dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.
pagi hari nya, Rana bangan agak siang dia sengaja ingi bermalas malasan di tempat tidur, jika Aska di rumah, Rana tidak hawatir kelaparan atau pun beberes rumah, Karana dengan sigap Aska akan melakukan rutinitas yang seharus nya Rana kerjakan.
sebelum mandi Rana duduk di sisi ranjang di melamun kan apa yang harus di lakukan jika seandainya Aska minta izin untuk menikah lagi apa kah Rana akan ikhlas mengizinkan atau ikhlas kan saja berpisah,
" aduh jadi pusing sendiri, kenapa juga aku gek hamil hamil ya?" eh tapi tunggu dulu ini tgl berapa ya, kok kayak nya aku udah lama gak haid, mau periksa tapi takut kecewa lagi, tunggu seminggu lagi aja lah siapa tau aja rezeki,"
"semoga kamu udah hadir di sini yana nak,?" batin Rana lirih sambil mengelus perut yg rata, biar ayah gak berpaling"
tak terasa setetes air mata mengalir dipipi buru buru Rana menghapus nya, dia tidak ingin sang suami melihat nya menangis.
tak lama kemudian Aska muncul di depan pintu kamar ia mengerutkan kening nya melihat Rana seperti sedang bersedih
" Rana kamu sudah bangun, ayo mandi dulu udah itu sarapan bersama, aku udah masak gulai ikan kesukaan kamu, ayo, " ajak Aska sambil menarik tangan Rana supaya bangkit dari tempat tidur.
.
.
semingu pun berlalu tapi Rana tidak mendapatkan apa yang dia tunggu tunggu yaitu kejujuran Aska tentang wanita ke tiga itu justru hari ini Aska berpamitan lagi pergi ke sebrang dengan alasan dia dapat kabar bahwa lamaran kerja nya di terima dan besok dia akan wawancara kerja,
padahal hari ini rencana nya Rana akan mengajak Aska ke bidan desa ingin memeriksa kesehatan nya Karan Rana merasa tidak enak badan dari kemarin sore,
dengan berat hati Rana mengizin kan Aska pergi, sebenar nya Aska juga berat meninggalkan Rana apa lagi di seminggu ini melihat Rana tampak murung, lalu Aska pun menitipkan Rana kepada orang tua nya,
" dek Abang pergi dulu ya, adek baik baik di sini?"
" ya bang, Abang hati hati sana, inget jaga hati, jaga mata juga, Jagan jelalatan sama cewek lain inget aku disini nunggu Abang"
deg
" mendengar ucapan Rana hati Aska cenat cenut, karena apa yang di ucapakan Rana itu sudah terjadi, Aska sudah memiliki wanita lain di seberang sana,
bu asih dan adik Aska hanya bisa melototi Aska , walau tidak mengatakan apapun mereka seolah olah mengatakan " hayo lho rasain, denger tuh, nasihat istri "
" iya dek, insya Allah" hanya itu saja yang bisa aska ucapkan.
.
.
seminggu setelah kepergian Aska keadaan Rana sangat memperihatinkan wajah nya pucat, kurang tidur memikirkan Aska di seberang bersama wanita lain, di tambah lagi setiap pagi dia mual mual hebat, di bisa makan karna setiap makan yang masuk selalu di muntah kan nya
melihat keadaan Rana seperti ini ibu asih merasa sedih sekali, kemudian dia menyuruh anak nya memanggil bidan desa datang kerumah mereka Karana tidak memungkinkan membawa Rana datang ke sana
tak lama kemudian bidan desa datang dan memeriksa Rana dengan teliti
" gimana keadaan menantu saya Bu bidan?" sakit apa ya Bu"?
lalu Bu bidan menghela nafas panjang
" biar pasti nya, tolong ya Bu asih, bantu Rana untuk ke kamar mandi dan tolong tampaung air seni nya di siani" ucap buk bidan sambil menyodorkan wadah kecil penampungan air seni,
dengan sigap bu asih mengambil wadah tersebut, lalu membantu Rana bangun dari tempat tidur,
setelah selesai dari kamar mandi Rana di bantu berbaring kembali, lalu Bu bidan mengambil wadah tersebut kemudian mencelupkan alat tes kehamilan, dan menunggu beberapa menit dengan harap harap cemas Bu asih berdoa dalam hati
" ya Allah soga Rana hamil supaya Aska kembali kejalan yang benar " ini harapan satu satu nya supaya Aska ku yang tersesat bisa menemukan jalan pulang dan meneruskan tujuan nya, yaitu bahagia bersama istri dan anak nya" amin ya Allah"
kemudian bidan tersebut ber ucap "alhamdulillah, ternyata benar dugaan saya Rana memang sedang mengandung, bu asih, selamat ya Rana"
lalu dengan serempak yang di kamar mau pun keluarga yang mendengarkan di luar kamar ber seru " alhamdulillah"
lalu bu bidak bertanya pada Rana,
" Rana kapan terakhir haid, suapan kita tau umur janin nya?'
kemudian Rana berpikir " kayak nya udah lama Bu, mungkin..... jeda Rana sebentar mengingat ingat, kayak nya tanggal lima belas bulan lalu Bu,"
" ya ampun Rana kenapa gak bilang udah gak datang bulan selama itu" kata Bu asih
" Rana cuma takut kecewa Bu, seperti yang sudah susah"
" iya mengerti nak" ucap bu asih sambil mengusap punggung tangan menantu nya
" usia kandungan Rana sudah masuk dua bulan ya bu asih, tolong jaga emosi nya dan jangan stres, jangan banyak pikiran berlebih ya Rana "?
" ya bu bidan kami akan menjaga Rana dengan baik karna ke hamilan Rana sangat dinantikan oleh kami apa lagi oleh Aska "
setelah bidan pergi, bu asih langsung memberitahukan anak nya untuk menjemput Aska,
' Andi kau kamu jemput Aska pulang, kasih kabar ini, lalu dia gak pulang paksa saja"
dengan sigap Andi pun langsung melaksana kan perintah ibu nya" baik bu".
lalu Andi pun berangkat siang itu juga menjemput aska
semangat