Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Seorang gadis cantik menghampiri atasnya yang nampak jalan sempoyongan. Dia berniat menolong lelaki itu mengantar sampai di kamarnya.
"Pak Panca kenapa? Kenapa kacau begini?" tanya Lidia sambil menahan tubuh atasnya itu agar tidak jatuh.
"Kenapa kami ada di sini?" tanya lelaki itu sambil memegangi kepalanya.
"Tadi Wulan telpon saya katanya bapak ga angkat telpon dan balas pesan dia. Jadi ia kwatir makanya saya ke sini memastikan bapak baik - baik saja." jawab Lidia apa adanya. Wulan adalah sahabat Lidia dan istri dari atasnya.
"Karan bapak ga kenapa - kenapa saya permisi pak. Jangan lupa hubungi Wulan dan balas pesannya." pamit Lidia setelah mengantarkan Panca ke kamarnya.
"Kamu mau kemana Lidia? Tolong bantu saya." cegah Panca sambil mencekal tangan Lidia sehingga langkah gadis itu langsung terhenti.
"Bantu bapak, bantu apa ya pak?" tanya Lidia tidak mengerti dengan kening mengkerut.
Panca mendorong tubuh Lidia hingga terjatuh di atas ranjang. Panca mengunjungi tubuh Lidia sehingga hashimoto tak bisa bergerak.
"Bapak, mau ngapain?" Tanya Lidia dengan wajah ketakutan. Apalagi saat melihat mata Panca yang tengah berkabut.
"Bapak mabuk ya? Tolong jangan begini pak! Tolong lepaskan saya pak!" mohon Lidia. Panca yang sudah kepanasan sama sekali tak mendengar apa yang Lidia katakan, di kepalnya saat ini bagaimana membebaskan dirinya dari hawa panas ini secepatnya. Ia butuh Lidia untuk membantunya.
Panca membungkam mulut Lidia dengan bibirnya. Lidia jelas saja kaget dengan prilaku atasnya. Sekuat tenaga ia berusaha melepaskan diri tapi tenaganya tak bearti apa - apa.
"Lidia tolong bantu saya, saya mohon kali ini. Saya sudah tak tahan." bisik panca memaksa Lidia membantunya.
"Tapi pak, saya ga bisa kalau gini pak. Ini salah pak." ujar Lidia menyadarkan Panca. Tapi panca sudah tak bisa menahan lagi, hawa panas di tubuhnya semakin meningkat. Kembali ia meraup bibir Lidia dengan kasar. Ia merobek pakain yang melekat di tubuh gadis itu hingga hanya menyisakan penutup gunung kembar dan aset beharganya.
Panca semakin tak terkendali, gunung kembar jadi sasaran berikutnya. Bohong Lidia tak merasakan apapun, ini pengalaman pertama dalam hidupnya. Desakan laknat lolos begitu saja dari bibirnya membaut Panca tersenyum.
Lidia menyadari kesalahannya berusah menutup mulut ya agar denagn itu tak lagi terdenga. Penutup tubuh terkahir Lidia sudah di tarik oleh Panca sehingga terpampang tubuh mulus yang begitu menggoda. Panca juga sudah melepas semua pakainya sehingga tubuh keduanya sama - sama polos.
"Pak tolong hentikan ini pak, saya mohon pak. Ini salah pak, ingat Wulan istri bapak."Lidia berharap permohonan di dengar Panca tapi lelaki itu malah makin brutal menciumi setiap inci tubuhnya dan bermain di titik sensitifnya.
Berkali - kali gadis itu memohon dengan memelas dan berurai air mata tak mampu menyadarkan Panca yang tengah berkabut gairah. Ia belum siap apa yang selama ini ia jaga akan hilang begitu saja. Mahkota berharganya di renggut paksa oleh atasannya sendiri.
Panca mengarahkan senjata keramatnya ke liang gua milik Lidia. Senjata Panca agak susah masuk tapi sekuat tenaga ia berusah akhirnya pertahanan Lidia runtuh juga akhirnya.
"Sakit pak, udah pak. Tolong hentikan pak." teriak Lidia kesakitan tapi lelaki itu terus saja memacu memaju mundurkan senjatanya semakin kencang hingga lahar panas itu menyembur di rahim Lidia. Tidak cukup sekali, Panca kembali mengenjot tubuh Lidia hingga Lidia kehabisan tenaga dan tak sadarkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk, selamat datang di karya terbaru thor. Moga kk² menyukainya.
Di tunggu saran dan masukannya, like dan vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya🥰👍🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?