya Dominic.
dinda yang saat itu memutar waktu kehidupan,agar kekasihnya kembali hidup lagi.
verick yang melihat putrinya bertingkah seperti itu tidak berani menegurnya karna dia takut terkena semburan putrinya nanti.
" jadi apa tujuan kalian datang kesini pagi-pagi??? " suara verick yang dingin membuat mereka duduk dengan tegak.
ke 3 polisi itu merasa was-was,tapi ego mereka melawan rasa takut dalam diri mereka sendiri.
" maaf tuan jika kami mengganggu waktu kalian dipagi hari ini, tapi kami kesini karna membawa surat penangkapan atas nama Dinda Kirana erlangga !!! " ucapnya dengan tegas.
morgan dan yang lainnya merasa terkejut dan menatap kearah polisi itu.
" memang nya kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh adik saya pak ??? " tanyanya dengan serius.
" benar !! apa yang kakak ku perbuat hingga kalian dengan berani datang kesini ingin menangkap nya ?? " suara dev terdengar lagi, dia tidak akan membiarkan kakaknya dipenjara.
wanita paru baya itu menatap penuh minat kearah verick.
" dia sangat gagah dan juga tampan,,,apa aku mulai dari dia saja rencana ku nanti ?? " gumamnya dalam hati dia merasa terpesona dengan ketampanan verick.
" tuan kami mendapatkan laporan dari nyonya ini jika nona dinda kirana erlangga mencoba membunuh keponakannya,,bahkan banyak orang yang ingin menjadi saksi karna mereka ada ditempat kejadian" jelas polisi itu lagi dengan serius.
gara yang mendengar itu mengepalkan tangannya. dia menatap mereka dengan tajam.
" lalu dimana wanita itu ?? apakah dia masih hidup atau dia sudah mati ?? " tanya gara dengan wajah memerah karna marah.
" korban masih hidup dan saat ini korban dinyatakan geger otak akibat benturan yang nona dinda lakukan pada korban " jawab polisi itu dengan mantap.
verick melihat putrinya yang masih terlihat santai,dia merasa terkejut dengan ucapan polisi yang mengatakan korban nya mengalami geger otak.
tapi dia berfikir putrinya tidak mungkin melakukan itu tanpa alasan,dia yang ingin membuka suara tiba-tiba melihat kearah pintu.
disana dia melihat calon menantunya sedang berjalan dengan tergesa-gesa, dominic yang melihat ada polisi menatapnya dengan tajam.
dia berjalan kearah kekasih nya dan duduk dengan tegak,dinda yang melihat kehadiran nya merasa bahagia.
" sayang kamu datang kesini pagi-pagi sekali tumben ?? apakah kamu ingin mengajakku jalan-jalan" " tanyanya dengan memeluk lengan kekasih nya dengan manja.
dominic dan mereka semua menggeram melihat kelakuannya,mereka merasa takut dia terkena masalah, sedangkan yang ditakutkan seolah tidak perduli.
" aku datang kesini karna aku mendengar polisi mendatangi mansion erlangga," jawabnya dengan menghela nafasnya.
dinda yang mendengar itu melirik polisi itu yang sedang mengepalkan tangannya.
" aku tidak merasa membuat kesalahan sayang !! lagian kan wanita murahan itu yang duluan menggoda mu " jelas nya dengan ketus.
wanita paruh baya yang bernama nyonya Laila itu merasa marah mendengar ucapannya.
" perhatikan ucapan anda nona !!! saya masih disini bibi dari wanita yang anda celakai !! jangan sembarangan asal bicara " ucapnya dengan setengah berteriak.
" heyy nyonya tua, perhatikan cara bicaramu !! saat ini kamu berada didalam mansion kami !! jangan terlalu berani bersikap lancang disini !!! " teriak gara membalas ucapan nyonya Laila,
dia paling membenci orang yang meneriaki kakaknya, sedangkan dinda yang mendengar itu memberikan acungan jempol untuk adiknya.
gara tersenyum malu dia merasa bahagia melihat pujian kakaknya,sedangkan verick memijit pelipisnya.
sedangkan nyonya Laila yang mendengar ucapan gara merasa marah, dia tidak menerima seseorang memanggilnya wanita tua.
dia yang ingin menjawabnya lagi,melihat polisi itu yang sedang menatapnya dengan dingin,dia menarik nafasnya dan duduk kembali dengan tangan mengepal.
" aku tau kalian itu orang-orang yang berkuasa tapi hukuman tetap di tegakkan !! baik yang berkuasa dan orang yang tidak punya kuasa !!! " suara polisi terdengar semakin dingin.
" hey pak polisi lalu bagaimana dengan para mafia yang melanggar undang-undang, apakah kalian sudah menegakkan keadilan untuk orang-orang yang kehilangan anak-anak nya " jawab Morgan dengan menyeringai.
sontak polisi itu terdiam mereka saling memandang,tentu saja mereka tidak akan berani siapa yang masih tidak sayang dengan nyawanya sendiri.
mereka yang melihat keterdiaman polisi terkekeh remeh, nyonya Laila yang sudah tidak bisa menahan diri akhirnya berdiri dan menatap mereka dengan tajam.
" aku tidak mau tau !! putri anda harus dipenjarakan kalau tidak aku akan meminta dukungan dari sosial media agar nama baik keluarga kalian hancur !!! " ancam nyonya Laila dengan serius.
anggota keluarga erlangga yang mendengar itu tidak perduli jika orang-orang memandang keluarga mereka dengan buruk,bagi mereka dinda lebih penting dibandingkan nama baik keluarganya.
" silahkan saja kami tidak takut sama sekali " jawab Dinda dengan santai dengan memeluk lengan kekasihnya.
mereka terdiam,dan merasa keluarga ini lain daripada yang lain,biasanya keluarga yang terpandang mementingkan nama baik keluarga mereka, tapi ini ?? mereka tidak bisa berkata apa-apa.
" cepat tangkap wanita itu !!! aku tidak mau keponakanku merasa tidak adil dengan hidupnya karna orang yang membuatnya celaka malah duduk dirumahnya dengan tenang " geram nyonya Laila..
polisi yang ingin berdiri mendengar ucapan mereka.
" aku ingin lihat siapa yang berani menyentuh kekasihku !!! jika sampai aku melihat kalian menyentuh nya sedikit saja,aku akan membunuh kalian disini !!! " ancam Dominic mengeluarkan pistolnya.
verick dan lainnya mengangguk dengan semangat,mereka sangat bahagia dengan pembelaan dominic terhadap putrinya.
para polisi tertegun dan saling melirik,nyonya Laila merasa marah wajahnya berubah menjadi hijau.
" beraninya kamu mengancam seorang polisi??? apakah kamu tau kamu bisa saja dihukum dengan kelancangan mu pada pengabdi negara !!! "ancam balik nyonya Laila.
" berhenti lah membawa-bawa pengabdi negara !! lagian aku melihat mereka tidak cocok sama sekali jadi seorang polisi lihatlah badannya yang kurus,,dan lihat mereka tidak ada manis-manis nya sama sekali " kecam gara dia berkacak pinggang dan berjalan maju menghampiri nyonya Laila.
wajah polisi itu memerah karna marah.
" apa anda sedang menghina kami tuan muda " tanya polisi itu dengan geram.
" tidak !! aku hanya mengatakan kebenaran dan kalau kalian tidak percaya berkaca lah di cermin itu dan lihat penampilan kalian !! apakah aku benar atau salah !! " ucap gara dengan serius.
skak mat mereka merasa malu dan hanya terdiam,karna yang diucapkan gara memang benar adanya.
" dan kau wanita tua, kamu bilang keponakan mu masih hidup kan ?? lalu apa yang jadi masalahnya ha..??? jika kakak ku membuatnya tidak bernyawa lagi baru kamu bisa menangkap nya, tapi kamu malah berani datang kesini berteriak-teriak ingin membawa kakak ku,sedangkan keponakanmu itu hanya mengalami geger otak saja !! bersyukur lah kakak ku tidak membuatnya koit " ucap Gara dengan sinis.
mereka semua menghela nafas melihat gara yang menambah masalah, tapi dinda merasa adiknya benar.
sedangkan dominic meringis melihat kelakukan adik iparnya.
" jika dia jadi seorang wanita,,mungkin dia bisa saja membuat suaminya nanti mati dengan cepat" gumamnya Dominic dalam hati.
dominic melihat gara yang seperti ibu-ibu yang memarahi anaknya.
Sedangkan nyonya Laila tidak tahan lagi .dia maju ingin menampar Gara, tapi gara menahan tangannya dan menjambak rambutnya nyonya laila dengan geram.
" beraninya kamu ingin menampar ku !! lihat saja aku akan memberikan pelajaran untukmu wanita tua " ucapnya sembari menarik rambut nyonya Laila.
sedangkan nyonya Laila tidak ingin kalah dia juga menjambak rambut gara dengan marah..
" lepaskan rambutku sialan.....lepaskan....jika tidak aku akan membuat rambut mu menghilang dari kepala mu " teriak gara dengan meringis karna merasakan kepala nya perih,dan dia juga semakin memperkuat jambakannya.
nyonya laila merasa kepalanya sakit dan berkunang-kunang.
" lepaskan aku...akkkkkhhhhh ini sangat sakit.. kamu ...dasar laki-laki tidak tau malu beraninya hanya menjambak rambut perempuan" teriaknya air matanya menetes karna merasa sakit apalagi tenaga gara tidak main-main.
mereka semua shock melihat kelakuan gara, sedangkan polisi itu terdiam melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka.
" tolong......cepat kalian bantu aku..hikkksss..cepat ini sangat sakit..." tangisan nyonya Laila terdengar diruang tamu.
polisi itu tersadar dan menarik nyonya Laila dan mereka berusaha melepaskan tangan gara dari rambutnya.
merasa kesusahan menarik Gara polisi itu menatap keluarga erlangga yang ber ekspresi terkejut.
" tuan.. tolong bantu lepaskan tangan tuan muda dari rambut wanita ini " teriak polisi yang terkena tendangan gara.
mereka tersadar dan menarik gara dengan kuat.
" lepaskan dia adik...nanti kepala nya jadi botak" teriak Morgan menarik adiknya dengan kuat.
" hikkkkssss....tolong ini sangat sakit.." Isak nyonya Laila.
mereka saling tarik menarik diruang tamu, dominic yang melihat keluarga erlangga merasa tercengang.
" ya ampun baru kali ini aku melihat keadaan yang seperti ini " gumamnya dengan terpaku melihat aksi gara.
nyonya laila yang tidak sanggup lagi bersuara akhirnya pingsan karna merasa kepalanya pusing.
" rasakan itu makanya jangan macam-macam dengan ku ...cihhhh Gara di lawan,,,,," ucap gara dengan ketus dan melepaskan tangannya dari rambut nyonya Laila, dia pergi dari sana dengan memegang kepalanya yang pusing.
" sialan aku juga ingin pingsan,, sebaiknya aku pingsan didalam kamar " ucapnya dan berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya.
para pembantu yang melihat itu ingin tertawa dengan aksi gara tapi mereka menutup mulut dengan badan bergetar.
sedangkan dinda merasa senang adiknya menjambak rambut wanita tua itu.
" aku seperti melihat diriku saja dalam diri adik ku " gumamnya terkekeh lucu.
akhirnya para polisi membawa nyonya laila kerumah sakit, dan dokter mengatakan nyonya Laila mengalami geger otak ringan dan rambutnya banyak yang rontok membuat sebagian kepalanya' jadi botak.
\#berikan pendapat kalian tentang Gara disini 😂