NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelesaian Arc

Beberapa saat kemudian kami pun sudah selesai makan, kecuali satu orang yaitu Ikon karena dia nambah lagi. Kami pun beristirahat sambil bertukar cerita lagi.

“Jadi bagaimana ini ceritanya pak Desa” ujar Rio lagi

“Iyah, kami yang muda-mudi penasaran ini” bicara Windi. Saat itu ekspresi kepala desa kembali lucu sehingga membuat kami tertawa

“Bu Desa aja yang cerita kalau gitu” lanjut Windi

“Emang boleh?” tanya Ibu Desa

“Boleh lah, kan ini untuk kami juga” balas Windi lagi

“Hmm baiklah” kata Ibu Desa lalu mulai bercerita. Sebelum memulainya dia sempat bertatapan dulu dengan kepala desa sambil tersenyum.

“Pernikahan ibu sama bapa itu dulu sangat sederhana karena kami sama-sama dari keluarga yang kurang mampu” ungkap beliau

“Berapa uang panainya” tanya Rio

“Nggak ada” jawab ibu desa

“Eh masa nggak ada sama sekali” bicara Windi

“Iyah, dulu pernikahannya itu bareng sama pasangan lain”

“Nikah masal?” celetuk Putra dan Anwar bersamaan

“Iyah, mirip-mirip begitu lah” balas ibu desa lalu melanjutkan lagi, “Jadi dulu benaran nggak ada panai atau mahar yang berlebihan gitu. Tidak peduli apa derajat dan kasta mu” tuturnya

“Ehh enaknya” kata Anwar

“Jadi gampang banget nikahnya yah” ucap ku

“Iyah, tapi kalau sekarang nggak bisa lagi kayak gitu. Sekarang itu harus ada mahar atau panai. Jadi banyak yang belum nikah sekarang karena masalah begituan” kata bu desa kembali

“Apalagi kalau nikah sama orang bugis kan” celetuk Anwar lagi

“Diantara kalian ada yang dari suku bugis?” tanya pak Noman lalu kami saling melihat satu sama lain

“Nggak tau” jawab Putra

“Aku mah Muna” bicara Anwar lalu kami juga melihat kearah perempuanya

“Tapi sekarang bu desa sudah lebih baik kan, maksudnya hidupnya—kan sekarang jadi istri orang hebat nomor satu didesa ini” ucap Rio

“Umm” Ibu desa mengangguk

“Ibu senang bisa berjodoh dengan bapak” ungkapnya sehingga kepala desa yang mendengar itu jadi tersipu malu dan kami pun mengejeknya.

“Makanya dalam hidup ini kita nggak boleh terlalu merasa menyesal dengan kejadian dimasa lalu terus membandingkannya dengan kejadian masa kini”

“Karena boleh jadi sesuatu yang ditakdirkan Tuhan itu sebenarnya baik untuk kita hanya saja belum saatnya. Ibu percaya kalau setiap pertemuan dan hubungan dengan orang lain itu pasti sudah ditakdirkan”

“Tuhan sudah mengatur dan merencanakan semuanya, mungkin bukan sekarang tapi dimasa depan kita akan menyadarinya bahwa takdir yang pernah dibenci dan membuat sakit itu adalah takdir yang benar-benar baik untuk kita” tutur beliau

Suasana jadi hening untuk sejenak, orang-orang dewasa itu memberikan nasehat kepada kami yang masih muda atau belum dewasa. Semoga kami selalu mengingat kejadian hari itu terutama nasehatnya.

“Uwahh kordes sampai ketiduran” bicara Dani lalu kami tertawa

“Mungkin dia sudah capek, setelah kejadian hari ini yang sangat berat dan menguras banyak energi” kata ibu desa.

“Umm” aku mengangguk lalu melihat kearah Putra yang merenung. Aku gak tau apa yang sedang dia pikirkan dan renungkan tapi tak lama dia tiba-tiba berkata

“Andai saja kita bisa disini selamanya—atau selesai KKN itu kita langsung selesai kuliahnya, jangan ada lagi tugas atau skripsi”

“Mana bisa gitu lah, jangan kayak menyesal gitu lah” kata ku

“Huff” aku menarik napas lalu menghembuskannya kembali dengan pelan. Aku juga menutup mata ku lalu saat membukanya kembali aku sudah berada ditempat yang berbeda. Sebuah tempat yang selalu aku kunjungi setiap kali merasa penuh dengan segala hal yang terjadi didunia nyata, seperti yang terjadi saat itu. Disini menjadi tempat ku beristirahat dan mengeluarkan semua yang aku rasakan bersama mereka. Yah, aku tidak sendirian ditempat tersebut melainkan dengan beberapa orang yang aku kenali. Mereka adalah kepribadian lain yang hidup bersama ku selama ini.

Saat itu kami saling bertatapan satu sama lain, namun tak lama aku berdiri untuk kembali ke dunia ku yang sebenarnya. “Gantian yah” ucap ku

“Iyah” balas diriku yang lain dengan tatapan sendu lalu aku pandangan ku pun berubah kembali.

“Ada apa Enal” tanya Dani

“Jangan nangis kamu heei” kata Putra

“Nggak, mana ada aku nangis. Mataku kena debu tadi” balas ku

“Halah, alasan kamu ini” Putra merangkul bahu ku

..

Setelah itu kami pun berterima kasih kepada keluarga kepala dusun 5 karena sudah mengajak kami makan bersama. Selanjutnya kami pun pamitan untuk pulang kembali ke posko, sebelum itu kami sempat ingin membahas kejadian hari ini tentang makhluk Hybrida namun karena Ikon sudah mengetahuinya sehingga nanti dialah yang akan menceritakannya. Kepala Desa sebenarnya juga sudah menunggu kami mempertanyakannya lalu beliau juga ingin menyampaikan beberapa kepada kami namun kami tunda terlebih dahulu. Tapi beliau tetap menyinggungnya dan akhirnya membahasnya saat itu juga. Kami pun mendengarkannya dengan baik agar membuat penasaran kami jadi sedikit hilang. Beliau juga menceritakan kejadian masa lalu yang pernah menimpa mahasiswa KKN sebelum kami disini. Katanya mareka nggak sengaja melanggar aturan yang ada didesa tersebut yaitu saling jatuh cinta. Dimana ada salah satu mahasiswa KKN yang menjalin sebuah ikatan atau hubungan dengan seorang yang berasal dari desa atau lebih spesifiknya itu dari dusun 5.

Menurut ceritanya siapapun orang luar yang memiliki ikatan dengan warga didusun lima maka dia harus ikut tinggal didalamnya. Namun mahasiswa KKN tersebut malah menolak hingga akhirnya dia dikutuk menjadi makhluk aneh yang kini disebut dengan Hybrida

“Makhluk tersebut kini terjebak didalam dusun lima selamanya” ungkap kepala desa

“Kalau begitu kenapa kepala desa dan warga yang lainnya bertarung melawannya” tanya Tian

“Itu karena Hybrida membenci kami karena tak bisa menyelamatkan dia dulu” jawab Kepala Desa

“Kenapa dia tidak bisa diselamatkan” tanya Anwar serius

“Saat itu keadaanya cukup sulit, kami gak punya pilihan lain karena jika memilih yang lain maka akibatnya akan lebih parah” jawab pak Noman

“Makanya kami itu selalu memperhatikan dan melindungi kalian disini. Kami gak mau kalian mengalami hal yang sema dengan yang dialami oleh mahasiswa KKN sebelumnya” tuturnya

“Maaf yah, sudah menyembunyikan banyak hal pada kalian” ucap Rio kepada ku. Mungkin karena dia menyadari ku waktu itu yang sempat melihat dokumen tentang desa ini. Kami pun hanya terdiam, tak tau harus menanggapinya seperti apa. Namun entah kenapa kami jadi sedikit lebih lega dan merasa jadi makin dekat dengan warga serta lain yang berhubungan dengan desa ini terutama hal-hal aneh didalamnya yang masih belum dijelaskan.

“Apa ini maksud dari Hari Ikatan itu?”

“Hhm” aku tersenyum

“Entah lah yah, aku juga gak paham. Hanya saja sekarang aku senang bisa ada disini”

“Nasehat dari ibu desa yang sebelumnya sangat relate dengan kehidupan ku. Sebelumnya aku juga sempat merasa khawatir dan menyesal berada dikelompok ini namun seiring berjalannya waktu semuanya jadi berubah” gumam ku

Pada malam harinya kami pun berkumpul kembali didalam posko untuk membahas kejadian satu hari itu. Masalah yang kami soroti dalam evaluasi adalah Anwar dan Putra yang sempat bertengkar. Keduanya itu jadi sangat canggung sampai akhirnya Putra dan teman-temannya yang membentuk kelompok kami bercerita mengenai masa lalu mereka yang buruk saat melakukan Praktik Kerja Lapangan atau mereka sebutnya PBL. Putra menceritakan dirinya sebagai kordes yang harus mengatur dan memimpin teman-temanya perempuan semua. Banyak ha berat yang dia lakukan seorang diri karena menurutnya itu adalah tanggung jawabnya.

“Karena ku satu-satunya cowok, maka beban ku itu sangat berat tapi aku sama sekali nggak ngeluh—Aku sabar dan melakukanya sendirian, beruntung warga disana itu baik dan juga tempat tinggal kami itu sangat bagus fasilitasnya. Yang buruk itu hanyalah teman-teman kelompok ku saja” tuturnya

“Mereka sangat sulit diatur, keras kepala, egois dan semaunya saja” lanjutnya

“Coba bayangin itu kamu adalah kordesnya” ujarnya kepada Anwar

“Dengar itu kordes” bicara Ikon sambil memukul bahu temanya itu

“Yah aku dengar kok” balas Anwar namun karena ekpresinya lucu sehingga kami menertawainya

“Aku salah yah, semuanya salah ku karena selama inni gak pernah mengatur atau memimpin kalian dengan baik” ucap pemuda itu

“Kasian kordes salah terus jadinya” bicara Nadin

“Yah mau bagaimana lagi, ini juga pertama kali sebenarnya aku jadi kordes” ucap lagi Anwar

“Maka dari itu kami memberitahu mu agar nanti kalau kamu jadi pemimpin lagi kamu sudah paham caranya yang baik” ujar Fatin

“Tapi bukan salah Anwar sepenuhnya” tukas Putra

“Aku juga salah sebagai wakil kordesnya yang kurang komunikasi sama dia. Setelah aku renungkan ternyata pikiran ku sendirilah yang salah selama ini”

“Aku berpikir kalau kordes itu adalah orang yang harus menanggung beban paling berat diantara semua anggotanya, dia harus yang paling aktif dan lelah—karena seperti itu lah aku dimasa lalu saat menjadi kordes. Aku menyadari terlalu terpaku pada masa lalu dan secara tak sadar membuat standar ku sendiri mengenai kordes”

“Kalau kordes itu harus begini, lakuin sana, bisa ini, bisa itu dan segalanya. Padahal sebenarnya tidak begitu—kalau kordes bisa segala hal dan semuanya dilakukan oleh dia sendirian maka apa guna dari anggotanya. Kordes..” Putra menggelengkan kepalanya lalu lanjut bicara, “Maksud ku Anwar hanyalah manusia biasa yang punya banyak kekurangan, sama seperti ku dan teman-teman yang lain disini.”

“Lalu satu hal lagi bahwa teman-teman ku saat PBL berbeda dengan teman-teman ku saat ini diKKN”

“Baik aku maupun kordes itu gak harus melakukan semuanya sendirian, karena ada teman-temannya yang bisa membantunya yaitu kalian semua yang malam ini duduk disini” tutur Putra

Kami semua yang mendengar ceritanya itu pun jadi sedikit terharu bahkan Eni sampai meneteskan air mata. Anwar pun juga terlihat merenungi semuanya.

“Sudah Putra?” tanya Zee

“Umm makasih sudah memberiku waktu” balas Putra

“Anwar...kordes, apa ada yang mau diucapkan? Tanggapan atau apapun itu” ujar Zee lalu Anwar membalas dengan menggelengkan kepalanya

“Oh ini aku lupa” bicara Putra kembali

“Apa lagi, belum puas kamu bicara” kata Zee

“Zee, jangan gitu lah” ucap Fatin

“Serius ini, aku bersungguh-sungguh dan mungkin hanya akan mengatakanya satu kali ini saja”

“Iyah, apa?Cepat” suruh Zee lalu Putra pun mengatakanya

“Aku minta maaf padamu, Anwar”

“Selama ini aku nggak pernah baik menjadi wakil mu” lanjutnya

“Tapi aku janji setelah ini akan lebih baik lagi, aku akan membantumu dan kalau kamu kesulitan pada sesuatu maka bicarakan saja padaku. Jangan ragu untuk minta bantuan ku” ungkap Putra

“Umm..aku juga sama, aku minta maaf pada mu dan semuanya” balas Anwar

“Cieee” celetuk Ikon

“Mana salamanya” ujar Tian lalu Anwar dan Putra pun bersalaman

“Peluk dong...peluk” kata  Zee sehingga membuat kami tertawa karena melihat ekspresi malu Putra  dan Anwar

“Ahahah” kami pun tertawa bersama setelahnya....

...

Akhirnya selesai juga untuk arc ini. Hari itu telah terbuka alasan mengapa terjadi segala sesuatu, begini dan begitu. Pada akhirnya segala sesuatu didunia ini memang pasti mempunyai alasan, kita tidak perlu mencaritahunya sendiri karena bisa saja alasan itu datang dengan sendirinya sehingga membuat kita jadi sadar bahwa oh ternyata karena ini dia begini. Dengan membiarkan waktunya yang menjawabnya maka semuanya akan jauh lebih baik.

Masa lalu adalah sesuatu yang tidak bisa dirubah. Semua orang memiliki masa lalu, terlepas dari baik ataupun buruk namun dari masa lalu itu lah yang membentuk kita menjadi manusia yang seperti sekarang. Kita tumbuh dari pengalaman-pengalaman masa lalu, dengan belajar darinya maka kita bisa mencegah kejadian yang sama agar tidak berulang. Masa lalu memang tidak bisa dirubah tapi kita bisa merubah yang lain yaitu masa depan.

Aku pernah mendengar kalimat seperti ini, “Jika masa lalu adalah pelajaran maka masa depan adalah harapan”

“Pelajaran dan harapan kah?”

“Sebenarnya aku gak terlalu paham apa maksudnya namun mungkin saat ini aku sedang menjalaninya” ucap ku lalu teman-teman ku pun memanggil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!